Ajaib
Menu

Saham AS

Pemerintah Trump Kembalikan US$100 Miliar Tarif Impor, Apa Dampaknya?

SalsabillaAugust 6, 2026

Pemerintah Trump Kembalikan US$100 Miliar Tarif Impor, Apa Dampaknya?

Analisis dibuat pada Kamis, 6 Agustus 2026 oleh Alvin Timothy Murthi, Equity Research Analyst Ajaib Sekuritas.

Key Takeaways

  • Pemerintah AS telah mengembalikan sekitar US$100 miliar tarif impor kepada importir setelah Mahkamah Agung membatalkan sebagian besar tarif yang diberlakukan berdasarkan IEEPA.
  • Sejumlah perusahaan ritel besar seperti Walmart, Target, Home Depot, Best Buy, dan Nike berpotensi memperoleh manfaat dari berkurangnya beban biaya historis yang sebelumnya ditanggung.
  • Sentimen positif masih dibatasi oleh ketidakpastian kebijakan perdagangan AS, karena pemerintahan Donald Trump tetap melanjutkan pendekatan tarif melalui dasar hukum lain.

Pemerintah Trump Mulai Mengembalikan Tarif Impor Senilai US$100 Miliar

Pemerintahan Presiden Donald Trump telah mengembalikan (refund) sekitar US$100 miliar tarif impor beserta bunganya kepada para importir di Amerika Serikat. Pengembalian tersebut dilakukan setelah Mahkamah Agung AS memutuskan bahwa sebagian besar tarif yang diberlakukan berdasarkan International Emergency Economic Powers Act (IEEPA) tidak memiliki dasar hukum yang memadai.

Berdasarkan dokumen yang diajukan ke U.S. Court of International Trade, dana tersebut telah disertifikasi oleh U.S. Customs and Border Protection (CBP) sebelum dikirim ke Departemen Keuangan AS untuk didistribusikan kepada perusahaan yang berhak menerima pengembalian. Hingga 31 Juli 2026, nilai refund tersebut telah mencapai lebih dari 60% dari total sekitar US$166 miliar tarif yang dinyatakan tidak sah oleh Mahkamah Agung.

Progres Pengembalian Tarif Impor AS

Berikut perkembangan proses refund tarif impor berdasarkan dokumen resmi pemerintah AS.

IndikatorKeterangan
Total tarif IEEPA yang dibatalkanUS$166 miliar
Tarif yang telah dikembalikanSekitar US$100 miliar
Persentase refundLebih dari 60%
Refund potensial & tersertifikasi dalam sistem CAPESekitar US$129 miliar
Deklarasi refund yang diterima CAPE252.496 deklarasi
Jumlah import entry yang diprosesLebih dari 25 juta entry
Total importir yang membayar tarif IEEPALebih dari 330.000 importir
Total import entry yang dikenai tarifLebih dari 53 juta entry

Untuk mempercepat proses tersebut, CBP membangun sistem Consolidated Administration and Processing of Entries (CAPE) sejak akhir April. Sistem ini digunakan untuk memverifikasi klaim, menghitung nilai refund, hingga mengirimkan dana ke Departemen Keuangan sebelum akhirnya diteruskan kepada para importir.

Emiten Ritel Berpotensi Diuntungkan, tetapi Risiko Tarif Baru Masih Membayangi

Menurut Alvin Timothy Murthi, Equity Research Analyst Ajaib Sekuritas, sejumlah perusahaan yang selama ini memiliki eksposur impor cukup besar berpotensi memperoleh manfaat dari pengembalian tarif tersebut. Berkurangnya beban biaya historis dapat memberikan ruang yang lebih baik terhadap arus kas maupun profitabilitas perusahaan.

