Deretan Berita Teknologi Pekan Ini: CoreWeave, TSMC, dan Anthropic Jadi Sorotan
Maulida•October 19, 2026

Key Takeaways
- Saham teknologi AS tertekan sepanjang pekan 12-16 Oktober 2026: Nasdaq Composite turun lebih dari 4% dan ETF sektor teknologi XLK anjlok 7,20%.
- CoreWeave (CRWV) jatuh sekitar 12,8% pada Jumat di tengah kekhawatiran biaya ekspansi data center AI. Kewajiban utang dan sewanya sekitar US$52 miliar per akhir Juni.
- TSMC (TSM) mencatat laba rekor untuk kuartal keenam berturut-turut, dengan pendapatan komputasi kinerja tinggi kuartal III naik 22% dibanding kuartal sebelumnya.
- Sebagian investor Anthropic dilaporkan mempertimbangkan valuasi IPO sekitar US$1,5 triliun, turun dari ekspektasi sebelumnya di atas US$2 triliun.
7 Berita Teknologi yang Jadi Sorotan Pekan Ini
Pekan lalu menjadi pekan yang berat bagi saham teknologi AS. Para investor mempertanyakan imbal hasil dari belanja besar-besaran untuk AI, sementara data inflasi yang masih panas dan harga minyak yang tinggi ikut menambah tekanan. Di tengah gejolak itu, tiga nama menjadi sorotan: CoreWeave, TSMC, dan Anthropic. Berikut deretan berita teknologi yang perlu kamu ketahui, plus saham AS yang bisa masuk daftar pantau.
1. CoreWeave (CRWV): Anjlok di Tengah Kekhawatiran Pembiayaan AI
Saham CoreWeave jatuh sekitar 12,8% pada Jumat (16/10) karena investor mempertanyakan besarnya biaya ekspansi data center AI. Pada akhir Juni, kewajiban utang dan sewa perusahaan tercatat sekitar US$52 miliar.
CNBC melaporkan tekanan kredit CoreWeave meningkat, dengan credit default swap lima tahunnya sempat melampaui 1.140 basis poin. Sentimen negatif ini menjalar ke penyedia infrastruktur AI lain seperti Nebius (NBIS) dan IREN (IREN). Namun, sebagian analis menilai kekhawatiran soal utang tersebut berlebihan, sehingga pandangan pasar masih terbelah.
2. TSMC (TSM): Kinerja Kuat, Permintaan Chip AI Tetap Tinggi
Produsen chip terbesar dunia ini membukukan laba rekor untuk kuartal keenam berturut-turut. Pendapatan segmen komputasi kinerja tinggi (high-performance computing) pada kuartal III naik 22% dibanding kuartal sebelumnya, dan perusahaan memberikan proyeksi kuartal IV yang kuat.
Meski demikian, saham TSMC ikut tertekan oleh aksi jual sektor chip secara umum. Hasil ini menunjukkan permintaan chip AI masih solid, sementara pasar sedang mempertanyakan valuasinya.
3. Anthropic: Ekspektasi Valuasi IPO Mereda
Berdasarkan laporan, sebagian investor Anthropic mempertimbangkan valuasi sekitar US$1,5 triliun untuk IPO yang dinantikan, lebih rendah dari ekspektasi sebelumnya di atas US$2 triliun. Pertumbuhan pendapatan yang melambat dari kuartal ke kuartal dan biaya pembiayaan AI yang meningkat disebut mendorong investor menilai ulang.
Di sisi lain, Anthropic baru saja mengumumkan rencana menyisihkan 5% sahamnya untuk Public Benefit Fund. Anthropic belum tercatat di bursa, jadi sahamnya belum bisa diperdagangkan. Pelaku pasar bisa memantau emiten yang sudah melantai dan berkaitan dengan ekosistem AI, seperti Alphabet (GOOGL) dan Amazon (AMZN).
