Ajaib
Menu

Saham AS

Microsoft Pimpin Reli AI, Meta Tertekan oleh Lonjakan Belanja Modal

SalsabillaJuly 31, 2026

Microsoft Pimpin Reli AI, Meta Tertekan oleh Lonjakan Belanja Moda

Key Takeaways

  • Microsoft mencatat pertumbuhan Azure yang kuat dan untuk pertama kalinya pendapatan tahunan Azure menembus US$100 miliar, sehingga pasar menilai investasi AI mulai membuahkan hasil.
  • Meta membukukan pertumbuhan pendapatan yang solid, tetapi lonjakan belanja modal AI membuat free cash flow turun tajam sehingga memicu kekhawatiran investor.
  • Respons pasar menunjukkan investor mulai lebih selektif terhadap emiten AI, dengan fokus pada perusahaan yang mampu mengubah investasi menjadi pertumbuhan pendapatan, laba, dan arus kas.

Microsoft dan Meta Berikan Gambaran Berbeda tentang Investasi AI

Laporan keuangan terbaru Microsoft dan Meta Platforms kembali menjadi perhatian pelaku pasar global. Meski sama-sama agresif mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (AI), kedua perusahaan justru memperoleh respons yang sangat berbeda dari investor setelah merilis kinerja keuangan terbarunya.

Microsoft berhasil memimpin reli saham teknologi setelah membukukan hasil yang melampaui ekspektasi pasar. Sebaliknya, Meta mengalami tekanan karena investor menilai belanja modal AI yang terus meningkat belum diimbangi dengan perbaikan arus kas. Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar kini tidak hanya melihat besarnya investasi AI, tetapi juga mulai menilai seberapa cepat investasi tersebut mampu menghasilkan pertumbuhan bisnis.

Microsoft Buktikan Investasi AI Mulai Menghasilkan

Microsoft membukukan pendapatan sebesar US$90,01 miliar, melampaui ekspektasi analis sebesar US$87,62 miliar. Salah satu pendorong utamanya berasal dari bisnis cloud Azure yang mencatat pertumbuhan pendapatan 43% secara tahunan (YoY), lebih tinggi dari perkiraan pasar.

Pencapaian lain yang menjadi sorotan adalah annual revenue Azure yang untuk pertama kalinya berhasil menembus US$100 miliar. Selain itu, Microsoft juga mengungkapkan bahwa jumlah pengguna berbayar Microsoft 365 Copilot telah melampaui 30 juta kursi, meningkat dari lebih dari 20 juta pada April lalu. Hal tersebut menjadi indikasi bahwa layanan AI generatif mulai memberikan kontribusi nyata terhadap bisnis perusahaan.

Indikator MicrosoftHasil
PendapatanUS$90,01 miliar
Ekspektasi pasarUS$87,62 miliar
Pertumbuhan Azure43% YoY
Annual Revenue Azure>US$100 miliar
Microsoft 365 Copilot>30 juta paid seats
Pergerakan sahamNaik sekitar 15–16%

Respons pasar pun sangat positif. Saham Microsoft melonjak sekitar 15-16% setelah laporan keuangan dirilis, menjadi kenaikan harian terbesar sejak 2008. Nilai kapitalisasi pasar perusahaan juga bertambah sekitar US$450 miliar hanya dalam satu hari perdagangan.

Meta Masih Bertumbuh, tetapi Belanja Modal AI Menjadi Perhatian

Meta sebenarnya masih membukukan pertumbuhan bisnis yang cukup kuat. Pendapatan perusahaan mencapai US$60,80 miliar, meningkat sekitar 28% YoY. Namun, perhatian investor lebih tertuju pada proyeksi belanja modal (capex) yang kembali dinaikkan menjadi US$130-145 miliar pada 2026.

Besarnya investasi tersebut berdampak pada penurunan free cash flow secara signifikan. Free cash flow Meta tercatat hanya US$784 juta, turun sekitar 91% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai US$8,55 miliar. Selain itu, panduan pendapatan Meta untuk kuartal berjalan juga berada sedikit di bawah ekspektasi pasar, sehingga semakin memperbesar kekhawatiran investor.

Indikator MetaHasil
PendapatanUS$60,80 miliar
Pertumbuhan pendapatan+28% YoY
Capex 2026US$130–145 miliar
Free Cash FlowUS$784 juta
Free Cash Flow tahun laluUS$8,55 miliar
Pergerakan sahamTurun sekitar 8–9%

CEO Meta, Mark Zuckerberg, juga menyampaikan bahwa perusahaan menerima banyak penawaran untuk kapasitas komputasi dengan harga premium. Pernyataan tersebut membuka peluang monetisasi infrastruktur AI di masa depan, meski hingga kini perusahaan belum memberikan rincian yang jelas mengenai model bisnis tersebut. Di saat yang sama, Meta juga menegaskan sebagian besar kapasitas komputasi masih akan diprioritaskan untuk pengembangan produk AI internal.

