
BA
The Boeing Company






The Boeing Company










Trump-Xi Jinping Capai Kesepakatan Dagang yang Modest Pertemuan tingkat tinggi antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Beijing berhasil menghasilkan beberapa kesepakatan taktis yang meredakan ketegangan ekonomi antara dua negara ekonomi terbesar di dunia. Kesepakatan ini memberikan kelegaan yang bersifat moderat namun nyata bagi rantai pasok global serta membuka peluang yang lebih jelas bagi perusahaan-perusahaan Amerika di sektor-sektor utama. Berikut adalah poin-poin kesepakatan utama: * Rare Earth & Mineral Kritis: China sepakat melanjutkan penghentian sementara kontrol ekspor terhadap mineral penting (neodymium, yttrium, scandium, indium), sehingga mengurangi hambatan produksi manufaktur teknologi tinggi. * Pesawat Komersial Boeing: China berkomitmen membeli 200 unit pesawat komersial Boeing secara awal, sebagai upaya menyeimbangkan neraca perdagangan bilateral. * Impor Pertanian $17 Miliar: Beijing berjanji meningkatkan impor produk pertanian Amerika senilai $17 miliar per tahun, termasuk pemulihan akses pasar penuh bagi produsen daging AS. Saham yang Berpotensi Diuntungkan dari Stabilitas Dagang AS-China Penerima Kontrak Jumbo: * $BA - Pesanan 200 pesawat memperkuat backlog jangka panjang, meningkatkan visibilitas produksi, dan mendukung arus kas operasional. Meski di bawah ekspektasi, ini pesanan besar pertama dari China dalam beberapa tahun. * $GE - Pesanan juga mendorong permintaan lebih dari 400 mesin CFM LEAP (joint venture GE-Safran) dan pendapatan aftermarket ber-margin tinggi selama dekade mendatang. Tailwind Sektor Pertanian: * $ADM - Diuntungkan dari peningkatan permintaan China akan kedelai, jagung, dan biji-bijian AS, sehingga mendorong volume ekspor dan utilisasi jaringan globalnya. * $TSN - Mendapat katalisator langsung dari pemulihan akses pasar daging sapi dan unggas ke China sesuai komitmen $17 miliar. Disclaimer ON!
Market Recap US 🇺🇸 Pasar saham AS ditutup melemah pada perdagangan Selasa kemarin (29/07). Index S&P 500 (-0.30%), NASDAQ (-0.38%), dan DJI (-0.46%). Wall Street ditutup melemah pada hari Selasa setelah sejumlah laporan keuangan membebani sentimen pasar yang sempat optimis. UnitedHealth ( $UNH ) anjlok -7.5% setelah memangkas proyeksi laba tahunan, diikuti penurunan Boeing ( $BA ) sebesar -4.4% dan Merck ($MRK) turun -1.7% meski berhasil mengurangi kerugian kuartalan. UPS jatuh -10.6% akibat penundaan earnings guidance untuk tahun ini, dan Procter & Gamble ($PG) terkoreksi 0.3% karena profit guidance di bawah ekspektasi. Dari sekitar 200 emiten yang telah melaporkan kinerja, laba tercatat sekitar 6.4% di atas estimasi konsensus, sedikit lebih tinggi dibanding rata-rata empat kuartal sebelumnya di 6.3%. Pasar kini menantikan pernyataan dari Federal Reserve untuk melihat arah kebijakan suku bunga ke depan di hari Kamis (31/07) mendatang. Visa ($V) mencatatkan hasil 3Q25 yang lebih kuat dari ekspektasi dengan pendapatan mencapai US$10.17–10.20 miliar, naik sekitar +14 % YoY. Laba disesuaikan per saham mencapai US$2.98, naik 23 % dari US$2.42 dan melampaui estimasi analis sekitar US$2.84. Volume transaksi global tumbuh sekitar 8 %, dengan volume transaksi antar negeri naik sekitar 11–12 % dan keseluruhan transaksi meningkat sekitar 10 %. Manajemen menyoroti ketahanan belanja konsumen dan rencana inovasi di bidang pembayaran digital, termasuk AI dan stablecoin. Meskipun hasil positif, saham perusahaan sedikit melemah di perdagangan after‑hours, namun tren harga saham Visa tetap naik sekitar 11 % sepanjang tahun ini. Alvin Timothy Murthi | Financial Expert Ajaib
