Rekomendasi Saham AS Hari Ini: KO, AAPL, dan COP, Ini Target Profitnya
Miftahul Khaer•November 2, 2026

Key Takeaways
- Wall Street melemah pada perdagangan Jumat (30/10/2026), dengan Nasdaq turun 2,86%, S&P 500 terkoreksi 1,82%, dan Dow Jones melemah 1,09%.
- Sektor Energy dan Consumer Staples mencatatkan penguatan, masing-masing sebesar 1,91% dan 1,38%, ketika sektor Information Technology terkoreksi 4,24%.
- Saham Apple menjadi perhatian karena laporan earnings kuartal IV fiskal 2026 akan dirilis setelah penutupan pasar, di tengah tekanan besar pada saham teknologi dan AI.
- Apple (AAPL), Coca-Cola (KO), dan ConocoPhillips (COP) menjadi rekomendasi saham AS hari ini dengan potensi upside hingga 7,52%.
- Trader perlu mencermati data ISM Manufacturing PMI, laporan keuangan Apple dan Palantir, serta perkembangan sentimen menjelang pemilu midterm AS.
Pergerakan Wall Street dan Sentimen Pasar Saham AS
Wall Street menutup perdagangan Jumat (30/10/2026) di zona merah. Nasdaq Composite mengalami koreksi paling dalam sebesar 2,86% ke level 25.437, disusul S&P 500 yang turun 1,82% ke 7.580 dan Dow Jones Industrial Average (DJIA) yang melemah 1,09% ke 51.770.
| Index | Level | Return |
| DJIA | 51,770 | -1.09% |
| S&P 500 | 7,580 | -1.82% |
| NASDAQ | 25,437 | -2.86% |
Tekanan terbesar berasal dari saham teknologi setelah aksi jual besar-besaran pada saham AI dan semikonduktor. Intel bahkan anjlok hampir 29% pada Jumat, sementara kekhawatiran terhadap besarnya belanja AI Amazon turut membebani sentimen investor.
Meski demikian, pasar mulai menunjukkan tanda pemulihan pada sesi pre-market Senin (2/11/2026). Dow Jones futures menguat sekitar 0,29%, S&P 500 futures naik 0,44%, dan Nasdaq futures bertambah 0,85%.
S&P 500 diproyeksikan bergerak dalam rentang 7.700-7.800 berdasarkan outlook pasar yang diberikan. Beberapa saham yang mencatatkan kenaikan terbesar pada pre-market antara lain Regeneron (REGN) sebesar 6,24%, Colgate-Palmolive (CL) sebesar 3,96%, Eli Lilly (LLY) sebesar 3,75%, dan EOG Resources (EOG) sebesar 3,40%.
Sektor Energy dan Consumer Staples Menguat di Tengah Koreksi Teknologi
Pergerakan sektoral S&P 500 memperlihatkan adanya perbedaan kinerja di tengah tekanan pasar. Sektor Energy memimpin penguatan dengan kenaikan 1,91%, disusul Consumer Staples sebesar 1,38% dan Utilities sebesar 0,64%. Health Care juga menguat 0,43%, sedangkan Materials dan Real Estate masing-masing naik 0,04% dan 0,15%.
Sebaliknya, sektor Information Technology mengalami tekanan paling dalam dengan koreksi 4,24%. Sektor Industrials turun 1,57%, Communication melemah 1,10%, dan Consumer Discretionary terkoreksi 0,86%.
| Sektor | Return |
| Communication | -1,10% |
| Cons Disc | -0.86% |
| Cons Staples | +1.38% |
| Energy | +1.91% |
| Financials | -0.74% |
| Health Care | +0.43% |
| Industrials | -1.57% |
| Info Tech | -4.24% |
| Materials | +0.04% |
| Real Estate | +0.15% |
| Utilities | +0.64% |
Pergerakan Harga Komoditas: Emas dan Energi Menguat
Di pasar komoditas, pergerakan harga menunjukkan tren yang beragam pada Senin (2/11/2026). Harga emas dan sejumlah logam industri mencatatkan penguatan, sementara minyak mentah WTI mengalami koreksi setelah sebelumnya berada di atas US$100 per barel.
