Cara Membaca Order Book dan Bid-Ask Saham AS
Maulida•August 13, 2026

Dalam perdagangan saham, Kamu mungkin akan menemukan dua angka yang letaknya berdekatan: Bid dan Ask. Angkanya terlihat sederhana, tetapi informasi ini dapat membantu memahami harga yang sedang ditawarkan pembeli dan penjual di pasar.
Bid-ask juga penting ketika Kamu ingin menentukan harga masuk atau keluar. Pasalnya, harga terakhir yang terlihat di chart belum tentu sama dengan harga yang bisa langsung Kamu dapatkan ketika melakukan transaksi.
Karena itu, sebelum membeli saham AS, ada baiknya memahami cara membaca order book, bid, ask, hingga bid-ask spread. Dengan begitu, Kamu tidak hanya melihat apakah harga saham sedang naik atau turun, tetapi juga memahami kondisi penawaran dan permintaan yang sedang terjadi.
Apa Itu Order Book, Bid, dan Ask Saham AS?
Order book pada dasarnya merupakan kumpulan order beli dan jual yang sedang menunggu untuk dipertemukan di pasar. Pada bagian teratasnya terdapat harga beli dan jual terbaik yang dikenal sebagai best bid dan best ask.
Bid merupakan harga tertinggi yang saat itu bersedia dibayarkan pembeli. Sebaliknya, ask merupakan harga terendah yang bersedia diterima penjual. Selisih antara keduanya disebut bid-ask spread.
Berbeda dari gambaran order book saham Indonesia yang sering dilihat sebagai satu antrean harga, struktur pasar saham AS lebih kompleks karena perdagangan dapat berlangsung melalui berbagai bursa dan trading venue. Masing-masing venue dapat memiliki order book sendiri, sementara pasar AS juga mengenal National Best Bid and Offer atau NBBO sebagai harga bid dan offer terbaik yang tersedia secara nasional.
Bagi investor ritel, kamu tidak harus memahami seluruh mekanisme tersebut terlebih dahulu. Fokus utamanya bisa dimulai dari membaca bid, ask, dan spread yang tampil di platform trading.
Cara Membaca Bid dan Ask Saham AS
Anggap saja sebuah saham AS mempunyai informasi harga seperti berikut:
| Informasi | Harga |
|---|---|
| Last Price | US$224,16 |
| Bid | US$224,14 |
| Ask | US$224,29 |
Angka tersebut dapat dibaca sebagai berikut:
- Bid US$224,14 menunjukkan harga tertinggi yang saat itu bersedia dibayarkan pembeli.
- Sementara itu, ask US$224,29 menunjukkan harga terendah yang sedang diminta penjual.
Jadi, apabila pembeli ingin mendapatkan saham dengan segera, harga transaksi berpotensi berada di sekitar ask. Sebaliknya, investor yang ingin menjual dengan segera umumnya akan berhadapan dengan harga di sekitar bid.
Namun, harga eksekusi sebenarnya tetap dapat berubah karena bid dan ask terus bergerak mengikuti aktivitas pasar. Pada kondisi pasar yang bergerak cepat, harga transaksi juga belum tentu sama persis dengan harga terakhir yang terlihat di layar. Market order umumnya dieksekusi di sekitar ask untuk pembelian dan bid untuk penjualan, tetapi harga eksekusinya tidak dijamin.
Itulah mengapa last price, bid, dan ask sebaiknya tidak dianggap sebagai angka yang sama.
Cara Menghitung Bid-Ask Spread Saham AS
Bid-ask spread dapat dihitung dengan rumus sederhana:
Bid-Ask Spread = Ask − Bid
Menggunakan contoh sebelumnya:
US$224,29 − US$224,14 = US$0,15
Artinya, terdapat selisih US$0,15 antara harga beli tertinggi dan harga jual terendah.
Spread juga dapat dilihat dalam bentuk persentase untuk memberikan gambaran seberapa besar selisih tersebut dibandingkan harga sahamnya. Dalam contoh di atas, spread-nya hanya sekitar 0,07% dari harga saham.
Perhitungan persentase ini cukup membantu ketika membandingkan saham dengan rentang harga berbeda. Spread US$0,10 pada saham seharga US$10 tentu mempunyai dampak berbeda dibanding spread dengan nominal yang sama pada saham seharga US$200.
Apa Arti Spread Sempit dan Lebar?
Bid-ask spread sering digunakan sebagai salah satu petunjuk untuk melihat kondisi likuiditas pasar.
Ketika bid dan ask sangat berdekatan, spread disebut sempit. Kondisi ini umumnya lebih sering ditemukan pada saham dengan aktivitas transaksi tinggi karena terdapat lebih banyak pembeli dan penjual yang saling bersaing memberikan harga.
Sebaliknya, spread yang lebar berarti terdapat jarak lebih besar antara harga yang diinginkan pembeli dan penjual. Investor perlu lebih memperhatikan harga yang digunakan untuk bertransaksi karena perbedaan harga tersebut bisa menjadi semakin terasa.
Namun, spread tidak bisa digunakan sendirian untuk menentukan apakah harga saham akan naik atau turun. Bid dan ask merupakan gambaran kondisi pasar pada saat tertentu dan dapat berubah dengan cepat.
Karena itu, spread lebih tepat digunakan untuk membantu memahami likuiditas dan kondisi eksekusi transaksi, bukan sebagai sinyal beli atau jual tunggal.
Mengapa Bid dan Ask Bisa Berubah Cepat?
Harga bid dan ask dapat berubah hanya dalam hitungan detik karena order baru terus masuk, order lama tereksekusi, atau investor membatalkan order yang sebelumnya dipasang.
Perubahannya bisa menjadi semakin cepat ketika volume transaksi meningkat, volatilitas pasar sedang tinggi, perusahaan mengumumkan informasi penting, atau terdapat sentimen baru yang memengaruhi harga saham.
Jam perdagangan juga perlu diperhatikan.
Regular trading hours saham AS berlangsung pada pukul 09.30–16.00 Eastern Time. Di luar jam tersebut, beberapa saham juga dapat diperdagangkan dalam sesi extended hours. Aktivitas transaksi pada extended hours umumnya lebih rendah dibanding sesi reguler sehingga spread dapat menjadi lebih lebar dan harga lebih volatil.
Karena itu, jangan heran apabila kamu menemukan bid-ask spread yang berbeda pada saham yang sama ketika mengeceknya pada waktu berbeda.
Cara Menggunakan Bid-Ask Saat Trading Saham AS
Bid dan ask dapat digunakan sebagai informasi tambahan sebelum menentukan harga transaksi. Bukan untuk menebak arah harga berikutnya, melainkan untuk mengetahui kondisi harga yang sedang tersedia di pasar.
Misalnya, kamu sudah melakukan analisis dan ingin membeli suatu saham. Jika spread antara bid dan ask relatif lebar, kamu dapat mempertimbangkan kembali apakah ingin langsung mengambil harga yang tersedia atau menggunakan limit order di harga yang sudah Kamu tentukan.
Limit order memungkinkan investor menetapkan batas harga transaksi. Untuk pembelian, order hanya dapat dieksekusi pada harga limit tersebut atau lebih rendah. Sementara untuk penjualan, transaksi hanya dapat terjadi pada harga limit atau lebih tinggi. Konsekuensinya, limit order tidak selalu berhasil dieksekusi apabila pasar tidak mencapai harga yang ditentukan.
Bid dan ask juga dapat membantu ketika kamu melihat pergerakan harga yang cepat. Jika harga di chart baru saja bergerak tajam, cek kembali spread sebelum memasukkan order. Jangan hanya mengandalkan last price karena kondisi harga terbaik yang tersedia untuk pembelian dan penjualan bisa sudah berubah.
Cara Melihat Bid dan Ask Saham AS di Ajaib

