Perencanaan Keuangan

Bagaimana Mengelola dan Mengatasi Pengeluaran Tak Terduga?

Ajaib.co.id – Mengelola perencanaan keuangan merupakan hal yang menyenangkan untuk dilakukan. Kamu bisa mengalokasikan pendapatanmu di beberapa bagian penting, seperti biaya operasional meliputi kebutuhan sehari-hari dan transportasi, tabungan untuk mencapai target finansial jangka pendek, dana pensiun, hingga investasi

Namun, hidup tidak akan menyenangkan jika semuanya berjalan sesuai rencana. Mungkin di suatu hari mobil kamu rusak, salah satu orang terdekatmu masuk rumah sakit dan membutuhkan biaya yang cukup besar, furnitur rusak, hingga memberi hadiah ke kerabat di momen-momen spesial. Beberapa hal di atas merupakan contoh dari pengeluaran tak terduga.

Pengeluaran tak terduga merupakan pengeluaran yang harus kita bayarkan di waktu-waktu yang tidak dipikirkan sama sekali. Pengeluaran tak terduga di luar dari jumlah pengeluaran yang dihabiskan setiap bulannya. Biaya operasional merupakan pengeluaran yang bisa diprediksi karena kamu tahu nominal dan  kapan biaya tersebut harus dikeluarkan. Sedangkan kamu tidak bisa memprediksi kapan dan berapa yang harus kamu keluarkan untuk biaya rumah sakit atau memperbaiki kerusakan barang elektronik.

Tidak ada yang bisa memprediksi berapa uang yang harus diambil dari rekening kamu untuk pengeluaran tak terduga. Agar tidak mengganggu perencanaan keuanganmu, kamu bisa menerapkan beberapa hal di bawah ini untuk membantu mengelola dan mengatasi pengeluaran tak terduga di masa yang akan datang.

Tetap Pada Rencana Awal

Mulai dengan menghitung biaya tak terduga yang kamu keluarkan tahun lalu. Apakah itu biaya rumah sakit? Membeli hadiah untuk kerabat terdekat di Idul Fitri? Atau membayar biaya reparasi barang elektronik? Jika kamu sudah mengetahui total dari pengeluaran tersebut, masukkan ke dalam perencanaan keuangan untuk dialokasikan ke dana darurat.

Menabung dana darurat dari total pendapatan setiap bulan akan memudahkan kamu menghadapi pengeluaran tiba-tiba di masa yang akan datang. Mulai dengan menabung dengan jumlah yang kecil atau jika kamu mendapatkan pekerjaan sampingan, beberapa persen dari pendapatan tersebut bisa kamu sisihkan untuk dana darurat.

Kuncinya adalah tetap pada rencana awal. Jika kamu mengelola perencanaan keuangan, jangan sampai biaya operasional, tabungan jangka pendek, dan investasi terganggu karena biaya yang harus dikeluarkan secara tak terduga. Jika hal ini terjadi berulang-ulang, target finansial yang sudah kamu tetapkan tidak akan terwujud.

Memanfaatkan Kreativitasmu

Salah satu pengeluaran tak terduga yang nominalnya cukup besar adalah membeli hadiah untuk kerabat terdekat di hari besar, entah itu Idul Fitri atau Natal. Hari-hari besar tersebut merupakan momentum yang sempurna bagi masyarakat untuk bertemu dan menanyakan kabar terkini kerabat terdekat. Agar momen besar terasa semakin hangat, budaya memberi parsel atau hamper pun akhirnya hadir.

Tentunya memberikan hadiah ke kerabat terdekat merupakan hal wajar dilakukan sebagai wujud rasa syukur atas kehadiran dan bantuan mereka selama ini. Namun, mahalnya parsel dan hamper kerap kali menjadi masalah finansial bagi beberapa individu. Karena tidak ada dana darurat untuk menutupi pengeluaran ini, mereka terpaksa menggunakan uang dari rekening tabungan atau investasi.

Agar tidak terjadi pada kamu, pertimbangkan untuk memberi hadiah yang dibuat secara pribadi. Jika kamu ingin memberi kue, cari resep kue favorit di internet dan buat porsi sesuai dengan orang-orang yang ingin kamu berikan, atau jika ingin memberi hal lain, cari barangnya secara terpisah kemudian dikemas sekreatif mungkin untuk menciptakan kesan unik. Hadiah buatan sendiri tidak hanya lebih terjangkau, tetapi juga memiliki nilai emosional bagi penerimanya.

Terapkan Manajemen Resiko

Kebanyakan hal-hal yang mengharuskan kita mengeluarkan uang secara tiba-tiba berasal dari gaya hidup. Jika kamu merasa gaya hidupmu sangat berhubungan dengan tingginya nominal biaya tak terduga, kamu perlu menerapkan risk reduction atau pengurangan resiko berdasarkan pendekatan manajemen resiko.

Berbeda dengan metode risk avoidance yang mengharuskan kamu menghindari resiko, model risk reduction menekankan bagaimana individu mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengurangi resiko yang mereka hadapi. Resiko akan selalu ada, tapi kamu memiliki peluang untuk menguranginya. Pendekatan ini pun juga bisa diterapkan untuk mengatasi dan mengelola pengeluaran tiba-tiba.

Misalnya, jika biaya perawatan rumah sakit sangat besar, hal yang bisa kamu lakukan adalah memastikan kamu hidup sehat dan menjaga pola makan teratur. Selain itu, kamu juga bisa mulai untuk menghentikan kebiasaan buruk yang mempengaruhi kesehatan, seperti merokok. Jika perlu, pertimbangkan anggaran untuk mendaftarkan asuransi kesehatan untuk dirimu sendiri. Meskipun kamu harus membayar premi setiap bulan, setidaknya ketika kamu sakit perusahaan asuransi lah yang memiliki kewajiban membayar biaya rumah sakit.

Pendekatan yang sama juga bisa diterapkan di barang elektronik atau kendaraan bermotor. Akan tiba masanya sesuatu yang dioperasikan dengan mesin mengalami kerusakan. Smartphone, kulkas, televisi, mobil, dan lain-lain akan rusak jika waktunya tiba. Namun, untuk mengurangi resiko tersebut, kamu bisa mulai dengan menggunakan barang-barang tersebut secara bijaksana dan melakukan perawatan secara berkala. Apabila suatu barang yang seharusnya rusak dalam waktu 1 tahun, jika digunakan secara bijaksana mungkin bisa rusak setelah pemakaian selama 3 tahun. Tentunya ini akan mengurangi nominal pengeluaran tak terduga, bukan?

Komitmen Terhadap Diri Sendiri

Langkah-langkah di atas akan tidak berguna jika kamu tidak disiplin dan komitmen terhadap perencanaan keuangan yang sudah kamu kelola. Pendapatan bulanan yang kamu terima harus dialokasikan ke beberapa kebutuhan sesuai dengan tingkat urgensi dan nominal yang sudah ditentukan dari awal. Jangan hanya karena ada barang yang diinginkan tapi tidak sesuai dengan kebutuhan, kamu rela menggunakan dana darurat, tabungan, atau rekening investasi untuk membelinya.

Komitmen terhadap diri sendiri merupakan kunci keberhasilan untuk mengelola perencanaan keuangan secara efisien agar pengeluaran yang tidak diinginkan bisa diatasi tanpa mengganggu target finansialmu.

Sumber dari Avoiding/Managing Last-minute spending dengan perubahan seperlunya.

Artikel Terkait