Ajaib
Menu

Saham AS

Wall Street Menguat Tajam, Dow Jones Melonjak 1,71% Didorong Reli Teknologi dan Earnings

Miftahul KhaerAugust 5, 2026

Wall Street Menguat Tajam, Dow Jones Melonjak 1,71% Didorong Reli Teknologi dan Earnings

Key Takeaways

  • Wall Street ditutup menguat tajam pada perdagangan Selasa (4/8), dengan Dow Jones naik 1,71%, S&P 500 menguat 1,79%, dan Nasdaq melonjak 2,59%.
  • Reli didorong kombinasi optimisme meredanya konflik Iran, laporan keuangan yang kuat, reli saham teknologi dan AI, serta breakout teknikal S&P 500 di atas level resistensi penting.
  • Palantir (PLTR) melonjak 29,45% dan menjadi top gainer, sementara SpaceX mencatat pendapatan di atas ekspektasi tetapi sahamnya justru tertekan setelah perdagangan karena lonjakan belanja modal AI.

Wall Street Ditutup Menguat, Dow Jones Melonjak 900 Poin

Pasar saham Amerika Serikat ditutup menguat pada perdagangan Selasa (4/8) waktu AS. Dow Jones Industrial Average (DJI) naik 1,71%, S&P 500 menguat 1,79%, sedangkan Nasdaq Composite melonjak 2,59%. Penguatan tersebut membawa Wall Street mencatat reli luas, dengan Dow Jones melonjak lebih dari 900 poin dan S&P 500 ditutup di atas level 7.700 untuk pertama kalinya.

Reli terjadi setelah sejumlah katalis positif muncul secara bersamaan. Optimisme terhadap potensi meredanya konflik Iran, musim laporan keuangan yang menunjukkan pertumbuhan kuat, serta kembalinya minat beli pada saham teknologi berbasis AI menjadi pendorong utama. Sentimen juga diperkuat oleh pernyataan Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengenai peluang kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz, penurunan harga minyak, dan breakout teknikal S&P 500.

Kinerja Indeks Wall Street

IndeksPerubahan
Dow Jones (DJI)+1,71%
S&P 500+1,79%
Nasdaq Composite+2,59%

Saham Teknologi dan AI Kembali Jadi Penggerak Reli

Penguatan Wall Street juga terlihat dari pergerakan saham-saham teknologi dan perusahaan yang berkaitan dengan AI. Reli teknologi kali ini cukup luas, berbeda dari periode ketika penguatan pasar lebih banyak terkonsentrasi pada sejumlah saham teknologi berkapitalisasi besar. Data tambahan menunjukkan ETF semikonduktor iShares Semiconductor ETF (SOXX) melonjak lebih dari 6%, sementara ETF sektor perangkat lunak iShares Expanded Tech-Software Sector ETF (IGV) naik hampir 5%. Nasdaq Composite sendiri menguat lebih dari 2,5%.

Top Gainers Wall Street

SahamReturn
$PLTR+29,45%
$INTC+10,84%
$SPCX+9,43%
$GLW+9,04%

Top Losers Wall Street

SahamReturn
$CMG-9,72%
$CI-2,84%
$NKE-2,60%
$AMZN-2,32%

Lima Katalis yang Mendorong Wall Street Reli

Penguatan Wall Street kali ini bukan hanya dipicu satu berita. Beberapa katalis muncul secara beruntun dan menciptakan momentum beli yang lebih luas. Pernyataan positif mengenai Iran menjadi pemicu awal, kemudian diperkuat oleh laporan keuangan, reli teknologi, breakout indeks, dan berkurangnya tekanan jual pada saham momentum.

Kombinasi tersebut penting karena reli yang didukung beberapa katalis cenderung memberikan konteks yang lebih kuat dibanding pergerakan yang hanya bergantung pada satu sentimen. Namun, masing-masing katalis tetap memiliki risiko yang berbeda dan dapat kembali memengaruhi arah pasar jika ekspektasi berubah.

1. Optimisme Konflik Iran Mulai Mereda

Salah satu pemicu utama reli datang dari komentar Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengenai kemungkinan tercapainya kesepakatan dengan Iran yang dapat membuka kembali Selat Hormuz. Pernyataan tersebut mendorong harga minyak turun dan turut menekan yield obligasi AS, sehingga memberikan ruang bagi aset berisiko seperti saham untuk menguat.

