Bisnis & Kerja Sampingan

Mengintip Keuntungan Dari Usaha Peternakan Kambing

Sumber: Pexels

Ajaib.co.idBerwirausaha menjadi peternak hewan bukan jadi pilihan banyak orang. Banyak orang yang tak tahan dengan baunya dan proses yang rumit. Padahal jika ditekuni, maka hasilnya akan sebanding dengan perjuangannya. Usaha peternakan kambing bisa jadi salah satu pilihan peluang bisnis menjanjikan karena peminatnya terhadap hewan berkaki empat ini cukup banyak sehingga pasarnya masih luas.

Beternak kambing bisa dibilang gampang-gampang susah tergantung cara perawatannya. Kualitas perawatan yang bagus akan menghasilkan daging kambing berkualitas pula sehingga berpengaruh terhadap harga jualnya.

Kambing biasanya diolah jadi santapan di restoran dan rumah makan, seperti sop, gulai, dan  yang paling banyak diminati adalah sate. Pada acara-acara keagamaan seperti Idul Adha permintaan kambing akan selalu ada. Bagi kamu yang ingin terjun dalam bisnis peternakan kambing tidak perlu khawatir sepi pembeli asalkan punya pengetahuan dalam perawatannya.

Peluang Bisnis Peternakan Kambing

Melihat potensi pasarnya yang luas, ada dua macam usaha ternak kambing yang bisa kamu jalankan, yaitu:

  • Pembibitan atau ternak anakan kambing
  • Penggemukan atau ternak kambing potong

Keduanya bisa memberikan potensi hasil yang menggiurkan jika mampu dimaksimalkan dengan baik. Terlebih usaha peternakan kambing berfokus pada pemenuhan kebutuhan pangan manusia terutama daging.

Oleh karena itu, peluang usaha ternak kambing masih sangat bagus karena dapat membantu mencukupi kebutuhan konsumsi dalam negeri sehingga mengurangi ketergantungan impor daging kambing.

Proses panen yang cepat membantu produktivitas kambing. Namun, produktivitasnya sangat bergantung pada pemilihan kambing yang sesuai kebutuhan pasar dan kualitas perawatannya. Kepintaran dalam memilih pakan kambing dan salinitas kendang juga jadi faktor penting yang harus diperhatikan.

Jika dirawat dengan baik, dalam setahun dengan modal dua jantan dan tiga betina sudah bisa menghasilkan sekitar 25 anak kambing. Sementara, untuk kambing yang siap jual biasanya berusia 8-12 bulan.

Untuk pemeliharaannya usaha ternak kambing tergolong murah dibandingkan ternak sapi. Kambing tidak membutuhkan lahan luas dan pakan yang rumit. Ada beberapa kambing yang bisa diberi makan rumput hijau saja sehingga biaya pakannya lebih hemat.

Cara Ternak Kambing Hasilkan Cuan Maksimal

Seperti yang sudah disinggung di awal, kualitas kambing tergantung pada bagaimana cara perawatannya. Supaya hasilnya lebih efektif dan menghasilkan daging kambing berkualitas, beberapa cara berikut ini bisa kamu coba terapkan.

1. Pemilihan Jenis Kambing Ternak

Di Indonesia ada beberapa jenis kambing yang umum dipilih dalam untuk usaha peternakan kambing. Berdasarkan jenisnya, ada kambing lokal dan ada juga yang merupakan hasil perkawinan silang dengan jenis kambing dari negara lain.

  • Kambing Gibas

Kambing gibas termasuk hewan ternak yang banyak diminati. Sekilas fisiknya hampir mirip dengan domba karena punya bulu lebat. Keunggulannya, kambing jenis ini dapat dipelihara di daerah yang bercuaca panas maupun dingin. Bobotnya bisa mencapai 45 kg untuk yang jantan dan betina mencapai 30 kg.

  • Kambing Kacang

Selain gibas, kambing kacang juga termasuk yang paling sering dijadikan hewan ternak. Memiliki bulu tipis, berjanggut dan berat sekitar 30 kg, kambing ini bisa jadi salah satu pilihan bibit dengan kualitas baik untuk ternak.

Kambing kacang punya kemampuan reproduksi yang tinggi dan termasuk tipe kambing pedaging baik jantan atau betina.

  • Kambing Etawa

Kambing jenis ini merupakan hasil perkawinan silang antara kambing lokal dengan kambing yang berasal dari Etawah, India, yakni jamnapri. Perawakannya yang besar dan bertubuh tegap, kambing etawa bisa diternak sebagai kambing pedaging dan penghasil susu.

Dibandingkan kambing jenis lainnya, kambing etawa memiliki postur tubuh besar. Bobotnya bisa mencapai 85 kg untuk kambing jantan, sedangkan yang betina bobotnya sekitar 80 kg.

  • Kambing Jawa

kambing jawa juga merupakan hasil persilangan kambing etawa dengan kambing kacang sehingga perawakannya mirip kambing kacang. Namun, kambing ini bisa memiliki bobot lebih besar dari kambing kacang mencapai 40 kg dan dapat dimanfaatkan daging serta susunya.

