Ajaib
Menu

Analisis Saham

Saham Pemasok Susu MBG ULTJ Rights Issue Rp14,6 Triliun untuk Akuisisi Frisian Flag

Afif Alfaris•September 29, 2026

Saham Pemasok Susu MBG ULTJ Rights Issue Rp14,6 Triliun untuk Akuisisi Frisian Flag

Key Takeaways

  • ULTJ akan menerbitkan hingga 7,88 miliar saham baru di harga Rp2.150 lewat PMHMETD IV. Sebanyak 6,78 miliar saham dibayar dengan 100% saham PT Frisian Flag Indonesia (FFI) senilai Rp14,57 triliun, sementara porsi publik disetor tunai.
  • Enam pemegang saham dari keluarga Prawirawidjaja, yang menguasai 86,01% ULTJ, mengalihkan seluruh HMETD mereka ke FrieslandCampina dan dua pemegang saham FFI lain. FCIH akan menjadi pengendali baru dengan porsi 28,95% hingga 30,81%, lalu wajib melakukan tender offer.
  • Saham ULTJ naik sekitar 26% dalam empat hari sebelum pengumuman. Harga saat ini masih di bawah harga pelaksanaan, sementara kebijakan susu MBG sedang berubah.

ULTJ Umumkan Rights Issue Jumbo, Frisian Flag Masuk Lewat Inbreng

Pada 18 September 2026, PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) merilis keterbukaan informasi yang mengubah peta industri susu di bursa.

ULTJ berencana menerbitkan hingga 7.878.669.985 saham baru bernominal Rp50 dengan harga pelaksanaan Rp2.150 melalui skema Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD IV), yaitu penerbitan saham baru yang memberi hak kepada pemegang saham lama untuk membeli lebih dulu sesuai porsi kepemilikan.

Nilai emisi maksimal mencapai Rp16,94 triliun, dengan 86,01% dipakai mengambil alih 24.440 saham FFI (100%) senilai Rp14.569.997.013.000 secara inbreng atau setoran modal dalam bentuk aset non tunai, sementara sisanya dari setoran tunai publik dialokasikan untuk modal kerja.

Rencana ini dituangkan dalam Conditional Share Subscription Agreement (CSSA) antara ULTJ, FrieslandCampina International Holding B.V. (FCIH), Blue Waves Group Ventures (BWG), dan Bahtera Wiraniaga Internusa (BWI). Transaksi ini tergolong transaksi material karena nilainya setara 178,24% dari ekuitas ULTJ, tetapi bukan merupakan transaksi afiliasi. 

FrieslandCampina menyatakan ULTJ akan tetap berstatus sebagai perusahaan terbuka yang berkantor pusat di Bandung. Sabana Prawirawidjaja tetap menjabat sebagai Presiden Direktur, dan kedua perusahaan akan beroperasi sebagai entitas terpisah dengan merek masing-masing. 

Tabel 1. Ringkasan Transaksi

KeteranganData
Saham baru maksimal7.878.669.985 saham
Harga pelaksanaanRp2.150 per saham
Saham untuk inbreng FFI6.776.742.153 saham
HMETD porsi publik±1,10 miliar saham (±Rp2,37 triliun jika seluruhnya ditebus)
Nilai inbrengRp14,57 triliun
Dilusi maksimal43,11%
Penilai independenKJPP Rengganis, Hamid dan Rekan

Sumber: Keterbukaan Informasi ULTJ dalam rangka PMHMETD IV dan Transaksi Material, 18 September 2026.

Tabel 2. Jadwal Penting

KegiatanTanggal
Pengumuman RUPSLB dan keterbukaan informasi18 Sep 2026
Recording date RUPSLB2 Okt 2026
Pemanggilan RUPSLB5 Okt 2026
RUPSLB (e-RUPS)27 Okt 2026
Pengumuman hasil RUPSLB28 Okt 2026
Pernyataan efektif OJKPaling lambat 12 bulan setelah RUPSLB

Sumber: Keterbukaan Informasi ULTJ, 18 September 2026. Jadwal HMETD (cum, ex, dan periode perdagangan) baru akan diumumkan di prospektus.