Namun, perkembangan geopolitik masih menjadi sumber volatilitas. Informasi mengenai Iran dapat berubah dengan cepat sehingga sentimen pasar juga berpotensi berbalik apabila ketegangan kembali meningkat. Dengan demikian, penurunan harga minyak saat ini menjadi katalis positif, tetapi keberlanjutan efeknya tetap bergantung pada perkembangan konflik berikutnya.

2. Earnings Kuartal II Masih Menopang Pasar

Musim laporan keuangan menjadi fondasi lain bagi reli Wall Street. Berdasarkan data yang dikutip CNBC, S&P 500 diperkirakan mencatat pertumbuhan laba kuartal II sekitar 27% secara tahunan, tidak termasuk Alphabet dan Amazon. Angka tersebut sekitar 4% lebih tinggi dari konsensus pada awal musim laporan keuangan.

Dengan memasukkan Alphabet dan Amazon, pertumbuhan laba indeks bahkan diperkirakan mencapai sekitar 45% secara tahunan. Artinya, penguatan pasar tidak hanya ditopang ekspektasi terhadap AI, tetapi juga mulai mendapatkan dukungan dari pertumbuhan laba di berbagai sektor seperti kesehatan, industri, keuangan, dan consumer staples.

3. Reli Teknologi Kembali Lebih Merata

Saham teknologi kembali menjadi motor penggerak pasar setelah sebelumnya mengalami koreksi. Investor mulai membeli berbagai kelompok saham teknologi secara bersamaan karena ekspektasi bahwa perkembangan AI dapat memberikan manfaat kepada lebih banyak perusahaan, bukan hanya perusahaan semikonduktor.

Pergerakan tersebut membuat Nasdaq 100 menguat lebih dari 3% pada Selasa setelah sebelumnya masuk ke koreksi ringan. Bahkan saham-saham megacap yang tergabung dalam kelompok Magnificent Seven ikut menguat, meski performanya sepanjang 2026 masih tertinggal dibandingkan S&P 500.

4. S&P 500 Breakout ke Atas 7.700

Dari sisi teknikal, S&P 500 berhasil menembus level 7.620, yang sebelumnya menjadi area resistensi penting berdasarkan level tertinggi pada Juni. Indeks tidak hanya mampu melewati level tersebut saat pembukaan, tetapi melanjutkan penguatan hingga ditutup di atas 7.700 untuk pertama kalinya.

Breakout tersebut memberikan sinyal bahwa momentum beli kembali cukup kuat. Penguatan Nasdaq selama beberapa hari berturut-turut juga menjadi tambahan konfirmasi teknikal, meskipun breakout tetap perlu diikuti oleh kemampuan indeks mempertahankan level yang telah ditembus agar tidak berubah menjadi false breakout.

5. Tekanan Jual Saham Momentum Mulai Mereda

Katalis lainnya berasal dari berkurangnya tekanan jual pada saham-saham momentum setelah aksi likuidasi besar yang dikaitkan dengan dana milik Leopold Aschenbrenner. Dana tersebut sebelumnya memiliki eksposur besar pada saham momentum dan menghadapi tekanan setelah posisi leveraged harus dilepas.

Berkurangnya tekanan tersebut memberikan ruang bagi investor untuk kembali masuk ke saham yang sebelumnya mengalami koreksi. Setelah reli Selasa, S&P 500 telah naik 3,3% sepanjang Agustus, sementara Nasdaq Composite menguat hampir 5% hanya dalam dua hari.

SpaceX Cetak Pendapatan di Atas Ekspektasi, tetapi Saham Tertekan

Di tengah reli teknologi, SpaceX justru memberikan gambaran berbeda mengenai bagaimana pasar merespons investasi AI. Dalam laporan kuartal II 2026, pendapatan SpaceX mencapai US$7,81 miliar, lebih tinggi dari estimasi US$6,93 miliar. Kerugian per saham juga lebih kecil dari perkiraan, yaitu 9 sen dibandingkan estimasi kerugian 26 sen.

Namun, saham SpaceX turun sekitar 8% dalam perdagangan setelah jam bursa karena investor mengkhawatirkan lonjakan belanja modal. Capex perusahaan meningkat lebih dari enam kali lipat menjadi US$18,37 miliar, dengan sekitar US$15,83 miliar dialokasikan untuk infrastruktur AI. Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan pendapatan yang kuat belum tentu langsung diterjemahkan menjadi prospek profitabilitas yang lebih baik apabila kebutuhan investasi meningkat tajam.

