Emiten Emas Tertekan Usai Harga Emas Anjlok, BRMS dan MDKA Tetap Jadi Sorotan
Gloria•February 3, 2026

Tekanan di pasar logam mulia kembali mengguncang kinerja saham emiten emas. Pelemahan tajam harga emas global langsung tercermin pada pergerakan saham-saham tambang emas di Bursa Efek Indonesia, meski prospek jangka menengah sejumlah emiten masih dinilai menarik.
Saham emiten emas tertekan pada perdagangan Senin (2/2/2026) seiring koreksi tajam harga emas global. Sejumlah saham terkait emas seperti Merdeka Copper Gold (MDKA), Archi Indonesia (ARCI), Hartadinata Abadi (HRTA), hingga Bumi Resources Minerals (BRMS) kompak melemah, bahkan sebagian menyentuh auto rejection bawah (ARB). Tekanan ini muncul setelah harga emas spot anjlok tajam, memicu aksi jual di sektor logam mulia.
Tekanan Harga Emas dan Dampaknya ke Emiten Emas
Mengutip Bloomberg, harga emas spot sempat anjlok hingga 6,3% sebelum bergerak di kisaran US$4.680,76 per ons atau terkoreksi sekitar 4,4%. Pelemahan tersebut dipicu oleh sentimen global terkait nominasi Kevin Warsh sebagai calon Chairman Federal Reserve pengganti Jerome Powell. Warsh dipersepsikan pasar sebagai figur yang cenderung mendorong pengetatan moneter lebih agresif, termasuk potensi quantitative tightening (QT), sehingga menekan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.
Tekanan juga terjadi di pasar logam mulia lainnya. Harga perak bergerak sangat volatil dan sempat merosot ke kisaran US$75 per ons setelah sebelumnya menguat. Penurunan tajam ini dinilai mencerminkan posisi pasar yang terlalu padat, dengan likuiditas yang semakin terbatas akibat sikap pelaku pasar yang enggan mengambil risiko lanjutan. Kondisi tersebut membuat koreksi harga emas dan perak dinilai belum sepenuhnya berakhir.
Meski demikian, di balik tekanan jangka pendek, prospek produksi emiten emas tertentu tetap menarik untuk dicermati. BRMS menargetkan produksi emas sekitar 80.000 troy ounces pada 2026, meningkat dari target 2025. Sementara itu, MDKA melalui Tambang Emas Tujuh Bukit serta tambahan produksi dari anak usahanya Merdeka Resources (EMAS) menyiapkan ekspansi produksi emas pada 2026. Konsensus analis Bloomberg menunjukkan mayoritas analis masih merekomendasikan beli untuk saham BRMS dan MDKA, dengan potensi return yang cukup signifikan dibandingkan harga saat ini.
Cermati Peluang Investasi Emiten Emas Bersama Ajaib
Di tengah volatilitas harga emas global, investor perlu mencermati emiten emas dengan fundamental dan prospek produksi yang solid. Melalui Ajaib, kamu dapat memulai investasi saham secara praktis dan aman, sekaligus memantau peluang jangka menengah dari saham emiten emas sesuai dengan profil risiko dan strategi investasi.
Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi ini berdasarkan riset internal dan tidak dipengaruhi pihak mana pun. Informasi ini bukan merupakan ajakan atau paksaan untuk membeli atau menjual Efek tertentu. Harga saham dapat berubah secara real-time; berinvestasilah sesuai analisis dan keputusan pribadi.
Sumber: https://premium.bisnis.com/read/20260202/656/1949456/ketika-emiten-emas-mdka-arci-hrta-cs-kompak-terkapar
Artikel Terkait




Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!
