Milenial

Jangan Dibuang! Ini Daftar Uang Kuno yang Paling Dicari

Ajaib.co.id – Beberapa bulan yang lalu tepatnya pada Juli 2020 lalu, kita dihebohkan dengan uang kuno Indonesia yang dihargai senilai Rp3 juta per lembar. Hal ini tentunya membuat warga +62 dibuat geleng-geleng kepala dengan isu yang beredar tersebut.

Lantaran, seringkali mata uang jadul dianggap sebagai sampah karena sudah tidak bisa digunakan lagi untuk berbelanja suatu barang di pasar maupun tempat perbelanjaan lainnya. Namun, nilai uang jadul tersebut memiliki harga jual yang tinggi ketika kamu bertemu dengan seorang kolektor yang memang memiliki minat yang tinggi terhadap uang-uang kuno yang pernah beredar.

Sebenarnya, kamu tidak perlu kaget bila mendengar ada sebuah koin atau uang kertas kuno yang memiliki harga jual mencapai jutaan bahkan miliaran rupiah. Karena hal ini sudah bukan rahasia umum lagi, melainkan isu tersebut memang benar adanya. 

Sejarah Uang Kuno

Bila kita flashback pada zaman dahulu kala, seperti diketahui negara-negara yang ada saat ini masih belum mengenal bentuk pemerintahan seperti republik dan lain sebagainya. Di mana, kehidupan pada zaman dahulu masih identik dengan sistem kerajaan. Kala itu, cindera mata yang diberikan oleh raja kepada orang yang berjasa, atau perwakilan dari kerajaan lainnya bisa berupa koin emas dan koin perak sebagai bentuk kenang-kenangan.

Jadi, tak heran bila banyak koin-koin kuno yang ditemukan di dunia berasal dari masa kerajaan pada zaman dahulu kala. Sejarah mencatat bahwa uang logam atau koin pertama kali diprakarsai oleh bangsa Lydia di abad ke-6 sebelum masehi. 

Pada abad ke-6 sebelum masehi, bangsa Lydia membuat uang dalam bentuk campuran emas dan perak dengan komposisi emas 75% dan perak 25%. Koin bangsa Lydia kala itu sudah lengkap dengan cap dan ukirannya. Alhasil, perkembangan ekonomi bangsa Lydia sangat maju dibanding bangsa-bangsa lainnya saat itu.

Sedangkan, untuk uang kertas pertama kali ditemukan di daratan Tiongkok. Hal ini sudah diakui oleh Guinness World of Records, uang kertas kuno milik Tiongkok tersebut disebut Jiaozi yang ditemukan pada 997 masehi. 

Uang kertas Jiaozi bisa kita ibaratkan seperti wesel bank saat ini yang digunakan untuk melakukan pembayaran kepada seseorang pada waktu yang telah ditentukan. Uang kertas kuno Tiongkok ini digunakan pada masa Dinasti Tang.

Bila kita melihat dari perkembangan penggunaan uang di dunia. Kita dapat menyimpulkan mengapa harga jual mata uang kuno dalam bentuk koin lebih mahal dibanding uang kertas. Hal ini bisa didasari dari mahalnya material yang digunakan dalam pembuatan koin kuno pada zaman dahulu yakni menggunakan campuran emas dan perak.

Saat ini, rekor harga koin kuno termahal masih dipegang oleh Flowing Hair Silver edisi 1795 yang dibuat dari bahan material perak oleh pemerintah Federal AS. Satu koin Flowing Hair Silver tercatat memiliki harga jual mencapai Rp141 miliar.

Daftar Uang Kuno Indonesia Termahal

Tak jauh berbeda dengan mata uang jadul yang pernah dikeluarkan oleh negara-negara di luar sana. Di tanah air, para kolektor uang kuno Indonesia juga menghargai beberapa uang jadul dengan harga yang bisa dibilang tidak masuk akal. Berikut adalah 5 uang jadul Indonesia yang memiliki harga jual fantastis:

Uang Kertas Rp100

Saat ini uang senilai Rp100 tidak bisa dibelanjakan untuk hal apa pun. Bahkan, satu permen saja pun tidak bisa dibeli dengan uang senilai Rp100. Walaupun begitu, uang kertas Rp100 yang memiliki gambar Presiden Soekarno keluaran 1948 dapat dihargai senilai Rp100 juta oleh para kolektor uang kertas kuno di Indonesia.

Uang kertas Rp100 satu ini termasuk ke daftar uang kertas kuno yang paling diincar oleh para kolektor.

Uang Kertas Rp5.000

Kalo uang kertas satu ini masih mendinglah dibanding Rp100 yang sudah redaksi Ajaib jelaskan pada poin sebelumnya, karena masih bisa dibelanjakan di warung dekat rumah untuk membeli minuman dan lain sebagainya. Dari banyaknya uang Rp5.000 yang pernah beredar di Indonesia, ada pecahan Rp5.000 yang dihargai mencapai lebih dari Rp10 juta per lembarnya.

Jenis pecahan uang kertas Rp5.000 tersebut adalah uang kertas yang memiliki desain perempuan yang sedang menggunakan baju kebaya dan memegang padi keluaran 1958.

Uang Kertas Rp1.000 Gulden

Uang kuno kertas Indonesia ini terbitkan pada tahun 1933 – 1939 yang memiliki desain wayang. Saat ini, Rp1.000 Gulden dapat dihargai senilai Rp100 juta oleh kolektor uang kuno.

Uang Kertas Rp500 Gulden

Uang kertas ini memiliki tahun dan desain yang sama dengan Rp1.000 Gulden yang berdesain wayang. Harga jual uang kertas Rp500 Gulden di mata kolektor bisa dihargai mencapai lebih dari Rp30 juta.

Koin Pecahan Rp200

Jika kamu masih menyimpan koin kuno pecahan Rp200 yang memiliki desain burung cendrawasih dan garuda keluaran 1945 – 1970. Kamu bisa menjual koin kuno satu ini dengan kisaran harga mencapai Rp400 ribu – Rp 500 ribu per keping.

Tempat Jual-Beli Uang Kuno Indonesia 

Bila kamu memiliki uang kuno di atas, kamu bisa menjual uang-uang tersebut melalui bank dengan memperhatikan kriteria dan kondisi fisik dari uang kuno yang ingin dijual. Untuk mengetahui apa saja kriteria dan kondisi fisik uang jadul yang masih layak dijual lewat bank, kamu bisa baca artikelnya di bawah ini.

Selain melalui bank, kamu juga bisa membeli maupun menjual uang kertas dan koin kuno Indonesia yang dimiliki lewat toko online. Namun, kamu perlu berhati-hati bila bertransaksi di toko online karena banyak penjual nakal yang mencantumkan harga jual yang tidak masuk akal dan tidak bisa dipercaya.

Oleh karenanya, sebelum kamu bertransaksi jual-beli uang kuno di toko online cek terlebih dahulu apakah harga yang dicantumkan sudah sesuai atau belum dengan harga uang tersebut di pasaran.

Syukurlah! Jika kamu adalah salah satu dari pemilik uang jadul yang sudah dijelaskan di artikel ini. Kamu bisa menjual uang tersebut dan kemudian uangnya dapat digunakan kembali untuk hal-hal yang produktif seperti berinvestasi saham dan reksa dana di aplikasi Ajaib. Sehingga, uang hasil penjualan uang kuno tersebut bisa kamu investasikan agar kamu semakin tambah tajir dengan menghasilkan passive income

Artikel Terkait