Analisa Saham

Weekly Watchlist: Saham-Saham Sektor Material Dasar Potensial Dalam Sepekan Kedepan (18 – 22 Oktober 2021)

Long conveyor belt transporting ore to the power plant

Saham-saham sektor material dasar (basic material) patut diperhatikan pada pekan ini. Perekonomian nasional kembali pulih yang tercermin dari tingkat lending rate di atas 4% dalam beberapa bulan terakhir berpotensi meningkatkan permintaan akan bahan baku.

Beberapa bahan baku yang permintaannya berpotensi naik yakni besi baja, semen, pelat timah, pipa besi, dan lain sebagainya. Alhasil saham-saham emiten di sektor tersebut berpotensi kembali positif di tengah permintaan yang bertumbuh.

Berikut beberapa saham material dasar yang patut untuk diperhatikan pada minggu ini: 

Berikut analisa teknikal yang dibuat pada harga penutupan Jumat, 15 Oktober 2021, serta sentimen positif apa saja yang mempengaruhi saham-saham tersebut dan prospek bisnis emiten tiap-tiap saham.

1. PT Krakatau Steel (Persero) Tbk – KRAS

Kinerja Saham & Prospek Kedepan

  • Harga saham KRAS melesat 24% sejak awal tahun hingga tanggal 15 Oktober 2021 pada harga Rp550 per lembar sahamnya;
  • Saham KRAS tergolong likuid di pasar dengan rata-rata volume perdagangan dalam 30 hari terakhir sebesar Rp16 miliar per harinya;
  • Volume perdagangan pada saham KRAS dalam 30 hari terakhir mencapai 6.431.451 lot;
  • KRAS berhasil mencatatkan kinerja yang positif hingga periode September 2021 dimana KRAS masih mencatat laba sebesar Rp367 miliar. Pendapatan KRAS sarana infrastruktur berasal dari bisnis kepelabuhanan, yaitu mencapai Rp. 1,2 triliun. Sementara itu dari bisnis ketenagalistrikan KRAS mencatat pendapatan sebesar Rp600 miliar, bisnis air industri nya sebesar Rp. 556 miliar dan lain nya yaitu dari bisnis kawasan industri sebesar Rp383 miliar hingga periode September 2021 ini.

Analisis Teknikal

KRAS saat ini berada dalam fase uptrend jangka pendeknya. Harga ditutup diatas MA 5, MA 20 dan MA 50. Indikator momentum stochastic goldencross bergerak naik dan MACD positif. KRAS berpotensi bergerak menguat dan akan menguji resistance di level 565. Cut loss jika break 535.

2. PT Pelat Timah Nusantara Tbk – NIKL

Kinerja Saham & Prospek Kedepan

  • Harga saham NIKL masih terkoreksi 25% sejak awal tahun hingga tanggal 15 Oktober 2021 pada harga Rp1.155 per lembar sahamnya;
  • Saham NIKL tergolong likuid di pasar dengan rata-rata volume perdagangan dalam 30 hari terakhir sebesar Rp1,3 miliar per harinya;
  • Volume perdagangan pada saham NIKL dalam 30 hari terakhir mencapai 225.520 lot;
  • Dalam 30 hari terakhir kemarin total volume perdagangan saham NIKL mencapai 225.520, dan terdapat peningkatan aktivitas volume transaksi pada saham NIKL dari periode sebelumnya yang tercatat 155.094 atau ada peningkatan sebesar 145%;
  • NIKL masih mencatat kinerja yang positif pada semester 1 2021, NIKL berhasil mencatat laba bersih sebesar USD 2,522 juta dimana jumlah tersebut naik 769% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya yang tercatat hanya USD 290.053. Penjualan NIKL naik 29,94% dan aset NIKL juga tercatat tumbuh 10,68% menjadi sebesar USD 145,39 juta.

Analisis Teknikal

Sejak 31 Agustus 2021 NIKL mulai rebound dari fase bearish jangka pendeknya. Harga ditutup di highest levelnya. Ditutup di atas MA 5, MA 20, dan MA 50 nya, dan volume naik. Stochastic goldencross di area netral dan MACD di level positif. NIKL berpotensi bergerak menguat dan akan uji resistance di level 1200. Cut loss jika break 1110.

3. PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk – ISSP

Kinerja Saham & Prospek Kedepan

  • Harga saham ISSP melesat 87% sejak awal tahun hingga tanggal 15 Oktober 2021 pada harga Rp314 per lembar sahamnya;
  • Saham ISSP tergolong likuid di pasar dengan rata-rata volume perdagangan dalam 30 hari terakhir sebesar Rp8 miliar per harinya;
  • Volume perdagangan pada saham ISSP dalam 30 hari terakhir sebanyak 5.211.036 lot;
  • ISSP mencatat kinerja yang positif pada semester 1 2021 dimana laba bersih nya ISSP masih naik hingga 9.579% menjadi Rp. 254,19 miliar dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya yang tercatat hanya sebesar Rp. 2,62 miliar. Kenaikan laba bersih yang signifikan tersebut terdorong dari penjualan dan pendapatan jasa ISSP yang naik 31,45% menjadi Rp2,19 triliun hingga periode pada akhir Juni 2021.

Analisis Teknikal

ISSP bergerak dalam fase sideways nya dengan rentang harga 282-316. Harga ditutup diatas MA 5, 20, dan 50 nya. Stochastic bergerak ke atas dan MACD di level positif. Jika ISSP berhasil breakout resistance 316, maka akan berpotensi bergerak ke resistance selanjutnya di level 328. Cutloss jika break 302.

4. PT Bintang Mitra Semestaraya Tbk -BMSR

Kinerja Saham & Prospek Kedepan

  • Harga saham BMSR melesat 113% sejak awal tahun hingga tanggal 15 Oktober 2021 pada harga Rp171 per lembar sahamnya;
  • Saham BMSR tergolong likuid di pasar dengan rata-rata volume perdagangan dalam 30 hari terakhir sebesar Rp730 juta per harinya;
  • Volume perdagangan pada saham BMSR dalam 30 hari terakhir mencapai 730.960 lot;
  • Secara kinerja BMSR berhasil mencatat kenaikan laba bersih pada periode kuartal II 2021 ini. Laba bersihnya tercatat sebesar Rp. 21,1 miliar dimana hal ini naik jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang masih mencatatkan kerugian bersih sebesar Rp 11,2 miliar.

Analisis Teknikal

Secara teknikal BMSR mencoba untuk rebound dari fase downtrend jangka pendeknya. Berhasil breakout resistance di level 169. Volume naik signifikan. Stochastic goldencross di area oversold. Ada potensi BMSR untuk kembali melanjutkan penguatan dan akan uji resistance di level 202. Cutloss jika break 157.

5. PT Saranacentral Bajatama Tbk – BAJA

Kinerja Saham & Prospek Kedepan

  • Harga saham BAJA melesat 179% sejak awal tahun hingga tanggal 15 Oktober 2021 pada harga Rp332 per lembar sahamnya;
  • Saham BAJA tergolong likuid di pasar dengan rata-rata volume perdagangan dalam 30 hari terakhir sebesar Rp657 juta per harinya;
  • Volume perdagangan pada saham BAJA dalam 30 hari terakhir mencapai 362.999 lot;
  • Pada periode kuartal II 2021 BAJA mencatat kenaikan laba bersih sebesar Rp 78,9 miliar dibanding dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang hanya tercatat sebesar Rp 6,0 miliar. Kenaikan laba bersih tersebut dikarenakan kenaikan pendapatan usahanya. Pendapatan usaha BJA pada semester 1 2021 tercatat naik 22,74% menjadi sebesar Rp 724 miliar. BAJA pun senantiasa menjalankan beberapa strategi khusus diantaranya menjaga hubungan bisnis yang baik dengan para customer dan juga seluruh stakeholdernya.

Analisis Teknikal

Secara teknikal BAJA mulai rebound dari fase downtrend jangka pendeknya. Berhasil breakout level resistance nya 338. Stochastic di area oversold dan MACD di area negatif. Ada potensi untuk BAJA menguji resistance di level 372. Cutloss jika break 320.

