Dunia Kerja, Perencanaan Keuangan

Perbedaan Ekonomi Makro dan Mikro yang Wajib Kamu Tau!

Perbedaan Ekonomi Mikro dan Makro yang Wajib Kamu Tau!

Ajaib.co.id – Teori dasar dalam ilmu ekonomi dibedakan menjadi dua jenis yaitu teori ekonomi mikro yang membahas permasalahan ekonomi bersifat parsial atau bagian kecil dan teori ekonomi makro yang membahas permasalahan ekonomi bersifat global atau secara menyeluruh. Perbedaaan ekonomi mikro dan makro memang rasanya sulit dipahami kalau kamu bukan ahli ekonomi. Sampai saat ini kamu mungkin masih bingung perbedaan dan penerapannya ekonomi mikro dan makro ini. Agar tercerahkan, simak penjelasan dari Ajaib di bawah ini.

Pengertian Rkonomi Mikro & Makro

Kedua istilah ini memiliki perbedaan mendasar dari segi cakupan keilmuannya. Apabila ekonomi mikro berfokus pada skala lebih kecil maka makro mengulas lebih jauh variabel ekonomi dalam skala luas. Penerapan ekonomi mikro terasa bagi masyarakat kecil seperti pedagang dan ibu rumah tangga. Sedangkan makro berpengaruh pada perekonomian suatu daerah atau negara. 

Menurut buku Ekonomi kelas X (2009), aktivitas unit-unit ekonomi yang dipelajari dari ekonomi mikro antara lain:

  • Perilaku seseorang sebagai konsumen, pemiliki sumber ekonomi, dan produsen.
  • Arus perputaran barang dan jasa dari produsen hingga ke konsumen.
  • Mempelajari harga barang dan jasa.
  • Cara menentukan tingkat produksi supaya tercapat keuntungan maksimum bagi produsen.
  • Cara mengalokasikan pendapatan yang terbatas untuk memenuhi barang dan jasa yang dibutuhkan sehingga tercapai kepuasan bagi konsumen.

Sedangkan, menurut Modul Pembelajaran Ekonomi kelas X (2020), ekonomi makro merupakan bagian dari ilmu ekonomi yang mempelajari mekanisme kerja perekonomian secara keseluruhan. Sehingga, hubungan kausal atau sebab akibat yang dipelajari dalam ekonomi makro adalah hubungan antarvariabel ekonomi aggregatif (secara keseluruhan).

Misalnya tingkat pendapatan nasional, tingkat kesempatan kerja, saving (tabungan), pengeluaran konsumsi rumah tangga dan perusahaan, investasi nasional, tingkat bunga, jumlah uang yang beredar, neraca pembayaran, utang pemerintah, stok kapital nasional, dan sebagainya. Di mana, hubungan di antara variabel-variabel tersebut bersifat kausal dan fungsional atau saling memengaruhi.

Ruang Lingkup Ekonomi Mikro Vs Makro

Mengutip buku Ekonomi kelas X (2009), berikut perbedaan ekonomi mikro dan ekonomi makro jika dilihat dari segi ruang lingkupnya.

1. Ruang Lingkup Ekonomi Mikro

  • Permintaan, penawaran dan keseimbangan harga pasar.
  • Elastisitas permintaan, biaya produksi, penerimaan produsen, dan laba.
  • Teori perilaku konsumen.
  • Teori produksi, biaya produkasi, penerimaan produsen, dan laba.
  • Pasar persaingan sempurna.
  • Pasar monopoli.
  • Pasar oligopoli.
  • Pasar persaingan monopolistik.
  • Permintaan akan input.
  • Mekanisme harga dan distribusi pendapatan.

