Serba-serbi Pendapatan Bruto dan Cara Menghitungnya

pendapatan bruto
pendapatan bruto

Bingung, bagaimana cara menghitung pendapatan bruto ketika ingin membayar Pajak Penghasilanmu (PPh) ? Berikut cara mengetahuinya.

Sebagai warga negara yang baik, tentu saja kamu memiliki kewajiban untuk membayarkan pajakmu setiap tahunnya. Pembayaran pajak ini berlaku bagi perorangan atau badan usaha. Kini, kamu bisa mengurus atau mengisi SPT Tahunanmu secara mudah melalui sistem pajak online melalui aplikasi atau website yang tersedia saat ini.

Mungkin dari kamu saat ini, ada yang memiliki penghasilan dari berbagai sumber pendapatan. Misalnya, gaji pokok, tunjangan karyawan, dll. Semua itu merupakan pendapatan bruto Wajib Pajak yang perlu kamu laporkan saat mengisi SPT Tahunan.

Selain itu, pendapatan bruto juga dapat dikatakan sebagai penghasilan kotor kamu selama satu tahun penuh, ketika kamu lapor pajak. Oleh karena itu, pasti kamu bertanya-tanya bagaimana cara mengetahui dan menghitung besaran pajak yang harus kamu bayarkan nanti.

Nah biar kamu nggak tambah bingung ketika melaporkan pajakmu nanti, yuk simak informasi berikut seputar pendapatan bruto dan bagaimana cara menghitungnya.

Apa Itu Pendapatan Bruto?

Pendapatan bruto adalah keseluruhan penghasilan kotor yang diterima oleh kamu yang sehubungan dengan pekerjaan selama Tahun Pajak dari setiap pemberi kerja.

Dimana, pendapatan bruto ini bukan hanya berlaku secara perorangan melainkan untuk segala kalangan seperti invidu, perusahaan, dan badan usaha wajib melaporkan hal ini melalui pengisian SPT Tahunan.

Contoh Pendapatan Bruto yang Mudah Dipahami

Secara sederhananya, pendapatan atau penghasilan bruto ini dapat diartikan sebagai laba kotor jika dalam dunia bisnis ataupun usaha. Dimana, nilai laba kotor belum dikurangi dengan hal-hal lainnya seperti gaji karyawan, pembelian bahan baku, dll.

Jika kamu masih bingung, bagaimana dengan omzet penjualan, omzet penjualan adalah total penjualan produk yang berhasil kamu jual. Misalnya, omzet penjualan tokomu tahun ini mencapai Rp100 juta. Hal ini sebetulnya juga dapat kamu katakan sebagai pendapatan kotor di tokomu selama setahun.

Mungkin contoh sederhana ini bisa sangat mudah untuk kamu pahami dan mengerti, karena Ajaib rasa kamu tidak akan sulit untuk mencernanya.

Berbeda halnya dengan istilah “pendapatan bersih”, yaitu nilai penghasilan kotor yang sudah dikurangi oleh biaya-biaya lainnya.

Ini merupakan contoh sederhana yang bermanfaat bagi kamu untuk diketahui, karena hal ini juga berlaku ketika kamu akan membayarkan Pajak Penghasilan (PPh).

Karena kamu harus melaporkan seluruh penghasilan yang kamu terima sebagai karyawan di sebuah perusahaan, tentu saja, kamu akan mencantumkan penghasilan-penghasilan apa saja yang kamu terima selama menjadi karyawan sebagai berikut.

Komponen-komponen Pendapatan Bruto yang Perlu Kamu Laporkan

Dalam pengisian SPT Tahunanmu, kamu bisa melampirkan beberapa komponen-komponen dari pendapatan bruto sebagai berikut:

  • Uang pensiun / gaji / Tunjangan Hari Tua (THT).
  • Tunjangan PPh, uang tunjangan PPh yang diterima oleh Wajib Pajak dalam pelaporan Tahun Pajak yang bersangkutan.
  • Tunjangan lainnya, biaya pengobatan, tunjangan transpor, biaya pendidikan, dll.
  • Honorarium, imbalan atau pembayaran atas jasa yang sudah kamu lakukan.
  • Premi asuransi yang dibayarakan oleh pemberi kerja.
  • Bonus tahunan, THR, dll, yang mana merupakan uang yang kamu peroleh dalam setahun sekali.

