Investor Pemula

Apakah Unit Link dan Reksa Dana Itu Sama? Ini Penjelasannya

Unit Link dan Reksa Dana

Ajaib.co.id – Unit link dan reksa dana seringkali dianggap sama oleh banyak orang di luar sana, namun apakah itu benar? Simak penjelasan selengkapnya pada artikel yang sudah redaksi Ajaib siapkan berikut ini.

Sebelum kita masuk ke dalam topik pembahasan yang lebih jauh lagi tentang persamaan dan perbedaan antara unit link dan reksa dana, ada baiknya kita ketahui dulu definisi dari kedua hal ini.

Unit link adalah sebuah produk asuransi yang dikeluarkan oleh perusahaan asuransi jiwa dengan membayarkan sejumlah premi setiap bulannya.

Dari kewajiban premi yang dibayarkan oleh nasabah tersebut nantinya akan diinvestasikan kembali ke berbagai instrumen investasi lainnya, seperti reksa dana.

Bagaimana dengan investasi reksa dana? Reksa dana adalah salah satu produk pasar modal yang bisa kamu tempatkan dana yang dimiliki.

Reksa dana ini dikelola Manajer Investasi (MI) dari kumpulan dana para investor yang berinvestasi di dalam satu produk reksa dana yang ditawarkan oleh Manajer Investasi (MI) melalui agen-agen penjualan reksa dana, misalnya reksa dana Ajaib.

Bila kamu berinvestasi reksa dana, terdapat berbagai jenis reksa dana yang bisa dibeli. Di antaranya; reksa dana saham, reksa dana campuran, reksa dana pasar uang, dan reksa dana pendapatan tetap.

Dari semua jenis reksa dana yang tersedia untuk investor saat ini, dana yang kamu tempatkan pada produk reksa dana tersebut akan diinvestasikan oleh Manajer Investasi (MI) ke intrumen investasi seperti obligasi, saham, dan deposito.

Persamaan Unit Link dan Reksa Dana yang Perlu Para Investor Pemula Ketahui

Selain memiliki manfaat asuransi jiwa, unit link juga menginvestasikan kembali dana nasabah dari pembayaran premi ke dalam bentuk investasi lainnya, salah satu adalah reksa dana dan deposito.

Sehingga, baik itu reksa dana dan unit link sama-sama bisa dikategorikan memiliki tingkat risiko investasi yang sama. Karena produk unit link memiliki instrumen investasi yang serupa dengan investasi reksa dana.

Hal inilah yang membuat banyak orang di luar sana menganggap bahwa unit link dan reksa dana tidak ada bedanya dari sisi risiko dan menempatan dananya.

Oleh karenanya, dana yang kamu tempatkan di jenis instrumen investasi yang dipilih tergantung dari kepiawaian Manajer Investasi (MI) dalam pengelolaan dana investor.

Perbedaan Reksa dana dan Unit Link

1.     Biaya Investasi yang Perlu Dibayarkan

Bila kamu menganggap bahwa reksa dana dan unit link itu adalah sama, bagaimana dengan besaran biaya investasinya?

Jika kamu memilih investasi reksa dana, biaya investasi reksa dana yang perlu kamu persiapkan terbilang sangat terjangkau, kamu bisa membeli produk reksa dana di Ajaib mulai dari Rp10.000.

Lalu, kamu juga bebas untuk menarik dan menambah investasimu kapan saja sesuai dengan kemampuan finansialmu.

Tentu saja, hal ini berbeda dengan investasi asuransi unit link di mana kamu setiap bulannya wajib melakukan pembayaran premi sesuai dengan perjanjian polis yang telah kamu setujui dengan pihak perusahaan asuransi.

Biaya-biaya ini meliputi biaya akuisisi untuk 5 tahun pertama, biaya asuransi, biaya spread, biaya pembelian, dan biaya administrasi.

Untuk biaya investasi, produk asuransi unit link lebih mahal dibanding dengan investasi reksa dana. Karena investasi asuransi unit link bersifat mengikat.

Sedangkan investasi reksa dana bersifat lebih fleksibel dengan kebebasan investor dalam menempatkan dananya, dan tidak dikenakan biaya transaksi seperti biaya jual-beli, serta biaya penarikan.

2.     Pemilihan Manajer Investasi

Bagi kamu yang ingin berinvestasi pada asuransi unit link, kamu bisa memilih jenis instrumen investasi apa saja yang ingin dipilih. Namun, kamu tidak bisa memilih ingin dikelola oleh siapa terkait dana investasimu tersebut.

Hal ini berbeda dengan investasi reksa dana online misalnya lewat Ajaib. Kamu bisa bebas memilih produk reksa dana yang ingin dibeli dari berbagai Manajer Investasi (MI) yang telah bermitra dengan platform investasi online Ajaib.

Selain itu bila kamu berinvestasi di reksa dana, ketika nilai reksa dana milikmu turun, kamu tidak perlu takut. Karena kamu bisa pengalihan asetmu ke jenis reksa dana lainnya. Ini adalah kelebihan dari investasi reksa dana dibanding unit link.

3.     Biaya Jual dan Beli

Investasi reksa dana online membebaskan biaya transaksi, selain itu bila kamu berinvestasi lewat unit link, kamu akan dikenakan fee untuk setiap tambahan investasi sebesar 5%.

Jadi, misalkan kamu berinvestasi sebesar Rp2 juta, kamu akan dikenakan Rp100.000 untuk dibayarkan ke perusahaan asuransi dan nominal reksa danamu menjadi Rp2 juta – Rp100 ribu = Rp1,9 juta.

Fee untuk tambahan investasi setiap transaksi ini dinilai begitu besar bagi seorang investor. Hal ini bisa mengacu dari lebih tingginya fee ini dibanding bunga tabungan yang berkisar 3-4% saja.

Selain itu, unit link juga membebankan biaya spread yakni adanya perbedaan antara biaya jual dan biaya beli aset. Sehingga semakin kecil saja keuntungan investasi yang diperoleh dari unit link dibanding investasi reksa dana.

Bukan hanya itu saja, melainkan unit link juga membebankan biaya administrasi kepada nasabah sekitar Rp35.000 per bulan, bila kamu dalam 10 tahun total biaya administrasi yang perlu kamu bayarkan mencapai lebih dari Rp3.000.000.

Demikianlah persamaan dan perbedaan antara unit link dan reksa dana yang perlu diketahui.

Sebenarnya kedua produk investasi ini sama-sama memberikan manfaat bagi investor.

Namun, untuk lebih memaksimalkan manfaat dari investasi reksa dana dan unit link, kamu bisa mengetahui dan mempelajari karakteristik dan ciri-ciri investasi dari masing-masing produk investasi ini terlebih dahulu agar tidak buntung di kemudian hari.

Artikel Terkait