2. Ruang Lingkup Ekonomi Makro

  • Penghitungan pendapatan nasional.
  • Keseimbangan pendapatan nasional dalam perekonomian dua sektor dan tiga sektor.
  • Uang bank dan pencipta uang.
  • Kebijakan fiskal dan sistem perpajakan.
  • Pasar uang dan pasar tenaga kerja.
  • Kebijakan moneter dan uang yang beredar.
  • Teori inflasi.
  • Perdagangan luar negeri, nilai valuta asing, dan neraca pembayaran.
  • Perdagangan luar negeri dan tingkat keseimbangan pendapatan nasional.
  • Pertumbuhan ekonomi dan pembangunan ekonomi.

Fungsi 

Pada dasarnya fungsi ekonomi mikro dan makro ialah menghasilkan kesejahteraan yang lebih baik dalam skalanya masing-masing. Satu sama lainnya juga mempengaruhi dalam berbagai aspek. Hal yang terjadi dalam skala mikro kemudian akan berdampak secara makro. Contohnya, permintaan pasar yang tinggi akan cabai yang tidak bisa dipenuhi dalam negeri kemudian akan menghasilkan kebutuhan impor.

Konsep & Teori Ekonomi Mikro Vs Makro

1. Konsep & Teori Ekonomi Mikro

Konsep ilmu ekonomi mikro mengacu pada tiga hal utama antara lain:

a. Teori produksi

Teori produksi mengulas soal kuantitas yang dibutuhkan serta berbagai faktor produksi seperti bahan baku, tenaga kerja, biaya produksi, dan lain sebagainya. Dibutuhkan sejumlah faktor tersebut untuk menghadirkan produk baik barang atau jasa ke tengah masyarakat sehingga menjadi fokus utama.

b. Teori harga

Harga juga dianggap penting dalam ekonomi mikro karena besar pengaruhnya. Harga suatu produk tercipta dengan adanya tingkat penawaran dan permintaan di pasaran. Besaran harga suatu produk juga sangat fluktuatif karena pengaruh konsumen maupun pasar. 

c. Teori distribusi

Aspek lainnya adalah distribusi yang berkaitan dengan modal bahan baku dan upah pekerja. Teori distribusi fokus pada hal ini juga biaya pemasaran dan penyaluran barang mulai dari produsen, distributor, pedagang grosir, retail, sampai dengan konsumen. 

2. Konsep & Teori Ekonomi Makro

Sementara itu, konsep dasar ekonomi makro adalah:

  • Output-pendapatan
  • Tingkat penggangguran
  • Inflasi-deflasi. 

Ketiga hal ini sangat berpengaruh untuk mengukur kinerja ekonomi secara luas. Output dihitung dari produksi nasional secara menyeluruh sedangkan pendapatan adalah hasil penjualan produksi tersebut.Ukuran output dalam ekonomi makro adalah PDB alias Produk Domestik Bruto karena menjadi bukti kualitas ekonomi suatu negara. Capaian ini menjadi gambaran kemajuan teknologi, permodalan, dan kualitas SDM suatu negara. 

Sementara tingkat pengangguran penting karena dampaknya pada produksi dan daya beli yang rendah. Imbasnya, pasar lesu sehingga pertumbuhan ekonomi suatu negara lambat. Terakhir yaitu inflasi-deflasi yang berperang penting menstabilkan kondisi ekonomi suatu negara. Pemerintah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk mengendalikan inflasi maupun deflasi seperti naik turun suku bunga pinjaman maupun investasi.

Itulah perbedaan ekonomi mikro dan makro yang harus kamu ketahui. Dengan mengetahui perbedaannya, kamu jadi lebih mudah dalam menentukan tujuan analisis ketika ingin membuat strategi atau perubahan harga, misalnya. Mengetahui perbedaannya juga penting untuk kamu memahami mekanisme pasar dan membuat kombinasi yang tepat dalam pembuatan inovasi.

