Ajaib
Menu

Investor Saham Pemula

Cara Investasi Saham untuk Pemula: Panduan Lengkap dari Buka Akun hingga Beli Saham Pertama

TikaJune 24, 2026

blue-chip

Key Takeaway

  • Membuka akun saham di Indonesia sepenuhnya online — prosesnya bisa selesai dalam hitungan menit dari smartphone.
  • Sebelum beli saham pertama, pastikan kamu sudah punya tujuan investasi dan pahami profil risiko diri sendiri.
  • Mulai dari modal kecil dan investasi secara rutin (DCA) jauh lebih efektif daripada menunggu ‘waktu yang tepat’ untuk masuk.

Memahami teori investasi saham adalah langkah pertama. Tapi banyak orang terjebak di sini dan tidak pernah benar-benar memulai. Panduan ini dirancang untuk memandu kamu melewati setiap langkah praktis — dari persiapan, buka akun, verifikasi, top up, hingga transaksi saham pertama.

Belum mengenal dasar-dasar saham? Baca dulu: Saham untuk Pemula: Panduan Lengkap Memahami Investasi Saham dari Nol.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Investasi Saham?

Sebelum menekan tombol ‘beli’, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan agar pengalaman investasi pertamamu lebih terarah:

Yang Perlu DisiapkanPenjelasan
KTP (e-KTP)Wajib untuk proses verifikasi identitas saat buka akun.
NPWP (jika ada)Tidak wajib untuk buka akun, tapi mempengaruhi perhitungan pajak dividen.
Nomor Rekening BankRekening atas nama sendiri untuk pembukaan RDN (Rekening Dana Nasabah).
Smartphone/LaptopProses registrasi dan trading bisa dilakukan sepenuhnya dari perangkat mobile maupun desktop.
Dana Investasi AwalTidak perlu besar. Pisahkan dari dana darurat. Mulai dari yang kamu siap jika nilainya turun sekalipun.
Tujuan InvestasiTentukan: untuk apa? Pensiun? Beli rumah? Dana pendidikan? Tujuan menentukan strategi dan horizon waktu.

Cara Membuka Akun Saham

Membuka akun saham di Indonesia kini sepenuhnya bisa dilakukan secara online, tanpa perlu hadir ke kantor cabang. Di Ajaib, prosesnya dirancang semudah mungkin:

1.  Download Aplikasi Ajaib: Unduh aplikasi Ajaib dari Google Play Store (Android) atau App Store (iOS). Tersedia juga versi web di ajaib.co.id.

2.  Klik ‘Daftar’ dan Masukkan Email: Gunakan email aktif yang sering kamu cek. Email ini akan digunakan untuk login dan notifikasi transaksi.

3.  Isi Data Diri: Masukkan nama lengkap sesuai KTP, nomor KTP, tanggal lahir, dan informasi pribadi lainnya.

4.  Isi Data Keuangan & Profil Risiko: Jawab beberapa pertanyaan tentang pekerjaan, penghasilan, tujuan investasi, dan toleransi risiko. Ini untuk menentukan profil investor yang sesuai.

5.  Pilih Bank untuk RDN: Rekening Dana Nasabah (RDN) akan dibuka di bank mitra. Dana investasimu disimpan di sini, bukan di Ajaib langsung.

Cara Verifikasi Akun dan Aktivasi RDN

Setelah data diri diisi, kamu perlu melakukan verifikasi identitas sebelum akun bisa aktif untuk trading:

1.  Upload Foto KTP: Ambil foto KTP yang jelas, tidak buram, dan semua teks terbaca. Pastikan tidak ada bayangan yang menutupi.

2.  Selfie dengan KTP: Foto wajahmu sambil memegang KTP untuk konfirmasi identitas. Pastikan wajah dan KTP terlihat jelas.

3.  Tanda Tangan Digital: Buat tanda tangan menggunakan layar smartphone atau touchpad laptop.

4.  Verifikasi Video / Liveness Check: Beberapa proses KYC memerlukan verifikasi video singkat untuk konfirmasi bahwa kamu adalah orang yang sama dengan foto KTP.

5.  Tunggu Persetujuan: Proses verifikasi biasanya selesai dalam 1–3 hari kerja. Kamu akan mendapat notifikasi email saat akun aktif.

✅  Tips Verifikasi Cepat

Siapkan KTP asli (bukan fotokopi) di tempat yang terang. Hindari kilatan atau backlight yang berlebihan saat memfoto KTP. Tanda tangan digital harus mirip dengan tanda tangan di KTP.

Cara Top Up Dana Investasi

Setelah akun aktif dan RDN dibuka, kamu perlu mentransfer dana ke RDN sebelum bisa membeli saham:

1.  Lihat Nomor Rekening RDN: Di aplikasi Ajaib, buka menu Portfolio atau Deposit. Nomor RDN-mu akan tertera di sana.

2.  Transfer dari Bank Manapun: Lakukan transfer bank biasa (ATM, mobile banking, internet banking) ke nomor rekening RDN tersebut. Masukkan nomor RDN sebagai nomor tujuan transfer.

