Bisnis & Kerja Sampingan

Apa itu Bisnis & Bagaimana Cara Memilihnya?

apa itu bisnis networking

Ajaib.co.id – Istilah bisnis atau usaha mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kita semua. Apalagi saat ini banyak bermunculan bisnis baru yang pasti kamu temui. Misalnya saja, ketika kamu keluar rumah dan pergi ke warung, itu saja kamu sudah menemui bisnis warung, sebuah bisnis kecil-kecilan di rumah. Atau ketika kamu pergi ke mall atau pusat perbelanjaan, akan ada banyak ratusan bisnis yang bisa kamu temui. Tapi tahukah kamu apa itu bisnis?

Pengertian Bisnis

Bisnis merupakan salah satu kegiatan atau aktivitas yang dilakukan individu maupun organisasi yang melibatkan proses pembuatan, pembelian, penjualan, atau pertukaran barang maupun jasa dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan.

Istilah ini diambil dari bahasa Inggris, yaitu “business” yang artinya “kesibukan”. Di mana, kesibukan di sini bertujuan untuk melakukan aktivitas dalam rangka mendapatkan laba. Berdasarkan ruang lingkupnya, istilah bisnis dibedakan menjadi tiga yaitu:

  1. Badan usaha, yaitu kesatuan yuridis, teknis, dan ekonomis untuk mencari profit.
  2. Sektor pasar tertentu, seperti pasar modal.
  3. Semua aktivitas pada komunitas produsen barang atau jasa.

Pengertian Bisnis Menurut Para Ahli

Definisi bisnis menurut L.R. Dickese adalah aktivitas yang memiliki tujuan utama untuk memperoleh laba bagi yang menjalankannya atau yang berkepentingan. Sedangkan menurut Mc Naughton, bisnis adalah pertukaran barang, uang, atau jasa untuk mendapatkan keuntungan bagi pihak-pihak yang terlibat.

Tujuan Bisnis

Pada umumya, tujuan utama bisnis adalah untuk mendapatkan laba dengan memproduksi dan menjual barang atau jasa yang dibutuhkan masyarakat. Namun, ada beberapa tujuan bisnis lainnya seperti:

  • Memperoleh keuntungan dari kegiatan bisnis.
  • Pengadaan barang ataupun jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat.
  • Mencapai kesejahteraan pemilik faktor produksi dan masyarakat.
  • Menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
  • Menunjukkan eksistensi suatu perusahaan dalam jangka panjang.
  • Meningkatkan kemajuan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat secara umum.
  • Menunjukkan prestise dan prestasi.

Fungsi Bisnis

Dari kegiatan bisnis ini, ada beberapa fungsi salah satunya membuat sesuatu yang awalnya kurang bernilai menjadi sesuatu yang bernilai tinggi dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat setelah diolah. Selain itu, ada beberapa fungsi bisnis lainnya seperti:

  • Form Utility, fungsi produksi di mana bisnis menghasilkan suatu barang atau jasa yang dibutuhkan masyarakat. Misalnya, perusahaan furniture, perusahaan jasa keuangan.
  • Place Utility, fungsi distribusi di mana bisnis menyalurkan suatu barang/jasa ke lokasi terdekat yang bisa dijangkau konsumen.
  • Possessive Utility, fungsi penjualan dalam bisnis di mana perusahaan menjual suatu produk ke konsumen yang membutuhkan, baik itu barang maupun jasa.
  • Time Utility, fungsi penyimpanan dan pemasaran dalam bisnis, di mana barang pada saat itu kurang bermanfaat untuk nanti dikeluarkan pada saat barang tersebut lebih bermanfaat.

Jenis-Jenis Bisnis

Saat ini ada banyak jenis bisnis yang bisa dijalankan para pengusaha. Umumnya, bisnis dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis, antara lain:

1. Bisnis Manufaktur

Bisnis yang memproduksi barang dari bahan baku atau bahan mentah menjadi bahan jadi atau siap digunakan. Di mana, pelaku usaha di bidang manufaktur adalah produsen yang mengembangkan suatu produk dan menjualnya ke konsumen, baik secara langsung maupun melalui perantara (distributor) seperti: pabrik plastik, pabrik baja, pabrik tekstil, dan sebagainya.

2. Bisnis Jasa

Bisnis jasa adalah bisnis yang kegiatannya menciptakan dan menjual produk tak berwujud seperti jasa atau layanan kepada konsumen untuk menghasilkan keuntungan. Contoh bisnisnya seperti salon, sekolah, rumah sakit, bank, dan sebagainya.

