Reksa Dana

Kenali 4 Jenis Reksa Dana untuk Pemula dan Cara Memilihnya

Muhammad Razid Alvian•October 15, 2026

Key Takeaways

  • Ada empat jenis reksa dana: pasar uang, pendapatan tetap, campuran, dan saham.
  • Reksa dana pasar uang cocok dipertimbangkan untuk investasi jangka pendek dengan risiko relatif rendah.
  • Reksa dana pendapatan tetap berfokus pada obligasi, sedangkan reksa dana campuran mengombinasikan beberapa aset.
  • Reksa dana saham berisiko lebih tinggi dan umumnya ditujukan untuk investasi jangka panjang.
  • Reksa dana campuran mengombinasikan beberapa kelas aset untuk memberikan diversifikasi dalam satu produk.

Mengenal Jenis Reksa Dana dan Perbedaannya

Memilih reksa dana tidak cukup hanya dengan melihat potensi imbal hasilnya. Investor juga perlu memahami risiko, komposisi aset, dan jangka waktu investasi agar produk yang dipilih sesuai dengan tujuan investasi. Karena itu, mengenali jenis reksa dana menjadi langkah awal sebelum mulai berinvestasi.

Mengutip Bursa Efek Indonesia (BEI), terdapat empat jenis reksa dana yang perlu dipahami investor pemula, yaitu reksa dana pasar uang, pendapatan tetap, campuran, dan saham. Masing-masing memiliki karakteristik serta tingkat risiko yang berbeda.

Lantas, apa saja perbedaan keempat jenis reksa dana tersebut dan mana yang sesuai dengan kebutuhan investasimu?

Jenis-Jenis Reksa Dana untuk Pemula

Setiap reksa dana memiliki alokasi aset dan strategi pengelolaan yang berbeda. Perbedaan ini memengaruhi potensi imbal hasil, tingkat risiko, serta kesesuaiannya dengan tujuan investasi. Berikut empat jenis reksa dana yang perlu dipahami sebelum memilih produk investasi.

1.  Reksa Dana Pasar Uang (Money Market Funds)

Reksa dana pasar uang adalah jenis reksa dana yang menginvestasikan 100% dana kelolaannya pada instrumen pasar uang dalam negeri dan/atau efek utang dengan jatuh tempo atau sisa jatuh tempo tidak lebih dari satu tahun. Instrumen ini dapat mencakup deposito dan surat utang jangka pendek sesuai kebijakan investasi produk.

Karakteristik reksa dana pasar uang:

  • Risiko relatif rendah: Fluktuasi nilai umumnya lebih terbatas dibandingkan jenis reksa dana lainnya, tetapi risiko kerugian tetap ada.
  • Likuiditas relatif tinggi: Pencairan umumnya lebih fleksibel, mengikuti ketentuan produk dan waktu pemrosesan.
  • Potensi imbal hasil: Berasal dari kinerja instrumen pasar uang dan efek utang jangka pendek dalam portofolio.
  • Tujuan investasi: Pengelolaan dana jangka pendek dan pemeliharaan modal.

Karena berinvestasi pada instrumen berjangka pendek, reksa dana pasar uang umumnya memiliki fluktuasi nilai yang relatif lebih rendah dibandingkan reksa dana saham. Jenis ini dapat dipertimbangkan oleh investor yang ingin mengelola dana untuk kebutuhan jangka pendek, menyiapkan dana sebelum masuk ke instrumen lain, atau membangun kebiasaan investasi.

2. Reksa Dana Pendapatan Tetap (Fixed Income Funds)

Reksa dana pendapatan tetap merupakan jenis reksa dana yang menginvestasikan sekurang-kurangnya 80% dari Nilai Aktiva Bersih (NAB) pada efek bersifat utang, seperti obligasi pemerintah maupun korporasi, sesuai ketentuan yang berlaku.

Berbeda dengan reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap memiliki eksposur terhadap efek utang dengan karakteristik dan jangka waktu yang beragam. Nilai investasinya dapat berubah mengikuti pergerakan suku bunga, kondisi pasar obligasi, kualitas kredit penerbit, serta faktor ekonomi lainnya.

Karakteristik reksa dana pendapatan tetap:

  • Risiko relatif menengah: Umumnya lebih berfluktuasi daripada reksa dana pasar uang, tetapi risikonya bergantung pada portofolio. 
  • Sumber imbal hasil: Berasal dari kupon atau pendapatan efek utang serta perubahan harga obligasi.
  • Faktor risiko utama: Perubahan suku bunga, risiko kredit, dan likuiditas.
  • Tujuan investasi: Potensi pendapatan dan pertumbuhan nilai investasi dalam jangka menengah. 

Jenis ini dapat dipertimbangkan oleh investor yang ingin memperoleh eksposur terhadap pasar obligasi tanpa harus memilih dan mengelola setiap obligasi secara langsung. Meski demikian, investor tetap perlu memeriksa kualitas aset, durasi portofolio, biaya, dan rekam jejak pengelolaan produk. 

3. Reksa Dana Campuran (Discretionary Funds)

Reksa dana campuran adalah jenis reksa dana yang mengombinasikan investasi pada saham, efek utang, dan/atau instrumen pasar uang. Sesuai ketentuan yang berlaku, masing-masing kelompok aset tersebut memiliki batas alokasi, dan portofolio reksa dana campuran wajib mencakup efek ekuitas serta efek utang.

Kombinasi aset tersebut memungkinkan manajer investasi menyesuaikan portofolio dengan strategi produk. Saham berpotensi memberikan pertumbuhan modal, sementara obligasi dan instrumen pasar uang dapat memberikan sumber pendapatan atau membantu menyeimbangkan risiko.

