Wall Street Ditutup Beragam, Dow Jones Naik 0,49% di Tengah Optimisme AI dan Harapan Kesepakatan Hormuz
Miftahul Khaer•August 6, 2026

Key Takeaways
- Wall Street ditutup beragam pada perdagangan Rabu (5/8), dengan Dow Jones Industrial Average (DJI) naik 0,49% dan mencetak rekor penutupan tertinggi sepanjang masa, sementara S&P 500 dan Nasdaq Composite melemah.
- Lonjakan saham Nvidia menjadi salah satu pendorong utama penguatan Dow Jones setelah CEO SpaceX Elon Musk menyampaikan rencana penggunaan prosesor Nvidia untuk membangun infrastruktur komputasi AI.
- Sentimen pasar turut didukung harapan tercapainya kesepakatan pembukaan kembali Selat Hormuz antara Iran dan Oman, meski ketidakpastian geopolitik masih membayangi pasar global.
Wall Street Ditutup Beragam, Dow Jones Cetak Rekor Tertinggi di Tengah Sentimen AI
Wall Street ditutup beragam pada perdagangan Rabu (5/8) waktu Amerika Serikat, dengan Dow Jones Industrial Average (DJI) berhasil mencetak rekor penutupan tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) setelah naik 263,24 poin atau 0,49% ke level 54.349,12. Penguatan tersebut memperpanjang reli Dow Jones menjadi lima hari perdagangan berturut-turut, didukung oleh kenaikan sejumlah saham berkapitalisasi besar, terutama setelah saham Nvidia melonjak akibat sentimen positif dari perkembangan industri artificial intelligence (AI).
Di sisi lain, S&P 500 melemah 0,17% ke level 7.723,55 setelah sebelumnya sempat mencatatkan rekor intraday baru. Sementara itu, Nasdaq Composite terkoreksi lebih dalam dengan penurunan 0,83% ke level 26.363,44 akibat tekanan pada sejumlah saham teknologi berkapitalisasi besar.
Kinerja Indeks Wall Street
| Indeks | Perubahan |
|---|---|
| Dow Jones (DJI) | +0,49% |
| S&P 500 | -0,17% |
| Nasdaq Composite | -0,83% |
Top Gainers
Top Losers
Reli Nvidia dan Optimisme AI Dorong Penguatan Dow Jones
Penguatan Dow Jones pada perdagangan terbaru salah satunya didorong oleh kenaikan saham Nvidia yang melonjak lebih dari 3%. Kenaikan tersebut terjadi setelah CEO SpaceX Elon Musk menyampaikan bahwa perusahaan antariksa tersebut akan menggunakan prosesor Nvidia secara eksklusif untuk membangun infrastruktur komputasi berbasis AI. Pernyataan tersebut memperkuat optimisme pasar terhadap permintaan chip AI yang masih menjadi salah satu tema utama di sektor teknologi.
Selain Nvidia, perhatian investor juga tertuju pada perkembangan perusahaan teknologi lain. Meskipun tema AI masih mendapatkan dukungan positif, beberapa saham teknologi mengalami tekanan. Saham AMD turun sekitar 7% setelah laba yang disesuaikan hanya sedikit melampaui ekspektasi analis. Sementara itu, saham Alphabet melemah sekitar 4% setelah perusahaan mengumumkan restrukturisasi divisi AI dan menyampaikan bahwa ilmuwan utama perusahaan, Jeff Dean, akan meninggalkan perusahaan setelah 27 tahun.
Di sisi lain, saham SpaceX dilaporkan turun lebih dari 13% setelah perusahaan mengungkapkan belanja modal kuartal II meningkat enam kali lipat menjadi sekitar US$18,4 miliar, dengan sebagian besar dana dialokasikan untuk pengembangan infrastruktur AI. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa meskipun investasi AI terus menjadi katalis pertumbuhan, pasar tetap memperhatikan besarnya biaya yang diperlukan untuk membangun ekosistem teknologi tersebut.
Strategi investasi Baird, Ross Mayfield, menyebut sentimen positif kembali mendominasi pasar saham AS. Menurutnya, minat terhadap aset berisiko kembali meningkat setelah periode volatilitas sebelumnya, dengan kenaikan indeks dalam beberapa hari terakhir menjadi salah satu pergerakan yang jarang terjadi secara historis.
Harapan Kesepakatan Selat Hormuz Dorong Sentimen Positif Pasar Global
Selain sentimen dari sektor teknologi dan AI, pergerakan Wall Street juga dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik terkait Selat Hormuz. Harapan tercapainya kesepakatan untuk membuka kembali jalur pelayaran strategis tersebut semakin meningkat setelah Iran dan Oman menyatakan pembahasan mengenai lalu lintas kapal komersial telah memasuki tahap final. Kesepakatan tersebut berpotensi mengatur mekanisme perjalanan kapal melalui salah satu jalur perdagangan energi paling penting di dunia.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menyampaikan bahwa Iran dan Oman tengah menyelesaikan rancangan kesepakatan yang akan mengatur jalur aman bagi kapal komersial di Selat Hormuz. Berdasarkan laporan Reuters, rancangan tersebut berpotensi memberikan Iran kendali lebih besar terhadap kapal yang melintas di jalur strategis tersebut. Perkembangan ini menjadi perhatian pasar karena Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi distribusi energi global.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump kembali menyampaikan bahwa kesepakatan dengan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dapat tercapai dalam waktu dekat. Sebelumnya, Menteri Keuangan AS Scott Bessent juga menyebut kemungkinan adanya kesepakatan yang segera tercapai. Optimisme terhadap potensi terobosan diplomatik tersebut membantu menekan kekhawatiran pasar terhadap risiko gangguan pasokan energi global.