4. Saham Chip dan AI Tertekan: Nasdaq Turun Lebih dari 4%
Tekanan di sektor chip dan infrastruktur AI memimpin pelemahan. Indeks Nasdaq Composite turun lebih dari 4% sepekan, sedangkan ETF sektor teknologi XLK anjlok 7,20%. Menurut CNBC, 20 saham AI dan semikonduktor terbesar dunia kehilangan lebih dari US$1 triliun nilai pasar pekan ini. Pada Jumat, Nasdaq mencatat penurunan harian terbesar sejak 23 Juli, dengan Micron (MU) dan Intel (INTC) termasuk yang melemah.
5. ASML (ASML): Target Penjualan 2026 Dinaikkan untuk Ketiga Kalinya
Produsen mesin litografi chip asal Belanda ini menaikkan proyeksi penjualan 2026 untuk ketiga kalinya, menandakan permintaan peralatan pembuatan chip masih kuat. Seperti TSMC, saham ASML tetap melemah di tengah aksi jual sektor chip. Pola ini menunjukkan investor kini lebih berhati-hati meski hasil keuangan emiten bagus.
6. NVIDIA (NVDA): Makin Bergantung pada TSMC, Soroti Kerja Sama dengan China
Menurut laporan Reuters, NVIDIA meminta pemasoknya menggunakan proses TSMC untuk base die memori HBM generasi berikutnya, dan Samsung disebut akan memakai teknologi 3nm TSMC. Terpisah, CEO NVIDIA Jensen Huang mengatakan perusahaan perlu bekerja sama dengan bisnis AI China untuk mengelola potensi risiko, seperti dikutip CNBC.
7. Apple (AAPL): Apple Intelligence Dikabarkan Meluncur di China
Apple dikabarkan akan meluncurkan Apple Intelligence di China pada Desember. Menurut laporan, China juga telah menyetujui model AI milik Alibaba untuk dipakai di iPhone. Kabar ini menjadi salah satu sentimen positif di tengah pekan yang didominasi aksi jual.
Ringkasan Saham AS untuk Watchlist
| Saham | Tema | Kabar Utama Pekan Ini |
|---|---|---|
| CRWV | Infrastruktur AI | Anjlok sekitar 12,8% pada Jumat karena kekhawatiran pembiayaan |
| TSM | Semikonduktor | Laba rekor keenam berturut-turut, HPC kuartal III naik 22% QoQ |
| ASML | Peralatan chip | Menaikkan proyeksi penjualan 2026 untuk ketiga kalinya |
| NVDA | Chip AI | Dikabarkan perluas penggunaan proses TSMC |
| MU, INTC | Semikonduktor | Termasuk yang melemah saat Nasdaq turun tajam |
| AAPL | Konsumen teknologi | Apple Intelligence dikabarkan meluncur di China |
Pantau Pergerakan Saham AS di Ajaib
Pekan lalu menunjukkan dua sisi tema AI: permintaan riil dari TSMC dan ASML masih kuat, tetapi pasar semakin kritis terhadap valuasi dan beban pembiayaan, seperti terlihat pada CoreWeave dan diskusi seputar IPO Anthropic. Volatilitas seperti ini bisa membuka peluang sekaligus risiko, sehingga penting memahami profil tiap saham sebelum mengambil keputusan.
Untuk kamu yang baru mau mulai investasi di saham AS, ETF bisa menjadi pilihan yang relatif aman. Satu ETF berisi banyak saham sekaligus, sehingga risikonya lebih terdiversifikasi dibanding membeli satu saham saja.
Pantau pergerakan saham AS potensial dan mulai trading saham AS di Ajaib.
Disclaimer: Transaksi US Stocks mengandung risiko dan berpotensi menyebabkan kerugian. Kinerja suatu produk investasi saat ini atau di masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa datang. Informasi yang terkandung dalam tulisan/artikel ini merupakan opini yang disiapkan melalui proses riset pasar dan analisis internal perusahaan. Anda tetap berkewajiban untuk menganalisis setiap produk investasi untuk memastikan setiap keputusan investasi dan keputusan untuk menjual dan/atau membeli produk investasi adalah berdasarkan pertimbangan dan keputusan anda sendiri. Tulisan/artikel ini bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi. Kami tidak bertanggung jawab terhadap segala bentuk kerugian maupun keuntungan yang timbul dari pengambilan keputusan transaksi.
Sumber: Seeking Alpha
Profil Penulis
Writer
-
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!