Rekomendasi Saham AS Hari Ini: KO, DIS, dan AAPL, Potensi Cuan 7,52%
Miftahul Khaer•November 3, 2026

Key Takeaways
- Dow Jones menguat 0,41% ke 51.983, sementara S&P 500 turun 0,51% dan Nasdaq terkoreksi 1,07% pada perdagangan Senin (2/11/2026).
- Saham teknologi menghadapi tekanan setelah proyeksi margin Apple untuk kuartal liburan berada di bawah ekspektasi pasar.
- Tiga katalis utama yang perlu dicermati Wall Street meliputi hasil Midterm AS, perkembangan konflik AS-Iran, dan data JOLTS.
- AAPL, KO, dan DIS masuk dalam daftar saham pilihan dengan potensi upside masing-masing sebesar 5,24%, 7,52%, dan 7,12%.
Wall Street Terbelah: Dow Jones Menguat, Nasdaq Terkoreksi
Wall Street menutup perdagangan Senin (2/11/2026) dengan pergerakan indeks yang bervariasi. Dow Jones Industrial Average (DJIA) menguat 0,41% ke level 51.983, sedangkan S&P 500 terkoreksi 0,51% ke 7.541 dan Nasdaq melemah 1,07% ke 25.164.
| Index | Level | Return |
| DJIA | 51,983 | +0.41% |
| S&P 500 | 7,541 | -0.51% |
| NASDAQ | 25,164 | -1.07% |
Tekanan terutama datang dari sektor teknologi dan saham berbasis kecerdasan buatan (AI). Di sisi lain, mayoritas saham dalam indeks S&P 500 justru mencatatkan penguatan seiring penurunan harga minyak Brent yang mencapai 7,6% ke US$104,77 per barel.
Memasuki perdagangan Selasa (3/11/2026), pasar saham AS masih bergerak di zona merah pada sesi pre-market. DJIA tercatat melemah 0,58%, S&P 500 turun 0,27%, dan Nasdaq terkoreksi 0,10%.
Sementara itu, S&P 500 diproyeksikan bergerak dalam rentang 7.700–7.800. Beberapa saham yang mencatatkan kenaikan terbesar pada sesi pre-market antara lain Delta Air Lines (DAL) sebesar 3,41%, PDD Holdings (PDD) 3,15%, Carnival Corporation (CCL) 3,09%, dan General Electric (GE) 2,50%.
Saham Teknologi Tertekan, Consumer Discretionary Memimpin Penguatan
Kinerja sektoral S&P 500 bervariasi pada Senin (2/11/2026). Consumer Discretionary memimpin penguatan sebesar 2,25%, diikuti Materials (1,83%) dan Financials (1,76%). Sebaliknya, Energy mencatat pelemahan terdalam sebesar 3,97%, disusul Information Technology yang turun 2,66%. Sementara itu, Communication dan Health Care masing-masing terkoreksi 0,21% dan 0,17%.
| Sektor | Return |
| Communication | -0.21% |
| Cons Disc | +2.25% |
| Cons Staples | +1.75% |
| Energy | -3.97% |
| Financials | +1.76% |
| Health Care | -0.17% |
| Industrials | +1.37% |
| Info Tech | -2.66% |
| Materials | +1.83% |
| Real Estate | +1.02% |
| Utilities | +0.53% |
Harga Minyak, Emas, dan Logam Industri Bergerak Melemah
Mayoritas komoditas melemah. Minyak WTI turun 1,51% ke US$97,80 per barel, batu bara terkoreksi 1,94% ke US$149,70, emas turun 0,93% ke US$3.901,11, dan perak melemah 3,07% ke US$49,39 per troy ounce. Tembaga dan nikel masing-masing turun 2,97% ke US$6,34 dan 0,63% ke US$15.405. Sebaliknya, CPO menguat 0,68% ke 4.649.
| Komoditas | Harga | Return |
| Crude Oil WTI | 97.80 | -1.51% |
| Coal | 149.70 | -1.94% |
| Gold | 3,901.11 | -0.93% |
| Silver | 49.39 | -3.07% |
| Copper | 6.34 | -2.97% |
| Palm Oil | 4,649.00 | +0.68% |
| Nickel | 15,405.00 | -0.63% |
Bursa Asia Menguat Selektif, KOSPI Catat Kenaikan Tertinggi
Pasar saham Asia-Pasifik bergerak bervariasi pada perdagangan Selasa (3/11/2026). Sejumlah bursa utama mencatatkan penguatan, tetapi pergerakan positif tersebut diimbangi tekanan jual di beberapa pasar regional lainnya.
