Analisa Saham

Baru Tercatat di Bursa, Saham SAMF Layak Koleksi?

Ajaib.co.id – PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk (SAMF) merupakan perusahaan yang bergerak di industri pupuk buatan majemuk hara mikro primer. Perusahaan dengan kode saham SAMF ini didirikan pada tahun 1998 yang memiliki kegiatan utama bisnis meliputi produksi, pemasaran, serta perdagangan pupuk buatan majemuk hara makro primer, baik secara langsung maupun tidak langsung, melalui beberapa anak perusahaan seperti PT Anugerah Pupuk Lestari, PT Anugerah Pupuk Makmur, hingga PT Dupan Anugerah Lestari.

Produk pupuk buatan SAMF yang ditawarkan mengandung enam unsur hara makro meliputi N, P, K, Ca, Mg, S, lima unsur hara mikro meliputi Zn, Cu, Fe, B, Mn, Slow Release Agent, Humic Substance, serta Tailor Made. Selain itu, produk pupuk buatan SAMF dipasarkan dengan menggunakan merek-merek seperti Fertindo, Pupindo, Dupan.

Mayoritas pemilik saham SAMF saat ini dipegang oleh PT Saraswanti Utama dengan 74,27 persen kepemilikan. Saham SAMF sendiri terbilang sangat baru diperdagangkan secara publik melalui bursa yaitu pada Maret 2020 lalu dengan harga penawaran Rp120 per lembar saham.

Saat ini pergerakan harga saham SAMF dalam kondisi baik. Di mana, pada perdagangan 1 April 2021, harga saham SAMF ditutup di Rp396 per lembar saham.

Lalu, bagaimana dengan kelayakan saham SAMF untuk dikoleksi? Apakah fundamental perusahaan sedang terus dalam keadaan baik dan apa rencana bisnis yang akan dilakukan? Mari kita bedah kinerja saham SAMF.

Pandemi Tidak Menjadi Halangan Pendapatan dan Laba Bersih SAMF untuk Kompak Naik

Mencatatkan namanya di bursa saham membuat SAMF semakin semangat untuk menciptakan kinerja bisnis yang positif. Hal tersebut dibuktikan dengan catatan kinerja di sepanjang tiga kuartal di tahun 2020 dengan penjualan sebesar Rp994,89 miliar.

Realisasi tersebut naik 3,01 persen dibandingkan periode sama di tahun 2019 sebesar Rp965,78 miliar.

Seluruh pendapatan emiten pupuk ini berasal dari area sektor industri dan penjualan yang melebihi 10 persen dari pendapatan disumbang oleh PT Perkebunan Nusantara III Persero sebesar Rp148,68 miliar. Hal ini sejalan dengan laba bersih yang tercatat juga naik hingga kuartal ketiga tahun 2020 sebesar 8,81 persen dari sebelumnya Rp67,29 miliar menjadi Rp73,22 miliar.

Permintaan pupuk yang meningkat dipengaruhi oleh harga minyak sawit mentah yang juga mengalami peningkatan. Menurut pihak SAMF, sebagian besar permintaan berasal dari perkebunan kelapa sawit.

Sebelumnya usaha perseroan memang sempat terdampak pandemi Covid-19. Namun, distribusi pupuk kepada konsumen mulai membaik dan lancar seiring pelonggaran masa PSBB di tahun 2020.

Bisnis SAMF dalam 3 Tahun Terakhir Catatkan Kinerja Positif

Dalam 3 tahun terakhir, kinerja keuangan SAMF memang mencatatkan hasil yang positif dengan raihan penjualan dan laba bersih terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Berikut data ikhtisar keuangan berdasarkan informasi finansial perseroan (dalam rupiah):

Berdasarkan data tersebut dapat diketahui bahwa penjualan SAMF terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Kinerja yang dihasilkan ini bahkan sebelum SAMF mencatatkan namanya di papan bursa. Raihan penjualan yang terus meningkat ikut membuat realisasi laba juga meningkat setiap tahunnya.

Hal ini tentu menjadi nilai tambah khususnya bagi saham SAMF yang diperdagangkan melalui bursa. Di mana, kinerja keuangan dalam 3 tahun terakhir ini bisa menjadi acuan bagi para investor untuk melihat prospek bisnis yang baik dan tentu mempengaruhi kinerja saham nantinya. Jika dilihat berdasarkan rasio keuangan, kondisi bisnis SAMF di tahun 2019 memang sangat positif.

Tidak heran jika di tahun berikutnya perseroan bisa mencatatkan namanya di bursa. Adapun data yang dapat dilihat berdasarkan ikhtisar keuangan untuk tahun buku 2019 melalui informasi finansial perseroan:

Bagaimana Prospek Bisnis SAMF ke Depannya Sehingga Sahamnya Layak untuk Dikoleksi?

Untuk bisa mempertahankan dan meningkatkan kinerja bisnis ke depannya, PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk bakal menyiapkan sejumlah rencana bisnis. Hal tersebut juga berkaitan dengan saham SAMF yang kini sudah diperdagangkan secara publik melalui bursa.

Di mana, kinerja keuangan dan rencana bisnis yang akan diambil oleh perseroan sangat berpengaruh pada minat investor untuk mengoleksi saham SAMF.

Terlepas dari hal tersebut, memasuki tahun 2021, perseroan sendiri optimistis dengan raihan pendapatan yang bakal tumbuh double digit. SAMF menyampaikan bahwa prospek pasar pupuk terutama di Indonesia memiliki potensi pertumbuhan yang tinggi.

Hal tersebut sejalan dengan luasnya lahan perkebunan di Indonesia sehingga menjadi daya tarik dan potensi kebutuhan pupuk masih sangat besar.

Selain itu, gap antara kebutuhan NPK nonsubsidi dengan penggunaannya yang cukup besar membuat suatu peluang bagi SAMF untuk meningkatkan produksi hingga penjualan pupuk NPK non subsidi. Dengan begitu, perseroan hanya terus mengembangkan pasar baru dengan tetap memprioritaskan pasar yang sudah ada.

Untuk mendukung pertumbuhan tersebut, SAMF berencana untuk menambah satu mesin baru di tahun ini dengan target pemenuhan kapasitas produksi dapat bertambah 45.000 sampai 50.000 ton sehingga kapasitasnya bisa mencapai 645.000 hingga 650.000 ton per tahun.

Mengacu pada target produksi tersebut, maka SAMF optimistis target pertumbuhan pendapatan bisa mencapai 15 persen dibandingkan tahun lalu.

Di samping itu, perseroan masih belum menyiapkan rencana untuk berekspansi karena masih melihat dan menyesuaikan kondisi pasar saat ini.

Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib membuat informasi di atas melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Artikel Terkait