Saham AS

Rekomendasi Saham AS Hari Ini: COP, SBUX, dan KO Cek Target Harganya

Miftahul Khaer•October 19, 2026

Key Takeaways

  • Pasar saham AS melemah pada pembaruan 19 Oktober 2026, dengan DJIA turun 0,34%, S&P 500 terkoreksi 1,09%, dan Nasdaq melemah 2,14%.
  • Sektor energi memimpin penguatan S&P 500 sebesar 2,47%, sedangkan sektor teknologi terkoreksi 2,54%.
  • Harga emas naik 0,25% ke level US$4.176,11, sementara minyak mentah WTI turun 1,96% ke level US$99,35.
  • ConocoPhillips (COP) menawarkan potensi upside 5,96%, Starbucks (SBUX) sebesar 6,08% berdasarkan perhitungan level entry dan target, serta Coca-Cola (KO) sebesar 4,14%.
  • COP dan KO menggunakan strategi buy on breakout, sedangkan SBUX mengandalkan strategi buy on dip dengan konfirmasi struktur teknikal.

Pasar Saham AS Menguat di Pre-Market, Nasdaq Terkoreksi 2,14%

Pasar saham Amerika Serikat (AS) menghadapi tekanan pada pembaruan perdagangan 19 Oktober 2026. Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) tercatat berada di level 52.002 atau turun 0,34%. Sementara itu, S&P 500 melemah 1,09% ke level 7.659 dan Nasdaq terkoreksi 2,14% ke level 26.140.

Nasdaq mencatatkan penurunan terdalam di antara ketiga indeks utama tersebut. Pergerakan ini terjadi di tengah tekanan pada saham teknologi setelah aksi jual pada pekan sebelumnya, ketika investor juga mencermati valuasi saham kecerdasan buatan (artificial intelligence).

IndexLevel Return
DJIA52,002-0.34%
S&P 500 7,659-1.09%
NASDAQ26,140-2.14%

Sebelumnya, perdagangan pre-market saham AS menunjukkan penguatan. Pada Jumat (17/10), DJIA naik 0,44%, S&P 500 menguat 0,75%, dan Nasdaq bertambah 1,35%. S&P 500 juga diproyeksikan bergerak dalam rentang 7.700-7.800.

Sementara itu, sejumlah saham mencatatkan kenaikan terbesar pada sesi pre-market, yaitu ServiceNow (NOW) yang menguat 2,28%, Progressive Corporation (PGR) sebesar 1,99%, Ford Motor Company (F) sebesar 1,87%, dan Tesla (TSLA) sebesar 1,81%.

Sektor Energi Pimpin Penguatan S&P 500

Kinerja sektor dalam indeks S&P 500 bergerak bervariasi pada 19 Oktober 2026. Sektor energi memimpin penguatan dengan kenaikan 2,47%, diikuti sektor utilitas sebesar 1,40% dan consumer staples sebesar 1,13%.

Sektor finansial juga mencatatkan kenaikan 0,49%, sementara material menguat 0,68% dan real estat bertambah 0,39%. Sebaliknya, sektor teknologi informasi mengalami koreksi terdalam sebesar 2,54%, disusul sektor komunikasi yang melemah 2,45%.

SektorReturn
Communication-2.45%
Cons Disc-1.17%
Cons Staples+1.13%
Energy+2.47%
Financials+0.49%
Health Care-0.26%
Industrials-0.05%
Info Tech-2.54%
Materials+0.68%
Real Estate+0.39%
Utilities+1.40%

Harga Emas Menguat, Minyak WTI Terkoreksi

Pasar komoditas bergerak bervariasi pada pembaruan 19 Oktober 2026. Harga emas naik 0,25% ke level US$4.176,11, sedangkan perak menguat 1,22% ke level US$57,68. Tembaga juga mencatatkan kenaikan sebesar 0,58% ke level US$6,57.

Di sisi lain, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) terkoreksi 1,96% ke level US$99,35. Batu bara menguat 0,50%, minyak kelapa sawit naik 1,74%, dan nikel bertambah 0,74%.

