Reksa Dana

NAB, Risiko, dan Biaya Reksa Dana: 3 Hal Penting Sebelum Investasi

Muhammad Razid Alvian•October 15, 2026

Key Takeaways

  • NAB menunjukkan nilai aset reksa dana setelah dikurangi kewajibannya, sedangkan NAB per unit penyertaan menunjukkan nilai setiap unit.
  • Risiko reksa dana mencakup risiko pasar, likuiditas, kredit, suku bunga, dan pengelolaan.
  • Biaya reksa dana dapat meliputi biaya pembelian, penjualan kembali, pengalihan, serta biaya pengelolaan dan kustodian.
  • Pemilihan reksa dana sebaiknya didasarkan pada profil risiko, tujuan investasi, horizon waktu, dan informasi dalam prospektus serta fund fact sheet.

3 Hal Penting Sebelum Mulai Investasi Reksa Dana

Reksa dana dapat menjadi alternatif investasi bagi investor pemula maupun berpengalaman. Namun, sebelum memilih produk, ada tiga aspek penting yang perlu dipahami, yaitu Nilai Aktiva Bersih (NAB), risiko reksa dana, dan biaya reksa dana. Ketiganya berkaitan dengan nilai investasi, potensi keuntungan atau kerugian, serta hasil bersih yang dapat diperoleh.

Dengan memahami NAB, risiko, dan biaya reksa dana, investor dapat membandingkan produk secara lebih objektif. Pemahaman ini juga membantu investor memilih reksa dana yang sesuai dengan tujuan keuangan, jangka waktu investasi, dan toleransi risiko.

Apa Itu NAB Reksa Dana dan Bagaimana Cara Menghitungnya?

Nilai Aktiva Bersih (NAB) adalah nilai seluruh aset reksa dana setelah dikurangi kewajiban yang harus dibayar. Aset tersebut dapat berupa saham, obligasi, deposito, dan instrumen investasi lainnya, bergantung pada kebijakan investasi masing-masing produk.

Dalam praktiknya, investor juga perlu memahami NAB per unit penyertaan. Nilai ini diperoleh dengan membagi NAB total dengan jumlah unit penyertaan yang beredar. NAB per unit digunakan untuk menentukan nilai unit yang diperoleh ketika membeli reksa dana dan nilai investasi ketika melakukan penjualan kembali.

Perbedaan NAB dan NAB per Unit Penyertaan

Kedua istilah tersebut berkaitan, tetapi memiliki fungsi berbeda.

  • NAB total: Menggambarkan nilai keseluruhan aset bersih suatu reksa dana.
  • NAB per unit: Menunjukkan nilai setiap unit penyertaan reksa dana pada waktu tertentu.

Sebagai contoh, sebuah reksa dana memiliki NAB total Rp100 miliar dan 50 juta unit penyertaan yang beredar. Perhitungan NAB per unitnya adalah:

NAB per unit = NAB total ÷ jumlah unit penyertaan

Dengan demikian, NAB per unit reksa dana tersebut adalah Rp2.000.

Nilai NAB per unit dapat berubah seiring pergerakan harga aset dalam portofolio dan perubahan kewajiban reksa dana. Karena itu, investor dapat memantau perubahan NAB per unit untuk mengetahui perkembangan nilai investasinya.

Apakah NAB per Unit yang Lebih Tinggi Berarti Reksa Dana Lebih Mahal?

Tidak. NAB per unit yang tinggi tidak otomatis menunjukkan bahwa suatu produk reksa dana lebih mahal atau memiliki kinerja lebih baik daripada produk dengan NAB per unit lebih rendah.

Misalnya, investor A membeli reksa dana dengan NAB per unit Rp1.000, sedangkan investor B membeli produk lain dengan NAB per unit Rp2.000. Jika keduanya menginvestasikan Rp1 juta sebelum biaya, investor A memperoleh sekitar 1.000 unit, sementara investor B memperoleh sekitar 500 unit.

