Ajaib
Menu

Saham AS

Microsoft (MSFT) Lampaui Ekspektasi, Revenue Microsoft Cloud Tembus US$59,3 Miliar pada 4Q FY2026

SalsabillaJuly 30, 2026

Microsoft (MSFT) Lampaui Ekspektasi, Revenue Microsoft Cloud Tembus US$59,3 Miliar pada 4Q FY2026

Key Takeaways

  • Microsoft membukukan revenue US$90 miliar pada 4Q FY2026, melampaui ekspektasi analis berkat pertumbuhan bisnis cloud dan AI yang tetap kuat.
  • Microsoft Cloud mencatat revenue US$59,3 miliar, sementara Azure tumbuh 43% YoY dan untuk pertama kalinya melampaui US$100 miliar annual revenue run-rate.
  • Kinerja tersebut turut memperkuat optimisme terhadap perusahaan-perusahaan yang berada di rantai pasok AI seperti NVIDIA, Broadcom, AMD, Micron, TSMC, Vertiv, dan Arista Networks.

Microsoft Cetak Kinerja Kuartalan Solid Berkat Permintaan AI yang Terus Meningkat

Microsoft (NASDAQ: MSFT) kembali menunjukkan dominasinya dalam industri teknologi setelah merilis laporan keuangan kuartal IV tahun fiskal 2026 (4Q FY2026) yang melampaui ekspektasi pasar. Pertumbuhan bisnis cloud dan kecerdasan buatan (AI) menjadi pendorong utama kenaikan pendapatan sekaligus laba perusahaan, menegaskan bahwa belanja AI perusahaan global masih berada dalam tren yang kuat.

Hasil tersebut langsung mendapat respons positif dari pasar. Saham Microsoft melonjak sekitar 9% pada perdagangan after-hours setelah laporan dirilis. Selain berhasil melampaui konsensus analis, perusahaan juga memberikan proyeksi yang lebih optimistis untuk kuartal berikutnya, menunjukkan bahwa momentum pertumbuhan AI diperkirakan masih akan berlanjut sepanjang FY2027.

Microsoft Lampaui Ekspektasi, Azure dan AI Jadi Motor Pertumbuhan

Secara keseluruhan, Microsoft membukukan revenue sebesar US$90,0 miliar, meningkat 18% secara tahunan (YoY) dan lebih tinggi dibandingkan ekspektasi analis sebesar sekitar US$87,6 miliar. Sementara itu, earnings per share (EPS) tercatat sebesar US$4,81, jauh di atas estimasi pasar di kisaran US$4,24.

Peningkatan laba bersih juga terlihat signifikan. Microsoft mencatat net income sebesar US$35,8 miliar, naik sekitar 31% YoY. Kinerja tersebut turut didukung keuntungan investasi di Anthropic sebesar US$3,2 miliar serta beban program pensiun sukarela yang lebih rendah dari perkiraan, meskipun sebagian keuntungan tersebut diimbangi oleh biaya restrukturisasi dan penurunan nilai pada bisnis Xbox.

Ringkasan Kinerja Microsoft 4Q FY2026

IndikatorRealisasiPerubahan YoY
RevenueUS$90,0 miliar+18%
EPS (GAAP)US$4,81+32%
Net IncomeUS$35,8 miliar+31%
Operating IncomeUS$40,6 miliar+18%
Microsoft Cloud RevenueUS$59,3 miliar+27%

Selain mencatat hasil yang kuat pada kuartalan, Microsoft juga menutup tahun fiskal 2026 dengan performa yang impresif. Sepanjang FY2026, perusahaan membukukan revenue sebesar US$331,8 miliar, meningkat 18% YoY, sedangkan laba bersih mencapai US$133,7 miliar, naik 31% dibandingkan tahun sebelumnya. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan Microsoft tidak hanya terjadi dalam satu kuartal, tetapi juga berlanjut secara konsisten sepanjang tahun fiskal.

Microsoft Cloud Tembus US$59 Miliar, Azure dan Copilot Pecahkan Rekor Baru

Kontributor terbesar terhadap pertumbuhan Microsoft kembali berasal dari bisnis cloud. Pada kuartal ini, Microsoft Cloud mencatatkan revenue sebesar US$59,3 miliar, tumbuh 27% YoY. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh permintaan infrastruktur AI yang terus meningkat di berbagai sektor industri.