☑️ Boeing Catat Pertumbuhan Pendapatan Solid, Momentum Pemulihan Menguat Boeing Company ($BA) menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang semakin solid pada kuartal pertama, dengan pendapatan melonjak 14% secara tahunan menjadi $22,2 miliar, ditopang oleh peningkatan pengiriman pesawat komersial yang naik 10% menjadi 143 unit. Perbaikan operasional ini juga tercermin pada penyusutan kerugian bersih serta arus kas operasional yang membaik drastis dari minus $1,6 miliar menjadi hanya negatif $179 juta. Meski demikian, arus kas bebas masih berada di zona negatif sebesar $1,5 miliar, menandakan bahwa proses pemulihan masih membutuhkan investasi besar dan disiplin eksekusi yang kuat. Dari sisi operasional, segmen pertahanan dan layanan menjadi penopang utama profitabilitas, sementara bisnis pesawat komersial masih mencatatkan margin negatif. Di sisi lain, fundamental jangka panjang $BA terlihat semakin kokoh dengan backlog pesanan yang mencetak rekor mendekati $700 miliar, sebuah sinyal kuat atas permintaan global yang tetap tinggi, baik di sektor penerbangan komersial maupun pertahanan. Strategi peningkatan produksi, khususnya program 737 yang kini mencapai 42 unit per bulan, menjadi kunci akselerasi pemulihan. Namun, investor masih perlu mencermati sejumlah faktor krusial, mulai dari penurunan likuiditas akibat pembayaran utang hingga ketergantungan pada keberhasilan sertifikasi program seperti 737-7, 737-10, dan 777X. Dengan kombinasi antara momentum pemulihan dan tekanan arus kas yang masih berlangsung, Boeing saat ini berada di fase transisi penting yang akan sangat menentukan arah kinerjanya ke depan.
Trump-Xi Jinping Capai Kesepakatan Dagang yang Modest Pertemuan tingkat tinggi antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Beijing berhasil menghasilkan beberapa kesepakatan taktis yang meredakan ketegangan ekonomi antara dua negara ekonomi terbesar di dunia. Kesepakatan ini memberikan kelegaan yang bersifat moderat namun nyata bagi rantai pasok global serta membuka peluang yang lebih jelas bagi perusahaan-perusahaan Amerika di sektor-sektor utama. Berikut adalah poin-poin kesepakatan utama: * Rare Earth & Mineral Kritis: China sepakat melanjutkan penghentian sementara kontrol ekspor terhadap mineral penting (neodymium, yttrium, scandium, indium), sehingga mengurangi hambatan produksi manufaktur teknologi tinggi. * Pesawat Komersial Boeing: China berkomitmen membeli 200 unit pesawat komersial Boeing secara awal, sebagai upaya menyeimbangkan neraca perdagangan bilateral. * Impor Pertanian $17 Miliar: Beijing berjanji meningkatkan impor produk pertanian Amerika senilai $17 miliar per tahun, termasuk pemulihan akses pasar penuh bagi produsen daging AS. Saham yang Berpotensi Diuntungkan dari Stabilitas Dagang AS-China Penerima Kontrak Jumbo: * $BA - Pesanan 200 pesawat memperkuat backlog jangka panjang, meningkatkan visibilitas produksi, dan mendukung arus kas operasional. Meski di bawah ekspektasi, ini pesanan besar pertama dari China dalam beberapa tahun. * $GE - Pesanan juga mendorong permintaan lebih dari 400 mesin CFM LEAP (joint venture GE-Safran) dan pendapatan aftermarket ber-margin tinggi selama dekade mendatang. Tailwind Sektor Pertanian: * $ADM - Diuntungkan dari peningkatan permintaan China akan kedelai, jagung, dan biji-bijian AS, sehingga mendorong volume ekspor dan utilisasi jaringan globalnya. * $TSN - Mendapat katalisator langsung dari pemulihan akses pasar daging sapi dan unggas ke China sesuai komitmen $17 miliar. Disclaimer ON!