3. Bisnis Perdagangan

Jenis bisnis ini bergerak di bidang perniagaan yang membeli produk dari produsen atau mitra lainnya, lalu menjual kembali produk tersebut secara eceran ke konsumen akhir. Jenis bisnis ini berperan sebagai perantara antara produsen dengan konsumen seperti toko kelontong, supermarket, grosir, dan sebagainya.

4. Bisnis Ekstraktif

Jenis bisnis ini kegiatan usahanya adalah menambang atau menggali barang tambang di dalam bumi di mana produk yang dihasilkan merupakan bahan mentah untuk diolah kembal seperti tambang emas, minyak bumi, gas bumi, tembaga, dan sebagainya.

5. Bisnis Agraris

Bisnis agraris atau agribisnis merupakan bisnis yang kegiatan usahanya di bidang pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, dan kehutanan seperti perusahaan kelapa sawit, budidaya tanaman obat, sayur organik, dan sebagainya.

6. Bisnis networking

Bisnsi ini menawarkan peluang emas bagi siapa saja tanpa memandang status. Jika kamu ingin terjun ke dunia bisnis, maka harus mengetahui apa itu bisnis networking. Tentunya, kamu pernah mendengar bisnis MLM atau Multi Level Marketing.

Saat ini, usaha atau bisnis telah mengalami perkembangan yang pesat. Model bisnis MLM atau bisnis networking banyak diterapkan dalam proses penjualan barang dan jasa dengan cara menarik peserta agar mendapatkan imbal balik.

Model bisnis yang satu ini jauh lebih baik dibanding bisnis konvensional, karena produknya dipasarkan secara langsung kepada konsumen tanpa jaringan distribusi.

Bisnis networking sendiri menawarkan peluang emas bagi siapa saja tanpa memandang status. Jika kamu tidak memiliki banyak modal, maka bisa mencoba model bisnis yang satu ini.

Namun, bisnis ini dianggap tidak memiliki masa depan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Hal itu dikarenakan banyaknya perusahaan yang menggunakan kedok MLM, seperti Money Game atau Arisan Berantai.

Bagi yang bergabung lebih dulu, maka mereka akan mendapatkan keuntungan yang besar. Sementara untuk yang baru bergabung, akan mengalami kerugian.

Mengenal Bisnis Networking

Faktanya, sudah banyak bisnis MLM yang bermunculan di Indonesia. Dengan banyaknya produk yang ditawarkan, maka kamu harus berhati-hati ketika ingin bergabung di bisnis tersebut. Berikut ini adalah cara memilih bisnis MLM yang benar:

1. Terdaftar di APLI

Asosiasi Penjual Langsung Indonesia (APLI) merupakan asosiasi yang menaungi berbagai perusahaan MLM di Indonesia. APLI didirikan karena aturan hukum di Indonesia belum baik untuk mengatur penjualan secara langsung.

Hal itulah yang mendorong beberapa perusahaan MLM untuk membuat aturan bersama dan kode etik yang telah disepakati dalam APLI.

Agar dapat bergabung dengan APLI, perusahaan MLM harus memenuhi persyaratan untuk mendapatkan sertifikasi resmi. Kemudian, perusahaan MLM yang menjadi anggota APLI hanya dibatasi dalam perusahaan yang benar-benar memenuhi persyaratan.

2. Memiliki Badan Hukum

Selain terdaftar sebagai anggota APLI, perusahaan MLM yang terpercaya bisa dilihat melalui badan hukum yang dimilikinya. Sebagai perusahaan yang bergerak di sektor bisnis, MLM diharuskan memiliki badan hukum yang jelas.

Perusahaan MLM disarankan untuk membuat badan hukum Perseroan Terbatas (PT) dan memiliki SIUPL atau NPWP. Dengan begitu, perusahaan MLM dapat bertanggung jawab atas bisnisnya kepada konsumen.

3. Memiliki Berbagai Produk

Jika ada banyak produk yang ditawarkan, maka kamu memiliki kesempatan untuk merekrut downline (bawahan). Selain itu, kamu juga bisa memilih produk sesuai budget yang dimiliki.

Perusahaan MLM juga memiliki jaminan atas kualitas barang atau jasa yang dijual. Hal tersebut dilakukan agar bisa ditukar jika ada barang yang tidak sesuai.

Supaya bisnis MLM menguntungkan, kamu dapat memilih perusahaan yang tidak hanya menawarkan produk saja, tetapi juga memberikan jaminan atas barang dan jasa yang dijual.

