Perencanaan Keuangan

Bagaimana Tetap Komitmen pada Anggaran Liburan?

Ajaib.co.idLiburan adalah salah satu metode terbaik untuk melepas penat sehari-hari dari hiruk pikuk ibukota. Berlibur akan membelikanmu pengalaman baru, perspektif baru, dan berkenalan dengan orang-orang baru yang mungkin tidak akan kamu temui jika melakukan perjalanan berlibur tersebut. Ada banyak destinasi yang bisa kamu kunjungi bersama kerabat dekat, entah di dalam negeri atau pun di luar negeri. Namun, sebelum memutuskan ke mana kamu akan berlibur, penting untuk membuat anggaran liburan.

Membuat anggaran membantu kamu tetap berada pada perencanaan keuangan yang sudah dibuat dan tidak mengganggu alokasi anggaran lain, mengingat liburan membutuhkan dana yang cukup besar, sudah sewajarnya anggaran liburan menjadi prioritas sebelum membuat jadwal untuk liburan. Berlibur di dalam negeri mungkin akan lebih terjangkau dibandingkan berlibur ke luar negeri, tapi untuk sejumlah individu terkadang berlibur dengan anggaran yang murah bisa menjadi lebih mahal hanya karena sulit berpedoman pada anggaran yang sudah direncanakan.

Membuat anggaran untuk berlibur merupakan hal yang mudah, karena kamu hanya perlu menghitung dana liburanmu, seperti biaya untuk perjalanan pulang dan pergi hingga akomodasi, tetapi menerapkannya sesuai dengan rencana adalah hal yang paling sulit. Banyak individu yang secara tidak sadar menikmati liburan dengan menghabiskan uang melebihi batas maksimal dari anggaran yang sudah ditetapkan. Jika kondisinya seperti, akan ada alokasi anggaran yang harus dikorbankan.

Membuat anggaran untuk berlibur merupakan hal yang penting sebelum berangkat, tetapi komitmen pada rencana yang sudah disusun adalah ujian utamanya. Agar liburan kamu tidak menjadi mimpi buruk karena mengeluarkan biaya melebihi anggaran, berikut langkah efektif untuk tetap komitmen pada anggaran liburan yang sudah disusun sejak awal.

Tetap Realistis

Kerry Taylor seorang ahli finansial mengatakan agar tetap komitmen pada anggaran untuk berlibur tahun ini, pertimbangkan untuk membandingkan berapa banyak uang yang kamu habiskan di tahun lalu. Jika kamu merasa pengeluaran liburan tahun lalu melebihi anggaran, kamu bisa membuat batas maksimal anggaran di tahun ini. 

Jika kamu memutuskan untuk berlibur, ini artinya kamu ingin waktu berharga tersebut menjadi menyenangkan. Tapi, pastikan hal tersebut tidak menjadi senjata makan tuan bagi dirimu. Manusia memiliki salah satu bias yang dinamakan bias optimis; kamu merasa yakin tidak akan berbelanja ketika berkunjung ke sebuah factory outlet di luar negeri, tetapi nyatanya kamu telah menggunakan sejumlah uang dari anggaran yang seharusnya bisa digunakan untuk hal yang lebih penting. 

Oleh-oleh merupakan pengeluaran yang cukup mengurang anggaran, oleh karena itu buatlah daftar orang-orang yang ingin kamu belikan hadiah agar tidak melebihi batas anggaran liburan. Yang terpenting pastikan orang-orang tersebut adalah kerabat terdekat yang memiliki ikatan emosional. Jika kamu sudah di ambang batas maksimal dari anggaran, bayangkan pengeluaran operasional, biaya rumah sakit suatu saat nanti, dan kehidupan pensiun yang nyaman di hari tua. Masih yakin ingin mengeluarkan uang lebih dari anggaran?

Tetap Pada Tujuan

Setelah kamu menetapkan anggaran liburan, kamu harus komitmen dengan menanggapinya serius. Kamu harus mengingat bahwa perilaku manusia kerap kali menjadi musuh utama dalam mengambil keputusan, terlebih dalam urusan finansial. Present bias atau bias terkini merupakan bias yang membuat individu merasa luar biasa, misalnya ketika kamu membelikan oleh-oleh untuk kerabat dan membayangkan mereka akan bahagia. Namun, perasaan tersebut akan hilang ketika kamu mendapatkan tagihan kartu kredit yang membengkak di bulan depan.

Untuk melawan bias ini, Taylor menyarankan untuk berhenti menghabiskan uang ketika sudah berada di ambas batas anggaran liburan dan visualisasikan dirimu jika tagihan di bulan depan tiba dengan angka yang tinggi. Bayangkan alokasi anggaran apa yang harus kamu korbankan untuk membayar tagihan ini? Tentu kamu tidak ingin menggunakan alokasi anggaran hiburan untuk membayar ini semua, bukan?

Gunakan anggaran terperinci untuk membantu kamu menabung anggaran liburan. Jika memang oleh-oleh menjadi pengeluaran yang sulit untuk diredam, mulai menabung terpisah jauh-jauh hari sebelum hari keberangkatan tiba. Hal ini akan membuat liburan kamu jauh lebih tenang karena anggaran yang sudah disusun dari awal tidak terganggu karena ada anggaran khusus oleh-oleh.

Dengarkan Penasihatmu

Semua orang mungkin pernah merasakan anggaran untuk berlibur membengkak, tetapi individu yang hidup berkecukupan memiliki penasihat keuangan yang membantu mereka agar pengeluaran terkendali. Mereka tidak perlu menyusun anggaran untuk berlibur atau takut anggaran tersebut membengkak, sebab manajer keuangan dan akuntan yang mereka sewa jasanya siap untuk memberikan rekomendasi terbaik.

Bukan berarti kamu tidak memiliki penasihat keuangan, karena kamu bisa saja meminta bantuan kerabat terdekat seperti teman atau keluarga yang sering berlibur untuk memberikan rekomendasi anggaran yang sesuai kondisi finansial. Jangan takut atau malu untuk menghubungi mereka dan meminta bantuan dibandingkan kamu harus membayar tagihan yang tinggi di akhir bulan.

Pakai Uang Tunai, Kurangi Penggunaan Kartu Kredit

Ini strategi yang terkesan sepele, tetapi dampaknya cukup efektif. Uang tunai akan membantu kamu memberi peringatan bahwa kamu punya anggaran yang terbatas. Jika di saat liburan kamu menetapkan maksimal pengeluaran Rp300.000 dan ketika ingin berbelanja, uang di dompet hanya tersisa Rp50.000, ini akan membantu kamu untuk tetap komitmen terhadap anggaran.

Lain cerita jika kamu menggunakan kartu kredit. Bayangkan kamu mengunjungi gerai fashion dan memutuskan hanya untuk melihat-lihat, tetapi ketika kamu melihat barang yang kamu sukai, jiwa impulsif kamu muncul ditambah kemudahan membayar menggunakan kartu kredit. Menariknya, kartu kredit memberikan kesan kamu memiliki banyak uang, tetapi faktanya kamu hanya meminjam uang dari kartu kredit. Pernah mengalaminya?

Sumber: How to Stick to a Holiday Budget, dengan perubahan seperlunya.

Artikel Terkait