Baja juga: Cara Trading Saham Right Issue (HMETD) di Ajaib

Bagaimana Kendali ULTJ Berpindah ke FrieslandCampina?

Pengalihan kendali ULTJ tidak dilakukan melalui jual beli saham lama, melainkan lewat mekanisme pengalihan HMETD. Hal ini penting dicermati oleh pemegang saham publik. 

Keluarga Prawirawidjaja Mengalihkan Seluruh HMETD

Enam pemegang saham dari keluarga Prawirawidjaja—yaitu Sabana Prawirawidjaja (53,17%), PT Prawirawidjaja Prakarsa (23,78%), Samudera Prawirawidjaja (3,61%), Nila S (3,61%), Suhendra Prawirawidjaja (1,52%), dan Lili Melati (0,34%)—menguasai total 86,01% saham ULTJ. Seluruh HMETD milik mereka akan dialihkan kepada FCIH (5,29 miliar saham), BWG (1,15 miliar saham), dan BWI (0,34 miliar saham).

Ketiga pihak tersebut mengeksekusi HMETD dengan menyerahkan saham FFI sesuai porsi masing-masing (78,09%, 16,91%, dan 5,00%). Sementara itu, pemegang saham publik (13,99%) tetap memiliki opsi untuk menebus HMETD secara tunai tanpa memengaruhi proses akuisisi FFI.

Tabel 3. Struktur Kepemilikan Sebelum dan Sesudah PMHMETD IV

Pemegang sahamSebelumHanya pihak FFI menebusSemua menebus
FCIH0%30,81%28,95%
Sabana Prawirawidjaja53,17%32,19%30,25%
PT Prawirawidjaja Prakarsa23,78%14,39%13,53%
BWG0%6,67%6,27%
BWI0%1,97%1,85%
Keluarga lainnya9,08%5,49%5,15%
Masyarakat13,99%8,47%13,99%

Sumber: Keterbukaan Informasi ULTJ, 18 September 2026. Baris “keluarga lainnya” merupakan penjumlahan Ajaib atas SAP, NIS, SUP, dan LIM.

Tender Offer dan Status Perusahaan Terbuka

FCIH akan menjadi pengendali baru dan wajib menggelar tender offer atas saham publik sesuai ketentuan POJK 9/2018. Harga penawaran akan dihitung berdasarkan formula resmi POJK, sehingga asumsi harga “minimal Rp2.150” yang beredar saat ini masih bersifat estimasi.

Jika hanya pihak FFI yang mengambil HMETD, porsi publik akan terdilusi menjadi 8,47%. Manajemen ULTJ mengonfirmasi akan tetap menjaga ketentuan free float, sehingga pelaksanaan tender offer tetap memperhatikan syarat minimum kepemilikan saham publik sebagai perusahaan terbuka.

Gunakan fitur Insider di Ajaib Terminal untuk memantau perubahan peta kepemilikan saham keluarga Prawirawidjaja dan FrieslandCampina secara real-time.

Mahal atau Wajar? Membedah Valuasi Frisian Flag

Penilai independen menyimpulkan transaksi ini wajar. Namun, tingkat kewajaran penilaian di atas kertas perlu dikaji lebih lanjut terhadap potensi manfaat historis dan ke depan bagi pemegang saham.

Harga Transaksi Mendekati Nilai Pasar 

KJPP Rengganis, Hamid dan Rekan (RHR) menilai 100% ekuitas FFI sebesar Rp14,570 triliun (selisih -0,001% dari nilai inbreng). Sementara itu, nilai wajar 100% ekuitas ULTJ ditaksir sebesar Rp22,338 triliun atau Rp2.148 per saham. Artinya, harga pelaksanaan Rp2.150 hanya memiliki premi 0,079% di atas nilai wajarnya. Penilaian ini menggunakan metode Discounted Cash Flow (DCF) dan pembanding emiten sejenis per 31 Juli 2026.