Untuk mengecek bid dan ask saham Amerika di Ajaib, Kamu dapat mengikuti langkah berikut:
- Buka aplikasi Ajaib dan masuk ke bagian Saham AS.
- Cari ticker saham yang ingin dipantau, misalnya NVDA, AAPL, TSLA, atau saham AS lainnya.
- Buka halaman detail saham dan perhatikan pergerakan harga pada chart.
- Pada bagian Ringkasan, cek angka Bid dan Ask yang tersedia.
- Bandingkan informasi tersebut dengan pergerakan harga, volume, indikator teknikal, serta informasi perusahaan lainnya sebelum menentukan keputusan transaksi.
Di Ajaib, Bid dan Ask dapat dilihat langsung di halaman detail saham sehingga kamu bisa mengecek selisih harga tanpa harus meninggalkan halaman tersebut.
Kamu juga bisa menggunakan chart dan berbagai indikator teknikal yang tersedia sebagai informasi tambahan. Dengan begitu, keputusan tidak hanya didasarkan pada kondisi bid-ask pada satu waktu.
Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Membaca Bid-Ask
Salah satu kesalahan yang cukup umum adalah menganggap bid yang tinggi atau aktivitas beli yang besar otomatis berarti harga akan segera naik. Padahal, order yang tampil di pasar dapat berubah, ditambah, dieksekusi, atau dibatalkan kapan saja.
Begitu pula dengan ask yang terlihat besar. Kondisi tersebut memang menggambarkan penawaran yang sedang tersedia, tetapi tidak otomatis berarti harga saham akan turun.
Kesalahan lainnya adalah hanya memperhatikan harga terakhir. Misalnya, last price sebuah saham adalah US$100, tetapi ask sudah bergerak menjadi US$100,50. Jika Kamu ingin membeli saat itu juga, US$100 belum tentu menjadi harga yang bisa diperoleh.
Karena itu, gunakan bid-ask bersama informasi lain seperti tren harga, volume perdagangan, analisis fundamental, berita perusahaan, dan toleransi risiko kamu.
Trading Saham AS Lebih Terukur di Ajaib
Membaca bid dan ask mungkin terlihat sederhana, tetapi kebiasaan ini bisa membantu kamu memahami kondisi harga sebelum memasukkan order. Kamu dapat mengetahui harga yang sedang ditawarkan pembeli, harga yang diminta penjual, serta seberapa besar spread di antara keduanya.
Di Ajaib, kamu bisa mengakses beragam saham global, termasuk berbagai perusahaan AS seperti NVIDIA, Apple, Tesla, hingga perusahaan global lainnya.
Pantau chart, cek bid-ask, lakukan analisis, lalu tentukan transaksi sesuai strategi dan profil risiko kamu.
Mulai eksplorasi dan trading saham AS di Ajaib untuk mendapatkan akses ke berbagai saham perusahaan global langsung dari satu aplikasi. Download Ajaib sekarang!
Profil Penulis
Writer
-
Artikel Terkait




Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!