Meski demikian, Iran membantah adanya negosiasi langsung dengan Amerika Serikat dan menegaskan bahwa pembahasan yang berlangsung saat ini dilakukan bersama Oman. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa proses diplomasi masih menghadapi sejumlah tantangan. Selain itu, aktivitas pelayaran di Selat Hormuz masih berada jauh di bawah kondisi normal, sehingga risiko geopolitik tetap menjadi faktor yang perlu diperhatikan oleh pelaku pasar.
Pergerakan Harga Minyak dan Sentimen Risiko Jadi Perhatian Investor
Optimisme terhadap kemungkinan pembukaan kembali Selat Hormuz turut memengaruhi pasar energi. Harga minyak bergerak relatif stabil setelah sebelumnya mengalami koreksi akibat meningkatnya ekspektasi terhadap potensi penyelesaian konflik. Penurunan tekanan pada harga minyak memberikan sentimen positif karena dapat membantu meredakan kekhawatiran terhadap inflasi global dan tekanan biaya bagi berbagai sektor industri.
Pada perdagangan terbaru, minyak mentah WTI kontrak September turun 0,73% menjadi sekitar US$75,22 per barel, sementara Brent kontrak Oktober naik tipis 0,11% menjadi sekitar US$79,45 per barel. Pergerakan harga minyak yang lebih stabil membantu meningkatkan minat investor terhadap aset berisiko, termasuk saham.
Namun, pasar masih mencermati perkembangan selanjutnya karena Selat Hormuz merupakan salah satu jalur perdagangan energi paling strategis. Sebelum konflik AS-Iran meningkat, jalur tersebut menjadi rute bagi sekitar 20% pasokan minyak dunia, sehingga setiap perubahan terhadap keamanan dan kelancaran pelayaran dapat berdampak terhadap harga energi global.
Selain faktor geopolitik, investor juga masih memperhatikan bagaimana perusahaan teknologi memanfaatkan momentum AI serta kemampuan emiten dalam mempertahankan pertumbuhan laba. Kondisi ini membuat pasar bergerak lebih selektif, dengan saham yang memiliki katalis bisnis kuat tetap menjadi perhatian utama.
Apa yang Dicermati Trader Saham AS?
Pergerakan Wall Street yang ditutup beragam menunjukkan bahwa pasar masih berada dalam fase seleksi setelah reli yang cukup kuat pada beberapa sesi sebelumnya. Rekor baru yang dicapai Dow Jones menunjukkan masih adanya optimisme terhadap saham-saham tertentu, tetapi pelemahan Nasdaq juga memperlihatkan bahwa tidak seluruh sektor bergerak dalam arah yang sama.
Bagi trader saham AS, tema AI masih menjadi salah satu fokus utama karena perkembangan teknologi ini terus menciptakan peluang pada sektor semikonduktor dan infrastruktur digital. Namun, pergerakan saham teknologi perlu dicermati lebih selektif karena valuasi yang tinggi membuat respons pasar terhadap laporan keuangan dan prospek bisnis menjadi lebih sensitif.
Mulai Trading Saham AS di Ajaib
Pergerakan Wall Street yang ditutup beragam menunjukkan bahwa pasar saham AS masih dipengaruhi oleh kombinasi berbagai sentimen, mulai dari perkembangan artificial intelligence (AI), kinerja perusahaan teknologi, hingga dinamika geopolitik global. Di tengah kondisi pasar yang bergerak selektif, memahami faktor yang menjadi penggerak indeks seperti Dow Jones, Nasdaq, serta sentimen sektoral dapat membantu kamu melihat peluang dan risiko dengan lebih baik.
Melalui Ajaib, kamu dapat mengakses pasar saham global dan melakukan trading saham AS dengan lebih mudah. Dengan informasi pasar yang terus diperbarui dan proses transaksi yang praktis, kamu dapat mengikuti perkembangan saham AS serta menyusun strategi sesuai dengan kondisi pasar. Download Ajaib di Play Store & App Store sekarang!
Profil Penulis
Writer
-
Disclaimer: Transaksi US Stocks mengandung risiko dan berpotensi menyebabkan kerugian. Kinerja suatu produk investasi saat ini atau di masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa datang. Informasi yang terkandung dalam tulisan/artikel ini merupakan opini yang disiapkan melalui proses riset pasar dan analisis internal perusahaan. Anda tetap berkewajiban untuk menganalisis setiap produk investasi untuk memastikan setiap keputusan investasi dan keputusan untuk menjual dan/atau membeli produk investasi adalah berdasarkan pertimbangan dan keputusan anda sendiri. Tulisan/artikel ini bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi. Kami tidak bertanggung jawab terhadap segala bentuk kerugian maupun keuntungan yang timbul dari pengambilan keputusan transaksi.
Sumber: CNBC, Seeking Alpha, Investor.id, Ajaib Research
Artikel Terkait




Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!