4. Memiliki Distributor dengan Sistem yang Baik

Jika perusahaan MLM memiliki distributor dengan sistem yang baik, maka kamu juga bisa meraih kesuksesan. Agar cepat sukses, kamu harus memastikan sistem perusahaan terkait sudah teruji dan mencetak banyak orang sukses.

Biasanya, perusahaan MLM yang memiliki sistem baik dapat dilihat dari alat-alat bantu usahanya, seperti buku kepribadian, kaset atau CD motivasi hingga pertemuan yang dapat dihadiri langsung.

Kamu harus berhati-hati jika menemukan perusahaan MLM yang menawarkan hasil positif tanpa bekerja keras, karena hal itu sangat mustahil.

5. Membantu Downline Agar Berkembang

Salah satu kelebihan yang dimiliki oleh perusahaan MLM adalah upline (atasan) yang membantu downline (bawahan) untuk terus berkembang.

Kamu bisa melihat bagaimana mereka membantu downline dalam mengembangkan bisnisnya. Jika upline di perusahaan MLM tidak aktif, maka sebaiknya kamu tidak usah memilih perusahaan tersebut.

Umumnya, para upline akan memberikan dukungan berupa bimbingan, bantuan, dan membagikan ilmu marketing. Bahkan, upline juga bisa turun langsung ke lapangan untuk mengajarkan cara mendapatkan anggota baru.

6. Diterima oleh Pasar Nasional

Ciri-ciri perusahaan MLM yang baik adalah skala yang ada di perusahaan tersebut. Jika perusahaan MLM belum diterima oleh pasar nasional, maka kamu harus berhati-hati.

Agar dapat berhasil dalam bisnis MLM, kamu harus memilih perusahaan dengan skala nasional yang diterima oleh masyarakat Indonesia. Umumnya, perusahaan juga menjelaskan visi dan misinya untuk kesejahteraan perusahaan.

7. Menerapkan Sistem yang Adil

Sebetulnya, bisnis MLM sangat menguntungkan bagi mereka yang bergabung duluan. Sedangkan bagi yang baru bergabung, tidak mendapatkan keuntungan yang besar.

Jika kamu tidak mendapatkan keuntungan yang kurang, maka perusahaan MLM tersebut bisa saja kurang baik. Sebab, perusahaan MLM yang baik akan menerapkan sistem yang adil.

Bagi kamu yang menjadi upline atau downline, maka harus bekerja keras jika ingin mendapatkan keuntungan yang besar. Dengan begitu, semua orang akan merasa diuntungkan meskipun baru saja bergabung.

8. Harga Produknya Masuk Akal

Tidak hanya produknya saja yang diperhatikan, kamu juga harus mengetahui harganya. Sebab, harga produk yang dijual oleh perusahaan MLM bisa menjadi salah satu alasan jika bisnis tersebut sehat atau tidak.

9. Adanya Support System yang Bagus

Selain itu, kamu harus memperhatikan support system perusahaan MLM. Seluruh pihak yang terlibat dalam bisnis MLM memerlukan support system yang dapat mendukung bisnis secara maksimal.

Saat menjalankan bisnis MLM, para member sering mengeluhkan suatu permasalahan. Itulah peran penting support system. Sistem tersebut dapat berbentuk offline atau online.

Itulah penjelasan mengenai apa itu bisnis networking dan cara memilihnya. Bagi kamu yang ingin menjalankan model bisnis tersebut, maka harus memperhatikan beberapa tips di atas agar tidak mengalami kerugian.

Konsep Bisnis

Apapun bisnis yang kamu lakukan, setidaknya kamu harus memiliki konsep bisnis yang tepat agar bisnis berjalan dengan baik. Setidaknya bisnis kamu harus memiliki empat komponen utama berikut ini.

  1. Strategi Inti (core strategy), yaitu visi dan misi bisnis, meliputi hal yang diharapkan dari bisnis yang bersifat ideal.
  2. Sumber Daya Strategis (strategic resources) yang terdiri dari kompetensi inti, aset strategis, dan proses utama.
  3. Perantara Pelanggan (customer interface), dukungan dan pemenuhan, informasi yang mendalam, dinamika hubungan, dan struktur harga.
  4. Jaringan Nilai (value network), yaitu jaringan nilai yang ada di sekitar perusahaan sehingga memperkuat dan melengkapi sumber daya yang dimiliki perusahaan.

Itulah beberapa hal mengenai apa itu bisnis dan penjelasan lengkap mengenai bisnis yang perlu kamu ketahui

Artikel Terkait