Kenapa Respons Pasar Sangat Berbeda?

Meski sama-sama menggelontorkan dana besar untuk AI, respons investor terhadap Microsoft dan Meta menunjukkan adanya perubahan cara pasar menilai emiten teknologi.

Beberapa faktor yang membedakan respons pasar antara keduanya adalah:

  • Microsoft telah menunjukkan monetisasi AI yang nyata. Pertumbuhan Azure dan meningkatnya adopsi Copilot menjadi bukti bahwa investasi AI mulai menghasilkan tambahan pendapatan.
  • Meta masih berada pada fase investasi besar. Belanja modal meningkat tajam, sementara arus kas bebas justru turun signifikan sehingga pasar masih menunggu hasil dari investasi tersebut.
  • Panduan bisnis juga menjadi perhatian. Microsoft berhasil melampaui ekspektasi pasar, sedangkan panduan pendapatan Meta sedikit berada di bawah konsensus analis.
  • Fokus investor mulai bergeser ke efisiensi modal. Pasar kini tidak hanya menghargai perusahaan yang agresif berinvestasi di AI, tetapi juga yang mampu menunjukkan hasil finansial dari investasi tersebut.

Menurut Alvin Timothy Murthi, Equity Research Analyst Ajaib Sekuritas, hasil ini memperkuat rotasi investor menuju emiten AI yang telah mampu mengonversi investasi menjadi pertumbuhan pendapatan dan laba. Kenaikan saham Microsoft turut mendorong penguatan indeks Nasdaq dan S&P 500, sekaligus meningkatkan sentimen terhadap perusahaan penyedia infrastruktur AI seperti semikonduktor, cloud, dan data center.

Sebaliknya, koreksi Meta menunjukkan bahwa pasar kini semakin sensitif terhadap perusahaan dengan belanja modal besar yang belum menghasilkan arus kas sepadan. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan diferensiasi valuasi di antara saham-saham teknologi berkapitalisasi besar.

Yang Perlu Dicermati Trader Saham

Musim laporan keuangan perusahaan teknologi sering menjadi katalis utama bagi pergerakan saham AI. Namun, laporan Microsoft dan Meta menunjukkan bahwa investor kini semakin memperhatikan kualitas pertumbuhan, bukan sekadar besarnya investasi AI.

Beberapa hal yang layak dicermati pada musim laporan keuangan berikutnya meliputi:

  • Pertumbuhan bisnis AI, terutama cloud, software AI, dan layanan AI generatif.
  • Perkembangan monetisasi AI, seperti peningkatan pelanggan berbayar atau kontribusi AI terhadap pendapatan.
  • Belanja modal dan free cash flow, karena kombinasi keduanya kini menjadi indikator utama yang diperhatikan pasar.
  • Panduan manajemen (guidance) untuk kuartal berikutnya, khususnya proyeksi pendapatan dan investasi AI.
  • Dampak terhadap ekosistem AI, termasuk perusahaan semikonduktor, data center, dan penyedia cloud yang berpotensi ikut menikmati sentimen positif ketika permintaan AI meningkat.

Pergerakan harga saham pasca laporan keuangan menunjukkan bahwa pasar semakin selektif dalam memberikan premi valuasi kepada emiten teknologi. Selain mencermati pertumbuhan pendapatan, investor juga dapat memperhatikan apakah investasi AI benar-benar mulai menghasilkan peningkatan profitabilitas dan arus kas perusahaan.

Trading Saham AS Bertema AI Lebih Mudah di Ajaib

Perkembangan AI masih menjadi salah satu tema investasi terbesar di pasar saham Amerika Serikat. Melalui Ajaib, kamu dapat melakukan trading saham AS sekaligus mengikuti perkembangan emiten teknologi global langsung dari satu aplikasi. Dengan akses ke berbagai saham Amerika Serikat, kamu dapat memantau momentum laporan keuangan, perkembangan AI, hingga sentimen sektor teknologi dengan lebih praktis. Download Ajaib di Play Store & App Store sekarang!

Google Play StoreApple App Store

Disclaimer: Transaksi US Stocks mengandung risiko dan berpotensi menyebabkan kerugian. Kinerja suatu produk investasi saat ini atau di masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa datang. Informasi yang terkandung dalam tulisan/artikel ini merupakan opini yang disiapkan melalui proses riset pasar dan analisis internal perusahaan. Anda tetap berkewajiban untuk menganalisis setiap produk investasi  untuk memastikan setiap keputusan investasi dan keputusan untuk menjual dan/atau membeli produk investasi adalah berdasarkan pertimbangan dan keputusan anda sendiri. Tulisan/artikel ini bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi.  Kami tidak bertanggung jawab terhadap segala bentuk kerugian maupun keuntungan yang timbul dari pengambilan keputusan transaksi.

Sumber: CNBC, Ajaib Research

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!