Perbedaan jumlah unit tersebut tidak menentukan siapa yang memperoleh keuntungan lebih besar. Hasil investasi bergantung pada persentase perubahan NAB per unit, biaya yang berlaku, dan perkembangan aset dalam portofolio.

Risiko Reksa Dana yang Perlu Dipahami Sebelum Investasi

Risiko reksa dana adalah kemungkinan nilai investasi menurun atau hasil yang diperoleh tidak sesuai dengan harapan. Meskipun dikelola oleh manajer investasi profesional, reksa dana tetap memiliki risiko dan tidak menjamin keuntungan.

Besarnya risiko dipengaruhi oleh jenis reksa dana, komposisi portofolio, kondisi pasar, kualitas aset, serta strategi pengelolaannya. Berikut lima risiko reksa dana yang perlu dipahami sebelum berinvestasi.

1. Risiko Pasar
Risiko pasar terjadi ketika harga instrumen investasi dalam portofolio mengalami penurunan akibat perubahan kondisi ekonomi, sentimen investor, atau pergerakan pasar keuangan.

Sebagai contoh, ketika harga saham terkoreksi, NAB reksa dana saham yang memiliki eksposur terhadap saham tersebut dapat ikut menurun. Hal serupa dapat terjadi pada reksa dana pendapatan tetap ketika harga obligasi dalam portofolionya melemah.

2. Risiko Likuiditas

Risiko likuiditas berkaitan dengan kemampuan menjual aset pada harga yang wajar atau memenuhi kebutuhan pencairan investasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam kondisi pasar tertentu, aset dalam portofolio reksa dana mungkin lebih sulit dijual. Kondisi tersebut dapat memengaruhi pengelolaan likuiditas produk.

3. Risiko Kredit atau Gagal Bayar
Risiko kredit terjadi ketika penerbit efek utang tidak mampu memenuhi kewajiban pembayaran pokok atau kupon sesuai ketentuan.

Risiko ini relevan bagi reksa dana yang berinvestasi pada obligasi korporasi atau instrumen utang lainnya. Jika kualitas kredit penerbit memburuk, harga obligasi dapat turun dan memengaruhi NAB reksa dana yang memilikinya.

4. Risiko Suku Bunga

Perubahan suku bunga dapat memengaruhi harga obligasi. Secara umum, kenaikan suku bunga pasar cenderung menekan harga obligasi yang sudah beredar, sedangkan penurunan suku bunga dapat mendukung kenaikan harganya.

Dampaknya terhadap reksa dana pendapatan tetap bergantung pada durasi obligasi, komposisi portofolio, dan kondisi pasar. Reksa dana yang memiliki eksposur lebih besar terhadap obligasi berdurasi panjang umumnya lebih sensitif terhadap perubahan suku bunga.

Bagaimana Cara Menyesuaikan Risiko Reksa Dana?

Salah satu langkah awal dalam mengelola risiko adalah memilih jenis reksa dana berdasarkan tujuan keuangan, jangka waktu investasi, dan toleransi terhadap fluktuasi nilai.

Jenis Reksa DanaRisiko RelatifPertimbangan
Pasar uangRelatif rendahKebutuhan jangka pendek dan stabilitas relatif
Pendapatan tetapRelatif menengahRisiko suku bunga dan kualitas kredit
CampuranBervariasiProporsi saham dan efek utang
SahamRelatif tinggiVolatilitas pasar dan horizon jangka panjang

Klasifikasi tersebut merupakan gambaran umum. Risiko aktual dapat berbeda antarp produk dalam kategori yang sama, tergantung isi portofolio dan strategi pengelolaannya.

Biaya Reksa Dana yang Perlu Diperhitungkan Investor

Selain NAB dan risiko, biaya reksa dana perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi hasil bersih investasi. Setiap produk dapat memiliki struktur biaya berbeda, bergantung pada ketentuan dalam prospektus dan kanal transaksi yang digunakan.

Secara umum, biaya yang berkaitan dengan reksa dana mencakup biaya transaksi yang mungkin dibebankan kepada investor serta biaya pengelolaan dan operasional produk. Tidak semua jenis biaya selalu dikenakan pada setiap produk atau transaksi. Berikut beberapa jenis biaya reksa dana yang perlu diketahui.

