Bisnis & Kerja Sampingan

Pemilik McD dan Kisah Inspiratif Dibalik Waralaba Ini

pemilik mcd

Ajaib.co.id – Tahukah kamu siapa pemilik McD? Waralaba dengan nama lengkap McDonald’s ini ternyata mempunyai pemilik dengan kisah inspiratif untuk siapapun yang ingin menjadi pebisnis. Untuk itu, yuk intip sosok pemilik McD berikut ini.

Siapa yang tidak mengetahui McD, iya yang memiliki kepanjangan dari McDonald’s itu, lho! McDonald’s merupakan salah satu waralaba rumah makan siap saji terbesar di dunia.

McDonalds menghidangkan Hamburger sebagai makanan utama dari bisnis waralaba ini. Tidak Hanya itu, Mcd juga menyajikan minuman ringan, kentang goreng dan hidangan-hidangan lokal yang disesuaikan dengan tempat restoran itu berada.

Apabila kamu melihat lambang legendaris McDonald’s yang merupakan dua busur berwarna kuning yang biasanya dipajang di luar rumah-rumah makan dan dengan mudahnya lambang tersebut dapat segera dikenali oleh masyarakat luas disekitarnya.

Menurut Wikipedia, sebagai rangkaian restoran cepat saji terbesar di dunia, diperkirakan ada lebih dari 36.000 cabang McDonald’s tersebar di seluruh penjuru dunia dengan penghasilan sebesar US $75 juta dari 68 juta pengunjung yang datang setiap harinya.

Pencapaian fantastis ini membuat McDonald’s menjadi salah satu waralaba paling menguntungkan di dunia. Namun, siapakah orang yang berada dibalik semua kesuksesan ini?

Restoran McDonald’s pertama didirikan pada tahun 1940 oleh dua bersaudara bernama Dick dan Mac McDonald, namun kemudian dibeli oleh seorang Ray Kroc yang akhirnya menjadi pemilik McD dan memperluasnya ke seluruh penjuru dunia.

Ia membeli perusahaan dan restorannya pada tahun 1961 yang membangun McDonald’s menjadi restoran waralaba terbesar di dunia.

Dilansir melalui website McDonald’s, pemilik McD ini ingin membangun sistem restoran yang terkenal karena menyediakan makanan dengan metode persiapan yang berkualitas tinggi dan seragam. Dia ingin menyajikan burger, kentang goreng, dan minuman yang rasanya sama di Alaska seperti di Alabama.

Untuk mencapai ini, Ray memilih jalur yang unik: yaitu dengan membujuk waralaba dan pemasok untuk membeli visinya, bekerja bukan untuk McDonald tetapi untuk diri mereka sendiri, bersama-sama dengan McDonald’s.

Dia mempromosikan slogan, “Berbisnis untuk dirimu sendiri, tetapi tidak dengan dirimu sendiri.” Filosofinya didasarkan pada prinsip sederhana bangku berkaki 3: satu kaki adalah waralaba McDonald’s; yang kedua, pemasok McDonald; dan yang ketiga, karyawan McDonald.

Bangku itu hanya sekuat tiga kaki yang membentuk pondasinya. “If I had a brick for every time I’ve repeated the phrase Quality, Service, Cleanliness and Value, I think I’d probably be able to bridge the Atlantic Ocean with them”, Kata Ray.

Ray menganjurkan kepatuhan terhadap pendekatan sistem. Jadi, sementara banyak item menu paling terkenal McDonald’s – seperti Filet-O-Fish, Big Mac, dan Egg McMuffin – diciptakan oleh franchisee, sistem operasi McDonald’s mengharuskan franchise untuk mengikuti prinsip-prinsip inti McDonald’s tentang kualitas, layanan, kebersihan dan nilai.

Namun, di setiap negara, dipastikan McDonald’s memiliki menu spesial khas tempat tersebut yang menjadikannya tidak hanya dikenal oleh banyak masyarakat tetapi juga unik.

Semangat McDonald’s untuk kualitas makanan nya juga tidak bisa dipungkiri. Ray menjamin bahwa bahan-bahan selalu diuji, dicicipi dan disempurnakan agar sesuai dengan sistem operasi.

Ray membagikan visinya tentang masa depan McDonald’s, menjual pemasok awalnya dengan volume besar untuk masa depan. Mereka percaya padanya bahwa industri restoran itu berkembang pesat.

