Analisa Saham

Saham Sektor Energi Potensial Sepekan (6-10 Des2021)

Ajaib.co.id – Saham-saham energi patut untuk dicermati pada minggu ini mengingat permintaan akan komoditas masih tinggi karena negara-negara barat masih berada dalam musim dingin. Selain itu, data Purchasing Managers’ Index (PMI) menunjukan masih ekspansif di atas level 50.

Berikut saham-saham pada sektor energi dan industri terkait yang patut dicermati untuk periode perdagangan 6 – 10 Desember 2021:

Berikut analisa teknikal yang dibuat pada harga penutupan Jumat, 3 Desember 2021, serta sentimen positif apa saja yang mempengaruhi saham-saham tersebut dan prospek bisnis emiten tiap-tiap saham.

1. PT Sumber Global Energy Tbk – SGER

Kinerja Saham & Prospek Kedepan

  • Harga saham SGER melesat 60% sejak awal tahun hingga tanggal 3 Desember 2021 pada harga Rp1.160 per lembar sahamnya;
  • Saham SGER tergolong likuid di pasar dengan rata-rata volume perdagangan selama bulan November 2021 sebesar Rp7 miliar per harinya;
  • Volume perdagangan saham SGER di sepanjang bulan November 2021 mencapai 1.217.025 lot;
  • Kinerja SGER pada kuartal III 2021 berhasil mencatat laba bersih yang tumbuh menjadi sebesar Rp 74,6 miliar dibanding pencapaian di periode yang sama pada tahun sebelumnya yang tercatat hanya sebesar Rp 35,9 miliar.

Analisis Teknikal

Secara teknikal SGER masih berada diatas MA 50nya, volume naik dibanding dengan hari sebelumnya, stochastic berada di level oversold dan MACD di area positif. Resist terdekat di level 1225. Support di level 1145, cut loss jika break level 1105.

2. PT Buana Lintas Lautan Tbk – BULL

Kinerja Saham & Prospek Kedepan

  • Harga saham BULL masih terkoreksi 30% sejak awal tahun hingga tanggal 3 Desember 2021 pada harga Rp254 per lembar sahamnya;
  • Saham BULL tergolong likuid di pasar dengan rata-rata volume perdagangan selama bulan November 2021 sebesar Rp34 miliar per harinya;
  • Volume perdagangan saham BULL di sepanjang bulan November 2021 mencapai 29.536.716 lot;
  • Dalam 1 bulan terakhir di bulan November 2021 kemarin total volume perdagangan saham BULL mencapai 29.536.716, dan terdapat peningkatan aktivitas volume transaksi pada saham BULL dari bulan sebelumnya yang tercatat 18.565.643 atau ada peningkatan sebesar 59% MoM;
  • Kinerja BULL pada Semester 1 2021 ini berhasil mencatat pendapatan yang naik menjadi sebesar US$101,32 juta dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya yang tercatat hanya sebesar US$97,96 juta.

Analisis Teknikal

BULL secara teknikal berada dalam fase konsolidasi dalam minor trend nya. Ditutup diatas MA 5 dan tepat pada MA 20 nya pada level 254. Volume naik signifikan. Stochastic golden cross di area oversold dan MACD crossover bergerak ke atas. Resistance terdekat di level 262. Support di level 246, cut loss jika break level 244.

3. PT Indika Energy Tbk – INDY

Kinerja Saham & Prospek Kedepan

  • Harga saham INDY turun 2% sejak awal tahun hingga tanggal 3 Desember 2021 pada harga Rp1.710 per lembar sahamnya;
  • Saham INDY tergolong likuid di pasar dengan rata-rata volume perdagangan selama bulan November 2021 sebesar Rp64 miliar per harinya;
  • Volume perdagangan saham INDY di sepanjang bulan November 2021 mencapai 8.327.655 lot;
  • Pada Semester I-2021, INDY berhasil mencatat laba inti sebesar US$ 55,8 juta, pencapaian tersebut naik signifikan dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya yang hanya mampu mencatat laba inti sebesar US $ 6,5 juta.

Analisis Teknikal

INDY secara teknikal berada dalam fase sideways jangka pendeknya. Ditutup di atas MA 5 dan MA 20. Stochastic bergerak naik dan MACD di area negatif. INDY secara teknikal memiliki gap dan berpotensi untuk naik menutup gap tersebut menuju level 1845-1880. Support di level 1690. Cut Loss jika break 1655.

