Investasi, Saham

Alasan Memilih dan Cara Membeli Saham Sido Muncul

Sumber: Sido Muncul

Ajaib.co.id – Bagaimana cara membeli saham Sido Muncul? Apakah sahamnya cukup prospektif di tengah pandemi COVID-19 seperti saat ini? 

Tahukah kamu produk apa yang dihasilkan oleh Sido Muncul? Ya, Tolak Angin. Sido Muncul adalah perusahaan yang bergerak di bidang penjualan produk jamu dan farmasi yang tercatat sebagai perusahaan terbuka di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan nama emiten PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO).

Perusahaan ini termasuk dalam emiten kapitalisasi pasar menengah atau middle capitalization yang cukup diperhitungkan saat ini. Mengapa?

Sejarah Sido Muncul

Sido Muncul pada awalnya didirikan oleh Nyonya Rahkmat Sulistio di Yogyakarta sekitar tahun 1940. Perusahaan ini awalnya bergerak di bidang industri jamu rumahan. Salah satu produknya yang terkenal adalah racikan godongan yang kini dipatenkan dengan nama Tolak Angin. 

Bisnis Sido Muncul kian berkembang ditandai dengan didirikannya sebuah pabrik jamu di Semarang dengan nama Sido Muncul pada tahun 1951. Sido Muncul lanjut berekspansi dengan mendirikan pabrik di Ungaran dan memodernisasi beberapa pabriknya. 

Dari struktur manajemen, Sido Muncul sendiri saat ini masih dipimpin dominasi oleh keturunan dari Nyonya Rakhmat Sulistio yakni Jonatha Sofjan Hidajat, Johan Hidayat, David Hidayat dan Irwan Hidayat yang menduduki jabatan sebagai Komisaris dan Direktur secara bergantian.  

Baru pada tahun 2013, Sido Muncul akhirnya merealisasikan niatnya untuk melantai di bursa dengan melepas 1,5 juta unit lembar saham atau 10 persen dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO (Initial Public Offering). Kala itu, Sido Muncul menetapkan harga saham perdana di kisaran Rp580 per saham sehingga perusahaan meraup dana sekitar Rp870 miliar dari aksi korporasi tersebut. 

Sido Muncul mengemukakan bahwa dana hasil penawaran saham perdana tersebut akan digunakan mayoritas untuk modal kerja, investasi dan sisanya untuk pengembangan sistem informasi dan komputerisasi.

Kinerja Keuangan

Sebagai salah satu perusahaan yang produknya cukup diminati karena efektif membantu mencegah penyebaran virus corona, performa keuangan Sido Muncul juga terbilang cukup stabil. Berdasarkan laporan keuangan untuk semester I /2020, Sido Muncul mencatatkan laba bersih sebesar Rp413 miliar, bertumbuh 10 persen dibandingkan perolehan semester I/2020. 

Tak hanya labanya yang bertumbuh, Sido Muncul juga membukukan kenaikan penjualan secara keseluruhan sebesar 3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi Rp1,46 triliun. 

Berdasarkan pemberitaan Bisnis, Direktur Keuangan Sido Muncul Leonard menyatakan bahwa pertumbuhan penjualan pada periode awal tahun sejatinya disebabkan oleh kenaikan penjualan dari segmen produk minuman kesehatan. Dia mengakui, permintaan produk minuman kesehatan seperti VIT C 1000 serta minuman herbal yang meningkat di tengah pandemi COVID-19. Sementara, penjualan dari segmen produk suplemen dan jamu menunjukkan tren negatif dengan membukukan penurunan penjualan 2 persen. 

Lebih lanjut, perseroan pun hanya bisa bergantung pada penjualan domestik pada awal tahun ini mengingat penjualan ekspor nyatanya mengalami pelemahan terbukti dari tergerusnya pendapatan dari pasar Filipina. 

Disamping kinerja operasionalnya memang terus menunjukkan pertumbuhan, Sido Muncul termasuk dalam emiten yang royal membagikan dividen. Pada bulan April lalu, pemegang saham menyetujui rencana manajemen untuk membagikan total dividen tunai sebesar Rp729 miliar yang setara dengan rasio pembayaran dividen sebesar 90 persen dari laba bersih sebesar Rp807 miliar tahun 2019. Angka yang fantastis, bukan?

Cara Membeli Saham Sido Muncul

Bagaimana cara membeli saham Sido Muncul? Gampang, kamu hanya perlu memiliki akun di aplikasi investasi Ajaib dulu sebelum melakukan transaksi. Aplikasi ini bisa kamu unduh melalui Google Play Store dan Apple App Store. 

Setelah memiliki akun, kamu hanya perlu melakukan top-up dana ke akun rekening dana nasabah (RDN) sesuai dengan nominal yang harga pembelian saham SIDO yang kamu inginkan. Oh iya, untuk transaksi daring, kamu juga diwajibkan membeli saham minimal 1 lot atau 100 lembar saham. 

Pada perdagangan Selasa (18/8), saham SIDO ditutup parkir di zona hijau dengan kenaikan sebesar 1,85 persen ke level Rp1.375. Sehingga, jika kamu berencana untuk membeli saham SIDO pada level harga tersebut, kamu harus menyiapkan dana Rp137.500 ditambah dengan fee transaksi saham. 

Untuk kamu ketahui, sejak masa pandemi, saham SIDO sempat menyentuh level terendahnya yakni Rp905 tepat pada tanggal 23 Maret 2020. Adapun, saham SIDO mencetak level tertingginya baru-baru ini yakni tepat pada 6 Agustus 2020 di level Rp1.450. 

Setelah dibuka pada level Rp1.275 pada 2 Januari 2020 lalu, sepanjang tahun berjalan, harga saham SIDO sudah menguat sekitar 7,84 persen. Jadi, jika uang yang kamu investasikan adalah sebesar Rp10 juta, kurang dari 9 bulan kamu sudah mendapatkan imbal hasil sebesar Rp784 ribu, belum dengan dividen tunai yang diberikan perusahan. Angka ini jelas lebih tinggi dari imbal hasil deposito yang maksimal hanya bisa memberikan return sebesar 6 persen per tahunnya. Tertarik, kan? Lalu bagaimana kinerja saham SIDO ke depannya?

Ellen May, pengamat pasar modal dan pendiri Ellen May Institute melalui laman Kontan menyampaikan bahwa pihaknya merekomendasikan pembelian swing trading saham SIDO. Apa yang dimaksud dengan swing trading? Model transaksi saham ini dimaksudkan untuk memperoleh keuntungan dalam jangka pendek yang bisa dilakukan dalam hitungan hari.

Ellen menyarankan investor untuk melakukan swing trading dengan pembelian maksimal 5 persen dari modal pembelian saham SIDO di level harga pembelian Rp1.240 per sahamnya. Kamu bisa memperbesar porsi pembelian jika memang harganya turun, namun jangan sampai menyentuh angka Rp1.190.

Jika saham SIDO menyentuh angka Rp1.190, berarti kamu sudah disarankan untuk menjualnya untuk meminimalisir pelemahan yang berkepanjangan. Namun, jika harganya terus menguat, kamu bisa mengambil keuntungan jika harga menyentuh Rp1.350 sampai Rp1.400. Selamat mencoba, ya!

Sumber: Masih Bisa Cetak Laba di Tengah Pandemi Covid-19, Ini Jurus Sido Muncul (SIDO) dan Kinerja positif, begini prospek saham SIDO, dengan perubahan seperlunya.

Artikel Terkait