Emas naik 0,77% ke US$3.906,11 per troy ounce, sedangkan perak menguat 2,62% ke US$50,39. Harga tembaga juga bertambah 0,58% ke US$6,38.
Di sisi lain, harga minyak mentah WTI turun 3,35% ke US$100,80 per barel. Sementara itu, batu bara naik 1,52% ke US$150,70, minyak kelapa sawit (CPO) menguat 1,17% ke 4.681, dan nikel bertambah 1,66% ke US$15.476.
| Komoditas | Harga | Return |
| Crude Oil WTI | 100.80 | -3.35% |
| Coal | 150.70 | +1.52% |
| Gold | 3,906.11 | +0.77% |
| Silver | 50.39 | +2.62% |
| Copper | 6.38 | +0.58% |
| Palm Oil | 4,681.00 | +1.17% |
| Nickel | 15,476.00 | +1.66% |
Bursa Asia-Pasifik Bergerak Variatif, KOSPI Menguat 2,48%
Pasar saham Asia-Pasifik bergerak bervariasi pada perdagangan Senin (2/11/2026). Sejumlah bursa utama mencatatkan penguatan, tetapi kenaikan tersebut diimbangi tekanan jual di beberapa pasar regional lainnya.
Penguatan dipimpin oleh KOSPI Korea Selatan yang melonjak 2,48%. Bursa Shenzhen dan SGX-CNBC China Growth masing-masing naik 1,9%, diikuti NIFTY 50 sebesar 1,01%, Shanghai Composite 0,92%, Hang Seng Index (HSI) 0,48%, dan Malaysia sebesar 0,28%.
Sebaliknya, sejumlah bursa regional berada di zona merah. Straits Times Index (STI) terkoreksi 1,5%, disusul NZX 50 yang turun 0,71%, Taiwan melemah 0,65%, ASX 200 terkoreksi 0,58%, Nikkei 225 turun 0,4%, dan SETI melemah 0,39%.
Secara keseluruhan, pergerakan bursa Asia-Pasifik menunjukkan sentimen yang belum seragam. Penguatan pasar Korea Selatan dan Tiongkok berbanding terbalik dengan tekanan jual di Singapura, Selandia Baru, dan Taiwan.
Apple Jadi Penentu Arah Wall Street di Tengah Koreksi Saham AI
Selain menjadi salah satu saham pilihan, Apple (AAPL) juga menjadi perhatian utama pasar menjelang publikasi laporan keuangan kuartal IV fiskal 2026 setelah penutupan perdagangan Senin (2/11/2026).
Konsensus analis Bloomberg yang dikutip Yahoo Finance memperkirakan Apple mencatatkan EPS sebesar US$2,00 dengan pendapatan US$113,46 miliar. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, ketika EPS mencapai US$1,85 dan pendapatan sebesar US$102,46 miliar.
Pendapatan iPhone diproyeksikan mencapai US$56,48 miliar atau tumbuh 15% secara tahunan (YoY). Sementara itu, pendapatan Services diperkirakan melampaui US$31,58 miliar.
Laporan ini juga menjadi earnings call pertama di bawah CEO baru John Ternus, yang menggantikan Tim Cook sejak 1 September. Investor akan mencermati komentarnya mengenai permintaan awal iPhone 18 Pro dan iPhone Duo yang mulai dijual pada 23 Oktober, meskipun peluncuran tersebut berada di luar periode kuartal yang dilaporkan.
Perhatian pasar terhadap Apple semakin besar karena perusahaan menutup perdagangan Jumat dengan kapitalisasi pasar sekitar US$5,03 triliun, melampaui Nvidia yang berada di kisaran US$4,93 triliun. Saham Apple juga telah menguat sekitar 27% sepanjang tahun ini.
