Ajaib
Menu

Saham AS

Wall Street Ditutup Melemah, Dow Jones Turun 0,85% di Tengah Aksi Ambil Untung dan Lonjakan Harga Minyak

Miftahul KhaerAugust 7, 2026

Key Takeaways

  • Wall Street ditutup melemah setelah investor melakukan aksi ambil untung pascareli serta mencermati musim laporan keuangan, harga minyak, dan data tenaga kerja AS.
  • Harga minyak melonjak setelah Iran merilis rancangan aturan baru terkait Selat Hormuz yang kembali meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan energi global.
  • Tesla mengumumkan proyek Terafab senilai US$16,8 miliar untuk memperkuat produksi chip AI jangka panjang, yang dinilai berpotensi memberi peluang bagi sejumlah pemasok semikonduktor.

Wall Street Ditutup Melemah di Tengah Aksi Ambil Untung

Wall Street menutup perdagangan Kamis (6/8) di zona merah setelah investor melakukan aksi ambil untung usai reli yang sebelumnya membawa sejumlah indeks mencetak rekor tertinggi. Selain realisasi keuntungan, pelaku pasar juga mencermati derasnya musim laporan keuangan emiten, kenaikan harga minyak, perkembangan negosiasi Amerika Serikat-Iran, serta menunggu rilis data Nonfarm Payrolls (NFP) Juli yang menjadi salah satu indikator penting arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.

Pelemahan dipimpin oleh Dow Jones Industrial Average (DJI) yang turun 464,02 poin atau 0,85% ke 53.885,10. Sementara itu, S&P 500 melemah 0,18% ke 7.710,03, sedangkan Nasdaq Composite terkoreksi tipis 0,06% ke 26.348,35. Meski ketiga indeks ditutup lebih rendah, secara umum musim laporan keuangan masih menunjukkan hasil yang solid dengan mayoritas emiten membukukan laba di atas ekspektasi analis.

Indeks Wall StreetPerubahanPenutupan
Dow Jones-0,85%53.885,10
S&P 500-0,18%7.710,03
Nasdaq Composite-0,06%26.348,35

Top Gainers

SahamReturn
$PH+7,31%
$SPCX+6,14%
$OXY+4,14%
$ZTS+3,87%

Top Losers

SahamReturn
$DELL-5,41%
$UPS-4,18%
$DHI-3,59%
$BA-3,33%

Sentimen Pasar: Harga Minyak Melonjak, Selat Hormuz Kembali Jadi Sorotan

Salah satu sentimen utama yang membebani Wall Street adalah kembali menguatnya harga minyak dunia. Brent ditutup naik 3,8% menjadi US$82,49 per barel, sementara WTI menguat sekitar 2,8% ke US$77,29 per barel, membalikkan sebagian pelemahan pada awal pekan ketika pasar sempat optimistis terhadap potensi kesepakatan antara Iran dan Amerika Serikat.

Penguatan tersebut dipicu setelah media pemerintah Iran merilis rancangan aturan yang lebih ketat mengenai lalu lintas kapal di Selat Hormuz. Draf tersebut mencakup larangan kapal Amerika Serikat dan Israel melintasi jalur tersebut, pembatasan terhadap negara yang dianggap merugikan Iran, hingga usulan denda sebesar 20% dari nilai muatan kapal bagi pelanggar. Di saat yang sama, ketegangan keamanan juga meningkat setelah kelompok Houthi mengklaim menyerang target Saudi dan sebuah kapal tanker melaporkan terdengar dua ledakan di dekat perairan Oman. Kombinasi faktor tersebut kembali memunculkan kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global.

Di sisi lain, investor juga tetap mencermati perkembangan negosiasi AS-Iran terkait kebebasan pelayaran di Selat Hormuz. Sebelumnya, optimisme atas kemungkinan tercapainya kesepakatan sempat menekan harga minyak dan mendukung sentimen pasar. Namun hingga perdagangan Kamis, belum ada kesepakatan resmi yang diumumkan sehingga pasar kembali menerapkan sikap wait and see.

