Perencanaan Keuangan

7 Tips Menabung untuk Beli Rumah Dengan Gaji Rp2 Juta

Gaji Rp2 Juta

Ajaib.co.id – Apakah kamu berkeinginan atau sudah mendesak untuk membeli rumah namun terhalang dengan gaji Rp2 juta? Pikiran-pikiran pesimis pasti sudah biasa terlintas di benak, karena khawatir tidak bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari jika harus menabung untuk membeli rumah.

Memang ekhawatiran seperti ini kerap menghantui para generasi muda yang ingin memiliki rumah sendiri. Karena masih memiliki gaji yang besarannya di bawah UMR. Di sisi lain, perlu dipikirkan juga kalau harga rumah semakin lama semakin melonjak, hal ini berarti jika tidak mulai dicicil dari sekarang bisa-bisa mimpimu untuk mempunyai rumah sendiri hanya sebatas wacana saja.

Kendati terlihat sulit, sebetulnya ada beberapa tips yang bisa kamu coba agar tetap bisa menabung dengan pemasukan yang tergolong pas-pasan.

Tips Menabung Buat Beli Rumah dengan Gaji Rp2 Juta

Di bawah ini terdapat beberapa cara untuk menagung untuk membeli rumah, meskipun kamu memiliki penghasilan Rp2 juta: 

1. Membuat Rencana Keuangan

Hal yang pertama harus dilakukan adalah membuat perencanaan keuangan. Cara pertama ini memang terdengar klise, namun tetap merupakan hal penting untuk dilakukan. Pasalnya, uang yang kamu kumpulkan tersebut sangat memungkinkan untuk digunakan melunasi down payment atau DP rumah yang sebesar 5-15%. 

Selanjutnya, kamu harus memisahkan uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan uang untuk ditabung untuk membeli rumah. Sehingga uang dengan tujuan berbeda seperti membeli rumah tidak akan tercampur dengan uang peruntukkan lainnya.

2. Melunasi Utang Sebelum Menabung

Cara yang selanjutnya adalah mengupayakan untuk melunasi segala utang yang kamu punya. Karena hutang sekecil apapun dapat menjadi penghambat dalam menabung untuk rumah masa depanmu.

Saat semua hutang dan cicilan sudah lunas, kamu bisa menjadi lebih fokus untuk menyisihkan uang dengan tujuan memiliki rumah di masa depan. Dengan utang yang lunas, maka beban pikiran kamu pun akan hilang, alhasil proses menabung pun akan terasa lebih mudah dan tenang.

3. Menetapkan Target Menabung

Tips yang ketiga adalah menerapkan target dari proses menabung kamu. Bisa dimulai dengan, target  menabung setiap hari, setiap pekan atau setiap bulan. 

Apapun pilihannya, selama kamu konsisten melakukannya baik menabung harian, mingguan atau bulanan pun akan tetap berjalan efektif. Contohnya, jika kamu lebih memilih dan merasa sanggup untuk menabung setiap hari, maka kamu bisa menerapkan metode menabung 20 ribu-40 ribu dalam sehari. Dengan konsistensi, uang yang kamu kumpulkan bisa mencapai sekitar Rp14 jutaan. Nominal tersebut terbilang cukup untuk membayar DP rumahmu.

Selain itu, kamu bisa juga menetapkan strategi alokasi keuangan berupa 50 : 30 : 20. Strategi tersebut berarti, sebesar 50% dari gaji kamu untuk kebutuhan pokok, 30% gaji untuk ditabung untuk membeli rumah dan sisanya 20% untuk dana darurat.

Berikut ini simulasinya :

  • Gaji dalam 1 bulan : Rp2.000.000
  • Untuk Biaya Pokok : 50% X Rp2.000.000 = Rp1.000.000
  • Untuk Ditabung : 30% X Rp. 2.000.000 = Rp600.000
  • Untuk Dana Darurat : 20% X Rp. 2.000.000 = Rp400.000

Adapun untuk durasi kamu dalam menabung bisa ditargetkan lebih atau kurang dari 5 tahun. Terkait ini sangat tergantung dari target yang ingin kamu capai. Hal yang perlu diperhatikan adalah menghindari memiliki target nominal yang tidak masuk akal dalam rencana keuangan kamu. Jika hal tersebut dilakukan, justru akan menjadi beban bagi dirimu sendiri.

