Ajaib
Menu

Berita

IHSG Masih Tertekan, Lo Kheng Hong Gencar Borong Saham dan Koleksi Dividen!

SalsabillaJune 5, 2026

IHSG Masih Tertekan, Lo Kheng Hong Gencar Borong Saham dan Koleksi Dividen!

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berada dalam tekanan sepanjang 2026. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup di level 5.839 pada perdagangan Kamis, 4 Juli 2026, yang mencerminkan penurunan sekitar 33,25% sejak awal tahun. Kondisi ini memicu kekhawatiran di kalangan pelaku pasar seiring berlanjutnya volatilitas di pasar saham domestik. Di tengah sentimen negatif tersebut, investor kawakan Lo Kheng Hong justru melihat situasi saat ini sebagai peluang investasi. Menurutnya, pelemahan harga saham-saham unggulan akibat keluarnya dana asing dari pasar Indonesia dapat menjadi momentum untuk mengakumulasi saham dengan valuasi yang lebih menarik.

Pandangan Lo Kheng Hong terhadap Koreksi IHSG

Lo Kheng Hong menyebut kondisi pasar saat ini sebagai “hujan emas” di Bursa Efek Indonesia. Menurutnya, ketika dana asing keluar dan harga saham-saham blue chip mengalami penurunan signifikan, investor justru memiliki kesempatan untuk memperoleh saham berkualitas dengan harga yang lebih murah. Dalam pernyataannya, Pak Lo bahkan mendorong investor untuk memanfaatkan momentum tersebut secara optimal. Ia mengibaratkan kondisi pasar saat ini sebagai hujan emas yang perlu ditampung menggunakan “ember besar”, menandakan keyakinannya bahwa koreksi pasar dapat membuka peluang investasi jangka panjang bagi investor yang memiliki kesiapan modal dan perspektif yang tepat.

Tabel Pergerakan IHSG dan Pandangan Lo Kheng Hong

KeteranganData
Posisi IHSG (4 Juni 2026)5.839
Koreksi YTD 202633,25%
Pandangan Lo Kheng Hong“Hujan emas” di pasar saham
Penyebab peluang munculDana asing keluar dan harga saham blue chip turun
Strategi yang disarankanMemanfaatkan koreksi untuk akumulasi saham

Saham yang Terus Dikoleksi Lo Kheng Hong

Keyakinan Lo Kheng Hong terhadap peluang investasi di tengah koreksi pasar tercermin dari aktivitas pembelian saham yang terus dilakukannya dalam beberapa bulan terakhir. Salah satu emiten yang menjadi fokus akumulasi adalah PT Salim Ivomas Pratama Tbk. (SIMP).

Beberapa aktivitas investasi Lo Kheng Hong yang tercatat antara lain:

  • PT Salim Ivomas Pratama Tbk. (SIMP)
    • Membeli 1,60 juta saham pada 29 Mei 2026.
    • Kepemilikan meningkat menjadi 5,14%.
  • PT Gajah Tunggal Tbk. (GJTL)
    • Membeli 353.500 saham pada awal Mei 2026.
    • Kepemilikan naik menjadi 233,14 juta saham atau 6,69%.
  • PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI)
    • Menjadi salah satu portofolio utama sektor perbankan.
    • Dipilih karena menawarkan dividend yield yang dinilai menarik.
  • PT ABM Investama Tbk. (ABMM)
    • Kepemilikan tercatat mencapai 155,38 juta saham atau 5,64%.
    • Berpotensi memperoleh dividen sekitar Rp15,70 miliar dari tahun buku 2025 dengan asumsi kepemilikan tidak berubah.

Selain melakukan akumulasi saham, Lo Kheng Hong juga menikmati aliran dividen dari sejumlah emiten dalam portofolionya. Salah satunya berasal dari Bank Mandiri yang memasuki jadwal pembayaran dividen pada Mei 2026. Ia juga berpotensi menerima dividen sekitar Rp15,70 miliar dari ABM Investama setelah perusahaan tersebut memutuskan pembagian dividen tunai senilai US$15,5 juta atau sekitar Rp267,06 miliar.

Isu MSCI dan Nasib Pasar Saham Indonesia

Di tengah tekanan yang dialami IHSG, pasar juga sempat diwarnai isu mengenai potensi penurunan status Indonesia dari kategori emerging market menjadi frontier market dalam indeks MSCI. Namun, Bursa Efek Indonesia menegaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial terkait penurunan status tersebut tidak benar.

Pjs. Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyatakan pihaknya optimistis Indonesia akan tetap berada dalam kelompok emerging market. Optimisme tersebut didukung berbagai langkah reformasi pasar modal yang telah dilakukan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), termasuk peningkatan transparansi data pemegang saham, penguatan tata kelola pasar, serta penyesuaian ketentuan free float.

Beberapa poin penting terkait perkembangan MSCI yang menjadi perhatian pasar:

  • MSCI membekukan rebalancing indeks saham Indonesia pada Januari 2026.
  • Indonesia diberikan waktu hingga Mei 2026 untuk melakukan berbagai perbaikan tata kelola pasar.
  • BEI dan OJK telah meluncurkan delapan reformasi pasar modal sebagai respons atas evaluasi MSCI.
  • Dalam MSCI May 2026 Index Review, tidak terdapat pengumuman terkait perubahan status Indonesia dari emerging market.
  • MSCI dijadwalkan merilis Market Accessibility Review pada Juni 2026 yang dinilai lebih substansial bagi pasar.

Market Accessibility Review pada Juni 2026 menjadi agenda yang lebih penting dibandingkan review indeks reguler karena akan memberikan gambaran lebih jelas terkait aksesibilitas pasar Indonesia dan risiko perubahan status pasar di masa mendatang.

Mulai Investasi Saham dengan Mudah di Ajaib

Pandangan Lo Kheng Hong yang melihat koreksi IHSG sebagai peluang menunjukkan bahwa pergerakan pasar tidak selalu harus dipandang sebagai ancaman. Bagi investor jangka panjang, periode pelemahan pasar sering kali menjadi momentum untuk mencari saham-saham berkualitas dengan valuasi yang lebih menarik. Jika kamu ingin mulai membangun portofolio dan mencari peluang investasi saham di tengah dinamika pasar saat ini, Ajaib menyediakan berbagai fitur yang memudahkan proses analisis dan transaksi saham secara prakti. Download aplikasi Ajaib sekarang!

Google Play StoreApple App Store

Sumber: https://premium.bisnis.com/read/20260605/656/1978533/wejangan-lo-kheng-hong-kala-pergerakan-ihsg-anjlok

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!

IHSG Masih Tertekan, Lo Kheng Hong Gencar Borong Saham dan Koleksi Dividen! - Ajaib