Tesla Bangun Terafab AI, Musim Laporan Keuangan Masih Jadi Penopang Sentimen

Di tengah pelemahan pasar, Tesla mengumumkan rencana pembangunan kompleks manufaktur chip AI raksasa Terafab di Grimes County, Texas dengan investasi awal US$16,8 miliar. Proyek tersebut akan menjadi fasilitas semikonduktor terintegrasi yang mencakup seluruh proses produksi, mulai dari desain chip, fabrikasi wafer, produksi memori, advanced packaging, hingga pengujian dalam satu lokasi.

Bersama SpaceX dan xAI, Tesla menargetkan kapasitas produksi lebih dari 1 terawatt komputasi AI per tahun untuk memenuhi kebutuhan kendaraan Tesla, robot humanoid Optimus, pusat data AI, hingga satelit bertenaga surya. Menurut perusahaan, kebutuhan chip AI di masa depan diperkirakan jauh melampaui kapasitas produksi global saat ini sehingga integrasi manufaktur menjadi langkah strategis untuk menekan biaya sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pemasok eksternal. Analis juga menilai proyek tersebut berpotensi memberikan peluang bagi perusahaan pemasok peralatan semikonduktor seperti Intel, ASML, Applied Materials, Lam Research, dan KLA apabila Terafab terealisasi sesuai rencana.

Sementara itu, musim laporan keuangan masih menjadi salah satu penopang sentimen pasar. Berdasarkan data LSEG, sekitar 84,8% dari 382 perusahaan anggota S&P 500 yang telah melaporkan kinerja berhasil membukukan laba di atas ekspektasi analis, jauh di atas rata-rata historis sejak 1994 yang berada di kisaran 68%. Meski demikian, beberapa emiten teknologi masih memberikan tekanan terhadap indeks setelah hasil kuartalannya mengecewakan, sehingga investor memilih mengunci keuntungan sambil menunggu katalis berikutnya.

Hal yang Layak Dicermati Trader Saham AS

Beberapa sentimen yang masih berpotensi memengaruhi arah perdagangan Wall Street dalam jangka pendek antara lain:

  • Data Nonfarm Payrolls (NFP) Juli. Data pasar tenaga kerja akan menjadi salah satu acuan penting untuk membaca prospek kebijakan suku bunga Federal Reserve.
  • Perkembangan Selat Hormuz. Setiap perkembangan terkait negosiasi maupun ketegangan geopolitik berpotensi memengaruhi harga energi dan sentimen pasar global.
  • Musim laporan keuangan. Meski mayoritas emiten melampaui ekspektasi, hasil perusahaan-perusahaan besar masih berpotensi menciptakan volatilitas sektoral.
  • Tema AI dan semikonduktor. Rencana pembangunan Terafab menunjukkan investasi AI jangka panjang masih menjadi salah satu tema utama yang terus diperhatikan pasar.

Mulai Trading Saham AS di Ajaib

Ingin memanfaatkan peluang dari pergerakan Wall Street, termasuk saham-saham global yang menjadi sorotan pasar? Mulai trading saham AS di Ajaib dan gunakan fitur yang tersedia untuk membantu kamu trading lebih presisi. Download Ajaib di Play Store & App Store sekarang!

Profil Penulis

Google Play StoreApple App Store

Disclaimer: Transaksi US Stocks mengandung risiko dan berpotensi menyebabkan kerugian. Kinerja suatu produk investasi saat ini atau di masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa datang. Informasi yang terkandung dalam tulisan/artikel ini merupakan opini yang disiapkan melalui proses riset pasar dan analisis internal perusahaan. Anda tetap berkewajiban untuk menganalisis setiap produk investasi  untuk memastikan setiap keputusan investasi dan keputusan untuk menjual dan/atau membeli produk investasi adalah berdasarkan pertimbangan dan keputusan anda sendiri. Tulisan/artikel ini bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi.  Kami tidak bertanggung jawab terhadap segala bentuk kerugian maupun keuntungan yang timbul dari pengambilan keputusan transaksi.

Sumber: CNBC, Seeking Alpha, Kabar Bursa, Ajaib Research

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!