Namun, diversifikasi tidak otomatis menghilangkan risiko kerugian. Ketika pasar saham dan obligasi sama-sama mengalami tekanan, NAB reksa dana campuran juga dapat turun.

Karakteristik reksa dana campuran:

  • Diversifikasi aset: Menggabungkan eksposur saham dan efek utang dalam satu produk.
  • Risiko bervariasi: Bergantung pada proporsi saham, obligasi, dan instrumen pasar uang.
  • Potensi imbal hasil: Dipengaruhi kinerja masing-masing aset dan keputusan alokasi manajer investasi.
  • Tujuan investasi: Menyeimbangkan potensi pertumbuhan modal dan pendapatan.

4. Reksa Dana Saham (Equity Funds)

Reksa dana saham merupakan jenis reksa dana yang menginvestasikan sekurang-kurangnya 80% dari NAB pada efek bersifat ekuitas, terutama saham, sesuai ketentuan yang berlaku.

Kinerja reksa dana saham sangat dipengaruhi oleh pergerakan harga saham yang menjadi bagian dari portofolionya. Ketika pasar saham menguat dan perusahaan dalam portofolio mencatatkan kinerja positif, NAB berpotensi meningkat. Sebaliknya, koreksi indeks, penurunan kinerja emiten, atau perubahan sentimen investor dapat menekan nilai investasi.

Karena volatilitasnya relatif tinggi, reksa dana saham umumnya lebih relevan untuk tujuan investasi jangka panjang. Investor perlu memiliki toleransi terhadap fluktuasi dan tidak hanya menilai produk berdasarkan imbal hasil dalam periode singkat.

Karakteristik reksa dana saham:

  • Risiko relatif tinggi: Nilai investasi dapat berfluktuasi mengikuti pergerakan pasar saham.
  • Potensi imbal hasil: Berasal dari kenaikan harga saham dan pendapatan lain yang masuk ke portofolio.
  • Faktor risiko utama: Kondisi ekonomi, suku bunga, kinerja emiten, dan sentimen pasar.
  • Tujuan investasi: Pertumbuhan modal dalam jangka panjang.

Memahami jenis reksa dana merupakan langkah awal untuk membangun kebiasaan investasi yang lebih terencana. Agar investasi berjalan lebih konsisten, kamu bisa memanfaatkan fitur Auto Beli (SIP) di Ajaib untuk menjadwalkan pembelian reksa dana secara berkala sesuai kemampuan finansial dan tujuan investasimu.

Perbandingan 4 Jenis Reksa Dana untuk Pemula

Sebelum menentukan produk, investor perlu membandingkan jenis reksa dana berdasarkan instrumen, risiko, dan tujuan investasinya. Berikut ringkasan perbedaannya.

AspekPasar UangPendapatan TetapCampuranSaham
Instrumen utama Pasar uang dan efek utang jangka pendekObligasi dan efek utangSaham dan efek utangSaham
Risiko relatifRendahMenengahBervariasiTinggi
Faktor yang memengaruhi kinerjaSuku bunga dan kualitas instrumenSuku bunga dan risiko kreditKinerja saham dan obligasiHarga saham dan kondisi pasar
Horizon umumPendekMenengahMenengah-panjangPanjang
Fokus investasiStabilitas relatifPendapatan dan pertumbuhan nilaiDiversifikasi asetPertumbuhan modal

Catatan: Tingkat risiko dan horizon investasi pada tabel merupakan gambaran umum, bukan klasifikasi yang menjamin hasil investasi. Sesuaikan keputusan dengan prospektus dan profil risiko masing-masing produk.

Cara Memilih Jenis Reksa Dana yang Sesuai untuk Pemula

Setelah memahami empat jenis reksa dana, langkah berikutnya adalah menentukan produk yang sesuai dengan kebutuhan. Investor dapat mempertimbangkan beberapa hal berikut.

  1. Tentukan tujuan investasi.
    Bedakan dana untuk kebutuhan jangka pendek, tujuan keuangan menengah, dan pertumbuhan kekayaan jangka panjang.
  2. Sesuaikan dengan profil risiko.
    Investor yang tidak nyaman menghadapi fluktuasi besar dapat mempertimbangkan produk dengan risiko relatif lebih rendah. Sebaliknya, investor yang mampu menghadapi volatilitas dapat mengevaluasi produk dengan eksposur saham lebih besar.
  3. Perhatikan horizon investasi.
    Pastikan jangka waktu investasi sesuai dengan karakteristik aset dalam portofolio. Hindari menempatkan dana yang segera dibutuhkan pada instrumen dengan fluktuasi tinggi.
  4. Evaluasi kinerja dan portofolio.
    Periksa kinerja historis dalam beberapa periode, komposisi aset, dana kelolaan, biaya, dan konsistensi strategi manajer investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil pada masa depan.
  5. Baca prospektus dan fund fact sheet.
    Dokumen ini membantu investor memahami kebijakan investasi, risiko, biaya, serta karakteristik produk sebelum membeli.

Mulai Investasi Reksa Dana di Ajaib

Ingin memahami cara kerja, risiko, dan strategi memilih produk sebelum mulai berinvestasi? Pelajari reksadana di Ajaib untuk mengenali berbagai pilihan produk dan mempertimbangkan kesesuaiannya dengan tujuan investasi.

Download Ajaib dan pilih produk reksa dana yang sesuai dengan profil risiko serta kebutuhanmu.

Google Play StoreApple App Store

Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi  ini melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!