3.  Konfirmasi di Aplikasi: Beberapa broker memerlukan konfirmasi manual di aplikasi setelah transfer. Di Ajaib, dana biasanya otomatis masuk dalam beberapa menit hingga 1 hari kerja.

Tidak Ada Minimum Deposit di Ajaib
Kamu bisa top up berapa saja sesuai kemampuan. Pastikan jumlahnya cukup untuk membeli minimal 1 lot saham yang kamu incar.

Cara Beli Saham untuk Pemula (Step-by-Step)

Ini adalah bagian yang paling ditunggu-tunggu. Setelah akun terverifikasi dan dana sudah masuk RDN, kamu siap membeli saham pertama:

1.  Buka Menu ‘Saham’ di Aplikasi Ajaib: Dari halaman utama, tap ikon atau menu ‘Saham’ untuk masuk ke pasar saham Indonesia.

2.  Cari Saham yang Ingin Dibeli: Gunakan fitur Search dan ketikkan nama atau kode saham (contoh: ‘BBCA’ atau ‘Bank BCA’). Kamu juga bisa browse berdasarkan sektor atau indeks.

3.  Pelajari Halaman Detail Saham: Baca harga saat ini, grafik harga historis, informasi perusahaan, dan data keuangan dasar. Pastikan kamu memahami bisnis perusahaan tersebut.

4.  Klik ‘Beli’: Tap tombol Beli di halaman detail saham.

5.  Tentukan Harga dan Jumlah Lot: Masukkan harga yang kamu mau bayar (Limit Order) atau pilih Harga Pasar (Market Order). Tentukan jumlah lot yang ingin dibeli.

6.  Konfirmasi dan Submit Order: Review kembali detail pesanan — saham, harga, jumlah, dan total dana. Masukkan PIN keamanan untuk konfirmasi, lalu Submit.

7.  Order Masuk Antrian: Jika kamu menggunakan Limit Order, pesananmu akan masuk antrian dan menunggu ada penjual di harga tersebut. Jika ada, order akan otomatis tereksekusi.

8.  Cek Portofolio: Setelah order tereksekusi, saham akan muncul di bagian Portofolio-mu. Selamat — kamu kini resmi menjadi investor saham!

Cara Memilih Saham Pertama

Salah satu pertanyaan paling umum dari investor pemula: ‘Saham apa yang harus dibeli pertama kali?’ Tidak ada jawaban tunggal, tapi ada kerangka berpikir yang bisa membantu:

Kriteria PemilihanPenjelasan Praktis
Pilih bisnis yang kamu pahamiLebih mudah menganalisis perusahaan yang kamu gunakan produk/jasanya sehari-hari. Bank yang kamu pakai, toko yang kamu kunjungi, dsb.
Periksa rekam jejak keuanganCari perusahaan dengan pertumbuhan pendapatan dan laba yang konsisten minimal 3 tahun terakhir.
Likuiditas tinggi (untuk pemula)Pilih saham yang volume transaksinya besar — lebih mudah dibeli dan dijual. Contoh: saham LQ45 atau IDX30.
Valuasi yang masuk akalBandingkan PER (Price-to-Earnings Ratio) dengan rata-rata industri. PER sangat tinggi berarti saham sudah mahal.
Hindari saham gorenganSaham dengan harga sangat murah dan volume tidak wajar seringkali manipulatif. Sangat berbahaya untuk pemula.

💡Saran untuk Pemula Mutlak
Untuk saham pertama, pertimbangkan saham blue chip yang stabil seperti saham-saham perbankan besar (BBCA, BBRI, BMRI), konsumer (ICBP, MYOR), atau telekomunikasi (TLKM). Mereka mudah dianalisis, likuid, dan lebih tahan terhadap volatilitas jangka pendek.

Cara Memantau Portofolio Saham

Setelah membeli saham, kamu perlu memantau perkembangan portofolio secara berkala — tapi tidak perlu setiap jam. Berikut yang perlu dipantau:

Apa yang DipantauArtinya
Nilai Portofolio (Portfolio Value)Total nilai semua saham yang kamu miliki berdasarkan harga saat ini. Berubah setiap hari pasar buka.
Unrealized P&LKeuntungan atau kerugian yang belum direalisasikan (belum kamu jual). Ini hanya ‘di atas kertas’ sampai kamu jual.
Return Portofolio (%)Persentase pertumbuhan portofoliomu dibandingkan modal awal. Bandingkan dengan IHSG sebagai benchmark.
Kinerja per SahamCek setiap saham: apakah fundamentalnya masih baik? Ada perubahan berita signifikan? Apakah thesis investasi masih berlaku?
Dividen yang MasukJika sahammu membayar dividen, pantau kapan tanggal cum dividend dan kapan dana masuk ke RDN-mu.

