Bagaimana Cara Menentukan Harga Jual Produk? Ini Jawabannya

harga jual produk
harga jual produk

Bagaimana cara menentukan harga jual produk? Hal itu memang terbilang sulit, terutama bagi para pemilik usaha yang baru terjun ke dunia bisnis.

Jika kamu memberikan harga jual yang tinggi, maka tidak akan banyak orang yang ingin membelinya. Namun, ada beberapa hal yang bisa membuat produkmu diminati, yaitu kualitas dan popularitas.

Menentukan harga jual produk sama pentingnya dengan merancang sebuah produk. Meskipun kamu memiliki produk yang bagus, jika harga jual yang ditawarkan tidak tepat, maka konsumen tidak akan membelinya.

Penetapan harga jual produk bisa dilakukan dengan cara menghitung biaya produksinya terlebih dahulu. Biaya produksi tersebut terbagi menjadi tiga unsur, yakni:

  • Material: masukkan perhitungan seluruh bahan mentah dan peralatan produksi yang dibutuhkan.
  • Biaya Tenaga: tenaga internal (karyawan) dan tenaga eksternal (customer service dan pengiriman barang).
  • Biaya Lainnya: biaya yang tidak terkait dengan produksi. Misalnya, alat tulis kantor, marketing, dan lainnya.

Setelah menghitung seluruh biaya tersebut, kamu bisa membaginya dengan perkiraan jumlah produk yang ingin dijual.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ini adalah cara menentukan harga jual dari sebuah produk:

Markup Pricing

Markup pricing merupakan metode untuk menentukan harga jual produk. Caranya adalah menambahkan beberapa persen harga pembelian bahan baku.

Artinya, kamu harus bisa mengkalkulasikan berapa modal yang dibutuhkan sebelum memperoleh markup pricing.

Persentase tersebut nantinya akan menjadi keuntungan yang bisa kamu dapatkan dari sebuah produk.

Misalnya, kamu ingin memiliki bisnis catering dengan bahan baku sebesar Rp20.000 per porsinya. Markup yang akan ditambahkan adalah 20%. Keuntungan yang akan kamu dapatkan adalah:

Harga jual = Rp20.000 + (Rp20.000 x 20%)

Harga jual produk = Rp30.000 per porsi.

Dalam bisnis catering ini, kamu akan memperoleh keuntungan sebesar Rp10.000 jika menggunakan markup 20%.

Margin Pricing

Jika markup pricing menggunakan persentase sebagai keuntungannya, maka margin pricing adalah metode sebaliknya.

Sebelumnya, kamu harus menentukan terlebih dahulu berapa banyak produk yang akan dijual. Setelah itu, kamu bisa memasukkannya ke dalam rumus untuk menentukan persentase profit yang akan diambil.

Margin = (Harga jual – harga modal)/harga jual.

Contohnya, kamu berbisnis catering dengan modal Rp15.000. Kemudian, kamu ingin menjualnya dengan harga Rp45.000 per porsinya.

Margin = (Rp45.000 – Rp15.000)/ Rp45.000

Hasil Margin = 0,78 atau 78 persen

Keuntungan yang kamu dapatkan dari satu porsi catering adalah mencapai 78%. Jika menurutmu angka itu terlalu besar, maka kamu bisa mengubahnya agar profit tidak melebihi 50% dari harga modal awal. Biasanya, profit normal dari sebuah produk tidak melebihi angka tersebut.

Value Based Pricing

Value based pricing atau VBP merupakan cara untuk menentukan harga jual produk yang paling unik. Kamu akan memberikan harga jual sesuai dengan nilai yang didapatkan dari pembeli.

Menjadi hal yang sangat sulit, jika kamu menggunakan metode yang satu ini. Biasanya, ada dua cara yang bisa dilakukan, yaitu melakukan riset terhadap beberapa orang. Nantinya, setiap orang akan memberikan penilaian dan harga jual dari produk yang sedang dirilis.

Kedua, memberikan harga jual yang tinggi secara langsung. Umumnya, para pembeli rela untuk membayar mahal sebuah produk berdasarkan beberapa aspek, seperti kualitas produk, kelangkaan, dan popularitas.

Manufactured Suggested Retail Price

MSRP adalah harga jual produk yang sudah disarankan oleh pemilik usaha kepada pembelinya. Di Indonesia, MSRPdikenal dengan “harga eceran yang sudah disetarakan”.

Metode ini hanya digunakan untuk perusahaan manufakturing. Salah satunya adalah otomotif. Apakah MSRPbisa berubah meskipun harga jualnya sudah ditentukan?

Dalam beberapa kasus yang terjadi, ada retailer yang sengaja menaikkan harga jual produk meskipun sudah terpasang label MSPR.

Memang tidak ada aturan yang melarang harga jual produknya diubah. Apalagi, permintaan pasar yang sedang tinggi, namun produknya sangat terbatas atau hampir habis. Namun, ada juga retailer yang menjual produknya lebih murah dibanding MSRP, karena stoknya masih banyak.

Keystone Pricing

Keystone Pricing adalah metode yang digunakan oleh retailer untuk melipatgandakan harga modal dari produk yang akan dijual.

Misalnya, kamu membeli sebuah baju dengan modal Rp50.000, namun dijual dengan margin keuntungan sebesar 100%. Maka, pembeli harus membayar sebesar Rp100.000. Lalu, apakah cara ini boleh digunakan?

Ternyata, keystone pricing merupakan cara konvensional yang digunakan oleh berbagai toko retailer terkemuka di dunia.

Hingga saat ini, metode tersebut masih digunakan. Karena, mampu memberikan profit atau keuntungan yang lebih besar.

Itulah cara menentukan harga jual dari sebuah produk yang bisa kamu gunakan. Dari seluruh metode di atas, kamu bisa menggunakan yang dapat menghasilkan keuntungan.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Mulai Investasi Reksa Dana Dengan Ajaib.
Ayo bergabung dengan Ajaib, aplikasi investasi online terbaik! Bebas biaya pendaftaran, bisa tarik dana kapan saja. Modal awal min. Rp10.000.
Facebook Comment
Artikel Terkait