Kinerja Segmen SpaceX

SegmenPendapatan Q2 2026Estimasi
SpaceUS$962 jutaUS$835 juta
ConnectivityUS$4,29 miliarUS$3,83 miliar
AIUS$2,56 miliarUS$2,18 miliar

Bisnis Connectivity yang mencakup Starlink tetap menjadi satu-satunya segmen yang mencatat laba operasional, sebesar US$1,66 miliar. Sebaliknya, unit Space membukukan rugi operasional US$542 juta dan unit AI mencatat rugi US$1,26 miliar. Kondisi ini menjadi pengingat bahwa pasar saat ini memang memberikan premi pada pertumbuhan AI, tetapi tetap mempertimbangkan biaya yang diperlukan untuk mengejar pertumbuhan tersebut.

Apa yang Dicermati Trader Saham AS Setelah Wall Street Reli?

Reli Wall Street kali ini memberikan gambaran bahwa fundamental dan momentum teknikal sedang bergerak searah. Pertumbuhan laba yang kuat memberikan dukungan fundamental, sementara breakout S&P 500 dan kembalinya minat beli pada saham teknologi memberikan dukungan dari sisi momentum. Kondisi tersebut membuat saham dengan katalis earnings yang kuat dan prospek pertumbuhan yang jelas kembali menarik perhatian pasar.

Meski demikian, kenaikan tajam dalam waktu singkat juga membuat pemilihan saham menjadi semakin penting. Trader dapat memperhatikan beberapa hal berikut tanpa harus mengejar saham yang sudah mengalami lonjakan terlalu tinggi:

  • Follow-through breakout: S&P 500 perlu mempertahankan area yang baru ditembus agar momentum kenaikan tidak berubah menjadi false breakout.
  • Respons pasar terhadap earnings: Kinerja yang melampaui ekspektasi belum tentu menghasilkan kenaikan saham jika valuasi atau guidance sudah terlalu tinggi.
  • Kualitas pertumbuhan AI: Seperti terlihat pada SpaceX, pertumbuhan pendapatan dari AI perlu dibandingkan dengan capex dan dampaknya terhadap arus kas.
  • Harga minyak dan perkembangan Iran: Perubahan sentimen geopolitik dapat kembali memengaruhi minyak, yield Treasury, dan aset berisiko.
  • Breadth pasar: Reli yang melibatkan lebih banyak sektor dan kelompok saham cenderung memberikan gambaran yang lebih sehat dibanding penguatan yang hanya bergantung pada beberapa megacap.

Apakah Reli Wall Street Masih Menarik untuk Diikuti?

Bagi trader yang sudah memiliki posisi, kondisi pasar saat ini memberikan alasan untuk mempertahankan saham yang masih didukung earnings, tren, dan katalis yang jelas, sambil tetap memperhatikan level teknikal setelah kenaikan tajam.

Sementara bagi yang belum memiliki posisi, pendekatan yang lebih terukur dapat dilakukan dengan menunggu pullback sehat atau konfirmasi lanjutan setelah breakout, terutama pada saham yang baru saja mencatat kenaikan besar. Dengan demikian, keputusan trading tidak hanya bergantung pada euforia reli, tetapi juga mempertimbangkan risk-reward dan kemampuan saham mempertahankan momentum.

Trading Saham AS Lebih Mudah di Ajaib

Pergerakan Wall Street saat ini menunjukkan bagaimana earnings, sentimen AI, perkembangan geopolitik, harga minyak, dan momentum teknikal dapat bergerak bersamaan dalam menentukan arah pasar. Memahami hubungan antar-sentimen tersebut dapat membantu kamu melihat alasan di balik kenaikan indeks, bukan sekadar mengikuti pergerakan harga.

Mulai trading saham AS di Ajaib dan susun trading plan berdasarkan profil risiko dan kondisi pasar. Download Ajaib di Play Store & App Store sekarang!

Google Play StoreApple App Store

Disclaimer: Transaksi US Stocks mengandung risiko dan berpotensi menyebabkan kerugian. Kinerja suatu produk investasi saat ini atau di masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa datang. Informasi yang terkandung dalam tulisan/artikel ini merupakan opini yang disiapkan melalui proses riset pasar dan analisis internal perusahaan. Anda tetap berkewajiban untuk menganalisis setiap produk investasi  untuk memastikan setiap keputusan investasi dan keputusan untuk menjual dan/atau membeli produk investasi adalah berdasarkan pertimbangan dan keputusan anda sendiri. Tulisan/artikel ini bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi.  Kami tidak bertanggung jawab terhadap segala bentuk kerugian maupun keuntungan yang timbul dari pengambilan keputusan transaksi.

Sumber: CNBC, Ajaib Research

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!