Per harinya, kambing jawa mampu menghasilkan 1,5 liter susu. Kambing ini sangat cocok dijadikan sebagai hewan kurban dan bagi yang ingin membuka usaha susu kambing.

Pemilihan bibit kambing ini akan sangat menentukan keberhasilan usaha peternakan kambing. Untuk penggemukan, bibit kambing yang baik adalah:

  • Umur kambing lebih dari 6 bulan karena usia ini sudah masuk periode pembentukan daging
  • Ekornya gemuk
  • Lebih diutamakan jantan dan berbadan Panjang
  • Perawakannya tegap dan sehat

2. Persiapkan Lahan dan Kandang

Peternakan kambing membutuhkan persiapan lahan dan kandang karena hewan ternak ini termasuk dalam kategori herbivora yang membutuhkan ruang gerak cukup luas. Jika tidak memiliki lahan cukup, carilah lahan kosong yang bisa digunakan dengan jarak 15 meter dari rumah warga untuk menghindari bau yang mengganggu.

Lalu untuk kandang kambingnya bisa di desain lebih modern berbentuk seperti rumah panggung. Material kandangnya sebaiknya di dominasi bahan kayu agar harganya lebih terjangkau. Ukuran kandang bisa disesuaikan dengan jumlah kambing dan untuk satu ekor kambing dewasa biasanya perlu ruang 1,5×1,5 meter. Bila kamu punya 10 kambing, kandangnya bisa dibuat berukuran 3×1,5 meter.

Beberapa keunggulan membangun kandang kambing seperti rumah panggung adalah:

  • Kotoran dan air kencing kambing langsung jatuh ke bawah sehingga kebersihan lebih terjaga
  • Kandang jadi kering, baik untuk menghindari parasit dan jamur
  • Terhindar dari serangan hewan liar dan genangan air

3. Pemberian Pakan dan Vitamin

Umumnya kambing bisa diberi makan rumput-rumput hijau. Namun, jika kambingmu ingin tubuhnya lebih cepat besar dan tegap lebih baik berikan sumber makanan seperti karbohidrat, vitamin, protein, serta mineral dengan jumlah yang cukup setiap hari.

Idealnya 1 ekor kambing menghabiskan 3 kg pakan. Pagi dan sore hari bisa diberikan makan rumput, sedangkan siang harinya diberikan pakan konsentrat lain untuk sumber protein, karbohidrat, vitamin, dan lainnya. Untuk proteinnya kamu bisa berikan ampas tahu dan racikan singkong sebagai karbohidrat.

Pakan lainnya yang juga baik diberikan adalah fermentasi pakan kambing dari limbah pertanian dan organik di sekitar lingkungan agar kambing cepat gemuk. Fermentasi ini bisa menghemat anggaran karena pembuatannya yang mudah.

Untuk terhindar dari penyakit, kambing harus diberi suplemen organik cair yang aman dan tidak menimbulkan efek samping. Suplemen ini membantu menjaga kambing makin sehat. Jangan lupa untuk memberi minum sesuai kebutuhan. Umumnya satu ekor kambing dewasa mengkonsumsi air sebanyak 1,5-2,5 liter per harinya. Semakin besar ukuran kambing, asupan makanan dan minumannya makin banyak.

4. Perawatan Kambing

Mengurus peternakan kambing harus tekun dan rutin, termasuk perawatannya. Kambing harus dimandikan minimal 2 kali dalam setahun, pemotongan kuku, dan pencukuran bulu. Ternak yang kotor akan mudah terserang penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan jamur bila tidak pernah dimandikan. Bila kambing terlihat bersih, sehat, dan menarik, tentu harga jualnya lebih tinggi.

5. Pengembangbiakkan Kambing

Kambing yang dirawat akan siap kawin setelah umur 10-12 bulan. Satu ekor kambing dapat menghasilkan 1 sampai 4 ekor anak kambing dengan masa kehamilan 6-7 bulan. Jadi, sangat memungkinkan seekor kambing bisa berkembang biak sebanyak 2 kali dalam satu tahun.

Cara mengetahui kambing ternakmu sudah siap kawin dengan mengamati tanda-tanda fisiknya, yakni menggerakkan ekornya, nafsu makan berkurang, dan terlihat gelisah. Jika terlihat tanda-tanda tersebut, pisahkan kambing jantan dan betina dalam satu kendang untuk dikawinkan.

Pada saat panen, kambing baru bisa dijual dan siap dipotong jika sudah memasuki usia satu tahun. Harganya beragam mulai dari Rp1,8 juta hingga Rp3 jutaan, tergantung ukuran tubuh kambing, jenis, dan kualitasnya. Dengan pasar yang masih luas, bisnis peternakan kambing sangat menjanjikan.

Di sisi lain kamu harus bisa memasarkannya ketika kambing sudah siap dijual. Selain penjualan offline, manfaatkan juga media sosial untuk pemasarannya dengan berbagai strategi. Perbanyak juga relasi untuk bisa mendapatkan pembeli di tengah persaingan usaha peternakan kambing yang makin banyak.

Artikel Terkait