Penguatan dipimpin oleh KOSPI Korea Selatan yang melonjak 2,48%. Bursa Shenzhen dan SGX-CNBC China Growth masing-masing menguat 1,9%, diikuti NIFTY 50 sebesar 1,01%, Shanghai Composite 0,92%, dan Hang Seng Index (HSI) sebesar 0,48%.
Di sisi lain, tekanan jual terjadi pada Straits Times Index (STI) yang terkoreksi 1,5%. NZX 50 melemah 0,71%, Taiwan turun 0,65%, ASX 200 terkoreksi 0,58%, Nikkei 225 turun 0,4%, dan SETI melemah 0,39%.
Secara keseluruhan, pergerakan bursa Asia-Pasifik masih menunjukkan sentimen yang terbagi. Penguatan di Korea Selatan dan Tiongkok berbanding terbalik dengan tekanan jual di Singapura, Selandia Baru, dan Taiwan.
Apple Lampaui Estimasi, tetapi Margin Jadi Kekhawatiran Investor
Apple (AAPL) menjadi sorotan setelah merilis laporan keuangan kuartal IV fiskal 2026 dengan pendapatan US$114,48 miliar, naik 12% YoY dan melampaui estimasi LSEG sebesar US$113,39 miliar. EPS tercatat US$2,10, di atas proyeksi US$1,99, sementara gross margin mencapai 47,9% dan pendapatan iPhone sebesar US$57,58 miliar. Keduanya juga melampaui ekspektasi pasar.
Meski demikian, investor mencermati proyeksi gross margin kuartal Desember sebesar 45%-46% akibat kenaikan harga memory chip yang dipicu lonjakan permintaan AI. Pertumbuhan bisnis Services diperkirakan hanya 8%-9%, di bawah estimasi analis 10,7%. Pendapatan Greater China sebesar US$17,54 miliar juga lebih rendah dari proyeksi US$18,58 miliar.
Kondisi tersebut membuat saham Apple sempat turun sekitar 4% saat earnings call sebelum memangkas pelemahan menjadi sekitar 2%. Data indikatif Yahoo Finance menunjukkan AAPL berada di kisaran US$328,80 pada sesi after-hours, dibandingkan penutupan reguler US$338,32.
Tekanan saham Apple menjadi perhatian di tengah pelemahan Nasdaq sebesar 1,1% ke 25.164,32 pada perdagangan Senin. Reaksi AAPL saat pembukaan perdagangan reguler pukul 21.30 WIB akan menjadi indikator untuk melihat potensi meluasnya tekanan jual di sektor teknologi.
Empat Katalis yang Bisa Menggerakkan Wall Street Malam Ini
Wall Street menghadapi sejumlah katalis pada Selasa (3/11/2026), mulai dari Pemilu Midterm AS, perkembangan geopolitik AS-Iran, data JOLTS, hingga reaksi pasar terhadap laporan keuangan Apple.
Setelah penutupan pasar Senin, AS dilaporkan melancarkan serangan defensif terhadap sejumlah target Iran di Selat Hormuz. Pejabat AS menyebut aksi tersebut terbatas dan bukan indikasi dimulainya kembali perang skala penuh, sementara negosiasi melalui mediator Qatar masih berlangsung.
Di pasar energi, Brent diperdagangkan di kisaran US$105,25 per barel dan WTI US$97,07. Sementara itu, yield US Treasury 10 tahun ditutup pada level 4,89% pada Senin. Selain faktor tersebut, trader juga perlu mencermati agenda ekonomi dan laporan keuangan perusahaan berikut.
| Agenda | Jadwal WIB |
| Pembukaan pasar saham AS | 21.30 WIB |
| Rilis data JOLTS September | 22.00 WIB |
| Earnings AMD, Amgen, Booking, dan Arista | Setelah penutupan, sekitar 04.00 WIB |
| Penutupan TPS Pemilu Midterm | Sekitar 06.00-07.00 WIB, Rabu |
Data JOLTS September yang dirilis oleh Bureau of Labor Statistics (BLS) akan memberikan gambaran mengenai kondisi pasar tenaga kerja AS. Sementara itu, laporan keuangan AMD, Amgen, Booking, dan Arista setelah penutupan juga berpotensi menjadi perhatian pasar.
Dengan padatnya katalis tersebut, trader perlu mengantisipasi volatilitas, terutama menjelang hasil Pemilu Midterm yang dapat memengaruhi pergerakan futures dan sentimen pasar Asia pada Rabu.
