Pengertian Pailit dan Perbedaannya dengan Bangkrut

pengertian pailit
pengertian pailit

Ajaib.co.id – Bagi kamu yang masih bingung dengan pengertian pailit, ada baiknya membaca ulasan ini. Pasalnya, redaksi Ajaib akan membahas mengenai pengertian pailit dan juga perbedaannya dengan bangkrut. Disimak ya!

Dua istilah yang sering kita dengar dalam dunia bisnis adalah pailit dan bangkrut, tentu kamu pasti pernah mendengar kedua istilah ini. Namun, ternyata masih banyak orang yang beranggapan bahwa pengertian pailit dan bangkrut memiliki pengertian yang sama. Padahal, kedua hal ini sebenarnya tidaklah sama.

Mungkin bagi para investor, mereka masih mengingat kejadian yang terjadi pada tahun 2008 yakni saat krisis finansial berlangsung. Di mana, krisis finansial 2008 tersebut merupakan salah satu krisis finansial terparah dalam sejarah. Pada momen tersebut, ada salah satu bank terbesar di Amerika Serikat yang dilanda kebangkrutan, yaitu Lehman Brothers.

Saat itu, tidak ada yang menyangka bahwa bank sebesar Lehman Brothers, bisa mengalami kebangkrutan. Yang mana, hal yang memicu salah satu bank terbesar di Amerika Serikat kala itu mengalami kebangkrutan disebabkan oleh naiknya suku bunga yang membuat kredit menjadi macet, dan membuat banyak sekali orang yang mengalami gagal bayar KPR di Amerika Serikat. Lantas, Lehman Brothers mengalami kerugian yang besar akibat uang yang mereka miliki sudah dibayarkan terlebih dahulu kepada pihak pengembang, namun untuk cicilan yang dibebankan kepada nasabahnya mengalami kredit macet hingga gagal bayar.

Krisis finansial 2008 yang melanda Amerika Serikat tersebut, berimbas terhadap negara-negara lainnya dan memicu krisis ekonomi global. Bahkan dalam sejarahnya, setidaknya butuh waktu hingga 10 tahun untuk mengembalikan kondisi ekonomi di negara-negara terdampak. 

Lehman Brothers adalah satu dari sekian contoh perusahaan atau bisnis yang bangkrut di dunia. Saat itu, Lehman Brothers berhenti beroperasi lantaran mengalami kebangkrutan bukan kepailitan. Jadi, jika melihat contoh dari perusahaan Lehman Brother berarti pailit dan bangkrut merupakan kedua hal yang berbeda. Lantas, apa yang membedakan kedua hal tersebut? Berikut penjelasannya:

Pengertian Pailit

Perusahaan yang dinyatakan pailit dan bangkrut harus berdasarkan hasil sidang pengadilan. Kata pailit itu sendiri berasal dari bahasa Prancis yakni failite, jika diartikan dalam bahasa Indonesia memiliki makna kemacetan dalam pembayaran.

Umumnya, sebuah perusahaan yang dinyatakan pailit merupakan perusahaan yang tidak berhasil membayar utangnya secara lunas kepada pihak lain, setidaknya satu tagihan utang yang sudah jatuh tempo. Status “pailit” yang dijatuhkan kepada perusahaan dari pengadilan berdasarkan UU Nomor 37 Tahun 2004 Tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Bayar Utang. Perusahaan dapat dikatakan apabila:

Memiliki satu atau lebih kreditor

Tidak membayar utang secara lunas yang telah jatuh tempoh dan dapat ditagih atas permohonan sendiri atau satu atau lebih kreditornya.

Jadi, perusahaan dapat dinyatakan pailit bila memiliki dua utang yang belum dibayarkan secara lunas dan telah jatuh tempo. Selain itu, perusahaan yang dianggap pailit juga tidak boleh menjalankan aktivitas bisnisnya, terlibat transaksi dengan pihak lain, kecuali hanya untuk melakukan likuidasi dengan menjual aset-aset yang dimiliki melalui mekanisme lelang untuk membayar utang para kreditor.

