Saham AS

The Fed Tahan Suku Bunga di 3,75%–4%, Meski Inflasi Masih Tinggi

Tika•October 29, 2026

the fed fomc

Key Takeaways

  • The Fed mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,75%–4%, tetapi dua dari 12 anggota FOMC yang punya hak suara meminta kenaikan 25 bps.
  • Pasar memperkirakan peluang besar suku bunga naik lagi pada rapat FOMC Desember.
  • Mulai 2027, satu rapat FOMC akan khusus membahas strategi kebijakan moneter, tanpa keputusan suku bunga.

The Fed Pilih Menunggu Data Tambahan

Bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), memutuskan menahan suku bunga acuan pada Rabu (28/10/2026). Federal Open Market Committee (FOMC) mempertahankan federal funds rate di kisaran 3,75%–4%. Level ini berlaku sejak The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada September lalu.

Keputusan ini sudah diperkirakan pasar. Meski begitu, The Fed tetap mengakui bahwa tekanan harga lebih sulit dikendalikan dari perkiraan para pembuat kebijakan.

Dalam pernyataan resminya, The Fed menyebut inflasi masih tinggi. Bank sentral memilih mengumpulkan lebih banyak informasi sebelum menentukan langkah berikutnya. Tujuannya tetap mengembalikan inflasi ke target 2% tepat waktu.

Poin KeputusanDetail
Suku bunga acuan3,75%–4% (tidak berubah)
Kenaikan terakhirSeptember 2026, sebesar 25 bps
Suara berbeda (dissent)2 dari 12 anggota FOMC yang punya hak suara
Usulan pihak yang dissentKenaikan 25 bps
Peluang kenaikan sebelum rapat (CME FedWatch)Di bawah 10%
Rapat FOMC berikutnyaDesember 2026

Pantau dampak kebijakan The Fed ke saham AS favoritmu. Trading saham Amerika langsung dari aplikasi Ajaib.

Dua Pejabat FOMC Ingin Suku Bunga Naik

Dua anggota FOMC menolak keputusan ini, yaitu Gubernur Lisa Cook dan Presiden The Fed Cleveland Beth Hammack. Keduanya menginginkan kenaikan suku bunga 25 basis poin.

Ini adalah dissent pertama Cook sejak bergabung dengan The Fed pada 2022, setelah ditunjuk oleh Presiden Joe Biden. Cook juga sedang menghadapi kontroversi. Presiden Donald Trump berupaya memberhentikannya terkait tuduhan soal informasi dalam pengajuan kredit rumahnya. Mahkamah Agung sempat menghentikan upaya tersebut, tetapi pemerintah kembali memprosesnya. Sidangnya dijadwalkan pada awal November.

Pada rapat Juli, Presiden The Fed Dallas Lorie Logan dan Presiden The Fed Minneapolis Neel Kashkari ikut bersama Hammack menolak keputusan menahan suku bunga. Keduanya juga pernah menyatakan perlunya suku bunga lebih tinggi. Namun, kali ini mereka memilih sejalan dengan mayoritas.

Perbedaan suara ini menunjukkan perdebatan di internal FOMC tentang seberapa agresif kenaikan suku bunga diperlukan untuk meredam inflasi. Inflasi AS sudah berada di atas target 2% selama lebih dari lima tahun, dan lajunya justru meningkat sejak rapat September.

Pemilu Paruh Waktu dan Tekanan Politik

Keputusan ini juga dibayangi pemilu paruh waktu AS pada 3 November, yang akan menentukan kendali Kongres. The Fed memandang independensi politik sebagai prinsip utama. Namun, sebagian pengamat menduga para pejabat enggan menaikkan suku bunga menjelang pemilu.

Trump, yang menominasikan Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed, sudah lama berselisih dengan bank sentral. Trump menilai suku bunga acuan seharusnya jauh lebih rendah.

Baca juga: 9 Peran The Fed dalam Pasar Saham Amerika

Sikap Wait-and-See dan Respons Pasar

Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah pejabat The Fed menyatakan ingin menunggu data tambahan sebelum memperketat kebijakan. Wakil Ketua The Fed Philip Jefferson dan Presiden The Fed New York John Williams sama-sama menilai kondisi ekonomi saat ini memberi waktu untuk mengevaluasi langkah berikutnya.

Dalam pernyataan terbarunya, The Fed menyebut aktivitas ekonomi berekspansi dengan laju yang kuat. Sebelumnya, pada September, The Fed hanya menyebutnya solid. Tidak ada perubahan berarti lainnya, kecuali dihapusnya kalimat yang menjelaskan kenaikan suku bunga September.