Sebaliknya, saham-saham AI dan semikonduktor terbesar telah kehilangan sekitar US$5 triliun nilai pasar sejak 6 Oktober berdasarkan perhitungan Yahoo Finance.
Dengan kondisi tersebut, hasil laporan keuangan Apple berpotensi menjadi penentu sentimen saham teknologi. Investor tidak hanya akan memperhatikan angka pendapatan dan laba, tetapi juga proyeksi bisnis untuk kuartal berikutnya, terutama terkait permintaan iPhone dan margin perusahaan.
Agenda Pasar AS: ISM Manufacturing, Earnings Apple, dan Palantir
Memasuki pekan perdagangan baru, terdapat tiga katalis utama yang perlu diperhatikan trader, yaitu data ISM Manufacturing PMI, laporan keuangan Apple dan Palantir, serta perkembangan menjelang pemilu midterm AS pada Selasa.
Data ISM Manufacturing PMI Oktober dijadwalkan dirilis pada pukul 22.00 WIB, atau 30 menit setelah pembukaan perdagangan reguler AS pukul 21.30 WIB. Pada periode sebelumnya, ISM Manufacturing PMI tercatat sebesar 54,5, sedangkan komponen prices paid berada di 77,9.
Setelah penutupan pasar sekitar pukul 04.00 WIB, sejumlah perusahaan dijadwalkan merilis laporan keuangan, termasuk Apple dan Palantir. Konsensus EPS Apple diperkirakan sebesar US$2,00, sedangkan Palantir sebesar US$0,41. Selain keduanya, Vertex, Williams, Diamondback, ON Semiconductor, dan Roku juga masuk dalam agenda earnings.
Berikut agenda yang perlu diperhatikan berdasarkan waktu Indonesia Barat (WIB):
| Agenda | Jadwal |
| Pembukaan pasar saham AS | 21.30 WIB |
| ISM Manufacturing PMI Oktober | 22.00 WIB |
| Laporan earnings Apple dan Palantir | Setelah penutupan, sekitar 04.00 WIB |
Selain data ekonomi dan earnings, harga minyak juga menjadi perhatian. WTI turun sekitar 3,2% ke kisaran US$100,80 per barel, sedangkan Brent melemah sekitar 3% ke kisaran US$110 per barel di tengah pembicaraan mediator Iran-Qatar, meskipun Selat Hormuz masih efektif tertutup.
Yield Treasury 10 tahun berada di sekitar 4,93%, lebih rendah dibandingkan puncak Oktober sebesar 5,36%. Sementara itu, futures masih mengindikasikan peluang sekitar 72% untuk kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin pada Desember.
Bagi trader, perkembangan ISM Manufacturing PMI dan respons pasar terhadap laporan keuangan Apple serta Palantir menjadi perhatian penting. Volatilitas juga perlu diantisipasi mengingat pasar sedang menghadapi tekanan saham AI dan ketidakpastian menjelang pemilu midterm AS.
Rekomendasi Saham AS Hari Ini: AAPL, KO, COP
Di tengah volatilitas pasar, terdapat tiga saham yang memiliki skenario trading menarik berdasarkan analisis teknikal pada grafik harian (1D). Apple (AAPL), Coca-Cola (KO), dan ConocoPhillips (COP) menawarkan peluang dengan strategi entry dan target harga yang telah ditentukan.
| Saham | Buy | Take Profit | Stop Loss | Upside |
| AAPL | US$343,84 | US$361,64 | US$334,69 | +5,24% |
| KO | US$94,08 | US$101,07 | US$91,45 | +7,52% |
| COP | US$150,52 | US$158,19 | US$146,57 | +5,09% |
1. Apple (AAPL)
Apple Inc. (AAPL) menjadi salah satu saham yang menarik untuk dicermati dengan potensi upside sebesar 5,24%. Strategi trading pada grafik harian (1D) menggunakan pendekatan buy on dip atau trend continuation.