KomoditasHargaReturn
Crude Oil WTI99.35-1.96%
Coal150.34+0.50%
Gold4,176.11+0.25%
Silver57.68+1.22%
Copper6.57+0.58%
Palm Oil4,676.00+1.74%
Nickel15,483.00+0.74%

Bursa Asia-Pasifik Bergerak Bervariasi

Bursa saham Asia-Pasifik menunjukkan pergerakan yang beragam pada awal pekan, dengan sejumlah indeks utama mencatatkan penguatan sementara sebagian lainnya mengalami koreksi.

KOSPI Korea Selatan memimpin kenaikan sebesar 0,83%, diikuti NIFTY 50 India yang menguat 0,65% dan Shanghai Composite sebesar 0,60%. Hang Seng (HSI) Hong Kong naik 0,52%, Shenzhen Component bertambah 0,47%, dan ASX 200 Australia menguat 0,44%.

Di sisi lain, Malaysia melemah 0,81%, NZX 50 terkoreksi 0,74%, Taiwan turun 0,61%, dan Nikkei Jepang melemah 0,50%.

Secara keseluruhan, pergerakan bursa Asia-Pasifik belum menunjukkan arah yang seragam.

Aksi Jual Saham Teknologi dan Laporan Keuangan Jadi Perhatian Investor

Futures saham AS menguat pada Minggu (18/10) setelah aksi jual saham teknologi pada pekan sebelumnya. Futures S&P 500 naik 0,3%, sedangkan Nasdaq 100 menguat 0,7%, sehingga memulihkan sebagian kerugian sebelumnya.

Pada Jumat, indeks semikonduktor Philadelphia anjlok 3,8% dan indeks volatilitas VIX menyentuh level tertinggi dalam empat bulan. Pergerakan tersebut mencerminkan tekanan pada saham teknologi di tengah kekhawatiran terhadap valuasi dan besarnya investasi infrastruktur AI.

Pekan ini, perhatian investor tertuju pada laporan keuangan lebih dari 70 perusahaan dalam indeks S&P 500, termasuk Tesla dan Meta Platforms. Hasil kinerja perusahaan tersebut dapat menjadi salah satu faktor yang dicermati untuk mengevaluasi keberlanjutan reli saham AI.

Selain laporan keuangan, investor juga memantau perkembangan ekonomi China melalui data pertumbuhan ekonomi kuartal III. Kondisi konsumsi, investasi swasta, dan sektor properti menjadi perhatian dalam menilai prospek ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut.

Rekomendasi Saham AS Hari Ini: COP, SBUX, dan KO

Di tengah tekanan indeks saham AS dan perbedaan kinerja antarsektor, trader dapat memantau sejumlah saham berdasarkan skenario teknikal yang tersedia. Untuk perdagangan 19 Oktober 2026, tiga saham yang masuk dalam daftar rekomendasi adalah ConocoPhillips (COP), Starbucks Corporation (SBUX), dan The Coca-Cola Company (KO).

Ketiga saham tersebut memiliki pendekatan teknikal yang berbeda, mulai dari strategi buy on breakout untuk memanfaatkan kelanjutan tren hingga buy on dip untuk mengantisipasi pantulan harga setelah koreksi.

SahamBuyTarget PriceStop LossUpside
COPUS$141,58US$150,02US$138,40+5,96%
SBUXUS$96,03US$101,87US$94,59+6,08%
KOUS$92,22US$96,04US$90,96+4,14%

1. ConocoPhillips (COP)

Skenario trading ConocoPhillips (COP) pada grafik harian (1D) menggunakan strategi buy on breakout atau trend continuation. Pendekatan ini mengandalkan penembusan struktur Weak High setelah harga memantul dari area demand zone, dengan target pengujian level psikologis US$150.

Posisi entry ditetapkan pada US$141,58, dengan target harga (Take Profit) di US$150,02. Sementara itu, stop loss (SL) ditempatkan pada US$138,40 untuk membatasi risiko penurunan sekitar 2,25% dari harga entry.

