BI Rate Tetap 5,75%, Simak 4 Instrumen Menarik di Ajaib dari RDPU hingga SBN
Afif Alfaris•October 22, 2026

Key Takeaways
- BI menahan BI Rate di 5,75% pada Oktober 2026, sementara bunga deposito 1 bulan di bank besar masih 2,25% hingga 3,00%.
- Reksa dana pasar uang di Ajaib mencatat kinerja satu tahun sekitar 4,58% hingga 5,67%. Keuntungannya bukan objek pajak bagi investor, tetapi kinerjanya tidak dijamin.
- SBR015 sudah ditutup, tetapi obligasi negara seri FR dan sukuk negara seri PBS tetap bisa dibeli kapan saja di Ajaib Bond, dengan yield SBN 10 tahun di kisaran 7,4%.
- Tabungan Ajaib memberi bunga hingga 4% yang dikreditkan harian, sedangkan RDPT menarik untuk horizon lebih panjang saat yield SBN tinggi.
BI Rate Tetap 5,75%, Apa Artinya bagi Instrumen Berisiko Rendah?
Bank Indonesia mempertahankan BI Rate di 5,75% pada Rapat Dewan Gubernur 20 hingga 21 Oktober 2026. Bagi Anda yang sedang mencari tempat menaruh dana, mulai dari reksa dana pasar uang hingga SBN ritel, keputusan BI Rate Oktober 2026 ini ikut menentukan imbal hasil yang bisa diperoleh. Berikut posisi suku bunga acuan dan pembandingnya.
Tabel 1. Suku Bunga Acuan dan Pembanding (Oktober 2026)
| Indikator | Level |
| BI Rate | 5,75% (tetap) |
| Deposit Facility | 5,00% (naik dari 4,75%) |
| Lending Facility | 6,50% (tetap) |
| Inflasi September 2026 | 3,28% (tahunan) |
| Yield SBN 10 tahun | 7,46% pada 19 Oktober, tertinggi sejak September 2022 |
| Tingkat bunga penjaminan LPS (bank umum) | 3,75% |
| Deposito 1 bulan bank besar | 2,25% hingga 3,00% (BBCA, BBRI, BMRI, BBNI) |
*Deposit Facility dan Lending Facility adalah bunga simpanan dan pinjaman bank di BI, sedangkan LPS adalah Lembaga Penjamin Simpanan. Bunga deposito adalah bunga papan per September 2026.
Mengapa BI Menahan Suku Bunga tetapi Menaikkan Deposit Facility
BI menahan suku bunga acuan untuk keempat kalinya berturut-turut, setelah menaikkan BI Rate total 100 basis poin (1 poin persentase) sepanjang 2026. Keputusan ini diambil saat rupiah bergerak di kisaran Rp18.000 per dolar AS, di tengah tekanan pasar keuangan dan arus keluar dana asing setelah isu MSCI.
Kenaikan Deposit Facility mempersempit koridor bunga BI menjadi 5,00% hingga 6,50%. Bank kini mendapat bunga lebih tinggi saat menaruh kelebihan dana di BI, sehingga bunga pasar uang antarbank cenderung terangkat. Instrumen yang mengikuti bunga pasar uang, seperti reksa dana pasar uang, berpotensi merasakan efeknya lebih dulu dibanding deposito ritel.
Imbal Hasil Riil, Ukuran yang Lebih Tepat
Ukuran yang lebih tepat adalah imbal hasil riil, yaitu imbal hasil bersih setelah pajak dikurangi inflasi. Deposito 1 bulan berbunga 3,00%, misalnya, menghasilkan sekitar 2,40% setelah pajak bunga 20%, atau 0,88 poin persentase di bawah inflasi 3,28%.
Ruang bank menaikkan bunga deposito juga terbatas, karena simpanan dengan bunga di atas tingkat bunga penjaminan LPS tidak memenuhi syarat penjaminan. Di sisi lain, yield obligasi negara di pasar sekunder bertahan di kisaran 7,4%, jauh di atas bunga deposito. Kondisi ini membuat sebagian investor mempertimbangkan alternatif selain deposito.
Skenario Arah Suku Bunga dan Dampaknya
Sebelum RDG, survei Bloomberg terhadap 38 ekonom menunjukkan pandangan yang terbelah, yaitu 19 memperkirakan kenaikan dan 19 memperkirakan suku bunga ditahan. Dampak umum tiap skenario terangkum berikut.
Tabel 2. Dampak Skenario BI Rate ke Instrumen Berisiko Rendah
| Skenario | Reksa dana pasar uang | Obligasi FR dan sukuk PBS | Reksa dana pendapatan tetap |
| BI Rate naik | Imbal hasil cenderung naik bertahap | Harga turun, tetapi pembeli baru mendapat yield lebih tinggi | Nilai tertekan dalam jangka pendek |
| BI Rate tetap | Relatif stabil | Bergantung arah yield pasar | Bergantung arah yield SBN |
| BI Rate turun | Imbal hasil cenderung turun | Harga berpotensi naik | Nilai berpotensi naik |
*Arah dampak bersifat umum dan bergantung pada kondisi pasar.