FrieslandCampina menukar kepemilikan FFI dengan saham ULTJ pada tingkat harga yang relatif setara. Karena itu, fokus utama trader terletak pada kualitas pertumbuhan laba FFI di masa mendatang.

Tabel 4. Kinerja FFI dan Multiple Implisit

PeriodePenjualanLaba bersihMargin bersihPER implisit (Rp14,57 T)
2024Rp12,32 TRp334,7 M2,7%43,5 kali
2025Rp11,81 TRp214,4 M1,8%68,0 kali
7 bulan 2026Rp7,79 TRp439,5 M5,6%19,3 kali (disetahunkan)
ULTJ 7 bulan 2026Rp6,42 TRp1,22 T19,0%±10,8 kali (disetahunkan, nilai KJPP)

Sumber: Keterbukaan Informasi ULTJ (laporan keuangan FFI dan ULTJ 31 Juli 2026, diaudit). PER dan margin adalah hitungan Ajaib.

Potensi Goodwill dan Dilusi EPS 

Dalam laporan pro forma, nilai wajar aset neto FFI tercatat Rp5,44 triliun, sehingga muncul goodwill atau selisih lebih harga akuisisi atas nilai aset bersih sebesar Rp9,13 triliun, setara 29,7% total aset gabungan. Besaran ini membuat kinerja FFI ke depan layak terus dipantau.

Ilustrasi Ajaib berbasis data tujuh bulan 2026 menunjukkan EPS ULTJ sekitar Rp116. Setelah laba FFI digabung dan jumlah saham menjadi 17,17 miliar, EPS berpotensi turun ke sekitar Rp96 atau 17%, sebelum memperhitungkan tambahan penyusutan dari revaluasi aset tetap.

Manajemen memproyeksikan margin bersih gabungan naik dari 8,89% pada 2026 menjadi 15,65% pada 2031, dan ROE dari 7,22% menjadi 12,64%, meski proyeksi ini bergantung pada realisasi sinergi.

Sinergi Portofolio Produk 

Masuknya FFI melengkapi portofolio ULTJ pada segmen susu kental manis, susu bubuk, dan nutrisi anak (merek Friso), melengkapi lini produk susu UHT ULTJ yang sudah ada. Sinergi operasional diarahkan pada integrasi efisiensi pengadaan bahan baku, jaringan distribusi, dan biaya pemasaran.

Secara struktur neraca, FFI mencatatkan liabilitas jangka pendek sebesar Rp4,27 triliun (dominan utang usaha Rp2,83 triliun, tanpa utang bank). FFI mencatatkan margin kotor 17,2%, sedangkan ULTJ berada di level 33,9%. Integrasi dua karakteristik operasional ini menjadi aspek penting yang perlu dipantau.

Faktor Kebijakan MBG dan Catatan bagi Trader Saham ULTJ

Pergerakan harga saham ULTJ sepanjang 2026 turut dipengaruhi oleh sentimen keterlibatan perusahaan sebagai pemasok susu program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Perkembangan Kebijakan Program MBG 

Permintaan susu UHT untuk program MBG menjadi salah satu faktor pendorong pertumbuhan penjualan ULTJ sebesar 34,6% pada Semester I 2026. Pada April 2026, Ultrajaya sempat menghentikan pasokan ke salah satu mitra distributor akibat ditemukannya produk berlabel MBG yang diperjualbelikan di pasar ritel.

Pada Semester II 2026, penyesuaian anggaran MBG menjadi Rp229 triliun diiringi dengan arahan Badan Gizi Nasional (BGN) yang memprioritaskan minimal 80% penggunaan susu segar lokal di tiap dapur MBG. Kebijakan ini dapat memperkecil porsi susu kemasan bermerek. Namun, kehadiran FrieslandCampina yang memiliki jaringan koperasi peternak berpotensi memperkuat posisi ULTJ dalam rantai pasok susu segar lokal.