Berdasarkan level tersebut, COP menawarkan potensi keuntungan sebesar 5,96% dengan rasio risk/reward sebesar 2,65. Artinya, potensi keuntungan yang ditargetkan sekitar 2,65 kali risiko yang diambil apabila posisi dibuka sesuai skenario.

2. Starbucks Corporation (SBUX)

Starbucks Corporation (SBUX) menggunakan strategi buy on dip atau memanfaatkan koreksi harga, dengan mengandalkan potensi pantulan dari trendline. Pada grafik harian (1D), skenario ini didukung oleh konfirmasi struktur Change of Character (CHoCH) setelah harga memantul dari area Strong Low.

Konfirmasi tersebut menjadi acuan untuk mengantisipasi pengujian kembali resistance psikologis di sekitar US$102. Posisi entry ditetapkan pada US$96,03, dengan target harga US$101,87 dan stop loss US$94,59.

Dengan level tersebut, potensi keuntungan SBUX mencapai sekitar 6,08%, sedangkan risiko penurunan yang dibatasi melalui stop loss sekitar 1,50%. Rasio risk/reward tercatat sebesar 4,06 berdasarkan skenario yang diberikan.

3. The Coca-Cola Company (KO)

The Coca-Cola Company (KO) masuk dalam daftar rekomendasi saham AS hari ini dengan strategi buy on breakout atau kelanjutan tren. Skenario pada grafik harian (1D) mengandalkan momentum kenaikan melewati struktur Weak High setelah harga memantul dari Higher Low.

Jika momentum tersebut berlanjut, harga KO berpeluang menguji resistance terdekat di area US$96. Level entry ditetapkan pada US$92,22, dengan target harga US$96,04 dan stop loss US$90,96.

Berdasarkan skenario tersebut, KO menawarkan potensi upside sebesar 4,14%, dengan risiko penurunan sekitar 1,37%. Rasio risk/reward sebesar 3,03 menunjukkan potensi keuntungan sekitar tiga kali risiko yang ditetapkan.

Pantau Pergerakan Saham AS dan Trading di Ajaib

Tekanan indeks saham AS, perbedaan kinerja sektor, dan ketidakpastian sentimen global membuat trader perlu memantau pergerakan pasar sebelum menentukan strategi. COP, SBUX, dan KO dapat menjadi bagian dari watchlist dengan level entry, target harga, serta stop loss yang telah ditetapkan.

Download Ajaib untuk memantau pergerakan saham AS dan mengevaluasi peluang trading sesuai strategi serta profil risikomu. Kamu juga dapat mempertimbangkan ETF Amerika sebagai alternatif untuk mendapatkan eksposur ke sejumlah saham dalam satu instrumen.

Google Play StoreApple App Store

Disclaimer: Transaksi US Stocks mengandung risiko dan berpotensi menyebabkan kerugian. Kinerja suatu produk investasi saat ini atau di masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa datang. Informasi yang terkandung dalam tulisan/artikel ini merupakan opini yang disiapkan melalui proses riset pasar dan analisis internal perusahaan. Anda tetap berkewajiban untuk menganalisis setiap produk investasi untuk memastikan setiap keputusan investasi dan keputusan untuk menjual dan/atau membeli produk investasi adalah berdasarkan pertimbangan dan keputusan anda sendiri. Tulisan/artikel ini bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi. Kami tidak bertanggung jawab terhadap segala bentuk kerugian maupun keuntungan yang timbul dari pengambilan keputusan transaksi.

Profil Penulis

Miftahul Khaer
Miftahul Khaer

Financial Expert Ajaib

Miftahul Khaer merupakan Financial Expert di Ajaib yang memiliki pengalaman bertahun-tahun dalam mengikuti perkembangan pasar saham Amerika Serikat. Ia menyajikan analisis dan edukasi mengenai saham AS, kondisi ekonomi global, serta strategi investasi yang membantu investor memahami peluang di pasar internasional.

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!