4. PT Alfa Energi Investama Tbk – FIRE

Kinerja Saham & Prospek Kedepan

  • Harga saham FIRE masih terkoreksi 60% sejak awal tahun hingga tanggal 3 Desember 2021 pada harga Rp482 per lembar sahamnya;
  • Saham FIRE tergolong likuid di pasar dengan rata-rata volume perdagangan selama bulan November 2021 sebesar Rp1,5 miliar per harinya;
  • Volume perdagangan saham FIRE di sepanjang bulan November 2021 mencapai 625.049 lot;
  • Kinerja FIRE pada Kuartal III-2021 ini berhasil mencatat kenaikan laba bersih sebesar Rp18,7 miliar, naik dibandingkan laba bersih pada periode yang sama di tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp16,8 miliar.

Analisis Teknikal

FIRE secara teknikal berada dalam fase downtrend nya, ditutup dibawah MA 5 dan MA 20. Stochastic golden cross di area oversold dan MACD negatif. FIRE berpotensi menguji resistance terdekat di level 504, jika breakout leve tersebut akan berpotensi ke resistance selanjutnya di level 546. Cut Loss jika break level 472.

5. PT Medco Energi Internasional Tbk – MEDC

Kinerja Saham & Prospek Kedepan

  • Harga saham MEDC masih terkoreksi 23% sejak awal tahun hingga tanggal 3 Desember 2021 pada harga Rp488 per lembar sahamnya;
  • Saham MEDC tergolong likuid di pasar dengan rata-rata volume perdagangan selama bulan November 2021 sebesar Rp20 miliar per harinya;
  • Volume perdagangan saham MEDC di sepanjang bulan November 2021 mencapai 8.537.876 lot;
  • Kinerja MEDC pada Semester I-2021 ini berhasil mencatat laba bersih sebesar US$ 37,16 juta. MEDC juga saat ini kembali aktif untuk melakukan eksplorasi dan eksploitasi cadangan minyak dan gas (MIGAS) di blok-blok potensial. Saat ini terdapat 4 proyek MEDC diantaranya adalah Proyek Gas Hiu Field, Proyek Belida Extension, Gas Bronang Field dan Minyak Forel Field.

Analisis Teknikal

MEDC secara teknikal berada dalam fase bearish jangka pendeknya, ditutup di atas MA 5 dan berpotensi untuk teknikal rebound. Stochastic goldencross di area oversold dan MACD negatif. Resistance terdekat pada level 516. Cut Loss jika break level 470.

6. PT Perusahaan Gas Negara Tbk – PGAS

Kinerja Saham & Prospek Kedepan

  • Harga saham PGAS masih terkoreksi 4% sejak awal tahun hingga tanggal 3 Desember 2021 pada harga Rp1.490 per lembar sahamnya;
  • Saham PGAS tergolong likuid di pasar dengan rata-rata volume perdagangan selama bulan November 2021 sebesar Rp250 miliar per harinya;
  • Volume perdagangan saham PGAS di sepanjang bulan November 2021 mencapai 35.976.595 lot;
  • Kinerja PGAS pada periode 9 bulan pertama tahun 2021 ini berhasil mencatatkan kenaikan laba bersih mencapai sebesar 439,62% menjadi US$53 juta atau sama dengan Rp755,25 miliar.

Analisis Teknikal

PGAS secara teknikal sedang dalam fase konsolidasi jangka pendeknya, namun dalam major trend PGAS masih berada dalam fase uptrend nya. Ditutup di atas MA 50. Stochastic goldencross di area oversold dan MACD positif. Resistance terdekat di level 1540, cut loss jika break level 1470.

7. PT TBS Energi Utama Tbk – TOBA

Kinerja Saham & Prospek Kedepan

  • Harga saham TOBA melesat 96% sejak awal tahun hingga tanggal 3 Desember 2021 pada harga Rp1.030 per lembar sahamnya;
  • Saham TOBA tergolong likuid di pasar dengan rata-rata volume perdagangan selama bulan November 2021 sebesar Rp8,4 miliar per harinya;
  • Volume perdagangan saham TOBA di sepanjang bulan November 2021 mencapai 1.830.856 lot;
  • Dalam 1 bulan terakhir di bulan November 2021 kemarin total volume perdagangan saham TOBA mencapai 1.830.856, dan terdapat peningkatan aktivitas volume transaksi pada saham TOBA dari bulan sebelumnya yang tercatat 433.494 atau ada peningkatan sebesar 322% MoM;
  • Kinerja TOBA pada Kuartal III-2021 ini tercatat laba bersih yang naik sebesar Rp488,9 miliar dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya yang hanya tercatat sebesar Rp440,3 miliar.