Di sisi lain, Azure kembali menjadi sorotan setelah membukukan pertumbuhan 43% YoY, lebih tinggi dibandingkan ekspektasi analis yang berada di kisaran 40%. Bahkan, Microsoft mengungkapkan bahwa untuk pertama kalinya Azure berhasil melampaui US$100 miliar annual revenue run-rate, menjadi tonggak penting dalam perjalanan bisnis cloud perusahaan.

Beberapa indikator yang menunjukkan kuatnya permintaan terhadap layanan AI Microsoft antara lain:

  • Azure tumbuh 43% YoY, lebih cepat dibanding kuartal sebelumnya.
  • Microsoft 365 Copilot kini memiliki lebih dari 30 juta pengguna berbayar, meningkat tajam dibanding sekitar 20 juta pengguna pada April lalu.
  • GitHub Copilot telah digunakan oleh lebih dari 50 juta pengguna.
  • Commercial Remaining Performance Obligation (RPO) naik menjadi US$678 miliar, mencerminkan tingginya kontrak jangka panjang yang belum diakui sebagai pendapatan.
  • Ratusan pelanggan enterprise telah membeli jutaan lisensi Microsoft 365 E7, yang mengintegrasikan berbagai fitur AI untuk kebutuhan bisnis.

Dalam pernyataannya, CEO Microsoft Satya Nadella mengatakan bahwa perusahaan terus berupaya menurunkan biaya implementasi AI sehingga pelanggan dapat memperoleh hasil bisnis yang lebih besar dari setiap investasi yang mereka lakukan. Menurutnya, pencapaian Azure dan Microsoft 365 Copilot menjadi bukti bahwa semakin banyak perusahaan mempercayakan transformasi AI mereka kepada Microsoft.

Kinerja Segmen Cloud dan AI Jadi Motor Pertumbuhan Microsoft

Kontributor terbesar terhadap kinerja Microsoft pada kuartal ini datang dari segmen Intelligent Cloud, yang membukukan revenue US$39,3 miliar, naik 32% YoY. Di dalamnya, Azure kembali menjadi sorotan dengan pertumbuhan 43% YoY, lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya yang sebesar 40%. Bahkan, untuk pertama kalinya, pendapatan tahunan Azure telah melampaui US$100 miliar, menegaskan posisinya sebagai salah satu platform cloud terbesar di dunia.

Di sisi lain, Microsoft Cloud secara keseluruhan menghasilkan revenue US$59,3 miliar, tumbuh 27% YoY. Sementara itu, commercial remaining performance obligation (RPO) atau nilai kontrak yang belum diakui sebagai pendapatan meningkat menjadi US$678 miliar, mencerminkan tingginya kontrak jangka panjang dari pelanggan korporasi. Microsoft menyebut pertumbuhan RPO kali ini terutama berasal dari pelanggan enterprise di luar pengembang model AI, menunjukkan bahwa adopsi AI kini semakin meluas ke berbagai sektor industri.

Tabel Kinerja Segmen Bisnis Microsoft 4Q FY2026

SegmenRevenuePertumbuhan YoYCatatan
Microsoft CloudUS$59,3 miliar+27%Menjadi sumber pendapatan terbesar perusahaan
Intelligent CloudUS$39,3 miliar+32%Ditopang pertumbuhan Azure
Azure & Other Cloud Services+43%Annual revenue telah melampaui US$100 miliar
Productivity & Business ProcessesUS$37,8 miliar+14%Didukung Microsoft 365, LinkedIn, dan Dynamics
More Personal ComputingUS$12,9 miliar-4%Tertekan pelemahan bisnis Windows dan Xbox

Selain cloud, bisnis produktivitas Microsoft juga tetap menunjukkan tren positif. Segmen Productivity and Business Processes yang mencakup Microsoft 365, Dynamics 365, dan LinkedIn membukukan revenue US$37,8 miliar, tumbuh 14% YoY. Microsoft mengungkapkan bahwa Microsoft 365 Copilot kini telah memiliki lebih dari 30 juta pengguna berbayar, meningkat signifikan dibandingkan sekitar 20 juta pengguna pada April lalu. Di sisi lain, GitHub Copilot juga telah mencapai sekitar 50 juta pengguna, memperlihatkan semakin luasnya adopsi AI di kalangan pengembang perangkat lunak.

Meski demikian, tidak semua lini bisnis mencatatkan pertumbuhan. Segmen More Personal Computing, yang mencakup Windows, Surface, Bing, dan Xbox, mengalami penurunan 4% YoY menjadi US$12,9 miliar. Penjualan lisensi Windows OEM dan perangkat turun 7%, sedangkan pendapatan Xbox turun 10% di tengah restrukturisasi bisnis game yang sedang dilakukan perusahaan.

