Ajaib
Menu

Saham AS

Cisco Targetkan Revenue FY2027 Tembus US$73,4 Miliar, Ini yang Perlu Dicermati Trader Saham AS!

SalsabillaAugust 13, 2026

Cisco Targetkan Revenue FY2027 Tembus US$73,4 Miliar, Ini yang Perlu Dicermati Trader Saham AS!

Key Takeaways

  • Cisco menargetkan revenue FY2027 sebesar US$72,2-73,4 miliar, jauh di atas konsensus analis sekitar US$68,69 miliar. Perusahaan juga membidik US$7,5 miliar revenue AI infrastructure dari hyperscalers pada FY2027.
  • Bisnis AI menunjukkan momentum kuat dengan US$4 miliar AI infrastructure orders dari hyperscalers pada 4QFY26 dan total pesanan terkait AI sebesar US$9,3 miliar sepanjang FY2026.
  • Meski prospek fundamental tetap positif, saham Cisco turun lebih dari 4%. Penurunan gross margin juga menjadi faktor yang perlu dicermati.

Cisco Targetkan Kenaikan Revenue

Cisco (NASDAQ: CSCO) memasuki fase baru pertumbuhan dengan AI networking, data-center switching, dan belanja modal hyperscaler yang semakin berperan terhadap bisnisnya. Perusahaan memberikan proyeksi revenue FY2027 sebesar US$72,2-73,4 miliar, lebih tinggi dari konsensus analis sekitar US$68,69 miliar atau sekitar 5,1%-6,9% di atas ekspektasi pasar.

Di sisi lain, pasar tidak langsung memberikan respons positif terhadap proyeksi tersebut. Saham Cisco sempat naik sekitar 3% dalam perdagangan setelah jam bursa, tetapi kemudian berbalik dan turun lebih dari 4% karena ekspektasi terhadap kinerja perusahaan sudah sangat tinggi.

Revenue Cisco FY2027 Melampaui Ekspektasi, AI Mulai Jadi Mesin Pertumbuhan

Berikut gambaran kinerja dan proyeksi utama Cisco yang menjadi dasar optimisme terhadap pertumbuhan bisnis perusahaan:

MetrikKinerja/Target
Revenue FY2026US$63,3 miliar
Pertumbuhan revenue FY2026+12% YoY
Net income FY2026US$13,3 miliar
Pertumbuhan net income FY2026+30% YoY
Revenue 4QFY26US$17,25 miliar
Pertumbuhan revenue 4QFY26+17,6% YoY
Konsensus revenue 4QFY26US$16,82 miliar
Adjusted EPS 4QFY26US$1,22
Konsensus adjusted EPSUS$1,17
Guidance revenue FY2027US$72,2-73,4 miliar
Konsensus revenue FY2027US$68,69 miliar
Target AI infrastructure revenue FY2027US$7,5 miliar
AI infrastructure orders 4QFY26US$4 miliar
Total AI-related orders FY2026US$9,3 miliar

Kinerja FY2026 menunjukkan momentum yang cukup kuat. Cisco membukukan revenue US$63,3 miliar, naik 12% secara tahunan, sementara net income mencapai US$13,3 miliar atau meningkat 30% YoY. Pada 4QFY26, revenue mencapai US$17,25 miliar, tumbuh sekitar 17,6% YoY dan melampaui konsensus US$16,82 miliar. Adjusted EPS sebesar US$1,22 juga berada di atas estimasi US$1,17.

Namun, perkembangan yang paling menarik berada pada bisnis AI infrastructure. Cisco mencatat US$4 miliar AI infrastructure orders dari hyperscalers pada 4QFY26, sehingga total pesanan terkait AI sepanjang FY2026 mencapai US$9,3 miliar. Cisco bahkan menargetkan US$7,5 miliar revenue dari AI infrastructure untuk hyperscalers pada FY2027. Angka tersebut mengindikasikan bahwa AI networking berpotensi menjadi kontributor yang semakin material terhadap total revenue perusahaan.

AI Networking Jadi Katalis, tetapi Margin Menjadi Perhatian

Pertumbuhan AI Cisco terutama berkaitan dengan meningkatnya kebutuhan hyperscale cloud providers dan perusahaan untuk membangun infrastruktur yang mampu menangani beban kerja generative AI. Beberapa faktor utama yang mendukung prospek bisnis tersebut meliputi:

  • AI networking: Kebutuhan jaringan dengan kapasitas dan kecepatan lebih tinggi menjadi bagian penting dari ekspansi infrastruktur AI.
  • Data-center switching: Pembangunan dan perluasan data center menciptakan kebutuhan terhadap perangkat switching yang mendukung lalu lintas data dalam skala besar.
  • Hyperscaler capex: Belanja modal dari penyedia cloud berskala besar menjadi salah satu sumber permintaan utama terhadap infrastruktur Cisco.
  • AI infrastructure orders: Pesanan dari hyperscalers mencapai US$4 miliar pada 4QFY26 dan US$9,3 miliar sepanjang FY2026, memberikan visibilitas terhadap pertumbuhan bisnis AI.

