Investasi

Teori Investasi: Cara Menghitung Potensi Keuntungan dari Investasi

Ajaib.co.id – Berbicara terkait dengan teori investasi sudah pasti memiliki lingkup yang sangat luas. Tetapi pertanyaan paling mendasar yang akan muncul adalah sudah tahukah Anda bagaimana cara menghitung potensi keuntungan dari investasi? Kenapa menjadi sangat penting? 

Pada saat memilih investasi, para investor khususnya yang masih pemula wajib tahu cara menghitung potensi keuntungan dari rumus investasi. Hal seperti ini untuk memastikan bahwa modal yang sudah dikeluarkan setimpal dengan keuntungan yang nantinya akan diperoleh. 

Namun sayangnya masih cukup banyak investor pemula yang belum begitu memahami teori investasi paling dasar seperti ini. Sehingga yang ada mereka justru lebih berfokus pada keuntungan bersih. Tetapi di sisi lain mereka justru tidak memperhitungkan Return of Investment atau ROI

Pentingnya Menghitung ROI dan Potensi Keuntungan

Lalai dalam memperhitungkan Return of Investment saat memilih jenis investasi hanya akan mendatangkan kesulitan di masa depan. Terlebih lagi jika investasi yang Anda pilih belum juga membawa hasil yang diinginkan. 

Di dalam sebuah investasi, apapun itu bentuknya, modal yang sudah Anda keluarkan untuk membiayai investasi haruslah dihitung dalam kalkulasi keuntungan investasi. Dalam hal ini, ROI bisa dideskripsikan sebagai rasio modal yang sudah Anda keluarkan untuk investasi berbanding dengan keuntungan dari investasi itu sendiri. 

Itulah kenapa menghitung ROI menjadi sangat penting dan sangat dibutuhkan agar investasi dapat menghasilkan keuntungan yang memuaskan. Pasalnya tindakan tersebut bisa menentukan kemampuan Anda untuk mengembangkan investasi yang sudah Anda pilih di masa depan. Bukan hanya sekedar menjalankannya. Hal ini disebabkan investasi apapun bentuknya selalu membutuhkan modal tambahan jika Anda ingin mengembangkannya. 

Namun faktanya para investor pemula seringnya hanya berfokus pada laba bersih dari investasi yang sudah dipilihnya. Padahal ROI menjadi hal yang sangat penting dalam perhitungan perkembangan investasi. 

Artinya bukan hanya karena jumlah pemasukan investor A lebih besar dari pada investor B, bukan berarti investasi tersebut potensial di masa depan. Itulah pentingnya memahami teori investasi seperti ini. 

Sebagai contohnya, investor A mendapatkan penghasilan Rp50 juta. Tetapi ROI-nya hanya 20%. Sementara itu investor B mendapat penghasilan Rp40 juta. Tetapi ROI-nya 100%. Maka dalam hal ini justru investor B memiliki potensi yang lebih besar untuk mengembangkan keuntungannya di masa depan. 

Dengan kata lain, penghitungan ROI ini adalah sebuah cara untuk memperhitungkan potensi keuntungan investasi, baik di masa lalu, masa sekarang, maupun masa depan. Itulah kenapa menjadi sangat penting untuk tahu bagaimana cara menghitung ROI ini. 

Sebab jika ROI investor B bisa mencapai hingga 100%, maka investor B akan lebih bisa mengembangkan investasinya di masa depan. Sekaligus juga mempertahankan investasi yang sekarang agar terus berjalan. 

Di sisi lain, ROI yang rendah dari investor A tadi menunjukkan nilai tingkat pengembalian investasi atau keuntungan yang lebih lambat. Artinya kemungkinan besar akan susah mengembangkan usaha di masa depan. Kecuali jika investor A mampu memperbaiki hal ini. Misalnya saja dengan melakukan berbagai upaya agar ROI-nya meningkat. 

Itulah alasannya kenapa banyak hal yang harus Anda pelajari sebelum memilih melakukan investasi. Sebab apapun itu pasti ada teorinya, termasuk investasi. Dengan memahami berbagai teori investasi, potensi salah memilih instrumen investasi bisa diminimalkan sebesar mungkin. 

Cara Menghitung Return of Investment atau ROI

Secara umum Return of Investment sudah dinyatakan dalam bentuk persentase. Meskipun demikian, periode penghitungan ROI cenderung tidak diatur secara ketat. Hal ini membuat para investor kebanyakan berpatokan pada periode tahunan dalam hal perhitungan ROI untuk memudahkannya. 

Secara umum, rumus perhitungan ROI adalah jumlah total penjualan dikurangi dengan biaya investasi. Setelah itu hasilnya dibagi lagi dengan biaya investasi. Kemudian hasilnya dikalikan seratus persen. 

Sementara itu hasil penjualan bisa dihitung dari penjualan tahunan untuk memudahkannya. Untuk memudahkan Anda dalam memahaminya, perhatikan ilustrasi contoh di bawah ini.

Investor A mengeluarkan investasi sebesar Rp10 juta. Sementara itu penghasilan investasi dalam setahun mencapai Rp15 juta. Cara menghitung ROI-nya adalah (Rp15 juta – Rp10 juta) / Rp10 juta x 100% = 0.5 x 100% = 50%.

Sementara itu investor B mengeluarkan investasi sebesar Rp5 juta. Kemudian penghasilan investasi dalam setahun Rp13 juta. Cara menghitung ROI-nya adalah (Rp13 juta – Rp5 juta) / Rp5 juta x 100% = 1.6 x 100% = 160%. 

Dari contoh di atas bisa diambil kesimpulan investor B mengeluarkan modal lebih kecil dan hasil investasi juga lebih kecil dibanding investor A. Tetapi persentase ROI dalam setahun ternyata lebih besar dibanding investor A. 

Contoh tersebut memperlihatkan jika investor B ternyata memiliki potensi lebih besar untuk mengembangkan investasinya di masa depan. Kecuali jika investor A bisa memperbaiki metodenya dan meningkatkan persentase ROI-nya. 

Bayangkan jika Anda tidak memahami teori investasi sepenting ini. Yang ada justru Anda hanya memilih instrumen investasi yang menurut Anda potensial saja. Tanpa memperhitungkan berbagai faktor penting seperti ROI misalnya. 

ROI sebagai Patokan Investor dalam Mengembangkan Usaha

Bisa dikatakan pengusaha atau investor yang ingin terus mempertahankan usahanya dalam jangka panjang harus selalu menghitung ROI pada saat mengecek kalender fiskalnya. Pasalnya ROI bisa memberi gambaran tentang bagaimana usaha atau investasi bisa dikembangkan. Karena pengembangan berarti kewajiban untuk mengeluarkan modal yang lebih besar lagi. 

Artinya jika memang margin keuntungan investasi sangat kecil sehingga ROI-nya tidak memadai. Akan menjadi hal yang sulit untuk mengembangkan investasi. Hal ini dikarenakan modalnya sudah terpakai untuk mengelola investasi atau usaha yang sudah ada. 

Oleh sebab itu, untuk memudahkan menghitung ROI, utamanya jika Anda merupakan investor individual, pastikan menetapkan kalender fiskal dalam periode yang tetap. Misalnya saja tahunan. Dengan tahu teori investasi seperti ini Anda akan mendapat gambaran lebih akurat untuk potensi investasi tersebut di masa depan.

Artikel Terkait