Ajaib
Menu

Berita

Periode Offering IPO BACH Resmi Diundur ke 2-6 Juli 2026, Tanggal Listing Bergeser ke 8 Juli

SalsabillaJuly 1, 2026

Periode Offering IPO BACH Resmi Diundur ke 2-6 Juli 2026, Tanggal Listing Bergeser ke 8 Juli

Key Takeaways

  • PT Bach Multi Global Tbk (BACH) resmi mengubah masa Penawaran Umum IPO menjadi 2-6 Juli 2026, sementara jadwal listing bergeser menjadi 8 Juli 2026.
  • Perubahan jadwal hanya bersifat administratif dan tidak mengubah rincian utama penawaran saham maupun penggunaan dana hasil IPO.
  • Didukung pertumbuhan laba yang kuat pada FY2025, valuasi IPO yang kompetitif, serta rencana ekspansi bisnis, IPO BACH menjadi salah satu IPO yang menarik untuk dicermati pada Juli 2026.

Periode Offering IPO BACH Resmi Diundur ke 2-6 Juli 2026

PT Bach Multi Global Tbk (BACH) resmi melakukan penyesuaian jadwal Initial Public Offering (IPO) berdasarkan prospektus terbaru yang telah dipublikasikan. Masa Penawaran Umum yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada 1-3 Juli 2026 kini bergeser menjadi 2-6 Juli 2026.

Sejalan dengan perubahan tersebut, jadwal pencatatan perdana (listing) saham BACH di Bursa Efek Indonesia (BEI) juga mengalami penyesuaian menjadi 8 Juli 2026. Perseroan menegaskan bahwa perubahan ini hanya merupakan penyesuaian terhadap proses pelaksanaan IPO dan tidak mengubah informasi utama mengenai penawaran saham maupun rencana penggunaan dana hasil IPO.

Jadwal Terbaru IPO BACH

Berikut jadwal terbaru IPO BACH berdasarkan prospektus yang telah diperbarui.

Tahapan IPOJadwal Terbaru
Masa Penawaran Umum2–6 Juli 2026
Tanggal Penjatahan7 Juli 2026
Distribusi Saham Secara Elektronik8 Juli 2026
Pencatatan Perdana (Listing) di BEI8 Juli 2026

Sementara itu, masa Penawaran Umum dilaksanakan dengan ketentuan waktu sebagai berikut:

  • Hari pertama: 00.00–23.59 WIB
  • Hari kedua: 00.00–23.59 WIB
  • Hari ketiga: 00.00–12.00 WIB

Dengan adanya perubahan tersebut, investor yang berencana mengikuti IPO BACH perlu menyesuaikan kembali jadwal pemesanan saham sesuai periode offering terbaru.

Kinerja BACH Tumbuh Kuat Jelang IPO

Di luar perubahan jadwal IPO, BACH mencatatkan kinerja keuangan yang meningkat signifikan sepanjang FY2025. Perseroan membukukan pendapatan Rp1,73 triliun, naik 39,7% YoY dibandingkan FY2024 yang sebesar Rp1,24 triliun. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh meningkatnya penjualan genset dan bertambahnya kontrak penyewaan genset.

Dari sisi profitabilitas, laba bersih hampir dua kali lipat menjadi Rp155,6 miliar, atau tumbuh 97,5% YoY. Peningkatan ini didukung oleh kenaikan volume penjualan, utilisasi armada sewa yang lebih tinggi, efisiensi operasional, serta perbaikan margin keuntungan. Ke depan, perseroan berencana mempertahankan pertumbuhan melalui penambahan pelanggan, ekspansi jaringan penjualan dan penyewaan, serta peningkatan utilisasi aset.

Kontribusi pendapatan BACH pada FY2025 terdiri atas:

  • Penjualan genset: Rp853,7 miliar atau 49,3% dari total pendapatan (+93% YoY).
  • Jasa konstruksi dan pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi: Rp755 miliar atau 43,6% dari total pendapatan.
  • Penyewaan genset: Rp124,2 miliar atau 7,2% dari total pendapatan, dengan pertumbuhan mencapai 1.240% YoY.

Selain itu, BACH juga mencatat tren pertumbuhan yang konsisten dalam beberapa tahun terakhir. Pendapatan meningkat dari Rp1,00 triliun pada 2023 menjadi Rp1,24 triliun pada 2024, sebelum mencapai Rp1,73 triliun pada 2025. Laba bersih pun naik dari Rp34,3 miliar pada 2023 menjadi Rp78,7 miliar pada 2024, lalu meningkat lagi menjadi Rp155,6 miliar pada 2025.

