8 Kesalahan Mengatur Keuangan yang Dilakukan Milenial

Kesalahan mengatur keuangan sering dilakukan baik secara sengaja maupun tidak sengaja. Kesalahan ini membuat milenial kesulitan untuk menabung dan meningkatkan kesehatan finansial.

Mau tahu apa saja kesalahan yang biasa dilakukan milenial dalam mengelola keuangan pribadi? Simak uraian berikut ini.

Pengeluaran yang Berlebihan

Terkadang, sebuah pengeluaran tampak seperti bukan masalah. Membeli secangkir kopi susu, makan malam di luar setelah pulang kerja, atau menonton film di bioskop setiap akhir pekan adalah kebiasan yang menurutmu biasa saja. Namun, hal-hal ini biasa dilakukan terus-menerus dan membuatmu memiliki pengeluaran yang berlebihan.

Misalnya, kamu membeli kopi seharga Rp20.000 setiap pagi sebelum ke kantor. Dalam satu minggu, kamu sudah menghabiskan uang sebesar Rp100.000 hanya untuk kopi. Dalam sebulan, jumlahnya menjadi cukup besar. Kamu bisa berinvestasi dengan uang sebesar Rp400.000 yang kamu hemat dari pembelian kopi ini.

Pembayaran Tanpa Akhir

Tanyakan pada diri sendiri apakah kamu benar-benar membutuhkan barang atau layanan yang harus kamu bayar setiap bulan. Hal-hal seperti aplikasi musik streaming atau keanggotaan di gym akan memaksamu untuk terus membayar tanpa henti sedangkan kamu tidak memperoleh keuntungan secara finansial.

Ketika sedang berada dalam kondisi yang sulit dengan uang yang terbatas, layanan seperti itu bisa kamu kurangi. Terutama layanan yang sangat jarang digunakan. Gantilah dengan layanan yang lebih murah bahkan gratis. Dengan berhenti berlangganan, kamu bisa lebih mudah menggemukkan rekening tabungan.

Hidup Terpaut dengan Uang Pinjaman

Hal biasa jika kartu kredit digunakan untuk membeli barang-barang penting. Akan tetapi, ada pula pengguna yang memanfaatkan kartu kredit untuk membeli sejumlah barang atau layanan demi keinginan sesaat.

Apalagi, saat ini sudah semakin banyak fitur paylater yang memungkinkan orang-orang membeli barang dengan cara berutang. Hal ini menjadi kebiasaan buruk karena mereka merasa memiliki uang untuk membeli barang padahal tidak. Ini juga membuat milenial terdorong melakukan belanja impulsif.

Saat hari gajian tiba, milenial harus membayar tagihan-tagihan dari kartu kredit atau paylater. Uang yang tersisa menjadi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dan milenial harus hidup dari kartu kredit dan paylater lagi.

Tagihan Terlambat Dibayar

Berbagai cara bisa kamu lakukan agar tidak terlambat membayar tagihan. Mengaktifkan pembayaran tagihan otomatis adalah salah satu pilihan yang bisa kamu coba. Kamu juga bisa membuat reminder di ponsel beberapa hari sebelum tanggal jatuh tempo.

Terlambat membayar tagihan bisa berujung dengan teracak-acaknya pengaturan keuanganmu. Bisa jadi kamu juga harus membayar bunga denda dan membuatmu mengeluarkan uang lebih banyak. Jadi, jangan sampai hal ini terjadi lagi.

Belum Mulai Menyiapkan Dana Darurat

Kesalahan dalam mengatur keuangan yang umum dilakukan selanjutnya adalah milenial belum mulai menyiapkan dana darurat. Apakah kamu tahu apa itu dana darurat? Ini adalah aset likuid yang disimpan dan bisa digunakan dalam keadaan darurat.

Kamu bisa jadi dipecat dan harus hidup tanpa gaji selama beberapa bulan sebelum menemukan pekerjaan baru. Atau ada keluargamu yang sedang dirawat dan memerlukan biaya pengobatan yang besar. Pada saat seperti itu, dana darurat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan.