Faktor yang perlu dipantau adalah rupiah, inflasi Oktober yang rilis awal November, dan keputusan The Fed 28 Oktober waktu AS.
Baca juga: Breaking News! BI Rate September 2026 Tetap 5,75%
Empat Instrumen Menarik di Ajaib setelah BI Rate Tetap 5,75%
Ada empat instrumen di Ajaib yang bisa Anda pertimbangkan, masing-masing dengan karakter imbal hasil, risiko, dan likuiditas berbeda.
1. Reksa Dana Pasar Uang, Tempat Parkir Dana yang Cepat Cair
Reksa dana pasar uang menempatkan dana di deposito dan surat utang bertenor di bawah satu tahun. Kinerja satu tahun produk pada halaman kategori Pasar Uang di Ajaib berkisar 4,58% hingga 5,67%, dan angka itu sudah dikurangi biaya pengelolaan. Keuntungan reksa dana juga bukan objek pajak bagi investor, sehingga kinerja yang tercatat sudah mencerminkan hasil bersih.
Meski fluktuasinya rendah, kinerjanya tidak dijamin. Pencairan umumnya selesai dalam beberapa hari bursa, dengan batas maksimal tujuh hari bursa, dan Ajaib menyediakan kategori Pencairan Instan untuk produk tertentu. Karakter ini sesuai untuk dana darurat atau dana yang sementara belum dipakai untuk trading.

Anda dapat membandingkan kinerja, dana kelolaan, dan drawdown (penurunan nilai terdalam) setiap produk sebelum memilih.
2. Tabungan Ajaib, Bunga hingga 4% yang Dikreditkan Harian
Tabungan Ajaib merupakan hasil kerja sama Ajaib dengan Bank Sahabat Sampoerna, bank yang berizin dan diawasi OJK serta BI dan menjadi peserta LPS. Sebagai tabungan bunga harian, produk ini menawarkan bunga hingga 4% per tahun yang dikreditkan setiap hari, tanpa biaya administrasi bulanan. Penjaminan simpanan mengikuti ketentuan LPS, termasuk batas saldo hingga Rp2 miliar per nasabah per bank dan tingkat bunga penjaminan yang berlaku.
Bagi trader, keunggulannya ada pada perpindahan dana. Penarikan dana dari RDN (rekening dana nasabah) dan transfer ke bank lain tidak dikenai biaya, dan saldo saham maupun kripto yang menganggur dapat dipindahkan otomatis ke Tabungan Ajaib. Perlu dicatat, bunga tabungan untuk saldo di atas Rp7,5 juta dikenai pajak final 20%, dan benefit mengikuti syarat dan ketentuan produk.
3. Obligasi FR dan Sukuk PBS di Ajaib Bond, Mengunci Yield yang Tinggi
Masa penawaran SBN ritel SBR015 berakhir 22 Oktober 2026 pukul 10.00 WIB, dan seri ritel berikutnya, ST017, direncanakan dibuka 6 November hingga 2 Desember 2026. Sambil menunggu, Anda dapat membeli SBN di pasar sekunder lewat Ajaib Bond, yaitu obligasi negara seri FR (fixed rate) dan sukuk negara seri PBS (Project Based Sukuk). Keduanya sama-sama dijamin negara, dengan perbedaan yang terangkum berikut.
Tabel 3. SBN Ritel vs Obligasi FR dan Sukuk PBS di Ajaib Bond
| Aspek | SBN ritel (contoh SBR015) | Obligasi FR dan sukuk PBS di Ajaib Bond |
| Ketersediaan | Hanya saat masa penawaran | Bisa dibeli dan dijual kapan saja di aplikasi |
| Kupon | Mengambang dengan batas bawah, 6,75% hingga 6,85% | Tetap sepanjang tenor, dibayar setiap enam bulan |
| Imbal hasil saat membeli | Sama dengan kupon | Bergantung harga beli, yield acuan 10 tahun di kisaran 7,4% |
| Pajak | Final 10% atas kupon | Final 10% atas kupon dan keuntungan selisih harga |
| Likuiditas | Tidak bisa diperdagangkan, pencairan awal terbatas | Dapat dijual sebelum jatuh tempo pada harga pasar |
*Satuan pembelian di Ajaib Bond adalah Rp1 juta nilai pokok per unit. Kupon dihitung harian, sehingga bunga berjalan tetap Anda terima saat menjual sebelum tanggal kupon. Yield tiap seri berbeda sesuai tenor.
Saat yield tinggi, membeli FR atau PBS berarti mengunci imbal hasil yang relatif besar hingga jatuh tempo. Namun, harga di pasar sekunder bergerak berlawanan dengan yield, sehingga nilai obligasi bisa turun bila yield naik lagi dan kerugian terealisasi jika dijual sebelum jatuh tempo.

