Pajak

Apa Itu Kode Faktur Pajak dan Penjelasannya

Kode faktur pajak merupakan ketentuan yang diatur oleh Direktorat Jenderal Pajak atau DJP kepada PKP atau yang lebih dikenal dengan Pengusaha Kena Pajak berupa nomor seri. Kode faktur pajak ini terdapat pada faktur pajak.

Para Pengusaha Kena Pajak ini diwajibkan menyerahkan bukti transaksi jual-beli yang selama ini dilakukannya, karena transaksi jual-beli itu dikenakan pajak. Bukti transaksi jual beli yang dikenakan pajak itu yang disebut sebagai faktur pajak.

Kehadiran faktur pajak sangat penting karena sebagai bukti bahwa Pengusaha Kena Pajak tersebut mengenakan pajak pada barang atau jasa yang ditawarkannya kepada pembeli.

Faktur pajak ini harus memiliki identitas untuk dikenali secara resmi oleh Direktorat Jenderal Pajak. Karena itu tidak mengherankan jika pada faktur pajak ada kode faktur pajak.

Kode faktur pajak ini tidak dibuat sendiri oleh Pengusaha Kena Pajak, tapi yang mengeluarkannya adalah Direktorat Jenderal Pajak, dan ini sudah mutlak.

Kode faktur pajak sendiri dikeluarkan dengan mekanisme tertentu dan memiliki kode unik berupa kumpulan angka, huruf, atau kombinasi angka dan huruf. Namun, kode faktur pajak ini punya ciri khas dan arti yang sebaiknya diketahui oleh Pengusaha Kena Pajak. Kode tersebut terdiri dari 16 digit yang yang terdiri dari:

1. Dua digit pertama yang merupakan kode transaksi.

2. Satu digit setelah 2 digit pertama yang merupakan kode status

3. 13 digit setelah kode status yang merupakan kode faktur pajak yang sudah ditentukan oleh Direktorat Jenderal Pajak.

Kode faktur pajak atau biasa disebut dengan Nomor Seri Faktur Pajak diterbitkan atas tujuan untuk memvalidasi atau membenarkan faktur pajak yang telah dibuat oleh Pengusaha Kena Pajak. Memang Pengusaha Kena Pajak memiliki ketentuan pajak yang berbeda dengan wajib pajak lainnya, seperti mereka yang bekerja di kantoran.

Masing-masing kode faktur pajak, memiliki arti tersendiri yang sebaiknya diketahui oleh Pengusaha Kena Pajak. Kita akan membahasnya satu per satu dimulai dari kode transaksi:

1. Kode Transaksi 01

Artinya: Penyerahan Barang Kena Pajak/BKP atau Jasa Kena Pajak/JKP, PPn terutangnya dipungut oleh PKP penjual.

2. Kode Transaksi 02

Artinya: Penyerahan Barang Kena Pajak/BKP atau Jasa Kena Pajak/JKP, PPn-nya dipungut oleh bendahara pemerintah. Bendahara ini memiliki beberapa kategori yang ditentukan sebagai bendaharawan pemerintah, BUMN, dan Badan Usaha Tertentu.

3. Kode Transaksi 03

Artinya: Penyerahan BKP atau JKP kepada pemungut PPn lainnya yang PPn-nya dipungut oleh pemungut PPN lainnya. Pemungut lainnya yang dimaksud adalah kontraktor kontrak yang bekerja sama dengan pengusaha mijak dan gas atau pemegang kuasa/pemegang izin usaha yang berkaitan dengan panas bumi.

4. Kode Transaksi 04

Artinya: Penyerahan BKP atau JKP yang menggunakan DPP nilai lain yang PPn-nya dipungut oleh PKP penjual yang melakukan penyerahan.

5. Kode transaksi 05

Artinya: Maksud dari kode ini adalah tidak digunakan.

6. Kode transaksi 06

Artinya: Penyerahan lain yang PPn-nya dipungut oleh PKP penjual yang melakukan penyerahan BKP atau JKP dan penyerahan kepada orang pribadi yang memegang paspor dari luar negeri.

Maksudnya di sini adalah penyerahan yang menggunakan tarif selain 10%. Contohnya adalah penyerahan hasil tembakau dalam negeri oleh pengusaha yang memiliki usaha pabrik hasil tembakau atau hasil tembakau yang dibuat di luar negeri oleh importir.

Penyerahan BKP ke orang pribadi pemegang paspor luar negeri tersebut dilakukan oleh PKP toko retail yang ditunjuk oleh Ditjen Pajak. Di sini PKP yang punya toko retail yang diharuskan menerbitkan faktur pajak khusus menggunakan kode 060 dan punya aplikasi khusus.

Sedangkan PKP yang punya toko retail, tapi tidak ditunjuk sebagai penerbit faktur menggunakan kode 010.

7. Kode transaksi 07      

Artinya: Penyerahan BKP atau JKP yang mendapatkan fasilitas PPn Tidak Dipungut atau Ditanggung Pemerintah (DTP). Yang dimaksud oleh kode transaksi ini adalah bea masuk, bea masuk tambahan, PPn/PPnBM dan PPh yang berkaitan dengan proyek Pemerintah yang dibiayai atau mendapatkan pinjaman dari luar negeri.

8. Kode transaksi 08

Artinya: Penyerahan BKP atau JKP yang dikhususkan kepada mereka yang dibebaskan dari pengenaan PPn. Yang bebas dikenakan PPn adalah barang yang digunakan secara langsung dalam proses usaha seperti, mesin dan peralatan listrik lainnya, unggas, dan apapun itu yang berkaitan dengan peternakan, apa pun itu yang merupakan hasil dari pertanian, air, dan barang bebas PPn lainnya.

9. Kode transaksi 09

Artinya: Penyerahan aktiva yang berkaitan dengan Pasal 16 D PPn-nya dipungut oleh PKP Penjual.

Itu adalah macam-macam dari kode transaksi yang muncul di awal kode faktur pajak. Selanjutnya adalah kode status yang merupakan digit ketiga di dalam kode faktur pajak. Kode status ini memiliki arti masing-masing sebagai berikut.

1.     Kode 0 = Ini maksudnya adalah status normal.

2.     Kode 1 = Ini maksudnya adalah status penggantian.

3.     Kode 1 berlaku dalam penerbitan faktur pajak pengganti kedua, dan seterusnya.

Jadi, bisa dikatakan kode status ini hanya terdiri dari 0 dan 1.

Lalu, untuk tiga belas digit terakhir merupakan nomor seri faktur pajak yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pajak sebagai tanda identitas yang khas. Tiga belas derajat terakhir itu pun tidak hanya bertugas sebagai identitas, tapi juga pengaman ketika PKP melakukan transaksi.

Karena itu cukup wajar jika Direktorat Jenderal Pajak akan menyusun kode ini seunik mungkin dan bisa dalam bentuk angka, huruf, dan kombinasi keduanya.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Artikel Terkait