Skenario ini memanfaatkan peluang pullback yang sehat di sepanjang saluran tren naik untuk menguji kembali area resistance atas. Trader dapat memperhatikan level entry di US$343,84 sebagai acuan untuk membuka posisi.
Sementara itu, stop loss ditetapkan pada US$334,69 untuk membatasi potensi risiko penurunan sekitar 2,69%. Dengan target harga US$361,64, AAPL memiliki potensi keuntungan 5,24% dan risk/reward ratio sebesar 1,95.
2. Coca-Cola (KO)
Coca-Cola Company (KO) menawarkan potensi upside tertinggi di antara tiga saham rekomendasi hari ini, yakni sebesar 7,52%. Strategi trading yang digunakan pada grafik harian (1D) adalah buy on dip atau trend continuation.
Pendekatan ini mengandalkan momentum pemulihan dan kelanjutan tren naik dari area konsolidasi untuk menguji kembali resistance atas di level US$101,07. Trader dapat mempertimbangkan level entry di US$94,08 untuk membuka posisi.
Untuk mengelola risiko, stop loss ditetapkan pada US$91,45 atau sekitar 2,83% di bawah harga entry. Dengan target keuntungan 7,52%, KO memiliki risk/reward ratio sebesar 2,66.
3. ConocoPhillips (COP)
ConocoPhillips (COP) turut masuk dalam daftar rekomendasi saham AS hari ini dengan potensi upside sebesar 5,09%. Strategi trading yang digunakan pada grafik harian (1D) adalah buy on breakout atau trend continuation.
Skenario ini memanfaatkan momentum penguatan harga untuk menguji kembali area resistance atas di US$158,19. Level entry ditetapkan pada US$150,52, sedangkan batas risiko atau stop loss berada di US$146,57.
Dengan batas stop loss tersebut, potensi risiko penurunan mencapai sekitar 2,62% dari harga entry. Sementara itu, target harga US$158,19 menawarkan potensi keuntungan sebesar 5,09% dengan risk/reward ratio 1,94.
Pantau Rekomendasi Saham AS dan Mulai Trading di Ajaib
Apple (AAPL), Coca-Cola (KO), dan ConocoPhillips (COP) menawarkan skenario trading dengan potensi upside hingga 7,52%. Namun, di tengah volatilitas Wall Street dan padatnya agenda ekonomi pekan ini, trader tetap perlu memperhatikan level entry, target profit, serta stop loss sebelum mengambil keputusan.
Jangan lewatkan peluang pergerakan saham Amerika di tengah dinamika pasar global. Download Ajaib sekarang untuk mulai trading saham AS dan pantau pergerakan saham pilihanmu.
Disclaimer: Transaksi US Stocks mengandung risiko dan berpotensi menyebabkan kerugian. Kinerja suatu produk investasi saat ini atau di masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa datang. Informasi yang terkandung dalam tulisan/artikel ini merupakan opini yang disiapkan melalui proses riset pasar dan analisis internal perusahaan. Anda tetap berkewajiban untuk menganalisis setiap produk investasi untuk memastikan setiap keputusan investasi dan keputusan untuk menjual dan/atau membeli produk investasi adalah berdasarkan pertimbangan dan keputusan anda sendiri. Tulisan/artikel ini bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi. Kami tidak bertanggung jawab terhadap segala bentuk kerugian maupun keuntungan yang timbul dari pengambilan keputusan transaksi.
Profil Penulis

Financial Expert Ajaib
Miftahul Khaer merupakan Financial Expert di Ajaib yang memiliki pengalaman bertahun-tahun dalam mengikuti perkembangan pasar saham Amerika Serikat. Ia menyajikan analisis dan edukasi mengenai saham AS, kondisi ekonomi global, serta strategi investasi yang membantu investor memahami peluang di pasar internasional.
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!