Komponen-komponen pendapatan bruto diatas merupakan penghasilan-penghasilan yang biasanya kamu terima sebagai karyawan di sebuah perusahaan, dimana kamu perlu mencantumkannya ketika lapor SPT Tahunan.

Jika semua komponen pendapatan bruto tersebut sudah kamu lampirkan ketika lapor pajak. Setelah itu, kamu bisa mengetahui besaran nilai PPh yang perlu kamu bayarkan.

Cara Menghitung Pendapatan Bruto Wajib Pajak

Langkah pertama dalam menghitung pendapatan bruto kamu, yaitu kamu perlu menghitung pendapatan bruto selama satu bulan.

Pendapatan bruto atau kotor kamu selama satu bulan tersebut berisikan seluruh penghasilan yang kamu terima setiap bulannya.

Kamu hanya perlu menjumlahkan penghasilan-penghasilan kotor kamu selama satu bulan, hasil ini disebut penghasilan bruto pada bulan berjalan.

Langkah kedua, kamu perlu mengurangi penghasilan bruto pada bulan berjalan tersebut seperti biaya jabatan, iuran pensiunan, iuran Jaminan Hari Tua (JHT). Setelah pengurangan, penghasilan kotor kamu tersebut menjadi penghasilan bersih bulan berjalan.

Langkah ketiga, jika kamu sudah menghitung penghasilan bersih selama satu bulan. Kamu tinggal mengalikan 12 kali penghasilan bersihmu tersebut untuk mendapatkan penghasilan bersih selama satu tahun.

Langkah keempat, menghitung Penghasilan Kena Pajak (PKP), kamu bisa menghitungnya dengan cara mengurangi PKP, yaitu penghasilan bersih yang kamu terima selama satu tahun yang sudah kamu hitung pada langkah sebelumnya.

PKP Tiap Individu Berbeda

PKP setiap orang berbeda-beda tergantung dari status Wajib Pajak tersebut seperti (K-0), (K-1),(K-2),(K-3).Arti simbol K pada status Wajib Pajak berarti “kawin atau sudah menikah” sedangkan simbol 0-3 berarti “jumlah anak yang dimiliki”.

Langkah Kelima, menghitung PPh 25 yang perlu kamu bayarkan, Penghasilan Kena Pajak (PKP) yang sudah kamu dapatkan selama satu tahun langsung saja dikalikan dengan tarif PPh 25. Jika, kamu ingin mengetahui besar PPh yang perlu kamu bayarkan selama satu bulannya, kamu tinggal membagi nilai PPh 25 dalam satu tahun dengan 12.

Kamu bisa menghitung penghasilan bersih, dengan penghasilan bersih bulan berjalan dikurangi PPh 25 bulan berjalan.

Itulah pengertian pendapatan bruto dan bagaimana cara menghitungnya ketika kamu akan melakukan pembayaran pajak tahunanmu nanti. Pembayaran pajak menjadi hal yang serius tetapi terkadang sering dianggap sepele bagi sebagian orang.

Jadilah, warga negara yang baik dengan selalu membayar pajak dengan tepat waktu. Karena hal ini memang sudah menjadi kewajiban kamu sebagai warga negara yang baik. Kamu diharapkan untuk selalu melaporkan penghasilan tahunan kamu setiap tahunnya sebagai Wajib Pajak.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Mulai Investasi Reksa Dana Dengan Ajaib.
Ayo bergabung dengan Ajaib, aplikasi investasi online terbaik! Bebas biaya pendaftaran, bisa tarik dana kapan saja. Modal awal min. Rp10.000.
Facebook Comment
Artikel Terkait