Saham AS

Wall Street Hari Ini: Nasdaq dan S&P 500 Menguat, Yield Treasury AS Mendekati 5%

Miftahul Khaer•November 4, 2026

Key Takeaways

  • Nasdaq Composite naik 0,83% dan S&P 500 menguat 0,36% pada perdagangan 3 November 2026, sedangkan Dow Jones melemah 0,38%.
  • Rebound Nvidia, Broadcom, Microsoft, Amazon, dan Meta Platforms menopang penguatan indeks teknologi, tetapi mayoritas saham S&P 500 justru melemah.
  • Lowongan kerja AS meningkat menjadi 7,5 juta pada September dan mendorong yield US Treasury 10 tahun naik ke 4,96%.
  • Hasil pemilu midterm, earnings AMD, dan laporan NFP Oktober menjadi katalis yang perlu diperhatikan trader.
  • AAPL, KO, dan DIS masuk dalam watchlist dengan potensi upside masing-masing 5,24%, 7,52%, dan 7,12%.

Wall Street Ditutup Mixed, Saham Teknologi Topang Nasdaq dan S&P 500

Pasar saham Amerika Serikat (AS) bergerak bervariasi pada perdagangan Selasa (3/11). S&P 500 naik 27,52 poin atau 0,36% ke level 7.568,92, sedangkan Nasdaq Composite menguat 207,65 poin atau 0,83% ke 25.372,01. Sebaliknya, Dow Jones Industrial Average (DJI) turun 197,26 poin atau 0,38% ke 51.786,72.

Penguatan S&P 500 dan Nasdaq terutama ditopang oleh rebound saham teknologi besar. Nvidia naik 2,3% dan menjadi kontributor terbesar bagi S&P 500, disusul Broadcom yang menguat 3,1%. Microsoft, Amazon, dan Meta Platforms juga mencatat kenaikan lebih dari 2%.

Namun, penguatan saham teknologi belum mencerminkan pemulihan pasar secara luas. Sebagian besar saham dalam indeks S&P 500 justru berakhir melemah. Kondisi ini berbeda dari perdagangan Senin, ketika mayoritas saham menguat meskipun indeks utama mengalami tekanan.

Di sisi lain, saham Apple turun 1,9% meskipun earnings perusahaan melampaui estimasi. Tekanan muncul setelah Apple memperkirakan margin kuartal Desember akan tertekan akibat kenaikan biaya chip memori. Palantir juga melemah 1,6%, meskipun pendapatan U.S. commercial perusahaan melonjak 148% secara tahunan dan untuk pertama kalinya melampaui pendapatan dari pemerintah AS.

Dari pasar komoditas, harga minyak Brent turun 1,1% ke US$103,60 per barel setelah bergerak di kisaran US$101-US$107 akibat ketidakpastian perang Iran. Sementara itu, saham DuPont dan Revvity masing-masing naik 8,6% dan 7,8% setelah melaporkan kinerja di atas estimasi.

Di tengah pergerakan pasar saham AS yang beragam, trader dapat mencermati peluang dari berbagai emiten untuk menemukan saham yang sesuai dengan strategi trading. Melalui Ajaib, kamu bisa trading lebih dari 600 saham Amerika tanpa hidden fee.

Top Gainers dan Top Losers Saham AS

Di tengah pergerakan Wall Street yang bervariasi, sejumlah saham mencatatkan kenaikan dan penurunan terbesar pada perdagangan 3 November 2026.

Top Gainer

StockReturn
$GEV+6.49%
$ORCL+5.85%
$COIN+5.53%
$APH+5.45%

Top Loser

StockReturn
$DHI-5.03%
$APO-4.95%
$VRTX-4.05%
$DASH-3.55%

Lowongan Kerja AS Naik ke 7,5 Juta, Yield Treasury Mendekati 5%

Selain perkembangan saham teknologi, perhatian pasar juga tertuju pada data tenaga kerja AS. Laporan Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) menunjukkan jumlah lowongan kerja pada September meningkat menjadi 7,5 juta, lebih tinggi dari perkiraan dan naik dari 7,19 juta pada Agustus setelah revisi.

Angka tersebut menjadi yang tertinggi sejak Mei, setelah lowongan kerja sempat menyentuh titik rendah 6,9 juta pada Maret. Data juga menunjukkan gross hiring meningkat dan jumlah layoff menurun. Jumlah lowongan kerja kini kembali melampaui jumlah pengangguran, berbeda dengan kondisi setahun sebelumnya.

Kenaikan lowongan kerja terbesar tercatat pada sektor professional and business services, diikuti manufaktur, logistik, serta pemerintah negara bagian dan lokal.