Market Recap US 🇺🇸 Pasar saham AS ditutup melemah pada perdagangan Selasa kemarin (29/07). Index S&P 500 (-0.30%), NASDAQ (-0.38%), dan DJI (-0.46%). Wall Street ditutup melemah pada hari Selasa setelah sejumlah laporan keuangan membebani sentimen pasar yang sempat optimis. UnitedHealth ( $UNH ) anjlok -7.5% setelah memangkas proyeksi laba tahunan, diikuti penurunan Boeing ( $BA ) sebesar -4.4% dan Merck ($MRK) turun -1.7% meski berhasil mengurangi kerugian kuartalan. UPS jatuh -10.6% akibat penundaan earnings guidance untuk tahun ini, dan Procter & Gamble ($PG) terkoreksi 0.3% karena profit guidance di bawah ekspektasi. Dari sekitar 200 emiten yang telah melaporkan kinerja, laba tercatat sekitar 6.4% di atas estimasi konsensus, sedikit lebih tinggi dibanding rata-rata empat kuartal sebelumnya di 6.3%. Pasar kini menantikan pernyataan dari Federal Reserve untuk melihat arah kebijakan suku bunga ke depan di hari Kamis (31/07) mendatang. Visa ($V) mencatatkan hasil 3Q25 yang lebih kuat dari ekspektasi dengan pendapatan mencapai US$10.17–10.20 miliar, naik sekitar +14 % YoY. Laba disesuaikan per saham mencapai US$2.98, naik 23 % dari US$2.42 dan melampaui estimasi analis sekitar US$2.84. Volume transaksi global tumbuh sekitar 8 %, dengan volume transaksi antar negeri naik sekitar 11–12 % dan keseluruhan transaksi meningkat sekitar 10 %. Manajemen menyoroti ketahanan belanja konsumen dan rencana inovasi di bidang pembayaran digital, termasuk AI dan stablecoin. Meskipun hasil positif, saham perusahaan sedikit melemah di perdagangan after‑hours, namun tren harga saham Visa tetap naik sekitar 11 % sepanjang tahun ini. Alvin Timothy Murthi | Financial Expert Ajaib
☑️ Boeing Catat Pertumbuhan Pendapatan Solid, Momentum Pemulihan Menguat Boeing Company ($BA) menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang semakin solid pada kuartal pertama, dengan pendapatan melonjak 14% secara tahunan menjadi $22,2 miliar, ditopang oleh peningkatan pengiriman pesawat komersial yang naik 10% menjadi 143 unit. Perbaikan operasional ini juga tercermin pada penyusutan kerugian bersih serta arus kas operasional yang membaik drastis dari minus $1,6 miliar menjadi hanya negatif $179 juta. Meski demikian, arus kas bebas masih berada di zona negatif sebesar $1,5 miliar, menandakan bahwa proses pemulihan masih membutuhkan investasi besar dan disiplin eksekusi yang kuat. Dari sisi operasional, segmen pertahanan dan layanan menjadi penopang utama profitabilitas, sementara bisnis pesawat komersial masih mencatatkan margin negatif. Di sisi lain, fundamental jangka panjang $BA terlihat semakin kokoh dengan backlog pesanan yang mencetak rekor mendekati $700 miliar, sebuah sinyal kuat atas permintaan global yang tetap tinggi, baik di sektor penerbangan komersial maupun pertahanan. Strategi peningkatan produksi, khususnya program 737 yang kini mencapai 42 unit per bulan, menjadi kunci akselerasi pemulihan. Namun, investor masih perlu mencermati sejumlah faktor krusial, mulai dari penurunan likuiditas akibat pembayaran utang hingga ketergantungan pada keberhasilan sertifikasi program seperti 737-7, 737-10, dan 777X. Dengan kombinasi antara momentum pemulihan dan tekanan arus kas yang masih berlangsung, Boeing saat ini berada di fase transisi penting yang akan sangat menentukan arah kinerjanya ke depan.