Bagaimana dengan Kebangkrutan?

Bangkrut dapat diartikan mengalami kerugian yang besar, atau biasanya disebut “gulung tikar”, perusahaan-perusahaan yang mengalami kebangkrutan memiliki kondisi keuangan yang tidak sehat. Namun, berbeda dengan kepailitan atau pailit, perusahaan yang mengalami hal ini sebetulnya memiliki kondisi keuangan yang sehat. Tetapi, memiliki kendala yakni tidak mampu melunasi utang-utang dari para kreditornya.

Contoh Perusahaan-perusahaan yang Mengalami Kebangkrutan dan Kepailitan

Perusahaan Lehman Brothers adalah contoh kebangkrutan dari sebuah perusahaan yang sudah Ajaib jelaskan sebelumnya. Namun, bagaimana dengan contoh-contoh perusahaan lainnya?

Perusahaan yang dinyatakan bangkrut di antaranya:

  • Adam Air
  • Kodak
  • Ford Motor Indonesia
  • Sempati Air
  • Toshiba di Indonesia
  • Panasonic di Indonesia
  • Sharp
  • Nokia di Finlandia

Sedangkan bagi perusahaan yang mengalami kepailitan di Indonesia seperti Nyonya Meneer, Asuransi Jiwa Nusantara, TPI, Peti Kemas Multicon, dan Bali Kuta Residence.

Ajaib rasa di antara perusahaan-perusahaan yang pailit di atas, mungkin kamu sangat familiar dengan stasiun TV, TPI. Kini, TPI sudah dibeli oleh MNC Group dan berubah nama menjadi MNC TV.

Dari contoh-contoh perusahaan yang mengalami kepailitan dan kebangkrutan di atas, terdapat perbedaan yang mencolok dari yakni pailit dikarenakan kasus utang, sedangkan kebangkrutan disebabkan oleh diterpa kerugian yang amat besar.

Kebangkrutan dapat disebabkan oleh dua faktor, yaitu faktor eksternal di luar kewenangan pengusaha dan mismanagement.

Penyebab Pailit pada Perusahaan

Kepailitan yang terjadi di sebuah perusahaan, bukan hanya disebabkan oleh terjebak utang saja, melainkan terdapat faktor penyebab pailit antara lain:

  • Terlalu fokus mengembangkan produk, seringkali sebuah perusahaan hanya fokus terhadap pengembangan produknya saja tanpa melihat apa yang diinginkan oleh konsumen dan pasar. Hal ini bisa membuat sebuah perusahaan sering melakukan peminjaman uang kepada pihak lainnya untuk mendanai pengembangan dari produk tersebut. Namun, setelah produk itu dipasarkan, penjualan dari produk tersebut tidak sesuai hasil ekspektasi atau merugi.
  • Tidak Berinovasi, jika produk yang kamu kembangkan tidak diterima dengan baik, kamu perlu berinovasi atau pindah ke sektor lain yang lebih bergairah.
  • Mengabaikan Kompetitor, ketika kamu berada di posisi puncak, jangan pernah selalu melihat ke atas terus, melainkan coba kamu amati kompetitor-kompetirmu lainnya yang mungkin memiliki produk dan layanan yang bisa saja menggeser posisimu di puncak.

Faktor-faktor penyebab pailit di atas bisa kamu hindari, jika kamu menerapkan TQM atau Total Quality Management, yang memang benar-benar perlu kamu perhatikan secara baik-baik. Di mana, pasar saat ini sudah ditentukan oleh konsumen. Jadi, baik atau buruknya suatu produk yang kamu jual didasarkan kepada pandangan konsumen terhadap produk kamu tersebut.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang

Mulai Investasi Reksa Dana Dengan Ajaib.
Ayo bergabung dengan Ajaib, aplikasi investasi online terbaik! Bebas biaya pendaftaran, bisa tarik dana kapan saja. Modal awal min. Rp10.000.
Facebook Comment
Artikel Terkait