Apa yang Perlu Dicermati Trader Saham AS?

Laporan keuangan Microsoft kali ini memberikan sinyal yang lebih luas daripada sekadar kinerja satu emiten. Pertumbuhan Azure yang semakin cepat serta peningkatan adopsi Microsoft 365 Copilot menunjukkan bahwa permintaan terhadap infrastruktur AI masih berada dalam tren ekspansi. Hal ini memperkuat narasi bahwa belanja perusahaan untuk AI belum menunjukkan tanda-tanda melambat.

Menurut Alvin Timothy Murthi, Equity Research Analyst Ajaib Sekuritas, hasil Microsoft turut memperkuat sentimen positif bagi perusahaan-perusahaan yang berada dalam rantai pasok AI. Beberapa emiten yang berpotensi memperoleh manfaat antara lain NVIDIA (NASDAQ: NVDA), Broadcom (NASDAQ: AVGO), Advanced Micro Devices (NASDAQ: AMD), Micron Technology (NASDAQ: MU), Taiwan Semiconductor Manufacturing (NYSE: TSM), Vertiv Holdings (NYSE: VRT), dan Arista Networks (NYSE: ANET).

Beberapa hal yang dapat menjadi perhatian trader saham AS ke depan meliputi:

  • Proyeksi Azure pada kuartal berikutnya. Microsoft memperkirakan pertumbuhan Azure meningkat menjadi sekitar 45%, lebih tinggi dibandingkan realisasi kuartal ini maupun ekspektasi pasar. Jika target tersebut tercapai, sentimen terhadap sektor AI berpotensi tetap positif.
  • Belanja modal (capital expenditure). Microsoft mempertahankan rencana investasi besar untuk pusat data dan infrastruktur AI. Meskipun free cash flow turun akibat tingginya belanja modal, perusahaan memperkirakan akan kembali menghasilkan free cash flow positif pada FY2027. Hal ini menunjukkan investasi masih difokuskan untuk memenuhi permintaan AI yang terus meningkat.
  • Adopsi AI oleh pelanggan enterprise. Bertambahnya pengguna berbayar Microsoft 365 Copilot menjadi indikator bahwa AI mulai memberikan kontribusi nyata terhadap monetisasi, bukan hanya menjadi fitur pelengkap.

Meski prospek AI masih kuat, trader juga tetap perlu memperhatikan valuasi saham-saham AI yang telah mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Kinerja fundamental yang terus bertumbuh menjadi faktor penting agar ekspektasi pasar tetap terjaga, sehingga laporan keuangan emiten AI lainnya dalam musim earnings kali ini akan menjadi katalis yang tidak kalah penting.

Mulai Trading Saham AS Berbasis AI di Ajaib

Momentum pertumbuhan AI masih menjadi salah satu tema terbesar di pasar saham Amerika Serikat. Selain Microsoft, investor juga dapat memantau berbagai perusahaan lain yang berada dalam ekosistem AI, mulai dari produsen chip, penyedia pusat data, hingga perusahaan perangkat lunak yang memanfaatkan teknologi tersebut untuk meningkatkan pertumbuhan bisnis.

Melalui Ajaib, kamu dapat trading saham AS dengan lebih mudah serta mengikuti perkembangan laporan keuangan, berita pasar, dan berbagai sentimen global yang dapat memengaruhi pergerakan harga saham. Dengan informasi yang lengkap, kamu dapat menyusun strategi investasi maupun trading yang lebih terukur sesuai profil risiko dan tujuan finansial. Download Ajaib di Play Store & App Store sekarang!

Google Play StoreApple App Store

Disclaimer: Transaksi US Stocks mengandung risiko dan berpotensi menyebabkan kerugian. Kinerja suatu produk investasi saat ini atau di masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa datang. Informasi yang terkandung dalam tulisan/artikel ini merupakan opini yang disiapkan melalui proses riset pasar dan analisis internal perusahaan. Anda tetap berkewajiban untuk menganalisis setiap produk investasi  untuk memastikan setiap keputusan investasi dan keputusan untuk menjual dan/atau membeli produk investasi adalah berdasarkan pertimbangan dan keputusan anda sendiri. Tulisan/artikel ini bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi.  Kami tidak bertanggung jawab terhadap segala bentuk kerugian maupun keuntungan yang timbul dari pengambilan keputusan transaksi.

Sumber: CNBC, Microsoft Earnings Release FY26 Q4

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!