Beberapa perusahaan yang dinilai berpotensi memperoleh manfaat antara lain:

  • Walmart (NYSE: WMT): Berpotensi memperoleh pengembalian biaya impor dalam jumlah besar mengingat skala impor barang konsumsi yang tinggi.
  • Target (NYSE: TGT): Margin usaha berpotensi terbantu karena sebagian biaya historis dapat dipulihkan.
  • Home Depot (NYSE: HD): Dapat memperoleh manfaat dari refund atas berbagai produk impor di sektor perbaikan rumah.
  • Best Buy (NYSE: BBY): Berpotensi mengurangi tekanan biaya dari produk elektronik impor.
  • Nike (NYSE: NKE): Dapat memperoleh manfaat karena sebagian besar rantai pasoknya bergantung pada produksi luar negeri.

Meski demikian, sentimen positif tersebut belum sepenuhnya menghilangkan ketidakpastian. Pemerintahan Trump tetap mempertahankan pendekatan perdagangan yang agresif dengan memberlakukan tarif baru melalui Section 301, sehingga perusahaan masih menghadapi risiko tambahan biaya impor pada periode berikutnya.

Selain itu, sejumlah kebijakan tarif baru tersebut juga mulai menghadapi tantangan hukum di pengadilan. Artinya, arah kebijakan perdagangan Amerika Serikat masih berpotensi berubah dan tetap menjadi faktor yang memengaruhi keputusan investasi perusahaan maupun stabilitas rantai pasok global.

Mengapa Pengembalian Tarif Ini Menjadi Sorotan Pasar?

Selain berdampak terhadap perusahaan, proses refund juga memunculkan perdebatan politik di Amerika Serikat. Sejumlah anggota Kongres dari Partai Demokrat menilai manfaat finansial tersebut seharusnya lebih banyak dirasakan oleh rumah tangga AS yang sebelumnya ikut menanggung kenaikan harga akibat tarif impor, bukan hanya oleh perusahaan importir.

Di sisi lain, Presiden Donald Trump tetap mempertahankan pandangannya bahwa tarif merupakan instrumen penting dalam kebijakan ekonomi dan perdagangan Amerika Serikat. Bahkan setelah putusan Mahkamah Agung, pemerintahannya terus mencari dasar hukum lain untuk menerapkan kebijakan tarif yang serupa.

Bagi pasar saham, kondisi ini menciptakan dua sentimen yang berjalan bersamaan. Refund tarif dapat memperbaiki kondisi keuangan sejumlah emiten, tetapi ketidakpastian mengenai arah kebijakan perdagangan masih membuat investor tetap berhati-hati dalam menilai prospek laba perusahaan yang memiliki eksposur impor tinggi.

Trading Saham AS Lebih Mudah Melalui Ajaib

Pergerakan kebijakan perdagangan Amerika Serikat sering kali memberikan dampak langsung terhadap kinerja berbagai perusahaan global, mulai dari sektor ritel hingga manufaktur. Dengan mengikuti perkembangan tersebut, kamu dapat memahami faktor-faktor yang memengaruhi prospek emiten dan dinamika pasar saham AS.

Melalui Ajaib, kamu dapat trading saham AS dengan lebih mudah sekaligus memantau berbagai informasi pasar untuk mendukung pengambilan keputusan investasi. Download Ajaib di Play Store & App Store sekarang!

Profil Penulis

Google Play StoreApple App Store

Disclaimer: Transaksi US Stocks mengandung risiko dan berpotensi menyebabkan kerugian. Kinerja suatu produk investasi saat ini atau di masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa datang. Informasi yang terkandung dalam tulisan/artikel ini merupakan opini yang disiapkan melalui proses riset pasar dan analisis internal perusahaan. Anda tetap berkewajiban untuk menganalisis setiap produk investasi  untuk memastikan setiap keputusan investasi dan keputusan untuk menjual dan/atau membeli produk investasi adalah berdasarkan pertimbangan dan keputusan anda sendiri. Tulisan/artikel ini bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi.  Kami tidak bertanggung jawab terhadap segala bentuk kerugian maupun keuntungan yang timbul dari pengambilan keputusan transaksi.

Sumber: CNBC, Ajaib Research

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!