Investor Pemula

3 Elemen Penting Berkebun, Bisa Diterapkan dalam Investasi

Berkebun

Ajaib.co.id – Berkebun dan berinvestasi bisa dikatakan suatu bidang pekerjaan yang berbeda. Jika berkebun kamu mungkin perlu untuk bersentuhan dengan tanah, dan siap untuk berkotor-kotoran saat menanam tanaman, dan hal itu tidak akan terjadi pada saat kamu berinvestasi.

Namun sebenarnya ada beberapa pelajaran berharga dari aktivitas berkebun yang masih ada kaitannya dengan berinvestasi.

Kamu akan melihat pentingnya kesabaran, efisiensi biaya, dan diversifikasi dalam berkebun, dan hal tersebut juga sangat penting untuk kamu miliki ketika memutuskan untuk terjun di dunia investasi.

Jika kamu bisa melakukan hal tersebut, tentu menghasilkan pundi-pundi uang dalam berinvestasi bukan hal yang tidak mungkin. Bahkan bisa jadi kamu meraih keuntungan yang meningkat dari waktu ke waktu.

Berikut 3 elemen penting dalam berkebun yang dapat kamu terapkan dalam membangun portofolio investasi.

Kesabaran

Menjadi kaya dengan cepat dalam investasi tidak akan mungkin. Hal yang sama bisa dikatakan untuk “berkebun tidak bisa instan.”

Beberapa orang memandang tanaman dan pohon hanya sebagai perabot yang bisa diperlakukan sembarangan. Mereka membeli spesimen yang besar tanpa mempertimbangkan potensi pertumbuhannya.

Banyak orang tidak memiliki kesabaran. Alih-alih membeli spesimen kecil dengan akar yang hidup dan memberi mereka ruang dan waktu yang mereka butuhkan untuk tumbuh, mereka yang berkebun instan lebih memilih tanaman yang sudah mulai tumbuh buah atau sayuran tanpa melihat proses pertumbuhannya.

Ini tidak berbeda dengan seorang investor yang tidak mau memulai dari awal dengan mempelajari hal-hal dasar dalam sebuah investasi. Mereka ingin segera meraih profit instan yang besar dengan mengandalkan orang lain yang mengelola keuangannya.

Berkebun membutuhkan kesabaran, kamu akan lebih merasa puas jika memulainya dari bibit, lalu memberinya pupuk, menyiramnya dan memberinya waktu untuk berkembang dan menghasilkan buah-buahan.

Dari biji sederhana, pohon mangga yang besar akan tumbuh untuk memberikan perlindungan dari matahari selama bertahun-tahun. Bukan hanya itu saja, kamu juga akan merasakan manfaat buahnya yang segar nan manis.

Begitu pula dalam berinvestasi, kamu bisa memulainya dengan investasi yang minim risiko, sambil kamu pelajari dan pahami. Lalu setelah kamu bisa berkembang dalam hal ilmu investasi, tentu akan membawa kamu ke dalam dunia investasi yang lebih besar, dengan keuntungan yang lebih besar.

Jadi dengan bersabar kamu bisa meraih segala sesuatu yang lebih besar dan abadi, baik itu dari berkebun maupun berinvestasi.

Penghematan Biaya

Berkebun mengajarkan bahwa produk yang paling mahal belum tentu yang terbaik. Biaya investasi adalah faktor terbesar dalam kinerja investasi. Membeli sesuatu yang sangat mahal yang tidak kamu pahami adalah suatu bencana.

Bayangkan membeli anggrek tropis yang mahal dan halus tanpa tahu bagaimana merawatnya. Makhluk malang itu akan layu dan mati tak lama kemudian.

Mulailah dengan tanaman yang mudah didapatkan dan tidak terlalu mahal harganya. Tanaman yang biasanya tidak memerlukan perawatan yang khusus.

Tanaman yang bisa tumbuh dengan baik dalam kondisi cuaca apapun. Itu akan membuat kamu lebih menghemat biaya.

Begitu juga halnya dengan investasi, ketika kamu ingin mulai berinvestasi maka pilihlah yang modalnya terkecil terlebih dahulu untuk awal. Selain itu pilih investasi yang minim akan risiko, dan biaya bunga yang cukup kecil.

Jangan terbawa nafsu untuk segera mengeluarkan modal yang besar, karena belum pasti kamu akan mendapatkan keuntungan yang besar.

Ini biasa yang terjadi pada investor pemula yang mengira akan dapat segera mendapatkan keuntungan yang besar jika mengeluarkan modal yang besar.

Dalam berkebun dan berinvestasi butuh yang namanya penghematan biaya. Jangan asal punya uang yang banyak, lalu membeli sesuatu tanpa perhitungan biaya.

Diversifikasi

Taman yang paling indah di dalamnya ada berbagai spesies. Ada tanaman yang tumbuh di gundukan tanah. Ada yang merambat, seperti pohon anggur. Beberapa varietas mungkin tumbuh sangat vertikal, sementara yang lain tersebar sebagai penutup tanah.

Ada tanaman yang dihargai hanya untuk daunnya. Ada yang dihargai karena buahnya, dan ada pohon yang tetap hijau di kala musim dingin. Beberapa tanaman tumbuh subur di tempat teduh, sementara yang lain membutuhkan sinar matahari sepanjang hari.

Jika kamu menanam hanya satu varietas, kamu tidak akan memiliki kebun yang memberikan manfaat di semua musim. Hal yang sama dapat dikatakan untuk investasi yang kamu milki.

Portofolio yang terdiversifikasi harus mengandung banyak jenis saham, baik asing dan domestik, serta beberapa sektor real estat.

Atau kamu juga bisa masukkan beberapa obligasi berkualitas tinggi untuk melindungi investasi kamu dari badai keuangan yang tak terduga dan tidak bisa terhindarkan.

Tanpa keragaman ini, portfolio kamu bisa layu dan mati. Hanya berinvestasi pada saham atau obligasi akan sangat mirip dengan berkebun di rumah tanpa variasi. Itu tidak akan bekerja. Kamu perlu mendiversifikasi investasi kamu.

Ada istilah yang cukup terkenal di dunia investasi “Don’t put your eggs in one basket” yang artinya, “Jangan letakkan telur kamu dalam satu keranjang.”

Istilah ini bermakna bahwa dalam dunia investasi, kamu sebaiknya tidak menempatkan semua modal dalam satu instrumen investasi saja. Karena itu akan berisiko ketika kamu mengalami kerugian atau terjadi resesi keuangan.

Tidak semua orang bisa menjadi tukang kebun atau investor. Jika kamu tidak sabar, mudah dipengaruhi dan suka mengikuti orang banyak, tentunya akan berdampak pada portofolio investasi kamu.

Jika kamu cukup beruntung untuk memiliki minat dan bakat keduanya, jangan kaget jika kamu mulai melihat pundi-pundi uangmu makin bertambah

Artikel Terkait