Ajaib
Menu

Berita

Saat Nilai Tukar Rupiah Sentuh Rp18.000/USD, Saham Tambang Diuntungkan?

SalsabillaJune 5, 2026

Saat Nilai Tukar Rupiah Sentuh Rp18.000/USD, Saham Tambang Diuntungkan?

Pelemahan nilai tukar rupiah hingga menembus level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS) berpotensi menjadi sentimen positif bagi saham tambang dan emiten eksportir. Kondisi ini dinilai dapat meningkatkan nilai pendapatan perusahaan yang diperoleh dalam denominasi dolar AS ketika dikonversi ke rupiah. Meski demikian, dampak pelemahan rupiah tidak akan dirasakan secara merata oleh seluruh emiten. Struktur biaya, komposisi utang valuta asing, hingga pergerakan harga komoditas global tetap menjadi faktor utama yang menentukan seberapa besar manfaat yang dapat diperoleh perusahaan dari depresiasi mata uang domestik.

Kinerja Ekspor Emiten Tambang Kuartal I/2026

Berikut kinerja penjualan ekspor sejumlah emiten tambang pada kuartal I/2026:

EmitenEkspor Q1 2026 (US$ juta)Ekspor Q1 2025 (US$ juta)Perubahan YoY
HRUM151,04266,63-43,35%
INCO195,11203,90-4,31%
AADI771,40931,18-17,16%
BUMI216,96192,80+12,53%
ITMG423,60356,84+18,71%

Data tersebut menunjukkan bahwa tidak semua emiten tambang mengalami peningkatan ekspor sepanjang kuartal I/2026. Meski begitu, emiten dengan porsi pendapatan ekspor yang besar tetap berpotensi memperoleh keuntungan translasi ketika rupiah melemah terhadap dolar AS.

PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) menjadi dua emiten yang mencatat pertumbuhan ekspor secara tahunan. Sementara itu, PT Harum Energy Tbk. (HRUM), PT Vale Indonesia Tbk. (INCO), dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) mencatat penurunan nilai ekspor dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Mengapa Pelemahan Nilai Tukar Rupiah Bisa Menguntungkan Saham Tambang?

Ketua Perhimpunan Analis Efek Indonesia (APEI) David Sutyanto menilai pelemahan rupiah berpotensi mendorong rotasi investasi secara selektif ke saham komoditas dan eksportir. Alasannya, emiten yang memperoleh pendapatan dalam dolar AS dapat menikmati keuntungan translasi ketika hasil penjualan dikonversi ke rupiah.

Namun manfaat tersebut akan lebih optimal bagi perusahaan yang memiliki karakteristik sebagai berikut:

  • Pendapatan mayoritas dalam dolar AS.
  • Biaya operasional lebih banyak menggunakan rupiah.
  • Memiliki utang valuta asing yang relatif rendah.
  • Belanja modal (capex) valas tidak terlalu besar.

Untuk sektor tambang, pelemahan rupiah berpotensi meningkatkan margin keuntungan dan laba bersih. Akan tetapi, faktor fundamental lain seperti harga komoditas global, volume penjualan, struktur biaya, serta kewajiban utang valas tetap menjadi penentu utama kinerja emiten.

HRUM Sebut Pelemahan Rupiah Bukan Satu-Satunya Faktor Penentu Kinerja

Manajemen PT Harum Energy Tbk. (HRUM) mengakui bahwa depresiasi rupiah dapat memberikan manfaat bagi perusahaan energi dan pertambangan. Direktur Utama HRUM Ray Antonio Gunara menjelaskan bahwa harga jual produk seperti batu bara dan nikel mengacu pada pasar global yang umumnya menggunakan mata uang asing. Di sisi lain, lebih dari 50% biaya produksi HRUM masih menggunakan rupiah. Kondisi tersebut membuat pelemahan rupiah berpotensi memberikan keuntungan karena pendapatan perusahaan sebagian besar terkait dengan mata uang asing sementara biaya masih didominasi mata uang domestik.

Meski demikian, Ray menegaskan bahwa pergerakan kurs bukan satu-satunya faktor yang memengaruhi kinerja perusahaan. Struktur biaya dan pendapatan tetap dipengaruhi berbagai faktor lain, termasuk harga komoditas global dan kondisi pasar yang terus berubah.

Pelemahan Rupiah Belum Cukup untuk Dorong Rerating Saham Tambang

Menurut David Sutyanto, pelemahan nilai tukar rupiah lebih tepat dipandang sebagai katalis jangka pendek bagi saham tambang dan eksportir. Sentimen ini memang dapat membantu meningkatkan daya tarik sejumlah emiten yang memiliki eksposur pendapatan dolar AS. Namun, pelemahan rupiah saja belum cukup kuat untuk memicu rerating valuasi sektor secara berkelanjutan. Rerating baru berpotensi terjadi apabila didukung oleh harga komoditas yang tetap kuat, prospek permintaan global yang membaik, regulasi yang jelas, serta meningkatnya kepercayaan investor terhadap pasar Indonesia.

Mulai Investasi Saham Tambang dan Sektor Potensial Lainnya di Ajaib

Pergerakan nilai tukar rupiah sering kali menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kinerja berbagai emiten, termasuk saham tambang dan perusahaan eksportir. Dengan memahami hubungan antara kurs, harga komoditas, dan fundamental perusahaan, kamu dapat mengambil keputusan yang lebih terukur dalam menyusun portofolio. Untuk memantau peluang dari berbagai sektor dan melakukan investasi saham dengan mudah, kamu bisa memanfaatkan aplikasi Ajaib. Nikmati akses ke berbagai saham pilihan, data pasar terkini, serta fitur pendukung yang membantu proses investasi menjadi lebih mudah. Download aplikasi Ajaib sekarang!

Google Play StoreApple App Store

Sumber: https://premium.bisnis.com/read/20260604/656/1978480/kurs-dolar-as-tembus-rp18000-saatnya-koleksi-saham-tambang

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!

Saat Nilai Tukar Rupiah Sentuh Rp18.000/USD, Saham Tambang Diuntungkan? - Ajaib