Bisnis & Kerja Sampingan

Rahasia Alibaba Group Kuasai Bisnis E-Commerce di Indonesia

Ajaib.co.id – Keberhasilan Alibaba Group di kancah e-commerce dunia, termasuk di Indonesia sebenarnya tidak lepas dari peran pemerintah Tiongkok. Pemerintah Tiongkok pada awalnya memaksa masyarakatnya untuk menggunakan produk teknologi informasi (IT) dalam negeri menggantikan produk-produk IT populer seperti Google, Facebook, YouTube, WhatsApp, dan sebagainya.

Menariknya langkah tangan besi dari pemerintah Tiongkok tersebut berbuah sangat manis. Peraturan tersebut memacu para startup di Tiongkok untuk membuat produk yang sekelas dengan produk IT populer dari luar negeri. Meskipun demikian, sebenarnya tidak hanya itu saja faktor penyebab kenapa Group Alibaba bisa setenar sekarang ini. 

Faktor Penyebab Keberhasilan Alibaba Group

Faktor lain keberhasilan Alibaba adalah mereka mengawalinya dengan produk perdana e-commerce marketplace berskala internasional. Sebagaimana yang sudah diketahui, pemerintah Tiongkok juga menggenjot sektor produksi di negara mereka. 

Dan produk-produk dari Tiongkok selama ini memang banyak dicari oleh para pebisnis dari negara lain. Utamanya para pebisnis dari wilayah Asia. Harganya yang murah merupakan alasan terbesar mengapa banyak yang tertarik dengan berbagai produk dari Tiongkok. 

Memang pada mulanya produk-produk Tiongkok banyak diminati karena harganya murah. Namun kini Tiongkok layaknya seperti toko swalayan yang memiliki segalanya. Mulai dari produk rumah tangga murah namun berkualitas hingga produk mahal yang secara kualitas mampu bersaing dengan produk mahal dari negara lain. 

Alibaba Group hadir seolah menjadi jembatan bagi para peminat produk-produk yang berasal dari Tiongkok. Dalam hal ini Alibaba mampu memangkas segalanya. Mulai dari biaya hingga masalah bahasa. Itulah kenapa kini Alibaba menjadi sangat berpengaruh di pasar dunia. Utamanya di e-commerce marketplace

Kiprah Alibaba Group di Indonesia

Berbicara mengenai kiprah Alibaba di Indonesia bisa dikatakan sangat menarik. Pasalnya Alibaba di Indonesia lebih memilih mendukung pemain lokal lewat investasi dan kerja sama strategis. 

Vice President Alibaba Group, Brian Wong mengungkapkan jika pasar e-commerce di Indonesia memiliki keunikan tersendiri. Itulah alasannya kenapa mereka tidak ingin mendirikan Alibaba di Indonesia. Strategi tersebut salah satunya bisa dilihat dari langkah mereka mengakuisisi Lazada. 

Memang kehadiran Alibaba dan Aliexpress versi Indonesia masih belum menggugah pasar e-commerce di Indonesia. Pasalnya pasar Indonesia masih lebih nyaman dengan Lazada, Bukalapak, Tokopedia, dan lain sebagainya. Mereka dianggap perusahaan lokal atau masih menjadi perusahaan lokal yang lebih memahami karakter pasarnya sendiri. 

Pada April 2016, Group Alibaba berinvestasi sebesar US$1 miliar atau sekitar Rp13,7 triliun yang menjadikannya menguasai 51% saham di Lazada. Lalu pada bulan Juni 2017, mereka kembali berinvestasi dengan jumlah yang sama sehingga membuatnya menguasai 83% saham Lazada. Kemudian pada Maret 2018, mereka kembali berinvestasi sebesar US$ 2 miliar atau sekitar Rp. 27.5 triliun. 

Melihat Gurita Bisnis Alibaba Group di Indonesia

Salah satu perusahaan teknologi raksasa asal Tiongkok, Alibaba Group Holding Limited dikenal memiliki banyak cengkraman bisnis di dunia. Dan Indonesia termasuk salah satunya. Sejak tahun 2015, Alibaba sudah mulai menjajaki bisnis di Tanah Air. 

Bisnis Alibaba di Indonesia sendiri pun cukup beragam. Mulai dari investasi, ekspansi, hingga akuisisi. Dan jika dilihat sampai detik ini, pergerakan bisnis perusahaan milik Jack Ma ini tampak semakin melebar, diantaranya seperti: 

Memiliki saham di Tokopedia

Lewat investasi, Alibaba memiliki saham di perusahaan e-commerce milik William Tanuwijaya ini. Investasi Alibaba di Tokopedia dikatakan mencapai US$1,1 miliar atau setara dengan Rp14 triliun pada tahun 2017 silam. 

Investasi tersebut membuat Alibaba menjadi pemegang saham minoritas di e-commerce Tokopedia. Kerja sama ini pun diyakini akan mempermudah para penjual dan para mitra Tokopedia dalam mengembangkan usahanya ke seluruh daerah di Indonesia. 

Pemegang saham mayoritas di Lazada

Jika di Tokopedia menjadi pemegang saham minoritas, Alibaba Group menjadi pemegang saham mayoritas di Lazada. Bahkan secara tidak langsung bisa dikatakan jika Lazada kini sudah termasuk bagian dari Group Alibaba. 

Kerja sama dengan J&T Express

Setelah sukses melakukan investasi di bidang e-commerce yang ada di Indonesia, pada tahun 2017 Alibaba juga menjalin kerja sama dengan perusahaan logistik, J&T Express. Kerja sama tersebut melahirkan anak perusahaan yang diberi nama J&T Alibaba. J&T Alibaba ini lebih berfokus terhadap UKM furnitur, makanan, minuman, pertanian, hingga barang kerajinan tangan. 

Investasi di True Money

Pada November 2016, Ant Financial sempat memberikan suntikan dana ke perusahaan Ascend Money. Ascend Money sendiri merupakan induk perusahaan dari layanan elektronik True Money. True Money sudah hadir di Indonesia sejak September 2015 setelah mengakuisisi pemilik lisensi e-money di Indonesia, Witami Tunai Mandiri. 

AliExpress

AliExpres milik Alibaba Group juga sudah beroperasi di Indonesia. AliExpress merupakan pasar ritel global yang memungkinkan para pelanggannya dari seluruh dunia untuk membeli produk langsung dari produsen dan distributor yang ada di Tiongkok. 

Sebenarnya AliExpress ini tidak beroperasi di Indonesia. Atau tidak memiliki perwakilan di Indonesia. Meskipun demikian, masyarakat Indonesia bisa mengakses dan melakukan transaksi di AliExpress semenjak platform tersebut diluncurkan pada 2010 silam. 

Merger HelloPay

HelloPay sendiri awalnya adalah layanan pembayaran milik Lazada Group. Ant Financial selaku pengelola Alipay melakukan merger dengan HelloPay Group pada tahun 2017. Setelah itu, HelloPay berganti nama menjadi Alipay

Tidak bisa dipungkiri jika perusahaan Alibaba Group menjadi salah satu penguasa bisnis di bidang digital untuk saat ini. Bahkan tanpa Anda sadari, kini cengkraman Alibaba Group di Indonesia sudah sangat kuat. 

Artikel Terkait