6. PT Kapuas Prima Coal Tbk – ZINC

Kinerja Saham & Prospek Kedepan

  • Harga saham ZINC masih terkoreksi 32% sejak awal tahun hingga tanggal 15 Oktober 2021 pada harga Rp124 per lembar sahamnya;
  • Saham ZINC tergolong likuid di pasar dengan rata-rata volume perdagangan dalam 30 hari terakhir sebesar Rp74 miliar per harinya;
  • Volume perdagangan pada saham ZINC dalam 30 hari terakhir mencapai 120.923.758 lot;
  • Dalam 30 hari terakhir kemarin total volume perdagangan saham ZINC mencapai 120.923.758, dan terdapat peningkatan aktivitas volume transaksi pada saham ZINC dari periode sebelumnya yang tercatat 100.205.859 atau ada peningkatan sebesar 120%;
  • Pada periode semester 1 2021 ZINC berhasil mencatat penjualan sebesar Rp 499,9 miliar, dimana jumlah tersebut naik sekitar 65,9% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang tercatat hanya sebesar Rp 301,4 miliar. Laba bersih pada periode hingga Juni 2021 juga tercatat tumbuh sebesar 118,8% menjadi Rp 89,5 miliar. ZINC juga telah melakukan eksplorasi dengan menghabiskan biaya Rp 34,09 miliar di area Ruwai dan Karim pada bulan September 2021 ini dengan menggunakan metode pengujian serta pengeboran, pengukuran downhole survey dan analisis sampel batuan inti (core). Kegiatan eksplorasi tersebut dengan potensi adanya temuan mineralisasi yang dapat menambah sumber daya dan cadangan.

Analisis Teknikal

Secara teknikal sejak 4 Oktober 2021 ZINC mencoba rebound dari fase bearish jangka pendeknya. Indikator stochastic di area overbought dan MACD bergerak ke atas.  ZINC akan mencoba menguji resistance selanjutnya di level 128. Cutloss jika break 123.

7. PT Surya Esa Perkasa Tbk – ESSA

Kinerja Saham & Prospek Kedepan

  • Harga saham ESSA melesat 66% sejak awal tahun hingga tanggal 15 Oktober 2021 pada harga Rp360 per lembar sahamnya;
  • Saham ESSA tergolong likuid di pasar dengan rata-rata volume perdagangan dalam 30 hari terakhir sebesar Rp29 miliar per harinya;
  • Volume perdagangan pada saham ESSA dalam 30 hari terakhir mencapai 18.376.214 lot;
  • Dalam 30 hari terakhir kemarin total volume perdagangan saham ESSA mencapai 18.376.214, dan terdapat peningkatan aktivitas volume transaksi pada saham ESSA dari periode sebelumnya yang tercatat 11.202.853 atau ada peningkatan sebesar 164%;
  • Pada periode semester I-2021 SIMP berhasil mencatat kinerja yang positif dibanding dengan periode yang sama di tahun sebelumnya yang masih mencatat kerugian. SIMP berhasil mencatat laba yang diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp219 miliar, dimana jumlah tersebut lebih baik dibandingkan dengan rugi tahun sebelumnya sebesar Rp301 miliar pada semester 1 2020. Kenaikan penjualan SIMP terdorong dari kenaikan harga jual rata-rata (ASP) produk sawit dan produk minyak & lemak Nabati (EOF) serta kenaikan volume penjualan produknya yaitu EOF, ASP, CPO dan PK yang masing-masing nya naik sebesar 26% yoy dan 62% yoy.
  • Kinerja ESSA pada periode semester 1 2021 masih tertekan dan mencatat kerugian bersih sebesar US$ 10,72 juta. Meskipun demikian, ESSA masih mencatat kenaikan pendapatan sebesar US$ 138,93 juta dimana jumlah tersebut naik 45,04% dibanding dengan jumlah pendapatan nya di periode yang sama tahun sebelumnya. 

Analisis Teknikal

Secara teknikal ESSA mencoba untuk rebound dar fase sideways jangka pendeknya. ESSA membentuk long white candle dan berhasil breakout resistance nya di level 332. Volume naik signifikan, indikator stochastic bergerak naik dan MACD menuju area positif. ESSA berpotensi menguji resistance di level 382. Cutloss jika break 310.