Kamu bisa menuliskan tujuan kamu dalam menabung dan menempelkan di tempat-tempat yang mudah dilihat, seperti di dinding dekat meja kerja atau dekat tempat tidur. Cara seperti ini terbukti membantu memotivasi dan mengingatkan terhadap target menabungmu.

4. Membuka Rekening Khusus

Dalam memiliki tujuan baru dengan cara menabung, kamu bisa membuat rekening khusus atau terpisah dari rekening yang biasa digunakan untuk menerima gaji. Sehingga kamu bisa menabung setiap periode yang kamu pilih (harian/mingguan/bulanan) tanpa terganggu oleh transaksi lainnya. 

Kamu bisa memilih rekening tanpa potongan untuk menabung gajimu. Saran lainnya, akan lebih baik untuk tidak mengunduh Mobile Banking agar tidak tergoda untuk menggunakan uang tiap saat.

Sementara rekening kamu yang lainnya bisa digunakan untuk menyimpan uang kebutuhan sehari-hari.

5. Menabung Lewat Investasi

Bagi kamu yang memiliki gaji Rp2 Juta per bulan, memilih investasi ringan berisiko bisa menjadi pilihan untuk meningkatkan pendapatan pasif. Salah satunya dengan cara melakukan investasi emas. Mengapa menjadi pilihan? Karena setiap tahunnya harga emas biasanya selalu mengalami kenaikan. Selain itu, harga emas pun relatif stabil, tidak pernah anjlok. Oleh karena itu, investasi emas ini terhitung sangat menjanjikan.

Selain itu, bentuk investasi lainnya yang bisa kamu coba untuk menambah modal membeli rumah adalah lewat tabungan deposito. Memang investasi emas maupun deposito tidak memiliki keuntungan yang besar tapi resikonya juga tidak besar. Namun tetap lebih baik kan dari pada uangmu diam saja dan tidak berkembang.

6. Mencari Pendapatan Tambahan

Mempunyai gaji di bawah UMR atau Rp2 juta bukanlah hal yang harus kamu pasrahkan begitu saja. Kamu masih bisa menambah pemasukan kamu lewat melakukan kerjaan atau bisnis sampingan. Sehingga bisa mengoptimalkan tabunganmu untuk menambah modal membeli rumah. 

Tentunya, saat ini pun banyak orang yang menjalankan bisnis online sambil menekuni pekerjaan utama mereka. Kamu bisa mengeceknya di situs-situs freelancer yang bisa kamu coba dan sesuai dengan keahlianmu.

7. Mengikuti Program KPR Subsidi dari Pemerintah

Bagi kamu yang ingin membeli rumah namun terhambat gaji yang pas-pasan, kamu bisa mencoba mengikuti program KPR subsidi dari pemerintah. Seperti yang sudah diketahui, sejak tahun 2020, pemerintah sudah memberikan kredit rumah tanpa DP hingga cicilan rumah murah kepada masyarakat yang memiliki penghasilan di bahwa 8 juta.

Program ini merupakan bantuan dari pemerintah supaya masyarakat dengan penghasilan minim bisa memiliki rumah layak dengan harga cicilan yang ringan. Pemerintah pun memberikan penawaran jangka waktu pinjaman 20 tahun dengan bunga tetap (fixed rate), sehingga jumlah cicilan per bulan tidak naik selama masa tenor.

Dapatkan informasi menarik dan edukatif lainnya seputar ekonomi, milenial, teknologi, keuangan, hingga Investasi hanya di blog Ajaib. Jangan lupa untuk mengikuti akun Instagram @ajaib_sekuritas untuk update terbaru lainnya.

Artikel Terkait