BBCA Pimpin Laba Bersih Terbesar dari Big Banks Lain, Raup Rp25,68 Triliun hingga Mei 2026
Salsabilla•July 1, 2026

Key Takeaways
- BBCA masih mencatat laba bersih terbesar di antara bank KBMI 4 dengan raihan Rp25,68 triliun hingga Mei 2026.
- Empat bank KBMI 4 membukukan laba bersih gabungan Rp78,47 triliun, naik 9,12% YoY, didukung pertumbuhan kredit dan pendapatan komisi.
- Penyaluran kredit gabungan mencapai Rp4.907,12 triliun, tumbuh 15,40% YoY, melampaui pertumbuhan kredit perbankan nasional.
BBCA Pimpin Laba Bersih Big Banks hingga Mei 2026
Kinerja bank-bank besar yang tergabung dalam kelompok KBMI 4 tetap menunjukkan pertumbuhan yang solid sepanjang Januari-Mei 2026. Empat bank dengan modal inti terbesar di Indonesia berhasil membukukan laba bersih gabungan sebesar Rp78,47 triliun, meningkat 9,12% secara tahunan (YoY). Pertumbuhan tersebut didorong oleh penyaluran kredit yang tetap kuat, peningkatan pendapatan berbasis komisi, serta kualitas aset yang masih terjaga.
Di antara empat bank tersebut, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) kembali mempertahankan posisinya sebagai bank dengan laba bersih terbesar, mengungguli bank-bank besar lainnya. Selain pertumbuhan laba, kinerja industri perbankan juga ditopang oleh ekspansi kredit yang melampaui rata-rata industri nasional serta pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang tetap solid.
Peringkat Laba Bersih Bank KBMI 4 hingga Mei 2026
Empat bank KBMI 4 masih menjadi kontributor utama industri perbankan nasional dari sisi profitabilitas. Berikut peringkat laba bersih yang dibukukan sepanjang Januari-Mei 2026.
| Bank | Laba Bersih | Pertumbuhan YoY |
|---|---|---|
| BBCA | Rp25,68 triliun | +2,07% |
| BMRI | Rp23,31 triliun | +18,64% |
| BBRI | Rp20,42 triliun | +9,53% |
| BBNI | Rp9,05 triliun | +7,06% |
Meskipun pertumbuhan laba BMRI menjadi yang tertinggi secara tahunan, BBCA tetap memimpin dari sisi nominal laba bersih. Secara keseluruhan, kinerja keempat bank menunjukkan fundamental yang tetap kuat di tengah dinamika suku bunga dan kondisi ekonomi, sehingga mampu menjaga pertumbuhan laba positif sepanjang lima bulan pertama tahun ini.
Pertumbuhan Kredit dan Pendapatan Jadi Penopang Kinerja
Selain laba yang meningkat, ekspansi kredit juga menjadi pendorong utama kinerja bank-bank KBMI 4. Hingga Mei 2026, total penyaluran kredit gabungan mencapai Rp4.907,12 triliun, tumbuh 15,40% YoY. Angka tersebut tentu jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit perbankan nasional yang berada di level 10,8% YoY, sehingga empat bank ini menguasai sekitar 56,02% total penyaluran kredit nasional.
Adapun beberapa faktor yang menopang kinerja tersebut meliputi:
- Pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) naik 6,67% YoY menjadi Rp134,43 triliun.
- Pertumbuhan didukung penurunan beban bunga sebesar 2,25% YoY, sementara pendapatan bunga meningkat 3,93% YoY.
- Pendapatan berbasis komisi meningkat 12,20% YoY.
- Kenaikan fee based income turut memperkuat pertumbuhan laba di tengah tekanan margin bunga.
- Margin bunga bersih (NIM) turun menjadi 4,76%.
- Posisi tersebut lebih rendah dibandingkan 5,06% pada periode yang sama tahun sebelumnya, mencerminkan tekanan margin di industri.
- Biaya provisi naik 5,44% YoY, tetapi Cost of Credit (CoC) tetap terjaga di 1,37%, lebih rendah dibandingkan 1,48% pada Mei 2025.
- Hal ini menunjukkan kualitas aset masih relatif sehat.
Secara keseluruhan, kombinasi pertumbuhan kredit, peningkatan pendapatan komisi, serta kualitas aset yang tetap baik menjadi faktor utama yang menjaga profitabilitas bank-bank KBMI 4.
DPK Tumbuh Kuat, Likuiditas Perbankan Tetap Terjaga
Dari sisi pendanaan, bank-bank KBMI 4 juga mencatat pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan industri. Hingga Mei 2026, Dana Pihak Ketiga (DPK) gabungan mencapai Rp5.583,53 triliun, naik 16,69% YoY. Pertumbuhan tersebut melampaui rata-rata industri perbankan nasional sebesar 10,8% YoY.
Dengan capaian tersebut, empat bank terbesar ini berhasil menghimpun sekitar 57,56% dari total DPK perbankan nasional yang mencapai Rp9.698,7 triliun. Sementara itu, kondisi likuiditas juga tetap sehat dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) gabungan sebesar 87,89%, membaik dibandingkan 88,86% pada Mei 2025. Perbaikan rasio tersebut menunjukkan kemampuan perbankan dalam menjaga keseimbangan antara penyaluran kredit dan penghimpunan dana tetap berada pada level yang relatif optimal.
Tertarik Investasi Saham Perbankan? Mulai di Ajaib
Kinerja bank-bank KBMI 4 yang tetap solid menunjukkan sektor perbankan masih menjadi salah satu penopang utama pasar saham Indonesia. Bagi kamu yang ingin mengikuti perkembangan emiten perbankan sekaligus mulai investasi saham dengan mudah, aplikasi Ajaib menyediakan akses investasi yang praktis, fitur analisis, serta informasi pasar untuk membantu pengambilan keputusan investasi. Download aplikasi Ajaib di Play Store & App Store sekarang!
Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko. Pastikan Anda melakukan analisis mendalam sebelum mengambil keputusan investasi.
Sumber: https://investor.id/market/444427/bankbank-besar-raup-laba-rp-784triliun-bca-tetap-urutan-satu
Artikel Terkait




Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!