8. PT Polychem Indonesia Tbk – ADMG

Kinerja Saham & Prospek Kedepan

  • Harga saham ADMG naik 4% sejak awal tahun hingga tanggal 15 Oktober 2021 pada harga Rp228 per lembar sahamnya;
  • Saham ADMG tergolong likuid di pasar dengan rata-rata volume perdagangan dalam 30 hari terakhir sebesar Rp19 miliar per harinya;
  • Volume perdagangan pada saham ADMG dalam 30 hari terakhir mencapai 907.143 lot;
  • Pada periode Kuartal II 2021 ADMG masih mencatat laba bersih yang naik sebesar Rp 71,6 miliar. Jumlah tersebut naik dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya yang masih mencatat kerugian sebesar Rp 156,4 miliar.

Analisis Teknikal

ADMG secara teknikal bergerak dalam fase konsolidasi. AMDG berhasil ditutup diatas MA 5, 20 dan MA 50 nya. Volume mengalami kenaikan dibanding dengan hari sebelumnya. Indikator stochasctic bergerak keatas dan MACD di area positif. ADMG berpotensi menguji resistance di level 240. Cut loss jika break level 218.

9. PT Bumi Resources Minerals Tbk – BRMS

Kinerja Saham & Prospek Kedepan

  • Harga saham BRMS melesat 23% sejak awal tahun hingga tanggal 15 Oktober 2021 pada harga Rp101 per lembar sahamnya;
  • Saham BRMS tergolong likuid di pasar dengan rata-rata volume perdagangan dalam 30 hari terakhir sebesar Rp42 miliar per harinya;
  • Volume perdagangan pada saham BRMS dalam 30 hari terakhir mencapai 89.817.132 lot;
  • BRMS berhasil mencatat kinerja yang positif pada periode semester 1 2021 dimana laba bersih nya naik menjadi sebesar US$ 4,42 juta, hal ini terdorong dari pendapatan BRMS yang naik juga sebesar US$6,12 juta. Pendapatan BRMS sebesar 60% nya berasal dari penjualan produk emasnya kepada pada pembeli, dan 40% lain nya yaitu dari jasa penasihat pertambangan terhadap Bellridge holdings limited. Sejak bulan Januari BRMS juga telah mengeluarkan dana sebesar US$ 940 ribu untuk biaya eksplorasi perusahaan tambang melalui anak usahanya.

Analisis Teknikal

BRMS secara teknikal sejak tanggal 14 Oktober 2021 berhasil breakout pada level resistance trend sideways nya yaitu di level 96. Ditutup di atas MA 5, 20 dan 50 nya. Stochastic bergerak naik dan MACD positif. BRMS berpotensi akan menguji resistance di level 104. Cut loss jika break 96.

10. PT Solusi Bangun Indonesia Tbk – SMCB

Kinerja Saham & Prospek Kedepan

  • Harga saham SMCB naik 4% sejak awal tahun hingga tanggal 15 Oktober 2021 pada harga Rp1.780 per lembar sahamnya;
  • Saham SMCB tergolong likuid di pasar dengan rata-rata volume perdagangan dalam 30 hari terakhir sebesar Rp2 miliar per harinya;
  • Volume perdagangan pada saham SMCB dalam 30 hari terakhir mencapai 231.662 lot;
  • SMCB mencatat kinerja yang positif pada periode kuartal II 2021 dimana berhasil mencatat kenaikan laba bersih sebesar Rp 249,3 miliar. Jumlah tersebut naik dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya yang tercatat hanya sebesar Rp 82,1 miliar. Kemudian, seiring dengan masuknya Taiheiyo Cement Corporation (perusahaan semen asal Jepang) sebagai salah satu pemegang sahamnya, SMCB resmi mengubah kepengurusan manajemennya. Dengan bergabungnya Taiheiyo Cement Corporation ke dalam SMCB diharapkan akan mampu membantu SMCB terhadap pencapaian targetnya, serta pengembangan produk yang ramah lingkungan. Sementara itu, diharapkan sinergi SMCB dengan Taiheiyo Cement Corporation juga dapat menciptakan dan memperluas jangkauan  pasarnya.

Analisis Teknikal

Secara teknikal SMCB mencoba rebound dari fase downtrend jangka pendeknya, sejak 14 Oktober 2021 muncul long white candle dengan kenaikan volume yang signifikan dibanding hari- hari sebelumnya. Stochastic bergerak naik dan MACD goldencross di area negatif. SMCB berpotensi menguat dan menuju resistance nya di level 1810. Cut loss jika break level 1745.

Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib membuat informasi di atas melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Artikel Terkait