Pendapatan Per Kapita Indonesia 2019 Capai Rp59 Juta, 2020?

pendapatan per kapita indonesia
pendapatan per kapita 2019

Ajaib.co.id – Sejumlah sumber menyebutkan, pendapatan per kapita Indonesia 2019 berhasil menembus Rp59,1 juta atau setara dengan US$4.174,9. Menurut Badan Pusat Statistik Indonesia (BPS), pendapatan per kapita Indonesia terus mengalami kenaikan dari tahun 2017. Akankah pada 2020 pendapatan per kapita Indonesia juga kembali naik melampaui pendapatan per kapita Indonesia 2019?

Pendapatan per kapita Indonesia 2019 tersebut tetap mengalami kenaikan di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi nasional yakni sebesar 5,09 persen. Perlambatan pertumbuhan ekonomi tersebut terjadi akibat ketidakpastian dan perlambatan ekonomi secara global. Sementara sejak 2017, pendapatan per kapita Indonesia terus naik dari Rp51,9 juta, kemudian Rp56 juta pada 2018.

Pendapatan per kapita adalah pendapatan rata-rata penduduk dari hasil pembagian pendapatan nasional yang dibagi dengan jumlah penduduk. PDB salah satunya digunakan sebagai patokan untuk mengukur kemakmuran suatu wilayah. Semakin besar pendapatan per kapita, berarti semakin makmur warga suatu negara.

Perhitungan Pendapatan Per Kapita

Dalam menghitung pendapatan per kapita, kita bisa menghitung pendapatan per kapita nominal atau riil. Pendapatan per kapita nominal bisa dilihat dari Produk Nasional Bruto berdasarkan harga yang sedang berlaku saat ini. Pendapatan per kapita nominal tidak memperhitungkan tingkat kenaikan harga atau inflasi.

Sedangkan pendapatan per kapita riil diperoleh berdasarkan harga tetap atau konstan yang diambil dari tahun acuan. Berbeda dengan pendapatan per kapita nominal, pendapatan per kapita riil sudah memperhitungkan tingkat kenaikan harga atau inflasi.

Dua jenis pendapatan per kapita tersebut dapat dilihat dalam ilustrasi berikut. Misalnya, negara A memiliki pendapatan per kapita sebesar Rp5 juta per bulan pada 2019. Kemudian, pada 2020, pendapatan per kapita negara A menjadi Rp15 juta per bulan. Bila melihat angkanya secara sekilas, kita akan menyimpulkan bahwa berarti daya beli masyarakat naik karena pendapatan per kapita naik tiga kali lipat.

Padahal, jika diselidiki lebih jauh, ternyata daya beli masyarakat masih sama dengan tahun 2019. Pendapatan per kapita memang naik tiga kali lipat, tetapi kenyataannya harga-harga juga naik tiga kali lipat. Dengan demikian, pendapatan per kapita riil tidak berubah. Itu berarti, meski pendapatan meningkat, kesejahteraan masyarakat sendiri belum meningkat.

Perbandingan dengan Negara Maju

Kabar buruknya, nilai pendapatan per kapita Indonesia masih sangat jauh dibandingkan dengan negara-negara maju. Pada 2018 saja, angka pendapatan per kapita Indonesia sebesar Rp56 juta (US$4,285) adalah yang terendah kedua di antara negara-negara G20. G20 terdiri atas 19 negara dengan perekonomian besar di dunia ditambah Uni Eropa.

Pada 2018, Indonesia hanya lebih tinggi daripada India dengan pendapatan per kapita sebesar US$2.104. Bandingkan dengan Swiss yang menempati posisi tertinggi dengan pendapatan per kapita sebesar US$78.816. Sementara di Asia, pendapatan per kapita tertinggi dicapai oleh Singapura, yakni sebesar US$58.248.

Namun setidaknya, kini pendapatan per kapita Indonesia telah masuk dalam golongan pendapatan kelas menengah ke atas menurut penggolongan Bank Dunia. Diprediksi, butuh 70 tahun lagi hingga Indonesia mampu menjadi negara berpendapatan tinggi atau negara maju. Tentu cita-cita menjadi negara maju membutuhkan banyak PR, seperti peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan.

Akankah Selalu Naik?

Pada dasarnya, pendapatan per kapita atau Produk Domestik Bruto (PDB) terus meningkat setiap tahunnya. Jumlah PDB Indonesia saat ini sudah sangat jauh bila dibandingkan dengan PDB pada 1999, misalnya, yang hanya mencapai kurang dari Rp10 juta per tahun.

Pemerintah sendiri selalu menargetkan kenaikan pendapatan per kapita demi kesejahteraan masyarakat. Salah satunya Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah yang menargetkan pendapatan per kapita sebesar Rp80-86 juta per tahun pada 2024. Untuk mencapai angka tersebut, Menteri Ida mengusahakan pengurangan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sesuai sasaran makro pembangunan 2020-2024. Demikian sebagaimana yang dilansir oleh cnbcindonesia.com.

Target kementerian tersebut juga sejalan dengan harapan presiden Joko Widodo agar Indonesia menjadi negara maju. Salah satu targetnya adalah Indonesia harus mencapai pendapatan per kapita sebesar Rp27 juta per bulan atau Rp320 juta per tahun pada 2045.

Penggunaan pendapatan per kapita sebagai tolok ukur perekonomian dan kesejahteraan sebenarnya tidak selalu efektif. Apalagi jika tolok ukur ini diberlakukan di Indonesia dengan distribusi pendapatan yang tidak merata. Contohnya, mengutip dari ekonomi.kompas.com, kekayaan 40 miliarder Indonesia setara dengan 600.000 kali lipat rata-rata aset orang Indonesia. Ini berarti pendapatan per kapita yang tampak besar sebenarnya hanyalah akibat dari pendapatan para orang superkaya yang turut dalam perhitungan.

Pertumbuhan ekonomi akan senantiasa bergerak maju maupun mundur. Namun yang pasti kita harus terus bekerja dan berkarya sebaik-baiknya demi kemajuan Indonesia secara menyeluruh. Bukan tidak mungkin, impian mencapai pendapatan per kapita sebesar negara-negara maju bisa saja terwujud.

Pendapatan per kapita Indonesia belum naik sesuai standar negara maju, bukan berarti kamu tidak bisa meningkatkan kehidupan keuanganmu. Salah satu cara menyehatkan keuanganmu adalah melakukan investasi dengan benar dan menguntungkan, misalnya investasi saham atau reksa dana.

Namun jika investasi dirasa menyulitkan secara waktu, misal karena kamu terlalu sibuk, kamu bisa coba reksa dana. Asyiknya lagi, kamu bisa investasi reksa dana lewat aplikasi Ajaib. Tak sempat memantau pertumbuhan ekonomi dan semacamnya, tak masalah. Bahkan meski kamu belum pernah coba reksa dana sama sekali, tak apa. Ajaib akan membantumu menentukan investasi yang paling tepat dengan kebutuhanmu. Ayo coba sekarang!


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Mulai Investasi Reksa Dana Dengan Ajaib.
Ayo bergabung dengan Ajaib, aplikasi investasi online terbaik! Bebas biaya pendaftaran, bisa tarik dana kapan saja. Modal awal min. Rp10.000.
Facebook Comment
Artikel Terkait