Menurut Alvin Murthi, Equity Research Analyst Ajaib Sekuritas, fundamental Cisco tetap positif dengan AI networking, data-center switching, dan hyperscaler capex sebagai driver utama. Namun, katalis jangka pendek cenderung lebih berimbang karena ekspektasi pasar terhadap AI Cisco sudah tinggi. Pertumbuhan yang dihasilkan perlu dibandingkan dengan seberapa cepat perusahaan dapat mengubah permintaan tersebut menjadi revenue, margin, dan earnings yang lebih kuat.

Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah gross margin. Pada periode terbaru, gross margin turun menjadi sekitar 66,3% dari 68,4% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Untuk kuartal pertama, Cisco memperkirakan adjusted gross margin berada di kisaran 65%-66%, sedikit di bawah estimasi pasar sekitar 66,10%. Penurunan ini berkaitan dengan mix produk yang lebih banyak berbasis hardware serta kenaikan biaya komponen.

Saham CSCO Turun Setelah Laporan, Apa yang Perlu Dicermati Trader?

Saham CSCO telah menguat lebih dari 60% sepanjang tahun berjalan sebelum laporan tersebut, sehingga sebagian optimisme terhadap pertumbuhan AI sudah tercermin dalam harga.

Beberapa hal yang dapat menjadi perhatian setelah laporan ini adalah:

  • Reaksi harga terhadap guidance: Guidance revenue FY2027 sebesar US$72,2–73,4 miliar memang di atas konsensus, tetapi perhatikan apakah harga saham mampu mempertahankan penguatan setelah pasar mencerna angka tersebut.
  • Perkembangan AI infrastructure revenue: Target US$7,5 miliar pada FY2027 menjadi salah satu angka penting untuk memantau apakah AI benar-benar menjadi mesin pertumbuhan baru Cisco.
  • Gross margin: Pertumbuhan revenue yang tinggi perlu diimbangi dengan kemampuan mempertahankan margin. Penurunan margin dapat membatasi pertumbuhan earnings meski revenue meningkat.
  • Pergerakan volume: Setelah earnings, perubahan volume dapat membantu melihat apakah tekanan jual hanya bersifat reaksi awal atau mulai menunjukkan perubahan sentimen yang lebih kuat.
  • Ekspektasi yang sudah tinggi: Karena saham telah menguat lebih dari 60% sepanjang tahun berjalan, trader perlu membandingkan pertumbuhan aktual dengan ekspektasi pasar, bukan hanya melihat apakah laporan perusahaan secara absolut terlihat positif.

Dalam kondisi seperti ini, pendekatan yang lebih terukur adalah menunggu bagaimana CSCO membentuk price action setelah volatilitas earnings mereda. Kamu dapat menggunakan level support dan resistance, volume, serta respons harga terhadap perkembangan AI revenue untuk menentukan apakah momentum masih berlanjut atau mulai mengalami profit taking.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Jam berapa Wall Street buka dan tutup menurut WIB?

Bursa saham AS (NYSE dan Nasdaq) buka pukul 21.30 WIB dan tutup pukul 04.00 WIB keesokan harinya saat musim panas (Eastern Daylight Time), atau satu jam lebih lambat saat musim dingin, cek jadwal perdagangan Saham AS di sini.

Bagaimana cara mulai trading saham AS dari Indonesia?

Investor di Indonesia bisa mulai trading saham AS melalui platform yang menyediakan akses ke bursa AS, seperti Ajaib, dengan proses pendaftaran online, verifikasi identitas, dan pengisian dana sebelum mulai bertransaksi, simak panduan cara beli saham AS dari Indonesia disini.

Trading Saham AS dengan Memanfaatkan Momentum AI

Laporan Cisco menunjukkan bagaimana tema AI mulai meluas dari perusahaan pembuat chip dan penyedia cloud ke infrastruktur jaringan yang menopang ekspansi data center.

Ingin ikut mengambil posisi di saham AS seperti CSCO atau saham sektor teknologi dan AI lainnya? Kamu bisa trading saham AS di Ajaib, dengan proses daftar akun 100% online tanpa minimum modal dan mulai trading setelah akun terverifikasi, mulai dari US$1. Kamu juga bisa memperdagangkan beragam instrumen dan aset dalam satu aplikasi. Download Ajaib di Play Store & App Store sekarang!

Profil Penulis

Salsabilla
Salsabilla

SEO Writer

Salsabilla Putri merupakan SEO Writer di Ajaib yang berfokus pada penyusunan konten edukasi investasi saham, reksa dana, kripto, serta saham AS dan keuangan secara general. Ia menghadirkan artikel informatif yang membantu pembaca memahami berbagai produk investasi dan tren pasar.

Google Play StoreApple App Store

Disclaimer: Transaksi US Stocks mengandung risiko dan berpotensi menyebabkan kerugian. Kinerja suatu produk investasi saat ini atau di masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa datang. Informasi yang terkandung dalam tulisan/artikel ini merupakan opini yang disiapkan melalui proses riset pasar dan analisis internal perusahaan. Anda tetap berkewajiban untuk menganalisis setiap produk investasi untuk memastikan setiap keputusan investasi dan keputusan untuk menjual dan/atau membeli produk investasi adalah berdasarkan pertimbangan dan keputusan anda sendiri. Tulisan/artikel ini bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi. Kami tidak bertanggung jawab terhadap segala bentuk kerugian maupun keuntungan yang timbul dari pengambilan keputusan transaksi.

Sumber: Seeking Alpha, Ajaib Research

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!