Frekuensi yang disarankan untuk pemula: review portofolio seminggu sekali atau saat ada berita besar terkait perusahaan yang kamu pegang. Jangan terlalu sering — ini bisa memicu keputusan emosional.

Risiko yang Perlu Diketahui Sebelum Membeli Saham

Tidak ada investasi tanpa risiko — termasuk saham. Berikut risiko utama yang harus kamu sadari sebelum mulai:

⚠️  Risiko Pasar (Market Risk): Harga seluruh pasar saham bisa turun bersamaan karena faktor ekonomi, geopolitik, atau krisis global. Contoh: pandemi COVID-19 (2020) membuat IHSG turun ~30% dalam hitungan minggu.

⚠️  Risiko Emiten (Company Risk): Perusahaan bisa mengalami masalah bisnis, skandal, atau bahkan bangkrut. Ini bisa membuat sahamnya turun drastis atau bahkan delisting dari BEI.

⚠️  Risiko Likuiditas: Beberapa saham kecil bisa sangat sulit dijual karena tidak ada pembeli di pasar. Ini berarti kamu tidak bisa keluar dari posisi kapanpun kamu mau.

⚠️  Risiko Psikologis: Investor pemula sering membuat keputusan berbasis emosi — panik jual saat harga turun, atau FOMO beli saat harga sudah sangat tinggi. Ini salah satu risiko terbesar.

Cara Mengelola Risiko

  • Diversifikasi: jangan taruh semua modal di 1 saham atau 1 sektor.
  • Investasi jangka panjang: beri waktu portofolio untuk pulih dari volatilitas jangka pendek.
  • Hanya investasikan dana yang tidak akan dibutuhkan dalam 1–3 tahun ke depan.
  • Terus belajar: semakin kamu pahami investasi, semakin baik keputusanmu.

Mulai Investasi Saham di Ajaib!

Ajaib adalah aplikasi investasi all-in-one, mulai dari Saham Indonesia, reksadana, obligasi, kripto, hingga saham Amerika. Ajaib hadir untuk memberikan pengalaman investasi yang lebih cepat, aman, dan handal. Yuk mulai berinvestasi di beragam instrumen di Ajaib. Proses pendaftarannya mudah dan 100% online.

Google Play StoreApple App Store

FAQ — Pertanyaan Umum tentang Cara Investasi Saham  

Q: Berapa lama proses buka akun saham di Ajaib?

A: Registrasi dan upload dokumen bisa selesai dalam 10–15 menit. Proses verifikasi akun biasanya 1–3 hari kerja. Setelah disetujui, RDN langsung aktif dan bisa langsung top up.

Q: Apakah saya perlu NPWP untuk buka akun saham?

A: NPWP tidak wajib untuk membuka akun. Namun jika kamu tidak punya NPWP, pajak dividen yang dikenakan lebih tinggi (20% vs 10%). Sangat dianjurkan untuk memiliki NPWP.

Q: Berapa biaya transaksi saham di Ajaib?

A: Biaya sudah termasuk biaya broker, biaya levy BEI/KPEI/KSEI (0,433%), PPN 12%, dan PPh final jual (0,1%). Cek detail simulasi biaya di halaman produk Ajaib.

Q: Apakah dana di RDN saya aman?

A: Ya. Dana di RDN disimpan terpisah dari dana operasional broker di bank mitra yang teregulasi. Broker tidak bisa menggunakan dana ini untuk keperluan sendiri.

Q: Bagaimana jika saya rugi di saham — apakah bisa minta bantuan Ajaib?

A: Kerugian akibat penurunan harga pasar adalah risiko investasi yang ditanggung nasabah. Ajaib menyediakan berbagai materi edukasi untuk membantu kamu mengambil keputusan yang lebih baik.

Q: Bisakah saya jual saham kapanpun saya mau?

A: Ya, selama pasar saham buka (Senin–Jumat, pukul 09.00–16.15 WIB, kecuali hari libur). Saham blue chip biasanya sangat mudah dijual karena selalu ada pembeli.

Artikel Terkait

Panduan Cara Memilih Investasi di Pasar Modal
Panduan Cara Memilih Investasi di Pasar Modal
Investor Saham Pemula10 bulan yang lalu
Reksa Dana Vs Saham: Mana yang Lebih Cocok untuk Kamu?
Reksa Dana Vs Saham: Mana yang Lebih Cocok untuk Kamu?
Investor Saham Pemula10 bulan yang lalu
Risiko Investasi Saham dan Cara Mengelolanya
Risiko Investasi Saham dan Cara Mengelolanya
Investor Saham Pemulasetahun yang lalu

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!