Kepala ekonom Navy Federal Credit Union, Heather Long, menilai perusahaan masih menambah tenaga kerja secara bertahap meskipun menghadapi harga solar dan bensin yang tinggi serta inflasi yang belum terkendali. 

Sementara itu, ekonom ZipRecruiter, Nicole Bachaud, mengingatkan bahwa inflasi tinggi dan kenaikan suku bunga sejak musim panas berpotensi membatasi pertumbuhan rekrutmen dalam beberapa bulan mendatang.

Respons pasar terlihat dari kenaikan yield US Treasury 10 tahun ke 4,96%, dibandingkan 4,91% pada perdagangan Senin malam. Kenaikan yield ini menambah tekanan bagi saham-saham yang sensitif terhadap suku bunga.

Rekomendasi Saham AS Hari Ini: AAPL, KO, dan DIS

Untuk perdagangan berikutnya, terdapat tiga saham yang masuk dalam watchlist, yaitu Apple (AAPL), Coca-Cola (KO), dan Walt Disney (DIS). Ketiganya menggunakan skenario buy on dip atau trend continuation pada grafik harian (1D). Berikut level entry, target price, stop loss, dan potensi upside dari masing-masing saham:

SahamBuyTake ProfitStop LossUpside
AAPLUS$343,84US$361,64US$334,69+5,24%
KOUS$94,08US$101,07 US$91,45+7,52%
DISUS$113,11US$121,09US$109,35+7,12%

1. Apple Inc. (AAPL)

Apple memiliki potensi upside sebesar 5,24% dengan level buy di US$343,84, target price US$361,64, dan stop loss US$334,69. Strategi yang digunakan adalah buy on dip atau trend continuation dengan memanfaatkan pullback sehat di sepanjang saluran tren naik. Skenario ini bertujuan untuk menguji kembali area resistance atas. Batas risiko penurunan ditetapkan sebesar 2,69%, dengan Risk/Reward Ratio (RRR) sebesar 1,95.

2. Coca-Cola (KO)

Coca-Cola memiliki potensi upside sebesar 7,52%. Level buy ditetapkan pada US$94,08, dengan target price US$101,07 dan stop loss US$91,45. Skenario trading menggunakan strategi buy on dip atau trend continuation dengan memanfaatkan momentum pemulihan dan kelanjutan tren naik dari area konsolidasi. Targetnya adalah menguji kembali area resistance di US$101,07. Risiko penurunan dibatasi sebesar 2,83%, dengan Risk/Reward Ratio sebesar 2,66.

3. Walt Disney (DIS)

Walt Disney menawarkan potensi upside sebesar 7,12%, dengan level buy US$113,11, target price US$121,09, dan stop loss US$109,35. Strategi yang digunakan adalah buy on dip atau trend continuation dengan memanfaatkan momentum pemulihan dan kelanjutan tren naik dari area konsolidasi lokal. Target harga berada di area resistance US$121,09. Risiko penurunan dibatasi sebesar 3,36%, dengan Risk/Reward Ratio sebesar 2,12.

Pantau Pergerakan Saham AS dan Mulai Trading di Ajaib

Pergerakan pasar saham AS yang dinamis membuat trader perlu terus mencermati peluang sekaligus mengelola risiko portofolio. Selain memilih saham individual, kamu juga bisa mempertimbangkan ETF Amerika sebagai alternatif untuk mendiversifikasi portofolio melalui satu instrumen. 

Download Ajaib sekarang untuk mulai trading saham dan ETF Amerika dalam satu aplikasi, serta bergabung bersama jutaan trader lainnya untuk mengoptimalkan peluang di pasar AS.

Google Play StoreApple App Store

Disclaimer: Transaksi US Stocks mengandung risiko dan berpotensi menyebabkan kerugian. Kinerja suatu produk investasi saat ini atau di masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa datang. Informasi yang terkandung dalam tulisan/artikel ini merupakan opini yang disiapkan melalui proses riset pasar dan analisis internal perusahaan. Anda tetap berkewajiban untuk menganalisis setiap produk investasi untuk memastikan setiap keputusan investasi dan keputusan untuk menjual dan/atau membeli produk investasi adalah berdasarkan pertimbangan dan keputusan anda sendiri. Tulisan/artikel ini bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi. Kami tidak bertanggung jawab terhadap segala bentuk kerugian maupun keuntungan yang timbul dari pengambilan keputusan transaksi.

Profil Penulis

Miftahul Khaer
Miftahul Khaer

Financial Expert Ajaib

Miftahul Khaer merupakan Financial Expert di Ajaib yang memiliki pengalaman bertahun-tahun dalam mengikuti perkembangan pasar saham Amerika Serikat. Ia menyajikan analisis dan edukasi mengenai saham AS, kondisi ekonomi global, serta strategi investasi yang membantu investor memahami peluang di pasar internasional.

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!