Ingatlah bahawa sedia payung sebelum hujan itu penting. Kamu perlu memiliki dana darurat paling tidak sebesar tiga kali dari pengeluaran bulanan. Dana ini bisa kamu gunakan dalam keadaan darurat yang mungkin saja terjadi.

Membeli Motor atau Mobil Baru

Setiap tahun, ada jutaan motor dan mobil yang dijual. Namun hanya sedikit pembeli kendaraan baru yang mampu membayarnya dengan uang tunai. Kamu harus sadar bahwa ketidakmampuan membayar tunai untuk membeli kendaraan baru berarti ketidakmampuan untuk membelinya.

Kamu mampu membayar cicilannya bukan berarti kamu mampu membeli mobil. Ada pengeluaran tambahan yang mengikuti ketika kamu memiliki kendaraan baru. Kamu harus menyediakan uang untuk membeli bensin, biaya perawatan, pajak, juga mungkin biaya parkir jika kamu tinggal di indekos. Sudahkah kamu memikirkannya?

Terkadang, orang-orang terdesak membeli kendaraan walaupun harus kredit. Namun, bukan berarti kamu harus membeli mobil mewah, bukan? Selain harga jualnya yang mahal, mobil mewah juga mahal jika diasuransikan dan mahal dalam biaya bahan bakar.

Jika kamu perlu membeli kendaraan dan terpaksa meminjam uang untuk itu, pertimbangkan membeli  kendaraan hemat bensin. Pikirkan juga berapa asuransi dan biaya perawatan yang harus kamu bayar setiap bulan.

Meningkatkan Gaya Hidup

Setelah beberapa bulan bekerja, Anda mendapatkan kenaikan gaji sebesar 10%, Selamat! Kamu mungkin kini berpikir kamu bisa meningkatkan gaya hidup. Mungkin kamu mulai berencana untuk makan 10% lebih banyak atau belanja 10% lebih banyak.

Tahan dulu, menolak dorongan ini adalah hal yang paling cerdas. Meskipun gajimu bertambah, bukan berarti kamu bisa mengeluarkan uang lebih banyak untuk konsumtif. Sebaliknya, alokasikan kenaikan gajimu untuk menabung atau berinvestasi. Dengan demikian, kebutuhanmu di masa akan datang bisa tercapai.

Kesalahan Mengatur Keuangan yang Suka Dilupakan: Belum Memulai Investasi

Ini adalah kesalahan dalam mengelola keuangan yang juga biasanya dilakukan oleh milenial. Padahal investasi bisa membantu untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang, loh. Misalnya kamu ingin membeli rumah, menikah, atau mempersiapkan dana pensiun.

Kalau kamu masih melakukan kesalahan ini, cobalah untuk memperbaikinya mulai sekarang. Ada berbagai pilihan produk investasi yang bisa kamu pilih. Kamu bisa berinvestasi emas batangan atau saham untuk mewujudkan kebutuhan jangka panjang di atas lima tahun. Sedangkan untuk kebutuhan jangka pendek, investasi P2P Lending atau reksa dana bisa menjadi pilihan.

Investasi tidak perlu menyediakan uang yang banyak. Kamu bisa mulai berinvestasi mulai Rp25.000 saja di P2P Lending Modal Rakyat. Imbal hasil yang diterima juga cukup besar, mulai dari 15% hingga 25% per tahun. Dengan berinvestasi, kamu bisa meningkatkan aset dan memperbaiki kondisi finansialmu.

Nah, itulah 8 kesalahan dalam mengatur keuangan yang biasanya milenial. Dari 8 jenis kesalahan di atas, mana yang masih kamu lakukan? Dengan menyadari kesalahan ini, kamu bisa mulai memperbaiki cara mengatur keuangan pribadi dan meningkatkan kesehatan finansialmu.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.   

Mulai Investasi Reksa Dana Dengan Ajaib.
Ayo bergabung dengan Ajaib, aplikasi investasi online terbaik! Bebas biaya pendaftaran, bisa tarik dana kapan saja. Modal awal min. Rp10.000.
Facebook Comment
Artikel Terkait