Wall Street Ditutup Menguat! Dow Jones Naik 1,32% Cetak Rekor Penutupan Tertinggi
Miftahul Khaer•August 4, 2026

Key Takeaways
- Wall Street ditutup menguat, dengan Dow Jones naik 1,32% sekaligus mencetak rekor penutupan tertinggi didukung meredanya kekhawatiran geopolitik dan optimisme terhadap sektor AI.
- Palantir menjadi salah satu katalis utama sentimen pasar setelah membukukan pertumbuhan pendapatan yang jauh melampaui ekspektasi dan menaikkan proyeksi kinerja sepanjang 2026.
- Penurunan harga minyak dan yield Treasury membantu menopang reli pasar, meski pelaku pasar masih mencermati peluang kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan September.
Wall Street Ditutup Menguat, Dow Jones Cetak Rekor Penutupan Tertinggi
Pasar saham Amerika Serikat ditutup menguat pada perdagangan Senin (3/8) waktu AS, dengan Dow Jones Industrial Average (DJI) naik 1,32% atau 693,38 poin ke level 53.178,41, sekaligus mencatat rekor penutupan tertinggi. Sementara itu, S&P 500 menguat 1,48% ke level 7.600,50 dan Nasdaq Composite melonjak 2,13% ke level 25.913,90, didorong penguatan saham-saham teknologi dan sentimen positif terhadap sektor kecerdasan buatan (AI).
Sentimen pasar membaik seiring meredanya kekhawatiran terhadap konflik Amerika Serikat dan Iran yang mendorong harga minyak mentah turun sekitar 5%. Pelemahan harga minyak tersebut turut menekan yield obligasi pemerintah AS, sehingga memberikan ruang bagi investor untuk kembali masuk ke aset berisiko. Di sisi lain, musim laporan keuangan yang masih berlangsung juga menjadi penopang pergerakan pasar, terutama setelah sejumlah emiten mencatatkan hasil yang melampaui ekspektasi analis.
Kinerja Indeks Wall Street
| Indeks | Perubahan |
|---|---|
| Dow Jones (DJI) | +1,32% |
| S&P 500 | +1,48% |
| Nasdaq Composite | +2,13% |
Top Gainers
Top Losers
Sentimen AI dan Meredanya Ketegangan Geopolitik Dorong Reli Wall Street
Salah satu pendorong utama penguatan Wall Street datang dari membaiknya sentimen terhadap sektor artificial intelligence (AI) setelah Palantir Technologies melaporkan kinerja kuartal II 2026 yang melampaui ekspektasi pasar. Perusahaan membukukan pendapatan sebesar US$1,94 miliar, lebih tinggi dibandingkan estimasi analis sebesar US$1,80 miliar, sementara laba per saham (EPS) mencapai US$0,41, juga berada di atas proyeksi sebesar US$0,35. Kinerja tersebut mendorong saham Palantir melonjak sekitar 12% pada perdagangan setelah laporan keuangan dirilis.
Pendapatan Palantir tercatat tumbuh 93% secara tahunan (YoY), didorong lonjakan pendapatan komersial AS sebesar 149% dan pertumbuhan bisnis pemerintah AS sebesar 90%. Seiring permintaan solusi AI yang terus meningkat, perusahaan juga menaikkan proyeksi pendapatan sepanjang 2026 menjadi sekitar US$8,15-8,16 miliar, lebih tinggi dibandingkan proyeksi sebelumnya. CEO Alex Karp bahkan menyatakan momentum pertumbuhan tersebut diperkirakan masih dapat berlanjut setidaknya selama 18 bulan ke depan, sekaligus menegaskan pentingnya pengembangan model AI terbuka agar Amerika Serikat tetap kompetitif di tengah pesatnya perkembangan teknologi AI dari China.
Selain didukung laporan keuangan emiten teknologi, sentimen pasar juga membaik seiring harapan bahwa ketegangan geopolitik di Timur Tengah mulai mereda. Presiden AS Donald Trump menyatakan pembicaraan dengan Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz akan berlangsung, meski pernyataan tersebut kemudian dibantah oleh Iran. Optimisme terhadap potensi meredanya konflik tetap mendorong harga minyak mentah turun sekitar 5%, yang pada akhirnya turut menekan yield Treasury AS dan menjadi katalis positif bagi aset berisiko, termasuk saham.
Perbaikan sentimen tersebut tercermin pada kinerja sektoral di indeks S&P 500. Sektor layanan komunikasi menjadi pemimpin penguatan dengan kenaikan sekitar 4,3%, ditopang reli saham Meta Platforms dan Alphabet. Sebaliknya, sektor energi menjadi sektor dengan kinerja terlemah setelah melemah sekitar 1,2% seiring penurunan harga minyak. Di sisi lain, musim laporan keuangan juga masih memberikan dukungan bagi pasar, dengan sekitar 85,2% dari 304 perusahaan anggota S&P 500 yang telah melaporkan kinerja berhasil membukukan laba di atas ekspektasi analis.