Sebelum keputusan diumumkan, CME FedWatch menunjukkan peluang kenaikan suku bunga di bawah 10%. Setelah pengumuman, S&P 500 tetap mempertahankan penguatannya.

Namun, keputusan ini memunculkan pertanyaan baru: berapa lama The Fed bersedia menunggu sebelum kembali mengetatkan kebijakan? Harga di pasar futures mengindikasikan peluang kuat kenaikan suku bunga pada rapat FOMC Desember, dan kemungkinan satu atau dua kenaikan lagi pada 2027.

Keputusan The Fed bisa memengaruhi pergerakan Wall Street. Ikuti perkembangan pasar dan trading saham AS kapan saja lewat Ajaib.

Perubahan Jadwal Rapat FOMC Mulai 2027

Dalam konferensi pers, Ketua The Fed Kevin Warsh mengumumkan perubahan format rapat FOMC. Perubahan ini bisa mengurangi jumlah rapat penentuan suku bunga setiap tahun.

Menurut Warsh, delapan rapat per tahun tetap merupakan jumlah yang tepat. Namun, pada 2027 satu rapat akan khusus membahas strategi kebijakan moneter secara luas, tanpa pemungutan suara suku bunga dan tanpa pernyataan kebijakan. Pada 2028, porsi rapat strategi akan ditambah.

TahunTotal Rapat FOMCRapat Penentuan Suku BungaRapat Khusus Strategi
2027871
2028 (perkiraan)862

Gambaran Ekonomi AS yang Kompleks

The Fed menghadapi situasi ekonomi dan politik yang rumit. Inflasi berdasarkan indikator pilihan The Fed diperkirakan masih di atas 3% untuk September, bahkan setelah mengecualikan harga pangan dan energi yang fluktuatif. Para ekonom khawatir inflasi sudah menyebar ke luar sektor energi dan dampak perang Iran.

Di sisi lain, tingkat pengangguran tetap rendah dan pertumbuhan ekonomi kuat. GDPNow dari The Fed Atlanta memperkirakan ekonomi AS tumbuh 3,4% (tahunan) pada kuartal III. Jika terealisasi, angka ini menjadi pertumbuhan terkuat dalam setahun. Belanja konsumen juga solid, sementara investasi terkait kecerdasan buatan (AI) ikut menopang ekonomi AS.

Kombinasi ini memicu perdebatan: seberapa besar suku bunga saat ini benar-benar menahan laju ekonomi? Perlukah The Fed bergerak lebih agresif jika data inflasi tidak membaik?

Meski pasar memperkirakan kenaikan lanjutan, Warsh tidak memberikan forward guidance soal langkah FOMC berikutnya. Pada Juni, proyeksi para anggota FOMC melalui dot plot mengindikasikan kemungkinan satu kenaikan lagi tahun ini.

Andrew Davis, Head of Investment Strategy di Bryn Mawr Trust, menilai pendekatan wait-and-see The Fed masuk akal pada fase siklus saat ini. Ia menyebut ekonomi memang melambat, tetapi belum rusak. Menurutnya, menahan suku bunga memberi waktu bagi The Fed untuk melihat respons ekonomi terhadap kenaikan September dan naiknya biaya pinjaman jangka panjang.

Trading Saham Amerika di Ajaib

Arah suku bunga The Fed menjadi salah satu faktor yang diperhatikan pelaku pasar saham Amerika. Kamu bisa memantau pergerakan saham-saham Wall Street dan bertransaksi langsung dari aplikasi Ajaib.

Siap trading saham Amerika? Download aplikasi Ajaib dan mulai trading saham AS hari ini.

Google Play StoreApple App Store

Sumber: CNBC

Disclaimer: Transaksi US Stocks mengandung risiko dan berpotensi menyebabkan kerugian. Kinerja suatu produk investasi saat ini atau di masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa datang. Informasi yang terkandung dalam tulisan/artikel ini merupakan opini yang disiapkan melalui proses riset pasar dan analisis internal perusahaan. Anda tetap berkewajiban untuk menganalisis setiap produk investasi untuk memastikan setiap keputusan investasi dan keputusan untuk menjual dan/atau membeli produk investasi adalah berdasarkan pertimbangan dan keputusan anda sendiri. Tulisan/artikel ini bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi. Kami tidak bertanggung jawab terhadap segala bentuk kerugian maupun keuntungan yang timbul dari pengambilan keputusan transaksi.

Profil Penulis

Tika
Tika

SEO Writer

Tika Azaria adalah SEO Writer di Ajaib yang menulis berbagai konten seputar saham, reksa dana, kripto, hingga saham AS dan keuangan secara umum. Ia menggabungkan strategi SEO dengan konten edukatif agar informasi investasi lebih mudah ditemukan dan dipahami oleh masyarakat.

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!