Anda dapat mengurutkan seri FR dan PBS berdasarkan yield, kupon, atau jatuh tempo di Ajaib Bond sebelum membeli.
4. Reksa Dana Pendapatan Tetap, Memanfaatkan Yield SBN yang Tinggi
Kenaikan yield SBN akibat premi risiko setelah isu MSCI membuat harga obligasi turun, sehingga kinerja satu tahun RDPT (reksa dana pendapatan tetap) pada kategori Obligasi di Ajaib bervariasi dari sekitar 1,15% hingga 5,72%. Di level yield setinggi ini, kupon yang dikunci portofolio cenderung lebih tinggi, dan harga obligasi berpotensi naik bila yield turun.
Sebagai gambaran, obligasi dengan durasi (ukuran sensitivitas harga terhadap yield) 5 tahun umumnya turun sekitar 5% bila yield naik 1 poin persentase, dan naik dengan besaran serupa bila yield turun. Karena itu, RDPT umumnya lebih cocok untuk horizon 1 hingga 3 tahun.

Anda dapat membandingkan kinerja dan kebijakan investasi tiap RDPT di kategori Obligasi.
Simulasi Imbal Hasil Bersih Rp10 Juta selama Satu Tahun
Berikut simulasi hasil bersih keempat instrumen agar mudah dibandingkan.
Tabel 4. Simulasi Penempatan Rp10 Juta selama Satu Tahun
| Instrumen | Imbal hasil | Pajak | Hasil bersih per tahun | Dibanding inflasi 3,28% |
| Deposito bank besar (pembanding) | 3,00% | 20% | Sekitar Rp240 ribu | -0,88 poin |
| Tabungan Ajaib | Hingga 4,00% | 20% | Sekitar Rp320 ribu | -0,08 poin |
| Reksa dana pasar uang | 4,58% hingga 5,67% | Bukan objek pajak bagi investor | Sekitar Rp458 ribu hingga Rp567 ribu | +1,30 hingga +2,39 poin |
| Obligasi FR atau sukuk PBS | Sekitar 7,4% (yield beli) | 10% | Sekitar Rp666 ribu | +3,38 poin |
| Reksa dana pendapatan tetap | 1,15% hingga 5,72% | Bukan objek pajak bagi investor | Sekitar Rp115 ribu hingga Rp572 ribu | -2,13 hingga +2,44 poin |
*Imbal hasil reksa dana adalah kinerja satu tahun terakhir dan tidak dijamin. Estimasi FR atau PBS berlaku bila dimiliki hingga jatuh tempo pada yield beli sekitar 7,4%. Saldo tabungan hingga Rp7,5 juta tidak dikenai pajak bunga.
Selisih terbesar terlihat antara deposito dan obligasi FR atau sukuk PBS. Pada dana Rp100 juta, selisih hasil bersihnya sekitar Rp4,3 juta per tahun.
Meski begitu, imbal hasil yang lebih tinggi datang dengan konsekuensi risiko harga, karena nilai FR dan PBS bisa berubah bila dijual sebelum jatuh tempo.
Cara Memilih Instrumen sesuai Tujuan Dana
Pilihan instrumen sebaiknya dimulai dari tujuan dana, bukan dari angka imbal hasil saja. Tabel berikut dapat menjadi panduan awal.
Tabel 5. Panduan Memilih Instrumen
| Tujuan dana | Instrumen yang umumnya sesuai | Alasan |
| Rekening transit dana trading | Tabungan Ajaib | Bunga harian, transfer dan penarikan RDN tanpa biaya |
| Dana darurat dan dana parkir | Reksa dana pasar uang | Cepat cair dengan fluktuasi rendah |
| Dana menengah hingga panjang dengan kupon rutin | Obligasi FR atau sukuk PBS | Kupon tetap, dijamin negara, bisa dijual kapan saja |
| Dana 1 hingga 3 tahun yang siap menghadapi naik turun nilai | Reksa dana pendapatan tetap | Berpotensi untung saat yield turun |
*Panduan umum, bukan rekomendasi. Sesuaikan dengan profil risiko Anda.
Lengkapi Portofolio Anda bersama Ajaib
Suku bunga yang ditahan memberi ruang untuk menata ulang dana kas, lalu melengkapi portofolio dengan kelas aset lain di Ajaib berikut.
- Saham Indonesia. Eksekusi order cepat lewat Fast Trade dalam satu layar.
- Saham AS, termasuk ETF. Eksposur ke pasar global. ETF (exchange traded fund) adalah reksa dana yang diperdagangkan di bursa.
- Aset kripto. Volatilitasnya tinggi, sesuaikan porsinya dengan profil risiko.
Tata dana kas dan lengkapi diversitas portofolio Anda dengan Ajaib. Download sekarang!
Disclaimer: Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi ini melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Kinerja masa lalu reksa dana tidak menjamin kinerja masa depan. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.
Profil Penulis
Writer
-
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!