Komentar Trump terhadap Exxon dan Chevron Warnai Perdagangan, Fokus Pasar Tetap pada The Fed
Di tengah penguatan Wall Street, perhatian pasar juga tertuju pada pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengkritik lonjakan laba ExxonMobil dan Chevron selama konflik Iran. Trump menilai kedua perusahaan memperoleh keuntungan yang terlalu besar dari kenaikan harga minyak akibat gangguan pasokan global dan meminta agar sebagian keuntungan tersebut dikembalikan kepada masyarakat melalui penurunan harga bahan bakar.
Pada kuartal II 2026, Chevron membukukan laba sekitar US$12 miliar, melonjak hampir 400% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, ExxonMobil mencatat laba US$14,5 miliar, atau lebih dari dua kali lipat secara tahunan. Sejak pecahnya konflik Iran, harga minyak mentah AS telah naik sekitar 20%, sedangkan rata-rata harga bensin nasional meningkat hampir 40% menjadi sekitar US$4,10 per galon. Namun, saham kedua perusahaan tetap berada di bawah tekanan setelah harga minyak terkoreksi sekitar 5% di tengah harapan meredanya ketegangan geopolitik.
Di sisi lain, pelaku pasar masih mencermati arah kebijakan Federal Reserve (The Fed) setelah muncul kekhawatiran mengenai berkurangnya kejelasan komunikasi bank sentral. Ketua The Fed Kevin Warsh sebelumnya dikabarkan mengusulkan pengurangan frekuensi rapat penetapan suku bunga, sehingga memicu pertanyaan mengenai bagaimana pasar akan memperoleh panduan terhadap arah kebijakan moneter ke depan.
Berdasarkan CME FedWatch, pasar saat ini memperkirakan peluang sekitar 64,5% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan September mendatang. Selain perkembangan kebijakan moneter, investor juga akan menantikan serangkaian data pasar tenaga kerja AS yang berpuncak pada rilis laporan ketenagakerjaan (Nonfarm Payrolls) pada akhir pekan, karena data tersebut berpotensi memengaruhi ekspektasi terhadap langkah The Fed berikutnya.
Apa yang Dicermati Trader Saham AS?
Penguatan Wall Street kali ini menunjukkan bahwa pasar masih memberikan apresiasi terhadap fundamental perusahaan yang kuat, terutama dari emiten yang mampu menunjukkan pertumbuhan pendapatan dan prospek bisnis yang lebih baik dari ekspektasi. Laporan keuangan Palantir menjadi contoh bahwa tema AI masih menjadi salah satu katalis utama pasar, meski sebelumnya sempat muncul kekhawatiran mengenai melambatnya momentum sektor tersebut.
Meski demikian, sentimen pasar masih berpotensi berubah seiring perkembangan sejumlah faktor makro. Selain musim laporan keuangan yang belum berakhir, perhatian investor juga akan tertuju pada data ketenagakerjaan AS, pergerakan yield Treasury, harga minyak, serta perkembangan hubungan AS-Iran yang dapat memengaruhi ekspektasi inflasi dan kebijakan suku bunga. Kombinasi faktor-faktor tersebut kemungkinan akan tetap menjadi penggerak utama volatilitas pasar dalam jangka pendek.
Bagi trader, kondisi seperti ini dapat menjadi momentum untuk lebih selektif dalam mencermati saham yang didukung fundamental dan katalis yang jelas, seperti pertumbuhan laba, kenaikan proyeksi bisnis, maupun sektor yang sedang memperoleh dukungan sentimen positif.
Trading Saham AS Lebih Mudah di Ajaib
Pergerakan Wall Street dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari laporan keuangan emiten, perkembangan teknologi AI, kebijakan bank sentral, hingga dinamika geopolitik global. Memahami berbagai sentimen tersebut dapat membantu kamu melihat konteks di balik pergerakan indeks dan menemukan peluang di pasar saham Amerika Serikat secara lebih terukur.
Kalau kamu ingin mulai trading saham AS, Ajaib menyediakan akses ke berbagai saham global langsung dari satu aplikasi yang mudah digunakan. Dengan informasi pasar yang selalu diperbarui dan proses transaksi yang mudah, kamu dapat mengikuti perkembangan Wall Street dan menyusun trading plan. Download Ajaib di Play Store & App Store sekarang!
Disclaimer: Transaksi US Stocks mengandung risiko dan berpotensi menyebabkan kerugian. Kinerja suatu produk investasi saat ini atau di masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa datang. Informasi yang terkandung dalam tulisan/artikel ini merupakan opini yang disiapkan melalui proses riset pasar dan analisis internal perusahaan. Anda tetap berkewajiban untuk menganalisis setiap produk investasi untuk memastikan setiap keputusan investasi dan keputusan untuk menjual dan/atau membeli produk investasi adalah berdasarkan pertimbangan dan keputusan anda sendiri. Tulisan/artikel ini bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi. Kami tidak bertanggung jawab terhadap segala bentuk kerugian maupun keuntungan yang timbul dari pengambilan keputusan transaksi.
Sumber: CNBC, Kontan, Ajaib Research
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!