Analisis Teknikal

TOBA secara teknikal masih berada dalam fase bullishnya. Ditutup di atas MA 5, 20 dan MA 50 nya. Stochastic golden cross di area netral dan MACD positif. TOBA menguji resistance di level 1100. Cut Loss jika break level 970.

8. PT Sillo Maritime Perdana Tbk – SHIP

Kinerja Saham & Prospek Kedepan

  • Harga saham SHIP melesat 67% sejak awal tahun hingga tanggal 3 Desember 2021 pada harga Rp995 per lembar sahamnya;
  • Saham SHIP tergolong likuid di pasar dengan rata-rata volume perdagangan selama bulan November 2021 sebesar Rp2,4 miliar per harinya;
  • Volume perdagangan saham SHIP di sepanjang bulan November 2021 mencapai 527.295 lot;
  • Dalam 1 bulan terakhir di bulan November 2021 kemarin total volume perdagangan saham SHIP mencapai 527.295, dan terdapat peningkatan aktivitas volume transaksi pada saham SHIP dari bulan sebelumnya yang tercatat 306.805 atau ada peningkatan sebesar 71% MoM;
  • SHIP pada Kuartal III-2021 mampu mencatat kenaikan laba bersih menjadi sebesar Rp 204,8 miliar dibanding laba bersih pada periode yang sama di tahun sebelumnya yang tercatat hanya sebesar Rp 183,2 miliar.

Analisis Teknikal

Secara teknikal SHIP bergerak dalam fase bullish jangka panjangnya, SHIP ditutup di atas MA 5 dan MA 20 nya, volume naik signifikan dibanding hari sebelumnya, stochastic bergerak naik, ada sinyal untuk SHIP bergerak bullish continuation dan akan uji resistance di level 1015, support di level 960 dan cut loss jika break level 935.

9. PT Elnusa Tbkk – ELSA

Kinerja Saham & Prospek Kedepan

  • Harga saham ELSA masih terkoreksi 22% sejak awal tahun hingga tanggal 3 Desember 2021 pada harga Rp278 per lembar sahamnya;
  • Saham ELSA tergolong likuid di pasar dengan rata-rata volume perdagangan selama bulan November 2021 sebesar Rp7,4 miliar per harinya;
  • Volume perdagangan saham ELSA di sepanjang bulan November 2021 mencapai 5.492.585 lot;
  • Laba bersih ELSA pada Kuartal III-2021 tercatat sebesar Rp 37,56 miliar. ELSA juga mampu menekan jumlah liabilitas menjadi Rp 3,35 triliun dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang tercatat hanya sebesar Rp3,82 triliun.

Analisis Teknikal

ELSA secara teknikal berada dalam fase downtrend jangka pendeknya, namun kemarin membentuk pola candle bullish harami dan ditutup bersinggungan dengan MA 5 nya di level 278. Stochastic goldencross di area oversold dan MACD negatif. Ada potensi ELSA menguji resistance di level 284, cut loss jika break di level 274.

10. PT Adaro Energy Tbk – ADRO

Kinerja Saham & Prospek Kedepan

  • Harga saham ADRO melesat 25% sejak awal tahun hingga tanggal 3 Desember 2021 pada harga Rp1.815 per lembar sahamnya;
  • Saham ADRO tergolong likuid di pasar dengan rata-rata volume perdagangan selama bulan November 2021 sebesar Rp117 miliar per harinya;
  • Volume perdagangan saham ADRO di sepanjang bulan November 2021 mencapai 15.509.244 lot;
  • Kinerja ADRO hingga September 2021 ini berhasil mencatatkan kenaikan pendapatan usaha sebesar 31% secara YoY dari yang sebelumnya US$1,95 miliar menjadi senilai US$2,56 miliar. Laba bersih ADRO juga tercatat tumbuh hingga 285,6% secara YoY dari yang sebelumnya US$120,66 juta menjadi US$465,27 juta.

Analisis Teknikal

ADRO secara teknikal bergerak uptrend. Ditutup di atas MA 5 dan MA 20 nya. Stochastic bergerak naik dan MACD positif. ADRO menguji resistance terdekat pada level 1900, support di level 1755, cut loss jika bergerak turun dan break di level 1725.

Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib membuat informasi di atas melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Artikel Terkait