Setelah kamu mengetahui perbedaan keduanya, sudahkah kamu memahami apa tujuan ekonomi makro? Di bawah ini akan Ajaib jelaskan lebih lanjut

Tujuan Ekonomi Mikro Vs Makro di Indonesia

1. Tujuan Ekonomi Makro di Indonesia

Ekonomi mikro sangat penting untuk membantu memprediksi hingga merancang strategi perusahaan kedepannya. Ekonomi mikro akan mempermudah perusahaan dalam memahami perilaku, kemauan dan kebutuhan konsumen. Namun, dalam prakteknya, ekonomi mikro memiliki tujuan utama dalam bidang ekonomi seperti:

  • Melakukan analisis pada mekanisme yang menjadi pembentuk harga relatif pada produk, baik berupa barang maupun jasa dan aplikasinya dari sumber yang terbatas di antara banyaknya penggunaan alternatif.
  • Melakukan analisis kegagalan pasar, yaitu ketika pasar gagal dalam memproduksi hasil yang efisien dan menjelaskan berbagai situasi teoritis dan strategis yang dibutuhkan pasar dengan bentuk persaingan yang sempurna.

2. Tujuan Ekonomi Makro di Indonesia

a. Meningkatkan pendapatan nasional

Tujuan ekonomi makro pertama adalah mengetahui pendapatan nasional Indonesia, seingga pertumbuhan ekonomi bisa lebih terukur dengan baik. Selain itu, kebijakan ekonomi yang efektif dan efisien juga dapat meningkatkan pendapatan nasional secara signifikan.

b. Membuka lapangan kerja

Ekonomi makro juga bisa memberikan kesempatan untuk membuka lapangan kerja. sehingga secara otomatis kapasitas produksi secara nasional dapat meningkat. Kebijakan ini juga bisa diterapkan di Indonesia untuk mengajak investor menanamkan modal atau berinvestasi sehingga terciptanya lapangan pekerjaan.

c. Meningkatkan kapasitas produksi nasional

Ekonomi ini juga membantu negara untuk meningkatkan kapasitas produksi secara nasional yang mampu memengaruhi peningkatan pertumbuhan dan pembangunan ekonomi di Indonesia. Untuk meningkatkan kapasitas produksi, perbaikan situasi investasi dalam negeri bisa memberikan pengaruh yang positif terhadap peningkatan kapasitas produksi.

d. Mengendalikan inflasi

Inflasi terjadi karena adanya permintaan terlalu besar terhadap suatu barang/jasa sehingga menyebabkan kenaikan harga. Jika inflasi terjadi, pertumbuhan perekonomian juga akan terhambat dan memengaruhi kenaikan harga barang yang tinggi, peningkatan pengangguran, serta penurunan nilai mata uang. Dengan adanya kebijakan makro, seperti politik pasar terbuka, cash ratio, hingga politik diskonto bisa mencegah lajunya inflasi.

e. Menjaga kestabilan ekonomi

Kebijakan ekonomi makro juga bertujuan untuk menjaga kestabilan ekonomi negara Indonesia. Di mana, kestabilan ini bisa membuat investor lebih percaya dengan ekonomi di Indonesia sehingga membuat mereka ingin menginvestasikan uangnya untuk negara. Tercapainya stabilitas perekonomian ini terjadi ketika variabel ekonomi makro: tingkat permintaan persediaan dan neraca pembayaran seimbang. Penerapan kebijakan ekonomi ini berupa perbaikan fungsi pasar dan perbaikan di sektor industri, pertanian, keuangan, dan lain-lain harus dilakukan untuk kestabilan ekonomi.

f. Menyeimbangkan neraca pembayaran luar negeri

Tujuan analisis ekonomi makro di Indonesia adalah untuk menyeimbangkan neraca pembayaran luar negeri sebagai rangkuman dari berbagai transaksi, seperti transaksi keuangan antar penduduk baik di dalam maupun di luar negeri, pembelian dan penjualan barang/jasa, dan dana hibah dari negara asing dalam satu periode tertentu. Neraca pembayaran luar negeri ini juga harus dipastikan tetap seimbang untuk menghindari terjadinya defisit neraca pembayaran luar negeri.

Artikel Terkait