Saham AS

Wall Street Hari Ini: Nasdaq Turun 1,07%, Dow Jones Menguat

Miftahul Khaer•November 3, 2026

Key Takeaways

  • Wall Street ditutup mixed pada Senin (2/11/2026): Dow Jones naik 0,41%, sedangkan S&P 500 turun 0,51% dan Nasdaq melemah 1,07%.
  • Saham teknologi dan AI kembali tertekan, sementara penurunan harga minyak Brent mendukung penguatan saham maskapai dan kapal pesiar.
  • Marvell Technology dan Lumentum melemah setelah pengumuman akuisisi senilai sekitar US$115 miliar.
  • Apple membukukan pendapatan fiskal Q4 sebesar US$114,5 miliar, tetapi sahamnya turun sekitar 2,9% dalam perdagangan overnight.
  • Trader perlu mencermati hasil pemilu midterm AS pada 3 November dan laporan keuangan AMD pada 4 November.

Wall Street Ditutup Mixed, Nasdaq dan S&P 500 Tertekan Saham AI

Wall Street ditutup bervariasi pada perdagangan Senin (2/11/2026). Dow Jones Industrial Average (DJI) menguat 0,41%, tetapi S&P 500 turun 0,51% dan Nasdaq Composite terkoreksi 1,07%. 

Pelemahan S&P 500 dan Nasdaq terjadi setelah reli pada awal perdagangan kehilangan momentum. S&P 500 yang sempat menguat 1,1% akhirnya berbalik ke zona merah seiring tekanan jual kembali muncul pada saham teknologi dan AI.

Nvidia, misalnya, berbalik dari kenaikan awal 2,6% menjadi turun 1,3%. Alphabet juga mengakhiri perdagangan dengan pelemahan 0,3%, setelah sebelumnya sempat naik 2,6%. 

Tekanan di sektor teknologi turut datang dari Marvell Technology dan Lumentum. Kedua perusahaan mengumumkan rencana merger, tetapi sahamnya justru mengalami koreksi tajam setelah pengumuman tersebut.

Meski indeks S&P 500 dan Nasdaq melemah, kondisi pasar secara keseluruhan tidak sepenuhnya negatif. Hampir tujuh dari 10 saham dalam indeks S&P 500 justru menguat. Salah satu pendorongnya adalah penurunan harga minyak Brent sebesar 7,6% ke US$104,77 per barel.

Harga minyak yang lebih rendah mendukung saham perusahaan dengan beban bahan bakar besar. United Airlines naik 4,8%, Southwest menguat 3,6%, dan Carnival bertambah 4,2%.

Selain itu, Idexx Laboratories melonjak 21,8% setelah melaporkan kinerja keuangan di atas ekspektasi dan menaikkan proyeksi kinerja 2026. Data ISM manufaktur Oktober yang lebih baik dari perkiraan ekonom juga menjadi perhatian pasar. Komponen harga dalam laporan tersebut menunjukkan perlambatan inflasi.

Dengan demikian, pelemahan indeks utama pada Senin lebih banyak mencerminkan tekanan pada saham teknologi dan AI, bukan pelemahan yang merata di seluruh pasar.

Di tengah pergerakan pasar yang beragam, trader perlu mencermati peluang dari berbagai saham AS. Melalui Ajaib, kamu bisa trading lebih dari 600 saham Amerika tanpa hidden fee. Mulai trading di Ajaib sekarang dan bergabung bersama jutaan trader lainnya untuk menangkap peluang di pasar saham AS.

Top Gainers dan Top Losers Saham AS

Di tengah pergerakan indeks yang berbeda arah, sejumlah saham mencatatkan penguatan maupun pelemahan signifikan pada perdagangan 2 November 2026. DoorDash (DASH) memimpin daftar top gainers dengan kenaikan 6,19%. Sementara itu, Intel (INTC) menjadi salah satu saham dengan penurunan terdalam, yakni 8,80%.