Tabel 5. Pergerakan ULTJ di Sekitar Pengumuman

TanggalPenutupanPerubahanVolume
11 SepRp1.510-0,98%8,2 juta
14 SepRp1.715+13,58%21,0 juta
15 SepRp1.800+4,96%51,4 juta
16 SepRp1.880+4,44%30,5 juta
17 SepRp1.900+1,06%20,2 juta
18 Sep (pengumuman)Rp2.060+8,42%123,4 juta
22 SepRp2.070-1,90%24,5 juta

Sumber: Investing.com dan halaman saham ULTJ di Ajaib. Data perlu dicek ulang lewat chart di aplikasi Ajaib sebelum terbit.

Hal yang Perlu Diperhatikan Trader

Harga ULTJ sudah naik sekitar 26% dalam empat hari sebelum pengumuman, dengan volume jauh di atas rata-rata awal September. Pola pergerakan yang mendahului pengumuman ini perlu dicermati.

Harga pasar Rp2.070 saat ini masih di bawah harga pelaksanaan dan nilai KJPP (±Rp2.148). Jika kondisi ini bertahan hingga periode HMETD, menebus HMETD di harga lebih tinggi dari pasar umumnya kurang efisien bagi investor publik. Level yang perlu dipantau meliputi Rp2.150, titik tertinggi 52 minggu di Rp2.190, dan area sebelum pengumuman Rp1.880 hingga Rp1.900.

Berikut skenario yang dapat menjadi acuan.

  • Penguatan. Terbuka apabila harga bertahan di atas Rp2.150 menjelang RUPSLB pada 27 Oktober 2026.
  • Pelemahan. Dapat terjadi bila harga kembali ke bawah Rp1.880, misalnya jika muncul hambatan persetujuan atau sentimen kebijakan MBG memburuk.
  • Mendatar. Berpotensi terjadi bila harga bergerak pada rentang Rp2.000 hingga Rp2.190 sambil menunggu hasil RUPSLB dan rincian dividen tambahan.

Kamu dapat menggunakan fitur Inventory Analysis dan Broker Flow di Ajaib Terminal untuk melihat broker yang mengakumulasi ULTJ sejak 14 September, dan apakah posisi tersebut mulai didistribusikan setelah pengumuman.

Pantau Setiap Tahap Aksi Korporasi ULTJ di Ajaib

Setiap tahap, mulai dari recording date, RUPSLB, periode HMETD, hingga tender offer, berpotensi menggerakkan harga ULTJ, sehingga pemantauan disiplin menjadi penting.

Kamu dapat menggunakan Order Queue dan Done Details di Ajaib Terminal untuk membaca antrean dan transaksi di sekitar level Rp2.150. Fitur Broker Activity membantu melihat konsistensi broker menjelang recording date 2 Oktober, sementara Fast Trade memungkinkan eksekusi cepat lewat panel order book dan Buy/Sell.

Google Play StoreApple App Store

Disclaimer: Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi ini melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Sumber:

  • PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk, “Keterbukaan Informasi kepada Pemegang Saham dalam rangka PMHMETD IV dan Transaksi Material” (18 September 2026)
  • CNBC Indonesia, “ULTJ Beli Frisian Flag Rp14,6 T, FrieslandCampina Jadi Pengendali Baru” (18 September 2026)
  • Bloomberg Technoz, “ULTJ Tetap Perusahaan Terbuka Usai Diambil FrieslandCampina” (21 September 2026)
  • Bisnis.com, “Laba Ultrajaya (ULTJ) Tembus Rp1,05 Triliun, Penjualan Naik 34,6% Semester I/2026” (31 Juli 2026)
  • CNBC Indonesia, “Anggaran MBG Dipangkas Jadi Rp 229 Triliun, BGN Ungkap Alasannya” (21 Juli 2026)

Profil Penulis

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!