Rekomendasi Saham AS Hari Ini: AAPL, KO, dan DIS
Di tengah volatilitas Wall Street, terdapat tiga saham AS yang masuk dalam daftar pilihan trading berdasarkan analisis teknikal pada grafik harian (1D). Apple (AAPL), Coca-Cola (KO), dan Walt Disney (DIS) memiliki skenario entry dan target harga dengan potensi upside hingga 7,52%. Berikut rangkuman level trading ketiga saham tersebut:
| Saham | Buy | Take Profit | Stop Loss | Upside |
| AAPL | US$343,84 | US$361,64 | US$334,69 | +5,24% |
| KO | US$94,08 | US$101,07 | US$91,45 | +7,52% |
| DIS | US$113,11 | US$121,09 | US$109,35 | +7,12% |
1. Apple Inc. (AAPL)
Apple Inc. (AAPL) menjadi salah satu saham pilihan hari ini dengan potensi upside sebesar 5,24%. Strategi trading pada grafik harian (1D) menggunakan pendekatan buy on dip atau trend continuation.
Skenario ini memanfaatkan momentum pullback yang sehat di sepanjang saluran tren naik untuk menguji kembali area resistance atas. Trader dapat memperhatikan level entry di US$343,84 sebagai acuan untuk membuka posisi.
Sementara itu, stop loss ditetapkan pada US$334,69 untuk membatasi potensi risiko penurunan sekitar 2,69%. Dengan target harga US$361,64, AAPL menawarkan potensi keuntungan sebesar 5,24% dengan risk/reward ratio 1,95.
2. Coca-Cola (KO)
Coca-Cola Company (KO) menawarkan potensi upside tertinggi di antara tiga saham rekomendasi hari ini, yakni sebesar 7,52%. Strategi trading yang digunakan pada grafik harian (1D) adalah buy on dip atau trend continuation.
Pendekatan ini memanfaatkan momentum pemulihan dan kelanjutan tren naik dari area konsolidasi untuk menguji kembali resistance atas di US$101,07. Trader dapat mempertimbangkan level entry di US$94,08 untuk membuka posisi.
Untuk mengelola risiko, stop loss ditetapkan pada US$91,45 atau sekitar 2,83% di bawah harga entry. Dengan target keuntungan 7,52%, KO memiliki risk/reward ratio sebesar 2,66.
3. Walt Disney Company (DIS)
Walt Disney Company (DIS) turut masuk dalam daftar rekomendasi saham AS hari ini dengan potensi upside sebesar 7,12%. Strategi trading yang digunakan pada grafik harian (1D) adalah buy on dip atau trend continuation.
Skenario ini memanfaatkan momentum pemulihan dan kelanjutan tren naik dari area konsolidasi lokal untuk menguji kembali resistance atas di US$121,09. Trader dapat memperhatikan level entry di US$113,11.
Sementara itu, stop loss ditetapkan pada US$109,35 untuk membatasi potensi risiko penurunan sekitar 3,36%. Dengan target harga US$121,09, DIS menawarkan potensi keuntungan sebesar 7,12% dengan risk/reward ratio 2,12.
Pantau Rekomendasi Saham AS dan Mulai Trading di Ajaib
Pergerakan Wall Street hari ini akan dipengaruhi oleh respons pasar terhadap laporan keuangan Apple, perkembangan geopolitik, data ekonomi AS, serta hasil Pemilu Midterm. Di tengah volatilitas tersebut, trader dapat memanfaatkan peluang pada berbagai saham AS dengan tetap memperhatikan strategi dan manajemen risiko.
Melalui Ajaib, kamu bisa trading lebih dari 600 saham Amerika tanpa hidden fee. Download Ajaib dan mulai trading saham AS untuk memanfaatkan peluang pasar global dalam satu aplikasi.
Disclaimer: Transaksi US Stocks mengandung risiko dan berpotensi menyebabkan kerugian. Kinerja suatu produk investasi saat ini atau di masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa datang. Informasi yang terkandung dalam tulisan/artikel ini merupakan opini yang disiapkan melalui proses riset pasar dan analisis internal perusahaan. Anda tetap berkewajiban untuk menganalisis setiap produk investasi untuk memastikan setiap keputusan investasi dan keputusan untuk menjual dan/atau membeli produk investasi adalah berdasarkan pertimbangan dan keputusan anda sendiri. Tulisan/artikel ini bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi. Kami tidak bertanggung jawab terhadap segala bentuk kerugian maupun keuntungan yang timbul dari pengambilan keputusan transaksi.
Profil Penulis

Financial Expert Ajaib
Miftahul Khaer merupakan Financial Expert di Ajaib yang memiliki pengalaman bertahun-tahun dalam mengikuti perkembangan pasar saham Amerika Serikat. Ia menyajikan analisis dan edukasi mengenai saham AS, kondisi ekonomi global, serta strategi investasi yang membantu investor memahami peluang di pasar internasional.
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!