Top Gainer

StockReturn
$DASH+6.19%
$TDG+5.83%
$BSX+5.57%
$PHM+5.25%

Top Loser

StockReturn
$INTC-8.80%
$ORCL-8.76%
$AMD-7.52%
$FTNT-7.43%

Marvell Akuisisi Lumentum US$115 Miliar, Kedua Saham Justru Anjlok

Marvell Technology mengumumkan rencana akuisisi Lumentum melalui transaksi seluruhnya menggunakan saham (all-stock transaction) yang dilaporkan bernilai sekitar US$115 miliar. Menurut Yahoo Finance, transaksi tersebut menjadi merger terbesar yang pernah tercatat antara dua perusahaan publik.

Namun, pengumuman tersebut justru direspons negatif oleh pasar. Pada Senin (2/11/2026), saham Marvell turun 12,7%, sedangkan Lumentum melemah 18,6%.

Dalam skema transaksi, pemegang saham Lumentum akan menerima 4,5 saham Marvell untuk setiap saham Lumentum yang dimiliki. Berdasarkan harga saham pada 28 Oktober, rasio tersebut awalnya setara dengan sekitar US$1.132 per saham Lumentum. Namun, nilai implisit tersebut terus tergerus seiring penurunan harga saham Marvell.

Terdapat perbedaan estimasi nilai transaksi dalam pemberitaan. Yahoo Finance menyebut nilai sekitar US$115 miliar, sementara salah satu laporan Wall Street Journal (WSJ) menyebut sekitar US$80 miliar. Perbedaan tersebut kemungkinan berkaitan dengan basis harga saham yang digunakan, tetapi belum terverifikasi penuh dari sumber utama.

Berdasarkan harga penutupan Senin, saham Marvell berada di US$171,41 dan Lumentum di US$684,40. Dengan rasio pertukaran 4,5 saham Marvell untuk setiap saham Lumentum, nilai implisit tawaran mencapai sekitar US$771 per saham Lumentum atau sekitar 12,7% di atas harga pasarnya.

Spread tersebut menunjukkan bahwa pasar masih meragukan kelancaran atau valuasi transaksi. Sementara itu, Marvell menyatakan penggabungan kedua perusahaan akan memperluas total addressable market menjadi sekitar US$550 miliar.

CEO Marvell, Matt Murphy, menyebut infrastruktur AI sedang mengalami pergeseran fundamental menuju konektivitas optik. Kedua perusahaan juga sebelumnya telah mencatatkan kenaikan saham lebih dari 100% sepanjang tahun ini. Marvell sendiri baru masuk ke indeks S&P 500 pada Juni.

Apple Catat Revenue Fiskal Q4 US$114,5 Miliar, Saham Turun di Overnight

Setelah penutupan perdagangan Senin (2/11/2026), Apple melaporkan pendapatan fiskal kuartal IV sebesar US$114,5 miliar. Angka tersebut menjadi rekor pendapatan kuartalan perusahaan dan tumbuh 12% secara tahunan (year-on-year/YoY).

Laba per saham atau earnings per share (EPS) Apple juga meningkat 14% menjadi US$2,10. Meski membukukan pendapatan dan EPS yang lebih tinggi, saham Apple justru mengalami tekanan setelah laporan keuangan dirilis.

Dalam perdagangan overnight, saham Apple turun sekitar 2,9% ke US$328,42 pada pukul 21.10 ET. Sebelumnya, saham tersebut telah ditutup melemah 1,83% pada sesi reguler.

Respons negatif ini menunjukkan bahwa pencapaian rekor pendapatan belum cukup untuk mengangkat sentimen pasar terhadap saham Apple. Investor juga memperhatikan kualitas pertumbuhan perusahaan dan faktor-faktor yang memengaruhi kinerja keuangannya.

Dalam rilis Apple, sekitar 1 poin persentase margin kotor dan US$0,05 EPS berasal dari pengembalian tarif (tariff refund). Sementara itu, sejumlah media turut menyoroti biaya memori dan perlambatan bisnis Services sebagai faktor yang perlu diperhatikan, meskipun informasi tersebut belum terverifikasi sepenuhnya dari sumber utama.

Selain Apple, Palantir juga turun sekitar 2,9% dalam perdagangan overnight setelah merilis laporan keuangannya.