Dana IPO untuk Kurangi Utang dan Dukung Ekspansi Bisnis

BACH menawarkan sebanyak 615 juta saham baru atau sekitar 15,06% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Harga penawaran berada di kisaran Rp400-Rp500 per saham, sehingga perseroan berpotensi menghimpun dana sekitar Rp246 miliar hingga Rp307,5 miliar. Saham BACH juga tercatat sebagai saham syariah.

Dana hasil IPO akan dialokasikan untuk dua kebutuhan utama yang dinilai dapat memperkuat kondisi keuangan sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis perseroan.

Rencana penggunaan dana IPO meliputi:

  • Sekitar Rp91 miliar digunakan untuk melunasi sebagian pinjaman bank jangka panjang kepada PT Bank Permata Tbk. Langkah ini diharapkan dapat menurunkan beban bunga, memperbaiki arus kas, serta memperkuat struktur permodalan.
  • Sekitar Rp213,5 miliar digunakan sebagai modal kerja, terutama untuk pembelian genset, penambahan persediaan, serta mendukung ekspansi bisnis penjualan dan penyewaan genset.

Selain itu, setelah IPO, PT Global Telekomunikasi Prima (GTP) berpotensi menjadi pemegang saham pengendali baru melalui pelaksanaan perjanjian opsi untuk mengakuisisi sekitar 1,04 miliar saham milik PT Bach Multi Sukses Investama (BMSI). Jika transaksi tersebut terealisasi, kepemilikan GTP akan meningkat menjadi 51% setelah IPO.

Dari sisi valuasi, IPO BACH dinilai cukup menarik dengan estimasi Price to Earnings (P/E) sebesar 10,5x–13,1x. Valuasi tersebut didukung oleh pertumbuhan laba yang kuat dalam dua tahun terakhir, peningkatan margin keuntungan, serta potensi efisiensi yang berasal dari penurunan beban utang. Meski demikian, pertumbuhan laba yang sangat tinggi dalam dua tahun terakhir diperkirakan merupakan bagian dari fase pemulihan bisnis sehingga laju pertumbuhan ke depan berpotensi kembali ke tingkat yang lebih normal.

Mengenal PT Bach Multi Global Tbk (BACH)

PT Bach Multi Global Tbk merupakan perusahaan yang bergerak sebagai penyedia solusi kelistrikan terintegrasi dengan dua lini bisnis utama, yaitu penjualan dan penyewaan genset serta jasa konstruksi dan pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi. Perseroan juga memiliki kegiatan usaha di bidang pembangkitan listrik, instalasi kelistrikan dan telekomunikasi, konstruksi sipil kelistrikan, hingga penyewaan peralatan industri.

Didirikan pada 2006, BACH menjadi distributor tunggal genset Himoinsa di Indonesia sejak 2008. Perseroan juga memiliki afiliasi dengan Grup Djarum melalui PT Global Telekomunikasi Prima, yang merupakan entitas usaha Sarana Menara Nusantara. Setelah IPO dan penyelesaian transaksi opsi, GTP diproyeksikan menjadi pemegang saham pengendali baru BACH.

Investasi Saham IPO Lebih Praktis di Ajaib

Perubahan jadwal IPO BACH menjadi 2–6 Juli 2026 memberikan kesempatan bagi kamu untuk menyesuaikan kembali rencana pemesanan saham. Di sisi lain, fundamental perusahaan yang menunjukkan pertumbuhan pendapatan dan laba, rencana penggunaan dana IPO yang berfokus pada penguatan neraca serta ekspansi bisnis, hingga valuasi yang relatif kompetitif menjadi sejumlah faktor yang dapat dipertimbangkan sebelum mengikuti penawaran umum perdana ini.

Kalau kamu ingin pesan saham IPO terbaru maupun mencari peluang investasi saham, kamu bisa memanfaatkan aplikasi Ajaib untuk memperoleh informasi pasar, memantau jadwal IPO, serta berinvestasi dengan lebih mudah. Download aplikasi Ajaib di Play Store & App Store sekarang!

Google Play StoreApple App Store

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!

Periode Offering IPO BACH Resmi Diundur ke 2-6 Juli 2026, Tanggal Listing Bergeser ke 8 Juli - Ajaib