Rumah Tangga Masa Kini

Pengertian Risiko Beserta Jenis dan Cara Mengelolanya

Pengertian risiko
Pengertian risiko

Ajaib.co.id – Setiap kehidupan yang dijalani selalu tidak terlepas dari namanya resiko. Akan ada tantangan menanti di tiap-tiap keputusan yang diambil. Hal itu karena semua kegiatan baik yang dilakukan individu maupun organisasi mengandung unsur ketidakpastian. Maka dari itu, masing-masing orang tentu memiliki pandangan berbeda terhadap pengertian resiko.

Secara umumnya resiko adalah suatu keadaan yang tidak dapat dipastikan. Bahkan cenderung terdapat unsur bahaya, akibat atau konsekuensi dari proses yang sedang berjalan atau kejadian di masa depan apakah menguntungkan atau justru merugikan.

Namun, supaya kita dapat memahami dengan jelas arti dari resiko, para ahli sudah membuat defines yang berbeda-beda. Kendati begitu, maksud yang disampaikan para ahli mengenai resiko tetaplah sama.

Resiko Menurut Para Ahli

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pengertian resiko adalah segala kemungkinan akan terjadi suatu peristiwa yang bisa merugikan organisasi atau perusahaan.

Sementara Prof Dr.Ir.Soemarno, M.S berpendapat bahwa arti resiko yaitu suatu kondisi yang muncul akibat ketidakpastian dengan seluruh konsekuensi tidak menguntungkan yang kemungkinan bakal terjadi.

Ada juga yang menyebut resiko merupakan bagian dari ketidakpastian (uncertainty) yang dapat mengakibatkan peristiwa kerugian (loss) menurut Abas Salim. Maksud dari resiko oleh Abas Salim sangat cocok menggambarkan resiko dari seseorang yang sedang bermain saham.

Meskipun para ahli menafsirkan secara berbeda-beda, pengertian dari risiko dapat dibedakan dari jenisnya atau kegiatannya, seperti resiko usaha, resiko operasional, resiko pengadaan, dan lain-lain.

Macam-Macam Resiko

Jika dilihat secara umum, resiko dibedakan ke dalam dua macam, yaitu:

1. Resiko Murni

Risiko murni adalah suatu resiko yang apabila terjadi akan memberikan kerugian. Terjadinya resiko ini disebabkan oleh dua hal, yakni merugi atau break event.Contoh risiko murni seperti bencana alam, pencurian, kebakaran atau kecelakaan.

Misalnya, suatu restoran mengalami kebakaran sehingga beresiko mengalami kerugian besar. Dampak dari kebakaran tersebut adalah tutupnya restoran tersebut karena seluruh asetnya habis terbakar atau tutup sementara dikarenakan akan dibangun kembali.

2. Risiko Spekulatif

Resiko spekulatif merupakan risiko yang memiliki kemungkinan dua peluang terjadi, yaitu kerugian dan juga keuntungan. Contoh dari risiko jenis ini adalah pembelian saham pada bursa efek.

Berinvestasi saham atau membeli saham di bursa efek memiliki resiko spekulatif karena terdapat dua peluang kemungkinan yang bisa terjadi. Pertama, adanya peluang keuntungan yang akan didapat dari pembagian dividen. Peluang yang kedua bisa jadi mengalami kerugian karena perusahaan yang dibeli sahamnya merugi cukup besar.

Akan tetapi kalau kamu investasi sahamnya di Ajaib, kemungkinan ruginya bisa di minimalisir. Aplikasi investasi dari Ajaib tak hanya mudah secara penggunaan, tetapi dibekali juga dengan fitur-fitur keren yang akan membantu setiap investor dalam memberi perkiraan kapan saat terbaik untuk buy maupun cut loss saham pilihan.

Resiko Usaha dan Jenisnya

Resiko juga hadir ketika seseorang hendak mulai membangun usaha atau bisa disebut resiko usaha. Pengertian resiko usaha ini adalah suatu keadaan yang kemungkinan mengancam pencapaian tujuan atau target bagi bisnis tersebut.

Untuk itulah dalam dunia usaha ada yang namanya manajemen risiko agar dapat meminimalisir kerugian.Menurut beberapa ahli atau tokoh terkemuka, ada beberapa jenis resiko usaha yang diantaranya adalah:

1. Resiko Bisnis

Resiko bisnis dapat diartikan sebagai risiko bagi perusahaan terhadap kualitas serta keunggulan produknya yang dijual di pasar. Kemunculan berbagai inovasi di bidang teknologi, pemasaran, dan desain berdampak pada ketidakpastian aktivitas bisnis.

2. Risiko Keuangan

Pergerakan finansial yang tidak dapat diprediksi memunculkan resiko keuangan. Kerugian yang dialami perusahaan sangat mungkin terjadi pada pasar finansial, misalnya kerugian akibat pergerakan suku bunga atau kegagalan “defaults” dalam obligasi.

3. Risiko Strategi

Resiko macam ini harus dihadapi perusahaan akibat dari perubahan fundamental pada lingkungan ekonomi yang terjadi. Resiko strategi ini tidak mudah untuk diprediksi karena erat kaitannya dengan beberapa hal makro di luar perusahaan. Contohnya, kebijakan politik atau kebijakan ekonomi yang dilakukan pemerintah.

4. Resiko Lingkungan

Resiko lingkungan juga akan muncul akibat dampak dari bisnis atau usaha yang dilakukan. Misalnya usaha milikmu bergerak di bidang makanan, maka pikirkan limbah yang dihasilkan dari usaha kamu agar tidak mencemari lingkungan sekitar.

Mengelola Resiko Dalam Berbisnis

Setelah mengetahui pengertian resiko beserta jenisnya, selanjutnya harus ada upaya untuk melakukan pengelolaan dalam usaha. Upaya ini disebut juga manajemen resiko, diantaranya adalah:

a. Mengidentifikasi Resiko

Mengelola suatu risiko tidak mudah, maka seorang manajer harus mampu mengidentifikasi kemungkinan munculnya risiko yang dihadapi perusahaan. Masing-masing bidang bisnis punya resikonya tersendiri sehingga perlu disesuaikan dengan tujuan bisnisnya. Buatlah daftar dari setiap resiko yang mungkin terjadi pada bisnis kamu.

b. Penilaian Dari Setiap Resiko

Selanjutnya adalah membuat penilaian atau ranking berdasarkan dampak terburuknya. Fokus dari tingkat resiko paling tinggi dan temukan kira-kira apa saja dampak yang diberikan kepada perusahaan, karyawan, hingga lingkungan. Beri penilaian risiko kritikal yang kemungkinan bisa melumpuhkan bisnis kamu.

c. Mengontrol Resiko

Dari penilaian dan ranking risiko yang telah diidentifikasikan, bagaimana penanggulangannya? Tentu harus ada rencana mempersiapkan diri jika sewaktu-waktu resiko yang sudah diperkirakan terjadi bisnis kamu.

d. Monitoring dan Evaluasi

Terakhir, lakukan monitoring dan juga evaluasi dari setiap rencana yang sudah dibuat. Hal ini untuk mengetahui apakah rencana tersebut berhasil.

Artikel Terkait