Rekomendasi Saham AS Hari Ini: AAPL, KO, dan DIS

Selain mencermati pergerakan indeks dan saham teknologi, trader dapat memperhatikan sejumlah saham dalam watchlist berdasarkan skenario teknikal yang tersedia. Kali ini, Apple (AAPL), Coca-Cola (KO), dan Walt Disney (DIS) masuk dalam daftar rekomendasi saham AS.

Ketiganya memiliki level entry, target harga, dan batas risiko yang berbeda. Berikut rincian skenario trading untuk masing-masing saham.

SahamBuyTake ProfitStop LossUpside
AAPLUS$343,84US$361,64US$334,69+5,24%
KOUS$94,08US$101,07 US$91,45+7,52%
DISUS$113,11US$121,09US$109,35+7,12%

1. Apple (AAPL)

Apple (AAPL) memiliki potensi upside sebesar 5,24% dengan strategi buy on dip atau trend continuation pada grafik harian (1D). Skenario ini memanfaatkan peluang dari pullback sehat di sepanjang saluran tren naik untuk menguji kembali area resistance atas.

Level entry AAPL ditetapkan pada 343,84, dengan target price di 361,64 dan stop loss di 334,69. Batas stop loss tersebut membatasi potensi risiko penurunan sebesar 2,69%, sementara profil manajemen risikonya memiliki Risk/Reward Ratio sebesar 1,95.

2. Coca-Cola (KO)

Coca-Cola (KO) menawarkan potensi upside sebesar 7,52% dengan strategi buy on dip atau trend continuation. Skenario pada grafik harian memanfaatkan momentum pemulihan dan kelanjutan tren naik dari area konsolidasi untuk menguji kembali resistance di 101,07.

Trader dapat memperhatikan level entry di 94,08, target price di 101,07, dan stop loss di 91,45. Skenario ini memiliki potensi risiko penurunan sebesar 2,83% dengan Risk/Reward Ratio sebesar 2,66.

3. Walt Disney (DIS)

Walt Disney (DIS) memiliki potensi upside sebesar 7,12% dengan strategi buy on dip atau trend continuation pada grafik harian. Strategi ini memanfaatkan momentum pemulihan dan kelanjutan tren naik dari area konsolidasi lokal untuk menguji kembali resistance atas di 121,09.

Level entry DIS berada di 113,11, dengan target price di 121,09 dan stop loss di 109,35. Skenario tersebut membatasi potensi risiko penurunan sebesar 3,36% dan memiliki Risk/Reward Ratio sebesar 2,12.

Perluas Pilihan Investasi dengan ETF Amerika di Ajaib

Di tengah dinamika pasar saham AS, trader dapat mempertimbangkan ETF Amerika sebagai alternatif untuk mendiversifikasi portofolio. Dengan likuiditas tinggi dan kemudahan transaksi layaknya saham biasa, ETF dapat menjadi pilihan untuk mengakses berbagai aset dalam satu instrumen. Jangan lewatkan peluangnya, mulai trading ETF Amerika di Ajaib sekarang!

Google Play StoreApple App Store

Disclaimer: Transaksi US Stocks mengandung risiko dan berpotensi menyebabkan kerugian. Kinerja suatu produk investasi saat ini atau di masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa datang. Informasi yang terkandung dalam tulisan/artikel ini merupakan opini yang disiapkan melalui proses riset pasar dan analisis internal perusahaan. Anda tetap berkewajiban untuk menganalisis setiap produk investasi untuk memastikan setiap keputusan investasi dan keputusan untuk menjual dan/atau membeli produk investasi adalah berdasarkan pertimbangan dan keputusan anda sendiri. Tulisan/artikel ini bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi. Kami tidak bertanggung jawab terhadap segala bentuk kerugian maupun keuntungan yang timbul dari pengambilan keputusan transaksi.

Profil Penulis

Miftahul Khaer
Miftahul Khaer

Financial Expert Ajaib

Miftahul Khaer merupakan Financial Expert di Ajaib yang memiliki pengalaman bertahun-tahun dalam mengikuti perkembangan pasar saham Amerika Serikat. Ia menyajikan analisis dan edukasi mengenai saham AS, kondisi ekonomi global, serta strategi investasi yang membantu investor memahami peluang di pasar internasional.

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!