1. Biaya Pembelian (Subscription Fee)

Biaya pembelian adalah biaya yang dapat dikenakan ketika investor membeli unit penyertaan reksa dana. Besarnya bergantung pada ketentuan produk dan kanal transaksi yang digunakan.

2. Biaya Penjualan Kembali (Redemption Fee)
Biaya penjualan kembali adalah biaya yang mungkin dikenakan ketika investor mencairkan unit penyertaan reksa dana.

3. Biaya Pengalihan (Switching Fee)
Biaya pengalihan merupakan biaya yang dapat dikenakan ketika investor memindahkan investasi dari satu produk reksa dana ke produk lainnya melalui fasilitas pengalihan.

4. Biaya Pengelolaan dan Bank Kustodian 

Biaya pengelolaan merupakan imbalan bagi manajer investasi yang mengelola portofolio reksa dana. Sementara itu, biaya bank kustodian berkaitan dengan fungsi penyimpanan aset dan administrasi reksa dana.

Cara Memeriksa Biaya Reksa Dana Sebelum Membeli

Sebelum membeli produk, investor dapat melakukan beberapa langkah berikut:

  • Periksa biaya pembelian, penjualan kembali, dan pengalihan dalam prospektus.
  • Pahami biaya pengelolaan dan kustodian serta bagaimana biaya tersebut diperhitungkan.
  • Bandingkan biaya produk dengan karakteristik, strategi, dan kinerjanya.
  • Evaluasi hasil investasi setelah memperhitungkan biaya yang berlaku.

Ingin mengenal karakteristik berbagai produk reksa dana sebelum menentukan pilihan? Pelajari jenis dan cara kerja reksa dana agar kamu dapat membandingkan produk berdasarkan kebutuhan keuangan dan profil risiko.

Cara Mengevaluasi NAB, Risiko, dan Biaya Sebelum Membeli Reksa Dana

Memahami ketiga aspek tersebut akan lebih bermanfaat jika diterapkan saat membandingkan produk. Investor dapat menggunakan langkah berikut sebagai panduan awal.

  1. Tentukan tujuan dan jangka waktu investasi. Pisahkan kebutuhan jangka pendek dari dana yang dialokasikan untuk tujuan jangka panjang.
  2. Bandingkan kinerja berdasarkan periode yang sama. Perhatikan perubahan NAB per unit dan kinerja historis, tanpa menganggap hasil masa lalu sebagai jaminan keuntungan.
  3. Periksa komposisi portofolio. Kenali aset yang dimiliki reksa dana dan faktor yang dapat memengaruhi nilainya.
  4. Evaluasi struktur biaya. Periksa biaya transaksi dan pengelolaan untuk memahami dampaknya terhadap hasil investasi.
  5. Baca prospektus dan fund fact sheet. Gunakan dokumen tersebut untuk memahami kebijakan investasi, risiko, biaya, dan informasi penting lainnya sebelum membeli produk.

Langkah ini membantu investor membandingkan reksa dana secara lebih menyeluruh, bukan hanya berdasarkan NAB per unit atau imbal hasil yang terlihat menarik.

Mulai Investasi Reksa Dana di Ajaib

Setelah memahami NAB, risiko, dan biaya reksa dana, langkah berikutnya adalah membangun kebiasaan investasi yang sesuai dengan kemampuan finansial. Salah satu pendekatan yang dapat dipertimbangkan adalah investasi berkala, sehingga pembelian tidak hanya bergantung pada keputusan sesaat atau kondisi pasar.

Coba fitur Auto Beli (SIP) di Ajaib untuk menjadwalkan pembelian reksa dana secara berkala sesuai ketentuan fitur dan produk yang tersedia. Download Ajaib dan mulai investasi reksa dana dari Rp10.000 untuk membangun kebiasaan investasi secara bertahap sesuai tujuan keuanganmu.

Google Play StoreApple App Store

Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi  ini melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!