Ray Kroc senang mencari kemitraan, dan ia berhasil menciptakan sistem pasokan yang paling terintegrasi, efisien dan inovatif dalam industri pelayanan makanan.

Hubungan pemasok ini telah berkembang selama beberapa dekade. Faktanya, banyak pemasok McDonald’s yang beroperasi hingga hari ini memulai bisnis pertama kalinya dengan berjabat tangan dari Ray Kroc.

Tidak hanya membangun sebuah dinasti restoran cepat saji terbesar di dunia, pada tahun 1961 Ray meluncurkan program pelatihan, yang kemudian disebut dengan Hamburger University, di sebuah restoran McDonald’s baru di Elk Grove Village, Illinois, Amerika Serikat.

Di sana, franchisee dilatih tentang metode yang tepat untuk menjalankan restoran McDonald’s dengan sukses. Hamburger University menggunakan laboratorium penelitian dan pengembangan di Addison, Illinois terdekat untuk mengembangkan metode memasak, pembekuan, penyimpanan dan penyajian yang baru. Saat ini, lebih dari 275.000 pemegang waralaba, manajer, dan karyawan telah lulus dari program ini.

Tentang Pribadi Ray Kroc

Tahun kelahiran Ray Kroc adalah masa di mana kegiatan wirausaha mulai sangat berkembang di Amerika Serikat. Ia hidup pada masa yang sama persis dengan William Durant dan Henry Ford, dua industrialis terkenal dari AS juga.

Ketika berumur 15 tahun, Ray mendaftar sebagai sopir ambulans untuk Palang Merah. Dalam tugas dinasnya ketika itu, ia bertemu dengan Walt Disney, seorang animator AS handal yang pada saat itu juga ia masih berumur 15 tahun.

Kemudian ia masuk dalam dinas Palang Merah, Roy dan Walt terpaksa membohongi penguji tentang umur mereka, karena batas minimal untuk masuk Palang Merah adalah 17 tahun.

Setelah perang berakhir, ia mencoba berbagai usaha untuk mendapatkan uang, hingga akhirnya ia memutuskan untuk menjadi seorang salesman. Barang yang dijualnya adalah gelas kertas yang masih merupakan barang baru ketika itu.

Ray memberikan kontribusi yang sangat besar dalam perkembangan perusahaan ini, ia pun terpilih menjadi salah satu karyawan terbaik di perusahaan. Dalam usahanya ketika berjuang untuk menjual gelas kertas, ia bertemu dengan Earl Prince, seorang penemu mixer yang dapat digunakan untuk membuat milkshake.

Ketika menjual milkshake ini, ia menyadari bahwa pelanggan terbesarnya datang dari sebuah restoran cepat saji yang berpusat di California, yang ternyata dimiliki oleh McDonald bersaudara. Ia langsung terbang ke California untuk melihat bisnis pelanggannya itu.

Di sana, Ray mempelajari bahwa restoran milik McDonald bersaudara tersebut telah berhasil mengadopsi sistem lini perakitan untuk membuat burger dan sandwich mereka dengan cepat. Namun sang pemilik, yaitu McDonald bersaudara, tidak memiliki keinginan untuk mengembangkan usahanya lebih jauh.

Ray Kroc kemudian mengajukan diri untuk menjadi bagian dari McDonald. Pada tahun 1954, akhirnya Ray Kroc membuka McDonald’s pertamanya di Des Plaines, Illinois. Pada tahun 1961, ia berhasil membeli McDonald’s Corporation dengan harga $2.7 juta dari McDonald bersaudara.

Sampai ia meninggal pada 14 Januari 1984, Ray Kroc tidak pernah berhenti bekerja untuk McDonald’s. Warisannya berlanjut hingga hari ini, memberi pelanggan McDonald makanan yang enak dan terjangkau; kru dan pewaralaba dengan peluang untuk berkembang; dan pemasok dengan komitmen bersama untuk menyediakan bahan dan produk berkualitas tinggi.

Dari hasratnya untuk inovasi dan efisiensi, hingga pengejarannya yang tanpa henti terhadap kualitas, hingga banyak kontribusi amalnya, warisan Ray Kroc terus menjadi bagian inspirasional dan integral dari McDonald’s.

Artikel Terkait